WHAT'S NEW?
Loading...

[AUDIO] Al-Ustadz Qomar Suaidi - Al-Ikhlas (Bimbingan dari Ibnu Abi ad-Dunya rahimahullah)


Rekaman Audio Program Ziarah Penang, Malaysia
Sabtu & Ahad, 25& 26 Rajab 1438H ~ 22&23.04.2017M // Masjid Khan Muhammad, Penang

Bersama Al-Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah

— Download audio —
Mp3 versi 32 Kbps

[ Kajian Tematik ]

AL-IKHLAS
( Bimbingan dari Ibnu Abi ad-Dunya rahimahullah )

01. Sesi 1 - Download Audio di sini


02. Sesi 2 - Download Audio di sini


03. Sesi 3 - Download Audio di sini


04. Sesi 4 - Download Audio di sini


05. Sesi 5 - Download Audio di sini


* *

KALIMATUL IKHLAS
( Bimbingan dari Ibnu Rajab rahimahullah )

06. Sesi 1 - Download Audio di sini


07. Sesi 2 - Download Audio di sini


08. Sesi 3 - Download Audio di sini


09. Sesi 4 - Download Audio di sini


10. ( Al-Afwu minkum rekaman tdk tersedia, kerana terjadi kerusakan pada rekaman )

11. Sesi TJ - Download Audio di sini


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Klik “JOIN” http://bit.ly/ukhuwahsalaf
Klik “JOIN” http://bit.ly/Alfawaaid
Klik “JOIN” http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[ARTIKEL] Bolehkah Mengambil Yang Termudah Ketika Ada Perbedaan Pendapat Diantara Para Ulama?


BOLEHKAH MENGAMBIL YANG TERMUDAH KETIKA ADA PERBEDAAN PENDAPAT DIANTARA PARA ULAMA?

❱ Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Ketika ada perbedaan pendapat di kalangan ulama pada suatu masalah, apakah boleh bagi seseorang untuk mentarjih diantara pendapat pendapat mereka dan mengambil yang sesuai dengan dirinya, padahal orang tersebut bukan termasuk orang yang ahli di dalam mentarjih, dan apakah hal ini termasuk perbuatan mencari-cari rukhshah (keringanan)?

[ Jawab ]

[✘] Ini adalah perkara yang penting, sebagian orang-orang al-Azhar, racun-racun mereka telah menebar di negeri-negeri Islam dan mereka pernah berbicara semisal dengan hal ini di al-Jami’ah al-Islamiyyah, yaitu bahwasanya jika muncul sebuah perkara maka dilihat perkataan-perkataan para ahli fikih, kemudian diambil yang paling mudah bagi manusia,
(●) dan seakan-akan kita diberi kebebasan memilih di dalam agama Allah.
(●) Padahal perkataan-perkataan para ahli fikih bukanlah hujjah.

[✔️] Tetapi barangsiapa yang memiliki kemampuan untuk melihat dalil-dalil dan perkataan-perkataan mereka, kemudian dia mentarjih sesuai tuntutan dalil, maka dia boleh melakukannya.

Ξ Kalau tidak demikian maka Rabbul ‘Izzah berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia:

◈ { فَاسْأَلُوْا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ }

︴“Maka bertanyalah kepada para ulama jika kalian tidak mengetahui.” [QS. An-Nahl: 43]

[✘] Adapun sikap main-main yang dilakukan oleh banyak orang-orang al-Azhar dengan memilih apa yang sesuai dan cocok dengan realita dan selera manusia, maka ini tidak benar

Ξ Dan para ulama telah mengatakan:
“Mencari-cari rukhshah (keringanan) adalah perbuatan zindiq (kekafiran)."

Jadi wajib untuk mengambil pendapat yang sesuai dengan tuntutan dalil, kalau dia tidak mampu maka hendaklah dia bertanya kepada ahli ilmu tentang dalilnya.

📚[Fadha-ih wa Nasha-ih, hal. 121-123]

[ س ]

عند اختلاف العلماء في مسألة هل للشخص أن يرجح بين أقوالهم ويأخذ ما يناسبه مع أنه ليس من أهل الترجيح وهل هذا يعد من تتبع الرخص؟

[ ج ]

هذا أمر مهم؛ فبعض الأزهريين بثت سمومهم إلى كثير من البلاد الإسلامية وكانوا يتكلمون بنحو هذا في الجامعة الإسلامية أنها إذا حدثت قضية تنظر إلى أقوال الفقهاء ثم تأخذ الأسهل على الناس، وكأننا مفوضون في دين الله.

