[ARTIKEL] Orang Awam Butuh Diperingatkan Dari Ahli Bid’ah

ORANG AWAM BUTUH DIPERINGATKAN DARI AHLI BID'AH

Al-Allamah Syaikh Rabi’ hafizhahullah dalam kaset (Muamalah Ahli Bidah) ditanya:

Apa pendapat anda terhadap orang yang MERASA ZUHUD dari mendengarkan bantahan-bantahan (terhadap ahli bidah). Dan tatkala ditanya sebabnya, mengapa ia berpendapat demikian.

Dia berkata: “Sesungguhnya yang bertanya kepadaku tentang hal itu adalah orang awam. Dia tidak bisa membaca Al-Quran.” Maka apa pendapat anda semoga Allah memberkahi anda?

[ Jawaban beliau ]

JIKA IA ADALAH SEORANG AWAM, (mestinya) diajari akidah dan diperingatkan dari ahli bidah.

Orang awam sekarang kebanyakan mereka telah menjadi tentaranya ahli bidah, maka mesti memperingatkan mereka (dari ahli bidah).

Katakan pada orang (awam) tersebut: “Fulan padanya ada kebidahan demikian dan demikian. Dan kalau engkau mendengarkan ceramahnya, akan memudharatkanmu.”

Maka jangan sampai mereka (orang awam) membaca tulisannya, jangan sampai mendengarkan kaset-kasetnya, dan mesti diperingatkan dari perkataannya.

YAKNI SEORANG AWAM ITU butuh kepada orang yang memperingatkannya, mengingatkannya dengan kaedah: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Maka sekarang orang-orang awam itu telah menjadi target bagi ahli bidah.

Ia mengatakan kepadamu: “Jangan biarkan mereka membaca kitab-kitab bantahan (terhadap ahli bidah).!!”

TIDAK, TIDAK, (ucapan) ini akan menjerumuskan mereka (orang awam) ke dalam kesia-siaan.

Sumber: [Fatawa wa Majmu’ Asy-Syaikh hafizhahullah 14/273]

Kunjungi: http://forumsalafy.net/orang-awwam-butuh-diperingatkan-dari-ahli-bidah/

Rujukan: Dari Channel Telegram @ForumSalafy

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Bantahan #memperingatkan #orang_awam #dari_ahli_bid_ah

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.