[VIDEO] Betulkah Perselisihan Ulama Tentang Abul Hasan, Al-Halabi dan Ar-Ruhaili Masalah Ijtihadiyah?

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/LR_Xzbzd4SI (Durasi: 3:00)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=LR_Xzbzd4SI

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
BETULKAH PERSELISIHAN ULAMA TENTANG ABUL HASAN, AL-HALABI DAN AR-RUHAILI MASALAH IJTIHADIYAH?

[ Pertanyaan ]

Apa pendapat Anda (kepada seseorang yang berkata) bahwa perselisihan 'Ulama pada kesalahan-kesalahan dari Abul Hasan, Al-Halaby, dan Ar-Ruhaily adalah “Masalah ijtihadiyah” maka bagi pelajar untuk meninjau antara dua pendapat dan mengambil pendapat yang kuat baginya dari apa yang terlihat (condong kepada al-haq)?

[ Jawaban ]

Saya bertanya pada orang ini, yang mengkritisi mereka (al-Halaby dll ) dengan berkata: “Fulan telah berkata -yakni- Al-Halaby..., telah berkata Ar-Ruhaily..., telah berkata Al-Ma'riby... pada kitab ini atau pada kaset itu, dan datang (orang yang mengkritik) dengan (rekaman) suaranya dan memberikan kepadamu bantahan terhadapnya.
Sementara orang yang membantahnya (kritikan kepada mereka), apa yang ia katakan?

Jika dia datang kepadamu dengan sesuatu yang menolaknya (kebenaran dari kritikan terhadap mereka) maka setelah itu ambilah bersamanya,

{ Yang menentang mengatakan } mereka ini setiap kali (datang kritikan kepada seseorang, mereka berkata) “kami tidak melihat (padanya) kecuali kebaikan”, atau “kami tidak mendengar (tentangnya) kecuali kebaikan",

Kamu datangi orang yang semisal ini dan katakan kepadanya: “Apakah kamu mendengarnya berkata demikian?” Ia menjawab: “Tidak, tidak sampai kepadaku (ucapannya yang demikian)?”

“Apakah kamu mendengarnya berkata demikian?” Ia menjawab: “Tidak, tidak sampai kepadaku (ucapannya yang demikian)?”

KALAU BEGITU maka perkataanmu (kami tidak melihat atau mendengar tentang orang yang dikritik tersebut kecuali kebaikan) BUKANLAH HUJJAH.

Adapun seorang yang menjarh maka dia memiliki tambahan ilmu (tentang keadaan orang yang dikritisi), MAKA di saat itu benarlah apa yang dikatakan 'Ulama Hadist dalam istilah / ungkapan ilmu hadist:

{ يُقبلُ الجرح لأن مع صاحبه زيادة علم }

“Jarh (kritikan) tersebut diterima dikarenakan ada bersamanya(pengkritik) tambahan pengetahuan (tentang yang ia kritisi).”

_________________
Adapun mereka ini (Al-Halaby, Ar-Ruhaily, Al-Ma'riby dan semisalnya) mereka telah berjalan menuju thoriqoh Ahlul Ahwa/pengekor hawa nafsu, Masing-masing dari yang telah disebutkan tersebut, mereka ini telah menyelisihi Ahlus Sunnah dan Salafiyyin.

BAHKAN Ar-Ruhaily berkata sekitar 20 tahun silam bahwa ia mengingkari manhaj ini, yang mana sekarang kita (Ahlussunnah) berada di atasnya,

ini yang ia katakan pada pelajaran “Syarhu Risalatil Mu'allimin” pada (majlis)Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, di Qiblatain, dengan terang-terangan ia berkata demikian. Maka (ini) yang jadi syahid.

Begitupun 'Ali Al-Halaby, dan Abul Hasan telah berkata sekitar tahun 1416 H, dan ia mengingkari manhaj ini.

Begitu pula 'Ali Al-Halaby telah berkata sejak tahun 1412 hijriyah, ia mengingkari manhaj ini.

Mereka senantiasa saling berlomba-lomba setiap datang seseorang dan berkata sesungguhnya aku walaupun aku hidup belakangan dari zamannya, maka aku benar-benar akan mendatangkan apa yang para pendahulu(salaf) tidak mampu melakukannya.

Masing-masing menginginkan kedudukan yang utama baginya. Maka pergilah kalian (bersama keinginan tersebut)!


Manhaj ini, yang kita dan masyayikh kita di atasnya adalah manhaj yang para ulama telah mentazkiyah/ merekomendasi orang-orangnya bertahun-tahun silam. Kita masih berada di atasnya -walillahilhamd- dan semoga Allah kokohkan kita di atasnya.

Dan barangsiapa yang tidak menginginkan manhaj ini maka kita tidak menginginkan dia.

Dan barangsiapa yang telah merekomendasi mereka (Al-Halaby, Ar-Ruhaily, Al-Ma'riby dan semisalnya setelah datang tahdzir dengan bukti nyata) maka IA TELAH BERKATA DUSTA, tidak berkata dengan haq, karena ia menyelisihi tanpa bukti.

ولكن إن كان صاحب هوى فهو صاحب زور، وإن لم يكن، فهو لم يطّلع }

“Akan tetapi jika ia adalah orang yang mengekor hawa nafsu maka ia adalah orang yang berdusta. NAMUN jika bukan demikian (yaitu bukan ahlul ahwa)berarti ia BELUM MENELITI..”

{ وكلام المطّلع مُقدّم على كلام من لم يطّلع، والحقّ أحقّ أن يُتّبع. }

“dan perkataan orang yang sudah meneliti dikedepankan atas perkataan orang yang belum meneliti, dan kebenaran lebih berhak untuk diikuti..”

[ Sumber ] http://miraath.net/questions.php?cat=15&id=678

[ Alih Bahasa ]Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

Muroja'ah: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy حفظه الله

______________
مجموعـــة توزيع الفـــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Manhaj #Bantahan #tahdzir #ijtihadiyah #halabi #ruhaili #abulhasan #radio_rodja #tv_rodja #rodja #sururi #turatsi #ikhwani #mlm #mlmm

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.