وأقوال الفقهاء ليست بحجة، بل من كان أهلاً أن ينظر في أدلتهم وأقوالهم ثم يرجح ما يقتضيه الدليل فعل، وإلا فرب العزة يقول في كتابه الكريم: { فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ } [النحل: 43]

أما ألعوبة كثير من الأزهريين ما يناسب ومايتلاءم مع الواقع، ومع الناس، فلا، وقد كان العلماء يقولون: تتبع الرخص زندقة، فلا بد من الأخذ بما يقتضيه الدليل، وإلا فليسأل أهل العلم عن الدليل.

Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=3474

₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Kunjungi: http://forumsalafy.net/bolehkah-mengambil-yang-termudah-ketika-ada-perbedaan-pendapat-diantara-para-ulama/

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://t.me/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Fiqih #khilaf #mencari_cari_keringanan_ulama

[ARTIKEL] Hukum Mengambil Yang Termudah Dari Pendapat-pendapat Dalam Berbagai Masalah Yang Diperselisihkan Padanya?


🚇HUKUM MENGAMBIL YANG TERMUDAH DARI PENDAPAT-PENDAPAT DALAM BERBAGAI MASALAH YANG DIPERSELISIHKAN PADANYA?

❱ Disampaikan oleh Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Semoga Allah berbuat baik kepada anda. Dan ini berkata, “Apa Hukum mengambil yang termudah dari pendapat-pendapat dalam berbagai masalah yang diperselisihkan padanya ketika darurat?”

[ Jawaban ]

■ Saya katakan dalam hal-hal yang bagi seorang muslim padanya ada pilihan diantara mengerjakannya atau meninggalkannya,

[✔️] maka dia pilih yang termudah, dan ini contohnya banyak diantaranya: Keringanan tentang berpuasa atau berbuka dalam safar, iya.

[↑] Jadi di sini yang terutama adalah mengambil rukhsah karena itu yang termudah.

Ξ Berkata Rasulallah -ﷺ-:

“Wajib atas kalian untuk mengambil rukhsah dari Allah yang telah Dia rukhsahkan untuk kalian, sesungguhnya Allah menyukai untuk diterima rukhsahnya, sebagaimana Dia suka untuk dilakukan kemauan-kemauan-Nya.”

[↑] yakni kewajiban-kewajiban-Nya, dan bab ini luas dan medan pelebarannya ialah kaidah-kaidah fiqhiyah yang disusun oleh Ulama Islam dan yang sudah dijelaskan oleh orang-orang setelah mereka.

■ ADAPUN MENCARI-CARI RUKHSAH DAN MENCARI-CARI PERSELISIHAN-PERSELISIHAN, MAKA INI SALAH.

▷ Jadi wajib atas seorang muslim yang pandai yang dia memiliki pemahaman dan keahlian meneliti untuk mengambil yang dalil menopangnya dan mengokohkannya dan menguatkannya.
▷ Adapun orang awam maka dia diberikan kesimpulan dan hasilnya saja dan tidak butuh kepada sikap meluas ke perselisihan-perselisihan.

[↑] Inilah yang saya mengetahuinya hingga saat ini dalam masalah ini.

[ السؤال ]

أحسن الله إليكم وهذا يقول: ما حكم الأخذ بأسهل الأقوال في المسائل التي يسوغ الخلاف فيها عند الضرورة؟

[ الجواب: للشيخ عبيد الجابري حفظه الله ]

أقول في الأمور التي للمسلم فيها التخيير بين الفعل وعدمه

[✔️] فهو مخيّر في الأسهل، وهذا أمثلته كثيرة ومنها: الرخصة في الصوم أو الفطر في السفر نعم،

[↑] فهنا الأفضل الأخذ بالرخصة لأنها أسهل،

◈ قال -ﷺ-: { فَعَلَيْكُمْ بِرُخْصَةِ اللَّهِ الَّتِي رَخَّصَ لَكُمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ، كَمَا يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى عَزَائِمُهُ }

[↑] يعني واجباته، هذا الباب واسع ومحل بسطه القواعد الفقهية التي دونها علماء الإسلام وشرحها من بعدهم،

■ أمّا تتبع الرّخص وتتبع الخلافات فهذا خطأ

◁ فالواجب على المسلم الحاذق الذي عنده فقه وأهلية النظر، أن يأخذ بما يسعفه الدليل ويسنده ويقويه،
◁ وأمّا العامّي فيُعطى خلاصة وحاصل فقط ولا يحتاج إلى بسط الخلافات هذا الذي أعلمه حتّى الساعة في هذه المسألة.

📀[ Audio ] http://miraath.net/quesdownload.php?id=3664
📚[Channel faedah-faedah dari kitab-kitab Salaf, @hussinnalii]

₪ Dari Channel Telegram @salafybaturaja // Penterjemah: Al-Ustadz Miftahuddin hafidzhahullah

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://t.me/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Fiqih #khilaf #mencari_cari_keringanan_ulama