[ARTIKEL] Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa Di Dalam Islam


🚇HUKUM MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA DI DALAM ISLAM

❱ FATWA AL-LAJNAH AD-DA'IMAH LI AL-BUHUTS AL-'ILMIAH WA AL-IFTAA' - Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 2036

[ Pertanyaan 1 ]

Apa hukum menggambar di dalam Islam?

[ Jawaban 1 ]

[✘] Menggambar semua yang bernyawa seperti manusia dan semua binatang, hukum asalnya adalah haram,
● baik itu gambar yang berbentuk
● atau gambar pada kertas, kain dan dinding
● atau fotografi dan yang semisalnya.

[↑] Hal ini berdasarkan beberapa hadits shahih yang melarang akan hal itu, dan mengancam orang yang melakukannya dengan siksaan yang pedih.

▷ Karena biasanya gambar-gambar seperti ini menjadi wasilah/perantara untuk berbuat syirik kepada Allah
● dengan berdiri di hadapannya,
● tunduk dan mendekatkan diri kepadanya
● serta mengagungkannya dengan bentuk pengagungan yang merupakan hak untuk Allah semata.

▷ Juga karena itu termasuk menandingi ciptaan Allah

▷ dan sebagian dari gambar tersebut terdapat fitnah seperti
● gambar-gambar artis wanita,
● wanita telanjang dan wanita-wanita yang disebut sebagai ratu kecantikan
● dan yang semisalnya.

■ Di antara hadits-hadits yang menyebutkan keharaman gambar-gambar tersebut karena itu termasuk dosa besar adalah;

◈ Hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah -ﷺ-, bersabda:

︴“Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat seraya dikatakan kepada mereka: ‘Hidupkan apa yang telah kamu buat’.” [HR. Bukhari dan Muslim]

◈ Dan hadits Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata,

︴“Aku telah mendengar Rasulullah -ﷺ- bersabda: ‘Sesungguhnya manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah para pelukis’.” [HR. Bukhari dan Muslim]

◈ Juga hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata,

︴“Aku telah mendengar Rasulullah -ﷺ- bersabda: Allah Ta'ala berfirman: ‘Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat serupa dengan ciptaan-Ku, maka buatlah serupa jagung atau buatlah serupa biji-bijian atau buatlah serupa gandum’.” [HR. Bukhari dan Muslim]

◈ Dan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:

︴“Rasulullah -ﷺ- datang dari suatu perjalanan dan aku telah menutupi jendela kamar tidurku dengan kain tipis yang terdapat gambar-gambar. Ketika Rasulullah -ﷺ- melihatnya wajah beliau berubah warna (marah). Kemudian beliau bersabda: ‘Wahai Aisyah, orang yang paling pedih siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah’. Lalu kami memotong kain tipis itu dan menjadikannya satu atau dua bantal.” [HR. Bukhari dan Muslim]

[↑] Makna kata qiram adalah kain penutup dan makna sahwah adalah jendela kamar.

◈ Demikian juga hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata,

︴“Aku telah mendengar Rasulullah -ﷺ- bersabda: ‘Barangsiapa menggambar suatu lukisan di dunia, maka ia akan diperintahkan untuk meniupkan roh kepadanya pada hari kiamat, sedangkan ia tidak akan sanggup melakukannya’.” [HR. Bukhari dan Muslim]

◈ Dan hadits Ibnu Abbas yang lain dari Nabi -ﷺ-, beliau bersabda:

︴“Setiap pelukis masuk neraka, dijadikan baginya setiap gambar yang dilukisnya hidup kemudian menyiksanya dalam neraka Jahanam.” Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Jika kamu terpaksa melakukannya, maka buatlah gambar pohon atau sesuatu yang tidak bernyawa.” [HR. Bukhari dan Muslim.]

[✘] Sifat umum hadits-hadits di atas menunjukkan akan haramnya gambar yang bernyawa secara mutlak.

[✔️] Adapun gambar yang tidak bernyawa seperti
● pohon,
● laut,
● gunung
● dan lain sebagainya,

[↑] maka hukumnya boleh, sebagaimana yang telah di sebutkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dan tidak ada seorang pun dari sahabat yang mengingkarinya.

◈ Dan juga sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi yang berisi tentang ancaman:

︴“Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan”

◈ dan sabda beliau juga:

︴“Dia (orang yang menggambar) diperintah untuk meniupkan ruh pada gambar tersebut, maka dia tidak mampu menghidupkan.”

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📜KOMITE TETAP RISET ILMIAH DAN FATWA
◈ Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
◈ Wakil Ketua: Abdurrazzaq 'Afifi
◈ Anggota: Abdullah bin Qu'ud; Abdullah bin Ghadyan.

📚http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=363&PageNo=1&BookID=3

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.