WHAT'S NEW?
Loading...

[ARTIKEL] Bersaing Dalam Masalah Dunia

BERSAING DALAM MASALAH DUNIA

Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata:

Bersaing (berlomba) dalam masalah dunia sering menyeret pada kesombongan. Maka apa saja yang menjadi akibat dari kesombongan berupa meninggikan bangunan ini yang akan dihisab. Barakallahu fikum. Dia merasa memiliki kelebihan dari pada manusia, merasa lebih tinggi di atas mereka, dan seterusnya.

Jika bangunan ini untuk berbangga-bangga, maka dia berdosa.

Seorang membeli seekor kuda yang dia persiapkan untuk di jalan Allah, maka dia mendapatkan pahala. Seorang membeli seekor kuda untuk membantu pekerjaannya atau diambil manfaatnya dan dia pinjamkan kepada orang lain, maka ini diperbokehkan. Orang yang lainnya membeli kuda untuk bersikap sombong dan berbangga diri, maka ini yang berdosa.

Demikian juga dengan bangunan. Jika dia membangun sebuah rumah sebagai tempat berlindung; ini boleh. Namun jika dia membangunnya untuk berbangga, merasa lebih, dan sombong; ini yang berdosa. Karena muncul pada dirinya rasa sombong bukan karena sekedar dia membangun."

[Fatawa Al-Aqidah Wal-Manhaj Halaqah Pertama]

قال الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله:

{ والتنافس في الدنيا قد يؤدي إلى الكِبر,فما يترتب على التطاول في البنيان من الكِبر هذا الذي يحاسب عليه - بارك الله فيكم - يتطاول على الناس بنفسه ويتعالى عليهم و..و..

فإذا كان هذا البناء للمفاخرة فهو آثم؛

يعني رجل يشتري فرسا يعدّه في سبيل الله هذا مأجور, ورجل يشتري فرسا؛ يعني لخدمته ومنافعه؛ ويُعيره للناس, هذا مستور, وغيره يشتري الفرس للمفاخرة والمباهاة, فهذا مأزور,

فكذلك البنيان؛ يبني بيتا ليستره, هذا جائز, لكن يبنيه للمفاخرة والتطاول والكبرياء هذا مأثوم لما قام بنفسه من الكبر لا لمجرد البناء. }

[فتاوى في العقيدة والمنهج الحلقة الأولى]

www.rabee.net/ar/questions.php?cat=21&id=136

Syabab Ashhaabus Sunnah
Channel Telegram http://bit.ly/ashhabussunnah
www.ittibaus-sunnah.net

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Nasehat #bersaing_dalam_masalah_dunia

[ARTIKEL] Bagaimana Menghidupkan 10 Malam Terakhir Di Bulan Ramadhan?

BAGAIMANA MENGHIDUPKAN 10 MALAM TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN?

Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

{ عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر أحيا الليل، وأيقظ أهله، وجد وشد المئزر. } [متفق عليه]

Dari Aisyah radhiallahu anha, beliau menceritakan, “Dahulu Rasulullah (ﷺ) jika masuk sepuluh (akhir dari bulan Ramadhan) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya.” [Muttafaqun alaih]

[ Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas dalam Syarah Riyadhus Shalihin, beliau berkata ]

Penulis (an-Nawawi) rahimahullah menukilkan dari Ummil Mukminin Aisyah binti Abi Bakr ash Shiddiq radhiallahu 'anha tentang kegiatan Rasulullah (ﷺ) pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, bahwa beliau jika telah masuk sepuluh hari terakhir mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam ibadah -alaihi ash-shalatu wa as-Salaam-.

Telah berlalu pada hadits yang sebelumnya, bahwa beliau (ﷺ) senantiasa menegakkan shalat malam hingga pecah-pecah kedua kaki beliau, dan beliau menegakkan shalat malam lebih dari separuh malam, atau separuhnya, atau sepertigannya.

Adapun pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan beliau menegakkan semalam penuh, yakni menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah, dengan berbuka puasa setelah matahari terbenam, shalat isya, dan berbagai perkara yang beliau pandang sebagai bentuk taqarrub kepada Allah -azza wa jall-.

Bukan maknanya bahwa seluruh malam beliau isi dengan shalat. Dengan bukti bahwa (istri beliau) Shafiyyah bintu Huyay bin Akhtab pernah mendatangi beliau (ﷺ) (di tempat i'tikaf), beliau berbincang dengannya setelah shalat isya.

Akan tetapi seluruh yang beliau kerjakan pada malam-malam itu adalah taqarrub kepada Allah -azza wa jalla-, baik berupa shalat, bersiap untuk shalat, atau selainnya.

