[ARTIKEL] Dua Makar Ahlul Ahwa dan Hizbiyyun

DUA MAKAR AHLUL AHWA DAN HIZBIYYUN

Diantara Nasehat al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhaly hafizhahullah

Dan wajib bagi ‘ulama kita yang mulia untuk mengetahui, bahwasanya para ahlul ahwa dan hizbiyyun itu memiliki cara-cara yang mengerikan untuk mempengaruhi para pemuda, menguasai dan mengarahkan pikiran mereka dan untuk menjatuhkan usaha para aktivis di medan dakwah yang membela manhaj salaf dan ahlinya.

Diantara cara-cara yang penuh makar tersebut adalah:

[1] MEMANFAATKAN DIAMNYA ‘ULAMA DARI (MEMBICARAKAN) FULAN DAN FULAN. WALAU PUN DIA ADALAH MANUSIA YANG PALING SESAT.
▪️Maka sekali pun orang-orang yang mengkritik telah mengajukan sekuat-kuat hujjah atas kebid’ahan dan kesesatannya.
▪️Maka cukup bagi orang-orang yang salah tersebut, demi menghancurkan usaha para pejuang yang menasihati (umat), dengan bertanya-tanya di hadapan orang-orang bodoh: “Kenapa dengan si fulan dan fulan, diantara ‘ulama mendiamkan si fulan dan fulan?! Seandainya si fulan itu sesat, niscaya mereka (‘ulama) tidak akan mendiamkan kesesatannya!?”
▪️Demikianlah mereka membuat pengkaburan terhadap sejumlah orang dan bahkan terhadap kebanyakan orang terpelajar.


Dan kebanyakan manusia itu tidak mengerti kaidah syariat, tidak pula prinsip-prinsipnya, yang diantaranya adalah: “Sesungguhnya amar ma’ruf nahi mungkar adalah termasuk fardhu kifayah, jika sudah dilakukan oleh sebagian manusia, maka gugur atas yang lainnya.”

[2] DAN DIANTARA METODE (MAKAR) MEREKA ADALAH: MENGAMBIL TAZKIYAH DARI SEBAGIAN ‘ULAMA TERHADAP ORANG-ORANG YANG;
▪️agama mereka, tulisan-tulisan mereka, kecocokan mereka, dan semangat mereka terhadap manhaj salaf.
▪️Tapi justru mencampakkan ahlinya dan bersahabat dengan musuh-musuhnya (yakni musuh-musuh manhaj salaf-pent) dan perkara-perkara lainnya.


Kebanyakan manusia tidak mengerti kaidah-kaidah al-jarh wa at-ta’dil, bahwasanya jarh (kritikan) yang terperinci itu pasti didahulukan daripada ta’dil (pujian). Karena ‘ulama yang memuji itu membangun (pujiannya) di atas apa yang nampak dan sangkaan yang baik. Sementara ‘ulama yang mengkritik itu membangun kritikannya di atas ‘ilmu dan kenyataan, sebagaimana sudah dimaklumi menurut imam-imam al-jarh wa at-ta’dil.

DAN DENGAN DUA CARA INI DAN SELAINNYA,
🔺mereka menjatuhkan usaha para penasihat dan perjuangan para aktivis dakwah dengan mudahnya.
🔺Dan mereka mempengaruhi sejumlah orang bahkan kebanyakan orang terpelajar.
🔺Dan mereka menjadikan hal tersebut sebagai upaya untuk memerangi manhaj salafy dan ahlinya,
🔺serta membela tokoh-tokoh bid’ah dan kesesatan.


Betapa mendesaknya salafiyyin untuk waspada dari dua “lubang” tersebut, yang wajib bagi para ‘ulama untuk menyumbatnya dengan kuat dan mencegahnya, dikarenakan hal itu akan berakibat kepada kemudharatan dan bahaya-bahaya.

[Kitab al-Haddul Faashil, halaman 79-80]

Faidah diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Hafs Umar Al-Atsary Hafizhahullah

Rujukan: Dari situs ForumSalafy.Net | http://forumsalafy.net/dua-makar-ahlul-ahwa-dan-hizbiyyun/

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #dua_makar #hizbiyyin #ahlul_ahwa #ahlul_bida_

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.