[ARTIKEL] Bolehkah Mengatakan Kepada Individu Tertentu Yang Melakukan Kebid’ahan Sebagai Penduduk Neraka

BOLEHKAH MENGATAKAN KEPADA INDIVIDU TERTENTU YANG MELAKUKAN KEBID'AHAN SEBAGAI PENDUDUK NERAKA

Asy Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaliy hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Orang-orang yang bermanhaj sesat (menyimpang) disebut dengan an-Naariyah (penduduk neraka). Apakah saya boleh berkata kepada pelaku bid'ah bahwa engkau termasuk dari penduduk neraka?

[ Jawaban ]

TIDAK, NASH-NASH YANG BERISI ANCAMAN ITU DISAMPAIKAN DAN DIUCAPKAN. Namun bila terhadap individu tertentu maka tidak.

Karena engkau tidak tahu bisa jadi individu tersebut bertaubat dan menjadi lebih baik dari pada dirimu. Bisa jadi dia akan masuk jannah sebelum dirimu.Hal ini (berkata kepada individu tertentu sebagai penduduk neraka) termasuk bersumpah atas nama Allah, dengan ini engkau termasuk bersumpah atas nama Allah.

Allah akan berkata kepadamu: “Siapa yang telah bersumpah atas nama-Ku.” Engkau jangan bersumpah atas nama Allah 'azza wa jalla.

(Katakanlah) “Jalan-jalan ini adalah jalan-jalan kesesatan dan mengantarkan kepada neraka.”

[Rekaman dengan judul: As-Sair 'ala Manhajis Salaf]

[ السؤال ]

لقد سميت أهل المناهج الضالة بالنارية هل أستطيع أن أقول لصاحب بدعة إنك من أصحاب النار؟

[ الجواب ]

{ لا، نصوص الوعيد تُحكى وتُقال، لكن بالنسبة للأشخاص لا، وما يدريك لعل هذا يتوب ويصير أحسن منك، قد يدخل الجنة قبلك، وهذا من التألي على الله، أنت بهذا تتألى على الله، يقول الله لك: "من ذا الذي يتألى علي"، أنت لا تتألى على الله عز وجل، الطرق هذه طرق ضلال، وتؤدي إلى النار... }

[شريط بعنوان: السير على منهج السلف]

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=26&id=515
@rabeenet

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Nasehat #Bantahan #mengatakan_kepada_individu_tertentu #sebagai_penduduk_neraka

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.