Di sini juga terdapat dalil bahwa Rasulullah (ﷺ) menghidupkan sepuluh malam akhir di bulan Ramadhan seluruhnya, akan tetapi beliau tidak menghidupkan malam selain itu. Yakni beliau tidak pernah menegakkan (menghidupkan) semalam penuh hingga shubuh kecuali di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.

Hal itu dalam rangka mencari Lailatul Qadr.

Malam Lailatul Qadr berada di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, terlebih pada tujuh malam terakhirnya.

Inilah malam yang padanya Allah menetapkan takdir segala yang akan terjadi pada tahun itu.

Malam yang sebagaimana Allah berfirman tentangnya, (yang artinya)

“Lebih baik dari seribu bulan.” [Al-Qadr: 3]

Oleh karena itu beliau (ﷺ) menghidupkannya.

Barang siapa yang menegakkan Lailatul Qadr karena dorongan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lampau.

Sumber: [Syarah Riyadhus Shalihin, Ibnu Utsaimin: 1/118]

* * *
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Fiqih #Ibadah #ramadhan #menghidupkan #lailatul_qadar

[ARTIKEL] Mari Hidupkan 10 Terakhir Ramadhan, Carilah Lailatul Qadar Padanya!!

MARI HIDUPKAN 10 TERAKHIR RAMADHAN, CARILAH LAILATUL QADAR PADANYA!!

Asy- Syaikh Ali bin Yahya Al-Haddadi hafidzahullah:

Maka bertaqwalah kalian wahai hamba-hamba Allah, ingatlah telah berlalu sebagian besar dari bulan Ramadhan dan tersisa sedikit saja, dan sesungguhnya hari-hari yang tersisa ini lebih baik dari yang telah berlalu maka manfaatkanlah sebaik-baiknya kesempatan ini.

Bersungguh-sungguhlah dalam
▪️membaca Kitabullah,
▪️menegakkan malam-malamnya dengan shalat,
▪️tilawah,
▪️dan dzikir.

Bersungguh-sungguhlah dalam mencari Lailatul Qadr, yang Allah -ta'ala- berfirman tentangnya;

{ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ }

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (al Quran) pada malam Lailatul Qadr. Malam Lailatul Qadr adalah lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan ar Ruh (Jibril) turun pada malam itu dengan ijin Rabb mereka dari segala urusan (tahun itu). Keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar." [Al-Qadr: 1-5]

Ibadah pada malam tersebut menyamai ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun tanpa Lailatul Qadr.

Rasulullah (ﷺ) bersbada:

{ من قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه }

“Barang siapa yang menegakkan lailatul qadr karena dorongan iman dan ihtisab (mengharap) pahala, maka Allah akan ampuni dosanya yang telah lalu."

Maka bersemangatlah kalian dalam mencarinya, terutama pada malam-malam ganjil.

Rasulullah (ﷺ) bersabda

{ التمسوها في العشر الأواخر } [متفق عليه ]

“Carilah dia pada sepuluh malam terakhir." [Muttafaqun 'alaih]

Beliau (ﷺ) juga bersabda

{ تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر } [متفق عليه]

“Carilah Lailatul Qadr pada malam witir dari sepuluh malam terakhir." [Muttaqun 'alaih]

Disyariatkan juga pada malam tersebut untuk memperbanyak membaca doa yang mencakup, terlebih dengan doa yang disebutkan dalam hadits Aisyah ketika beliau bertanya kepada Nabi (ﷺ), “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku menepati Lailatul Qadr, dengan apa aku berdoa?" Beliau bersabda, ucapkanlah:

{ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي }

“Yaa Allah Engkau adalah Maha Pemaaf mencintai maaf, maka maafkanlah aku." [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, beliau berkata : hadits hasan shahih]

MAKA PERBANYAKLAH MEMBACA DOA INI PADA SEPULUH MALAM TERAKHIR SELURUHNYA, KARENA LAILATUL QADR BISA TERJADI DI MALAM MANAPUN, MALAM GENAP MAUPUN GANJIL.

☝🏻️Yaa Allah terimalah amalan-amalan sholih kami....
☝🏻️Maafkanlah kejelekan-kejelekan dan ketergelinciran kami...
☝🏻️Tutuplah kami dengan maaf dan magfirah Mu...
☝🏻️Dan dengan kemenangan mendapatkan jannah (surga) yang penuh kenikmatan...
☝🏻️Lindungilah kami dengan rahmat-Mu dari adzab neraka jahiim...


