[VIDEO] Bantahan asy-Syaikh al-Fauzan Terhadap Muhammad al-Arify [ Disertai Penjelasan Urgensinya Bantahan Terhadap Para Penyelisih ]

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/uXVi1ZU96rs (Durasi: 2:49)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=uXVi1ZU96rs

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
BANTAHAN ASY-SYAIKH AL-FAUZAN TERHADAP MUHAMMAD AL-ARIFY
[ Disertai Penjelasan Urgensinya Bantahan Terhadap Para Penyelisih ]

[ Pembawa Acara ]

🔸Silahkah saudara Abu Umar bersama kami di sesi ini (tanya jawab).

[ Penelpon ]

🔸Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

[ Pembawa Acara dan Asy-Syaikh Al-Fauzan ]

🔸Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

[ Penelpon ]

🔸Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai orang tua kami Fadhilatus Syaikh Shalih Al-Fauzan.

[ Pembawa Acara ]

🔸Silahkan (bertanya)!

[ Penelpon ]

🔸Pertanyaan pertama: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai Fadhilatus Syaikh, di akhir-akhir ini telah tersebar penggalan suara Anda di situs-situs jejaring internet dan youtube serta program-program dan smartphone modern yang lainnya, dan beberapa orang menulis judul penggalan suara ini dengan mengatakan: “Fadhilatus Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan membantah Asy-Syaikh Muhammad Al-Arify dan menyatakan bahwa dia adalah shahibu hawa (pengikut hawa nafsu).”

🔸Maka apa nasehat Anda terhadap orang-orang seperti mereka ini yang masih terus mentahdzir masayikh dan para da’i serta memasyhurkan nama mereka dan menulis ungkapan-ungkapan seperti ini terhadap sebagian da’i? Mereka juga menyatakan tentang sebagian dai -kami yang menilai mereka dan Allah saja yang mengetahui hakekatnya dan kami tidak menganggap suci seorang pun di sisi Allah- yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam melayani agama yang agung ini, dengan mereka menyatakan: “Asy-Syaikh Fulan dan Asy-Syaikh Fulan adalah seorang Shufi dan Asy-Syaikh Fulan yang lain…”

[ Pembawa Acara -dengan memotong pembicaraan ]

🔸Baik, pertanyaan ini jelas, syukran.

[ Asy-Syaikh Al-Fauzan ]

“WAHAI SAUDARAKU, KAMI DAN PARA ULAMA SELAIN KAMI MEMBANTAH ORANG YANG MENYELISIHI DALIL DAN MENJELASKAN KESALAHAN,

DAN MEREKA TIDAK MEMAKSUDKAN
🔺untuk menyerang pribadinya
🔺atau merendahkannya
🔺atau mencela kepribadiannya.
... Mereka tidak bermaksud seperti ini -kami berlindung kepada Allah darinya-,

MEREKA HANYA BERTUJUAN UNTUK MENJELASKAN KEBENARAN.
🔺Jadi, jika seseorang melakukan kesalahan maka tidak ada yang boleh menghalangi (orang lain) untuk menjelaskan kesalahannya, dan dia bukan orang yang menjatuhkan kedudukannya.

TETAPI ITU SEBAGAI PERINGATAN BAGINYA
🔺serta merupakan upaya saling membantu dengannya untuk kembali kepada kebenaran.
🔺Juga agar dia sendiri dan orang yang membaca dan yang mendengar (bantahan) bisa mengambil faedah.

DAN KESALAHAN ITU TIDAK BOLEH DIBIARKAN MENYEBAR DI TENGAH-TENGAH MANUSIA DAN TIDAK BOLEH BASA-BASI DALAM MASALAH INI.
🔺Harus menjelaskan kebenaran dan menerangkannya.
🔺Tidak ada basa-basi dalam perkara kebenaran.
🔺Dan hal ini tidak akan merugikan pihak yang dibantah jika dia memang termasuk orang-orang yang suka melakukan perbaikan yang menginginkan kebenaran.

KEMUDIAN JIKA (TERNYATA) DIA MENOLAK KEBENARAN DAN BERMAKSUD MEMBELA HAWA NAFSUNYA, MAKA ORANG INI TIDAK ADA ALASAN LAGI BAGI KITA UNTUK MEMBELANYA, NA’AM.”

Rekaman suara bisa didowload di:
http://www.youtube.com/watch?v=B05NmdYdV8g

Transkripnya diposting di:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=134747

Rujukan: Dari situs TukPencariAlHaq.Com
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Manhaj #urgensi #Rudud #Bantahan #kesalahan #hawanafsu #ahlul_ahwa_wal_bida

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.