[ARTIKEL] Nasehat Untuk Mereka Yang Suka Duduk Bermajelis dan Berdebat Dengan Ahlul Ahwa`

🚇NASEHAT UNTUK MEREKA YANG SUKA DUDUK BERMAJELIS DAN BERDEBAT DENGAN AHLUL AHWA`

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allamah Al-Muhaddits Rabi' bin Hadi bin Muhammad 'Umair Al-Madkhali hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Apa nasehat Anda wahai Syaikh untuk seseorang yang :
- Pergi ke Majelis-majelis Ahlul ahwa dan hadir di ceramah-ceramah mereka,
- Mengucapkan salam kepada mereka untuk memastikan tentang apa yang mereka ucapkan,
- dan mendebat mereka?

[ Jawaban ]

{ هذا غالبا يذهب يصبح حزبي إما للتبليغ أو طائفة صوفية أو طائفة رافضية أو جهمية, لابد هذا الصنف يعاقبهم الله عز وجل لأنهم خالفوا هدي محمد عليه الصلاة والسلام وتوجيهاته وخالفوا هدي السلف وغامروا بدينهم }

ORANG INI PADA UMUMNYA AKAN MENJADI SEORANG HIZBY.
▪️ Baik (pengikut firqoh) tabligh
▪️ atau kelompok Shufiyyah
▪️ atau kelompok Rofidhah
▪️ atau Jahmiyah.
- Kelompok ini yang Allah 'Azza wa Jalla mesti menimpakan hukuman kepada mereka karena mereka telah menyelisihi petunjuk dan tuntunan Muhammad (ﷺ). Mereka telah menyelisihi bimbingan Salafus shalih dan menghadapkan bahaya terhadap agama mereka..

{ فهؤلاء غالبا ما يضيعون ويلتحقون بأحزاب الشر }

“Sehingga mereka seringnya akan binasa dan bergabung dengan kelompok-kelompok jelek.”

[Sebagai contoh]
Ibnu 'Aqil adalah (ibarat) gunung dari gunung-gunung dalam (puncak) kecerdasan, keluasan, dan ilmu. Mereka (ulama sezaman dengannya) telah menasehati dirinya untuk tidak mendatangi kelompok mu'tazilah. Dia tetap pergi menemui mereka maka jadilah dia seorang berpemahaman mu'tazilah.

Abu Dzar salahsatu murid Ad-Daruquthni dahulunya seorang imam dalam sunnah. Dia mendengarkan satu kalimat (dari ahlul hawa) yang menyambarnya sehingga menjadi seorang beraqidah Asy'ariyah.

Abdurrozzaq (ash-Shon'aniy) bermajelis dengan Ja'far bin Sulaiman Ad-Dhuba'i. Dia bermajelis bersamanya yang terpengaruh pemahaman Syi'ah maka Abdurrozzaq beralih; berpendapat dan berpaling kepada tasyayyu' (paham Syi'ah). Si miskin ini pun menjadi bagian kaum Syi'ah. Walaupun tasyayyu'nya tidaklah sangat, kita tidak akan menzholiminya, tetapi ia telah terjatuh dan terpengaruh.

{ فالذي يجالس أهل الباطل لا بدّ أن يتأثر رغم أنفه, مهما ادعى لنفسه لابدّ أن يتأثر }

“Maka orang yang bermajelis dengan Ahlul bathil pasi akan terpengaruh, baik ia menghendaki atau tidak. Bagaimana pun dia mengaku-aku dapat menjaga dirinya, ia mesti akan terimbas (pemikirannya)”

Karena Rasulullah (ﷺ) yang selalu berkata benar lagi dibenarkan telah mewanti-wanti dan bersabda:

{ ﺇِﻧِّﻤَﺎ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻭَﺟَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺴُّﻮﺀِ ﻛَﺤَﺎﻣِﻞِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﻭَﻧَﺎﻓِﺦِ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ , ﻓَﺤَﺎﻣِﻞُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﺬِﻳَﻚَ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺒْﺘَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ ﻣِﻨْﻪُ ﺭِﻳﺤًﺎ ﻃَﻴِّﺒَﺔً , ﻭَﻧَﺎﻓِﺦُ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﺮِﻕَ ﺛَﻴَﺎﺑَﻚَ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ ﺭِﻳﺤًﺎ ﺧَﺒِﻴﺜَﺔً }

“Tidak lain permisalan teman duduk yang sholih dengan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Maka penjual minyak wangi baik ia menghadiahkan kepadamu atau engkau membeli darinya atau (minimal) engkau akan mendapatkan aroma yang wangi darinya. Sedangkan pandai besi boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau mendapati aroma yang busuk.”

