[ARTIKEL] Sikap Yang Bijak Dalam Menghadapi Perselisihan

SIKAP YANG BIJAK DALAM MENGHADAPI PERSELISIHAN

Untuk menjawab hal ini kita harus mengetahui bahwa perselisihan secara global terbagi menjadi dua:

[1] Perselisihan dalam masalah prinsip aqidah ahlus sunnah yang dikenal dengan perselisihan dalam ushulud diin. Maka hal ini merupakan perkara yang tercela, harus dijahui dan bagi yang menyelisihi prinsip ahlus sunnah harus diingkari disikapi dengan tegas tidak diperkenankan kita bertoleransi padanya. Seperti perselisihan tentang al-Qur’an Kalamullah atau mahluk, dalam masalah ini al-Imam Ahmad memberikan contoh kepada kita dengan ucapan beliau yang terdapat dalam kitab Ushulus Sunnah: “Al Qur’an adalah Kalamullah bukan mahluk” dan jangan merasa sungkan untuk mengatakan bukan mahluk, dan hati-hati anda untuk berdebat dengan orang yang mengadakan perkara baru dalam hal ini, barang siapa yang mengatakan lafadzku terhadap Al Qur’an adalah mahluk atau dia mengatakan: “Saya tidak tahu mahluk atau bukan mahluk, tetapi dia adalah Kalamullah.” Maka orang ini merupakan Shohibu bid’ah sama dengan orang yang menyatakan “Qur’an adalah mahluk.” masuk pula dalam hal ini perselisihan antara Sunny dan Syi’ah, dan kelompok-kelompok menyimpang lainnya.

[2] Perselisihan dalam masalah fiqih yang dikenal dengan masalah furu’. Maka perselisihan dalam masalah fikih bisa kita bagi menjadi tiga:

i. Khilaf Tanawwu’ - Khilaf tanawwu’ adalah perselisihan dalam pelaksaan keragaman ibadah. Maka hal ini tidak tercela dan tidak diperkenankan kita mengingkari orang yg menyelisihi bahkan kita berusaha mengamalkan semuanya. Contohnya: perbedaan dalam bacaan istiftah, ruku’,sujud dan tasyahud dalam solat yang shohih dari Nabi ﷺ.

ii. Khilaf Afhaam - Khilaf afhaam adalah perselisihan para ulama dalam sebuah masalah dimana masing-masing kelompok memiliki argumen yang kuat Khilaf dalam hal ini disikapi dengan toleransi dan lapang dada tanpa adanya perseteruan dengan yang menyelisihi, hal ini yang di ajarkan oleh Nabi ﷺ, ketika Beliau memerintahkan sahabatnya agar mereka tidak melakukan solat ashar melainkan setelah sampai di bani Quroidzoh, ternyata sebelum sampai di bani Quroidzhoh waktu ashar telah masuk, bila sholat tidak dikerjakan segera dikhawatirkan waktu sholat ashar akan luput, maka terjadilah perselisihan dikalangan sahabat, sebagian mereka menyegerakan sholat dan sebagian lain menundanya sampai tiba di bani Quroidzho. Ketika peristiwa sampai kepada Rosulullah ﷺ maka Beliau tidak menegur dan menyalahkan salah satu dari dua kelompok tersebut. Diantara khilaf yang masuk katagori ini seperti: menggerak-gerakkan jari ketika tasyahud, meletakkan kedua tangan di atas dada setelah ruku’, apakah tidur membatalkan wadhu’ dan masalah-masalah fikih yang lain di mana para ulama berselisih tentangnya dengan argumen yang kuat, maka bagi kaum muslimin jangan sampai tekotak- kotak hanya karena berselisih dalam hal ini. Allahu Musta’an wa 'alaih tiklaan.

iii. Khilaf Tadhod - Khilaf tadhod adalah perselisihan yang terjadi antara dua pendapat, namum argumen salah satu pendapat sangat lemah, maka pendapat yang lemah harus diluruskan dan di ingkari

Contoh:
Persyaratan wali dalam nikah, dalam hal ini Al imam Abu Hanifah Rohimahullah berpendapat tidak dipersyaratkan adanya wali dalam pernikahan, menyelisihi pendapat jumhuur ulama yang mempersyaratkan wali dalam pernikahan,

dengan ke umuman sabda Nabi:
{ لا نكاح إلا بولي }

“Tidak sah pernikahan melainkan dengan ada adanya wali.”

Dalam masalah ini para ulama mengingkari pendapat Abu Hanifah yang ganjil dan menyelisihi dalil yang jelas dan gamblang. [lihat kitab Al I’tishoom Imam Asy Syaathiby, Minhaajus Sunnah Ibnu Taimiyah]

Dengan mengetahui perincian ini diharapkan kita bisa bertindak tepat dan bijak ketika terjadi perselisihan, kapan kita bertindak keras dan tegas dan kapan kita bertindak lapang dada dan toleransi.

و الله تعالى أعلم بالصواب

Faedah dari: Al-Ustadz Abu Sufyan al-Musi Sedayu Gresik

Diambil dari: http://forumsalafy.net/?p=1394

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

Ⓜ️ #Manhaj #khilaf

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.