[ARTIKEL] Bid’ah & Kemungkaran Pada Hari ‘asyura

BID’AH & KEMUNGKARAN PADA HARI ‘ASYURA

❱ Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim alu asy-Syaikh rahimahullah berkata,

ⓞ “Semua yang disebutkan tentang amalan-amalan para hari ‘Asyura selain puasa, maka itu TIDAK ADA ASALNYA (dalam syari'at) bahkan itu adalah BID’AH. Seperti bercelak untuk kedua mata. Demikian juga hadits-hadits yang disebutkan seperti memberikan keluasan untuk keluarga, maka itu batil tidak ada yang shahih.

■ Pada hari ‘Asyura ini ada dua kelompok yang saling bertolak belakang:
[✘] Rafidhah, mereka menjadikan hari ‘Asyura dan hari sebelumnya sebagai hari berkabung.
[✘] Nawashib, mereka menjadikannya sebagai hari Raya, yang disebut sebagai Idul ‘Umur.

[✔️] Adapun Ahlus Sunnah, maka tidak memandang seperti kelompok pertama maupun kelompok kedua, dan tidak mengkhususkan hari tersebut kecuali dengan ibadah puasa.”

[Syarh Kitab Adabul Masyi ila ash-Shalat]

* * *

❱ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

ⓞ “Sebagaimana disebutkan tentang keutamaan-keutamaan 'Asyura:

• memberikan keluasan untuk keluarga,
• keutamaan berjabat tangan,
• keutamaan inai (pacar)
• keutamaan bersemir
• keutamaan mandi, dan semisal itu
• serta apa yang disebutkan tentang keutamaan shalat pada hari tersebut

[✘] Maka semua itu adalah DUSTA atas nama Rasulullah -ﷺ-.
╰→ Tidak ada satu pun dalil yang sah terkait dengan keutamaan ‘Asyura kecuali keutamaan puasa pada hari tersebut.

■ [✘] Harb al-Kirmani mengatakan,
︴“Hadits yang diriwayatkan bahwa barangsiapa yang melapangkan untuk keluarganya pada Hari 'Asyura, akan Allah luaskan untuknya sepanjang tahun.
╰→ Al-Imam Ahmad menjawab, "Hadits tersebut tidak ada asalnya.”

[Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah]

* * *

❱ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata,

ⓞ “Adapun yang diriwayatkan tentang

• bercelak pada hari 'Asyura, atau
• semir, atau
• mandi, atau
• berjabat tangan, atau
• MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM, atau
• memakan biji-bijian, atau
• menyembelih, atau semisalnya

[✘] Maka ITU SEMUA DUSTA atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam . yang seperti itu adalah BID'AH, tidak satupun disukai oleh para imam dalam agama.

→ Adapun yang dilakukan oleh Ahlul Bid'ah (yakni Rafidhah, pen) yaitu Niyahah (meratapi kematian), memanggil-manggil orang yang sudah mati, perkumpulan-perkumpulan acara, mencela shahabat, itu semua juga di antara BID'AH dan KEMUNGKARAN YANG TERBESAR. Dan semua bid'ah itu sesat. Meskipun sebagian bid'ah dan kemunkaran itu lebih berat daripada yang lainnya.”

[Al-Fatawa al-Kubra 5/479]

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Fiqih #Ibadah #muharram #bid_ah #dihari_asyura

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.