[AUDIO] Nasehat Teruntuk Ikhwah Salafy yg bermudah-mudahan dalam masalah gambar (makhluk bernyawa)


Disampaikan oleh
╰● Al-Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah

› 01. Durasi: 09:16



[ Sesi Tanya Jawab khusus bersama al-Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah ]

Penanya 1: Mungkin nak minta nasehat secara umum ustadz ... berkaitan dengan sebagian ikhwan, kami memandang mereka masih Salafy insyaAllah, sebagian dari kita ... cuma kami melihat ada sikap bermudah-mudahan dalam masalah gambar foto ..

Ustadz: Foto dia?

Penanya 1: Na'am .. foto dan juga mungkin dia mengambil gambar secara video terkait aktivitas dia, apakah itu aktivitas belajarnya, atau pergi ke mana-mana ataupun foto dan kemudian mengupload gambar itu ke medsos (media sosial). Mohon nasehat ustadz karena wallahu a'lam mereka memandang hal ini masalah khilafiyah fiqhiyah dan dalam masalah ini tidak boleh hanya seolah-olah hanya terikat dengan satu pendapat, harusnya (lapang dada, ed) “kamu tergantung kamu”, “kami memandang mungkin lebih condong ke arah yang lain”, mohon nasehatnya ustadz.

Penanya 2: Mungkin mereka ada yang berdalil dengan (pendapat, ed) Syaikh?

Penanya 1: ... berdalil dengan pandangan ataupun pendapat sebagian masyayikh Ahlussunnah (yang membolehkan foto atau video, ed) ..

Penanya 2: Ada dia sebutkan siapa?

Penanya 1: Wallahu a’lam tak disebutkan.

Ustadz: Syaikh Ahlussunnah yang membolehkan (maksudnya)?

Penanya 1: ... (na’am) kalau kita lihat secara umum di media internet seperti Syaikh Raslan, seperti Syaikh Shalih al-Luhaidan, seolah-olehnya ada kalam yang agak meringankan, membolehkan masalah (gambar, ed) ini. Kalau masyaikh yang lain mungkin Syaikh (ibn) Shalih al-Utsaimin, wallahu a’lam namun kalau ana (memamahaminya) tidak bisa (tidak boleh). Bagaimana ustadz?

Ustadz: Masalah khilaf fiqhi iya kan .. perbedaan pendapat dalam fiqih kita katakan tetap yang benar (hanya) satu. Sehingga dalam masalah (gambar) ini pun seperti masalah yang lain. Mana yang benar? Ada satu dua pendapat, tidak semuanya benar. Sehingga satu, dua, tiga pendapat bukan berarti kita boleh memilih, terserah kita maunya yang mana? Tak boleh semacam itu.

Diapun mesti memilih mana yang rojih dari dalil, dia yakini mana yang benar menurut dalil itu yang dia ambil. Dan dalam hal ini pada dasarnya jelas tidak boleh gambar makhluk bernyawa. Dalil banyak, sangat banyak dalil dari Nabi -ﷺ-.

Sehingga sebagian ulama yang membolehkan, itu karena memandang suatu maslahat. Semacam mungkin (Syaikh) Muhammad Sa‘id Raslan atau yang lain karena mungkin beliau memandang ada maslahat pada cara-cara seperti itu khusus dalam dakwahnya. Iya .. Itupun pendapat beliau atau pendapat ulama yang lain. Dan ana rasa macam beliau pun tak bermudah-mudahan. Aktivitas apa gitu .. (tidak) difoto, divideo ... ceramah saja. Iya kan.? Na’am.

Adapun semacam Syaikh Utsaimin, beliau tidak membolehkan kecuali yakni pada keadaan tertentu saja semacam ziroyat apa ya, kenang-kenangan kalau dalam bahasa Indonesia ya, kenang-kenangan di foto .. tak boleh. Syaikh Utsaimin gak bolehkan itu. Melainkan pada keadaan tertentu beliau bolehkan.

Sehingga kalau ada seseorang yang bermudah-mudahan, tasahul, dia beraktivitas tertentu kemudian dia foto, dia upload, dia video dia upload, ya tidak sejalan dengan ulama dia. Ya, apalagi yang rojih wallahu a’lam (gambar makluk bernyawa, ed) tak boleh. Syaikh Muhammad bin Hadi, Syaikh Rabi tak bolehkan itu semua.