Yakni teman duduk yang shalih -Masya Allah- dia memiliki tiga keadaan yang semuanya baik:
1. Boleh jadi dia akan memberi dan menyodorkan untukmu hadiah "Silahkan, ini minyak wangi untukmu!" Ia sodorkan untukmu satu botol, dia berikan kepadamu.
2. Boleh jadi engkau akan membeli darinya yakni engkau belanja darinya.
Kamu mendapatkan manfaat darinya dan ini suatu kebaikan, (karena) engkau tidak membeli khomer dan juga sesuatu yang haram bahkan membeli sesuatu yang baik yang dicintai Allah Azza wa Jalla yang dianjurkan bagimu (memakainya) ketika sholat, dikehendaki darimu ketika masuk masjid. Maka dari orang ini engkau mendapatkan manfaat.
3. Barangkali juga engkau akan mendapatkan darinya aroma wangi dan ini adalah kebaikan.

Sedangkan teman duduk yang jelek laksana pandai besi:
- Bisa jadi dia akan membakar pakaianmu
- dan boleh jadi engkau mendapati aroma busuk yang mungkin akan menimbulkan penyakit kanker atau suatu penyakit atau sesuatu selainnya.

Kita mohon perlindungan kepada Allah. Maka teman duduk sudah tentu akan memberikan kepadamu kejelekan dan keburukan.

{ والمرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل }

“Dan seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya maka perhatikanlah masing-masing kalian kepada siapa ia berteman dekat!”

{ الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين }

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” [QS Az-Zukhruf: 67]

Para pengikut hawa nafsu dan Ahlul bid'ah bukanlah termasuk dari mereka (yang diperkecualikan di dalam ayat).


Engkau telah mendapati beberapa ayat dan hadits (sebagaimana telah disebut) yang memberikan peringatan sedangkan engkau mengatakan:

{ لا أمشي }

“Aku tidak akan berjalan (mengikutinya)!”

Siapa yang telah memberikan kepadamu sifat maksum (terlindung dari kesalahan)! Apabila Rasulullah (ﷺ) dahulu memperingatkan para shahabatnya dan Salafus shalih dahulu mereka adalah para imam yang diibaratkan laksana pegunungan (yang kokoh) mereka menutup telinga-telinga mereka dan tidak ingin mendengar (ucapan) Ahlu bid'ah (lalu bagaimana denganmu?).

Adapun engkau justru pergi, mengunjungi, dan menghadiri pengajian-pengajian mereka yang akan menimpamu kejelekan-kejelekannya, dari asap dan semburannya.

Kami telah banyak pengalaman, sudah menjalani banyak hal. Kami sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun.
▪️ Mereka-mereka yang teperdaya ini lenyap binasa dan tersesat kebingungan. Ujung-ujungnya dapat dipastikan demikian, MEREKA AKAN BINASA. Kita memohon kepada Alloh perlindungan.
▪️ Betapapun kecerdasan yang telah ia raih maka sesungguhnya Allah yang akan menentukannya.

Kita katakan kepadanya:

ذكـاءك لا ينفعك! لا بد أن تبذل الأسباب في حمــاية هذا الـــدين الذي أعـــطاك الله وتحــافظ عليه, هذه نعمــة لا تلعب فيها..

“Kecerdasanmu tidak akan bermanfaat (menangkal kejelekan mereka) kepadamu! Engkau harus menempuh sebab-sebab dalam menjaga agama ini yang telah Alloh berikan kepadamu dan engkau berupaya memeliharanya. Ini adalah suatu nikmat, jangan engkau bermain-main dengannya!”

{ الآن من ترون من الحزبيين - في هذه البلاد - كلهم أصلهم سلفيين في هذه البلاد؛ كلهم ضاعوا بسبب المخالطة والمعاشرة والقراءة والسماع لأهل الأهواء }

“Sekarang siapa yang kalian lihat dari hizbiyyun -di negeri ini- mereka semua pada asalnya adalah salafiyyin di negeri ini. Mereka semua telah celaka dengan sebab berkumpul, bergaul, dan membaca serta mendengarkan para pengikut hawa nafsu.”

Segala yang kalian lihat sekarang dan yang dikatakan tentang mereka bahwa si fulan hizbi dan fulan hizbi... mereka seluruhnya tidaklah hancur kecuali dengan wasilah (sebab) ini, mereka berpegang dengan pendapat ini:

{ آخذ الحق وأترك الباطل }

“Aku ambil yang benar-nya dan aku tinggalkan yang bathil-nya.”

Kemudian dia malah mengambil yang bathil dan meninggalkan yang haq serta menjadi musuh bagi al-Haq dan memerangi Ahlul Haq!

[Fatawa Aqidah dan Manhaj Pertemuan Kedua]

Sumber: http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=29&id=277

* * *
Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh hafidzahullah [FBF-2]
__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
[ Arsip ] WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Nasehat #untuk_mereka #yang_duduk #bermajelis #berdebat #dengan_ahlul_ahwa

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.