[ARTIKEL] Hukum Mengambil Yang Termudah Dari Pendapat-pendapat Dalam Berbagai Masalah Yang Diperselisihkan Padanya?


🚇HUKUM MENGAMBIL YANG TERMUDAH DARI PENDAPAT-PENDAPAT DALAM BERBAGAI MASALAH YANG DIPERSELISIHKAN PADANYA?

❱ Disampaikan oleh Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Semoga Allah berbuat baik kepada anda. Dan ini berkata, “Apa Hukum mengambil yang termudah dari pendapat-pendapat dalam berbagai masalah yang diperselisihkan padanya ketika darurat?”

[ Jawaban ]

■ Saya katakan dalam hal-hal yang bagi seorang muslim padanya ada pilihan diantara mengerjakannya atau meninggalkannya,

[✔️] maka dia pilih yang termudah, dan ini contohnya banyak diantaranya: Keringanan tentang berpuasa atau berbuka dalam safar, iya.

[↑] Jadi di sini yang terutama adalah mengambil rukhsah karena itu yang termudah.

Ξ Berkata Rasulallah -ﷺ-:

“Wajib atas kalian untuk mengambil rukhsah dari Allah yang telah Dia rukhsahkan untuk kalian, sesungguhnya Allah menyukai untuk diterima rukhsahnya, sebagaimana Dia suka untuk dilakukan kemauan-kemauan-Nya.”

[↑] yakni kewajiban-kewajiban-Nya, dan bab ini luas dan medan pelebarannya ialah kaidah-kaidah fiqhiyah yang disusun oleh Ulama Islam dan yang sudah dijelaskan oleh orang-orang setelah mereka.

■ ADAPUN MENCARI-CARI RUKHSAH DAN MENCARI-CARI PERSELISIHAN-PERSELISIHAN, MAKA INI SALAH.

▷ Jadi wajib atas seorang muslim yang pandai yang dia memiliki pemahaman dan keahlian meneliti untuk mengambil yang dalil menopangnya dan mengokohkannya dan menguatkannya.
▷ Adapun orang awam maka dia diberikan kesimpulan dan hasilnya saja dan tidak butuh kepada sikap meluas ke perselisihan-perselisihan.

[↑] Inilah yang saya mengetahuinya hingga saat ini dalam masalah ini.

[ السؤال ]

أحسن الله إليكم وهذا يقول: ما حكم الأخذ بأسهل الأقوال في المسائل التي يسوغ الخلاف فيها عند الضرورة؟

[ الجواب: للشيخ عبيد الجابري حفظه الله ]

أقول في الأمور التي للمسلم فيها التخيير بين الفعل وعدمه

[✔️] فهو مخيّر في الأسهل، وهذا أمثلته كثيرة ومنها: الرخصة في الصوم أو الفطر في السفر نعم،

[↑] فهنا الأفضل الأخذ بالرخصة لأنها أسهل،

◈ قال -ﷺ-: { فَعَلَيْكُمْ بِرُخْصَةِ اللَّهِ الَّتِي رَخَّصَ لَكُمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ، كَمَا يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى عَزَائِمُهُ }

[↑] يعني واجباته، هذا الباب واسع ومحل بسطه القواعد الفقهية التي دونها علماء الإسلام وشرحها من بعدهم،

■ أمّا تتبع الرّخص وتتبع الخلافات فهذا خطأ

◁ فالواجب على المسلم الحاذق الذي عنده فقه وأهلية النظر، أن يأخذ بما يسعفه الدليل ويسنده ويقويه،
◁ وأمّا العامّي فيُعطى خلاصة وحاصل فقط ولا يحتاج إلى بسط الخلافات هذا الذي أعلمه حتّى الساعة في هذه المسألة.

📀[ Audio ] http://miraath.net/quesdownload.php?id=3664
📚[Channel faedah-faedah dari kitab-kitab Salaf, @hussinnalii]

₪ Dari Channel Telegram @salafybaturaja // Penterjemah: Al-Ustadz Miftahuddin hafidzhahullah

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://t.me/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Fiqih #khilaf #mencari_cari_keringanan_ulama

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.