Sumber: [Cuplikan dari khutbah tertulis karya asy Syaikh Ali ibn Yahya al Haddady hafidzahullah]

http://www.haddady.com

* * *
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Fiqih #Ibadah #ramadhan #menghidupkan #lailatul_qadar

[ARTIKEL] Maksud Dari Lailatul Qadar Bukanlah Agar Memperbanyak Shalat

MAKSUD DARI LAILATUL QADAR BUKANLAH AGAR MEMPERBANYAK SHALAT

Faedah dari: Asy-Syaikh Muhammad bin 'Umar Bazmul hafizhahullah

Bukanlah yang dimaksud daripada Ar Rasul (ﷺ) apabila memasuki sepuluh malam terakhir beliau mengencangkan ikat pinggangnya adalah untuk memperbanyak shalat, NAMUN TUJUANNYA ADALAH UNTUK BERI’TIKAF SEBAGAIMANA KEADAAN BELIAU (ﷺ) DALAM PERJALANAN HIDUPNYA.

Bukanlah dimaksudkan untuk melakukan ritual tertentu pada malam tersebut. Bukan, bukan itu yang dimaksud. Maksud dan tujuannya adalah agar seorang hamba menyiapkan diri dengan doa dan dzikir.

Tidakkah engkau lihat dalam hadits yang dikeluarkan oleh At Tirmidzi no.3513;

Dari 'Aisyah -radhiyallahu 'anha-berkata, Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut engkau bila saya mengetahui di malam yang mana Lailatul Qadr itu, apa yang hendaknya saya ucapkan ketika itu?” Beliau menjawab : “Ucapkanlah; { اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي } Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemberian maaf, maka maafkanlah aku.” [At-Tirmidzi mengatakan: “Ini hadits hasan shahih.”] -selesai ucapan beliau-

Sesungguhnya Ar-Rasul (ﷺ) tidaklah membimbingnya agar banyak shalat, tidak pula banyak doa, tidak pula ritual ibadah tertentu, beliau hanyalah membimbingnya dengan doa ini.

Dan dalam Al Muwaththa' kitab; Al I'tikaf, bab; tentang Lailatul Qadr, dari Malik, sampai kepada beliau berita bahwa Sa'id bin Al Musayyib mengatakan: “Barangsiapa menyaksikan shalat isya (secara berjamaah) di malam Lailatul Qadr maka ia telah mengambil bagian pahala daripadanya.”

Ini, dan taufik hanyalah milik Allah.

كشكول ١٠١٨: ليس المقصود بليلة القدر كثرة الصلاة

ليس المقصود بليلة القدر كثرة الصلاة فإن الرسول ما زاد في رمضان و لا في غيره عن 11 ركعة!

{ ليس المقصود بليلة القدر كثرة الصلاة فإن الرسول ﷺ ما زاد في رمضان ولا في غيره عن ١١ ركعة! وليس المقصود بأن الرسول ﷺ إذا دخلت العشر شد المئزر كثرة الصلاة، بل المقصود الاعتكاف كما هو حاله ﷺ في سيرته. وليس المقصود طقوس معينة تقام في هذه الليلة! لا... ليس ذلك المقصود...

إنما المقصود أن يتهيأ العبد في هذه الليلة بالدعاء والذكر، ألا ترى في الحديث الذي أخرجه الترمذي تحت رقم (3513): « عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي. » وقال الترمذي: "هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ" اﻫ.

فإن الرسول لم يرشدها إلى كثير صلاة. و لا إلى كثير دعاء و لا إلى طقس عبادة معينة، إنما أرشدها إلى هذا الدعاء.

وفي الموطأ في كتاب الاعتكاف باب ما جاء في ليلة القدر: عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ كَانَ يَقُولُ: « مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ، فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا. »

هذا وبالله التوفيق. }

* * *
Sumber: http://mohammadbazmool.blogspot.com/2015/07/blog-post_59.html
Channel Telegram كنوز الفوائد @salafyat

* * *
Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2016/06/faedah-maksud-dari-lailatul-qadr.html

Majmu'ah AL ISTIFADAH
http://bit.ly/tentangwalis
Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
مجموعة الاستفادة
Sabtu, 20 Ramadhan 1437H ~ 25 Juni 2016M

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Fiqih #Ibadah #ramadhan #lailatul_qadar #bukan_dimaksud_agar_memperbanyak_shalat

Bantahan Terhadap Orang Yang Menghalalkan Wanita Tampil Di Hadapan Kaum Laki-laki Walaupun Untuk Membaca Al Qur’an

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENGHALALKAN WANITA TAMPIL DI HADAPAN KAUM LAKI-LAKI WALAUPUN UNTUK MEMBACA AL QUR’AN

