[VIDEO] Menjelaskan Kesalahan Ulama Teranggap Memakan Daging Mereka?

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/7sSGaJOtvyc

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=7sSGaJOtvyc
________
- - - - - - - - -

MENJELASKAN KESALAHAN ULAMA TERANGGAP MEMAKAN DAGING MEREKA?

❱ Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Ketika kami membantah sebagian dai yang jahat untuk menjelaskan kebathilan mereka dan kami sebutkan nash-nash dari syari’at yang menunjukkan kebathilan dari ucapan mereka, maka mereka menyalahkan kami dengan dalih bahwa daging para ulama beracun dan membicarakan kesalahan mereka adalah perbuatan ghibah?

[ Jawaban ]

[✔️] Menjelaskan kebenaran hukumnya wajib
[✔️] dan menjelaskan kesalahan juga wajib,
[✘] dan hal ini bukan termasuk memakan daging para ulama.

[↑] Bahkan ini termasuk upaya menjelaskan kebenaran dan menyampaikan nasehat.
▷ Itu bukan termasuk memakan daging para ulama.
▷ Engkau tidak mencela pribadi mereka, tetapi engkau hanya menjelaskan kesalahan mereka
▷ dan menjelaskan yang benar tentang keadaan mereka.

Sumber: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54294

Kunjungi: http://forumsalafy.net/apakah-menjelaskan-kesalahan-ulama-teranggap-memakan-daging-mereka/

₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy

**Dengan sedikit penyesuaian Judul dari Admin
※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://t.me/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #Manhaj #ghibah #menampakkan_kemungkaran

Jangan lewatkan berbagai faedah lainnya:

◈ Channel Youtube
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet
◈ IG & Twitter @alfawaaid_net
| http://bit.ly/IG_alfawaaid
| http://bit.ly/TW_alfawaaid
◈ TG:
| https://t.me/Alfawaaid - @Alfawaaid
| https://t.me/ukhuwahsalaf - @ukhuwahsalaf
| https://t.me/ForumBerbagiFaidah - @ForumBerbagiFaidah
◈ Web:
| http://www.alfawaaid.net

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.