Apalagi sekarang macam di Indonesia .. Rodja dan teman-temannya. Sekarang muncul fenomena baru dikalangan akhwat. Dia melihat ustadz-ustadznya dan senang dengan ustadznya. Dia bukan hanya senang apa yang (ustadz) dia ucapan, tapi senang melihatnya ... itu sekarang ada fenomenda di mereka, orang-orang rodja .. na’udzubillah .. fitnah.

Penanya 1: Jadi, bagaimana sikap kami jika mereka memandang bahwa yang rojih di sisi mereka hal ini memiliki keringanan sehinga mereka bersikap demikian.

Ustadz: Thayyib. Sekarang mereka mengatakan rojih. Apakah dia sudah mempelajari sesuai dengan ilmu (dalil)? Atau hanya hawa nafsu? Apakah dia mempelajari ini dalilnya begini, yang ini macam ini, ya kemudian mana yang lebih kuat. Apakah dia benar-benar mempelajari?

Kemudian apakah dia punya, memiliki alat untuk menimbang mana yang rajih mana yang marjuh? Tidak semua orang membaca, lihat ana milih yang ini .. karena ini lebih dia suka ya .. Pernah belajar ushul fiqih? Wa laa ilmu hadits? Tak pernah. Keif dia merojih sesuatu tanpa ilmu. Berarti hawa nafsu. Maka ini yang kuat (menurut dia).

Kalau dia nak merojih sesuatu pendapat, mesti dia punya ilmu, ilmu alat .. ushul fiqih, hadits dan macam-macam (ilmu yang lainnya) ... nampak yang rojih.

Kalau dia sebagai thalibul ilm, paling tidak dia seorang thalibul ilm mengetahui ilmu tersebut kemudian nampak baginya satu pendapat lebih kuat dan ada ulama lain yang menguatkan pendapat itu, boleh dia mengikuti(nya) tetapi sesuai dengan apa yang dimaukan oleh ulama itu. Bukan kemudian tawassu' { توسع } (audio kurang jelas, sepertinya itu kalimat yang kami dengarkan dari Ustadz, ed), memperluas masalah ya.

Ulama macam tadi membolehkan pada kondisi tertentu iaitu menyampaikan ilmu, dia memperluas. Dia makan difoto, dia jalan ke mana difoto, berdakwah dengan cara .. macam video Badru Salam itu yang (dakwah sambil baring) .. tau ya .. apa ada ulama yang membolehkan? Syaikh Utsaimin macam itu? Syaikh Fauzan macam itu? Tak mengikuti jalan para ulama dia..!! Ulama mana Salafy yang macam itu? Tak ada!!

Penanya 1: Kemudian kalau misalkan kami sampaikan nasehat ini atau kami diskusikan, mereka tetap berkeras tidak mau berhenti dari sikap tersebut, karena memandang tetap dengan pilihan mereka pendapat mereka. Bagaimana sikap kami?

Ustadz: Berarti mengikuti hawa nafsu.

Penanya 1: Apa yang harus kami lakukan?

Ustadz: Ya, kita nasehati .. kalu tak mau ..

Penanya 1: Wallahu a’lam di sisi yang lain dia Salafy ...

Ustadz: Ya, Salafy khair in sya Allah jazaahullahu khair, tapi kita berhati-hatilah .. mungkin dia mempengaruhi kita, mempengaruhi teman-teman yang lain ...

Penanya 1: Itu yang dikhawatirkan.

Ustadz: Syubhat ...

Penanya 1: Thayyib.

... Dengarkan selengkapnya dalam audio di bawah.

📚Penang, Malaysia // Ahad malam, 27 Rajab 1438H ~ 24.04.2017M

Dengarkan / Download Audio melalui:
🌏[ Telegram ] https://t.me/Mp3_kajian/679

(•) Sesi Tanya Jawab khusus bersama al-Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah // Penang, Malaysia // Ahad malam, 27 Rajab 1438H ~ 24.04.2017M

₪ Dari WA Ikhwan Salafy Malaysia
➥ #RekamanAudio #Malaysia

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.