Asy Syaikh Ubaid menjelaskan bahwa Ummu Salamah mencontohkan bacaan Al Qur’an Nabi (ﷺ), kepada para shahabat, kemudian Asy-Syaikh menjelaskan:

Di sini perlu saya berikan peringatan bahwa bukanlah merupakan sunnah, bahwa seorang wanita membaca Al qur’an, dihadapan setiap laki-laki;

[ Adapun Pembacaan Al Quran oleh Ummu Salamah kepada Para shahabat, penjelasannya adalah ]

▶️[1] Keadaan Ummu Salamah adalah sebagai Ummahatul Mukminin, ini yang pertama
▶️[2] Adapun yang mendatangi beliau adalah orang-orang utama dari para ulama yang sholih, bisa jadi para shahabat bisa juga tabi’in,
▶️[3] Jangan pernah ada seorangpun yang berpikir bahwasanya Ummu Salamah melagukan bacaan Al Qur’an dihadapan mereka, bagaimana mungkin bisa beliau melakukan hal tersebut

🔹sedangkan mereka (para isteri nabi) adalah yang disebutkan oleh Allah dalam Firmannya:

{ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ }

Artinya: “Janganlah kalian merendahkan suara kalian.” [Al Ahzab: 32]

🔼Maka pahamilah perkara ini...!

Jika orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya, para penyeru Ikhtilath, berdalilkan dengan hal ini, untuk kemudian memberanikan/menyemangati para wanita untuk tampil dan untuk membaca Al Qur’an, sama saja apakah di mesjid, media-media informasi,
▪️maka ketahuilah bahwasanya mereka adalah
🔺orang-orang yang sesat
🔺dan bodoh.

__Catatan__
🔹Kita tambahkan di sini bahwasanya ini tentunya dilakukan oleh ummu salamah dari balik hijab, seperti yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Ubaid tentang atsar aisyah yang mendiktekan Al Qur’an kepada seorang laki-laki dari Iraq, [lihat : Ithafu ulil Bashar: hal 70]

قال الشيخ عبيد الجابري حفظه الله تعالى:

{ ها هنا أنبه إلى أن هذه ليست من السنة بأن تقرأ المرأة أمام كل رجل .

◀️فأم سلمة من أمهات المؤمنين هذا وجه الأول
◀️الثاني: أن من يأتيه أهل العلم الفضل و الصلاح، إما الصحابة، و إما أفاضيل التابعين
◀️الثالث: لا يظن أحد أن أم سلمة يتغنى أمامهم في القرائة. كيف تصنع ذالك،

🔹و قد خاطبها الله بقوله: { فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ } فليتفطن بهذا ..!!

و إذا استدل مرض القلب ، دعاء الإختلاط، و شجعهن على البروز و القرائة، سواء كان في المسجد أو في وصيلة الأعلام المسموعة، و اعلم أن هؤلاء ، ضلال و جهلة }

Sumber: Dauroh Asatidzah jogyakarta 2012 kitab Matan Abi Syuja’

Penulis: Ustadz Abu Khuzaimah Al-Fadanji حفظه الله
Padang 16 Ramadhan 1437H, 21 Juni 2016
Pukul 20.17 WIB

Diambil dari: Channel Telegram Silsilatush Sholihin Padang @SilsilatusSholihin

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Bantahan #terhadap_orang_yang_menghalalkan #wanita_tampil #dihadapan_kaum_pria #membaca_alquran

[ARTIKEL] Di Antara Perusak Ukhuwah: Ta'ashub Guru, Pendapat dan Kelompok

DI ANTARA PERUSAK UKHUWAH: TA'ASHUB GURU, PENDAPAT DAN KELOMPOK

Asy-Syaikh Robi’ bin Hadiy Al-Madkholiy -hafidhohullah- ta'ala berkata:

Sikap ta'ashub (fanatik buta) dan memperturutkan hawa nafsu termasuk di antara jalan-jalan yang (ditempuh) ahlul jahiliyyah dan bangsa Tatar, sebagaimana hal itu telah dinyatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (rahimahullah ta'ala).

Seorang mukmin hendaknya berusaha untuk mengetahui kebenaran dan berpegang teguh dengannya, meskipun kebenaran sedang diselisihi oleh orang yang menyelisihi.

Selamanya, janganlah seseorang ta'ashub kepada kesalahan fulan atau fulan, atau ta'ashub kepada pendapat fulan dan fulan. Namun hendaknya dia berpegang teguh dengan Al-Kitab dan Sunnah Rasul (ﷺ), memberikan wala' (loyal) maupun bermusuhan dengan berpatokan kepada ajaran Muhammad (ﷺ) setelah dia mengetahui bahwa Muhammad (ﷺ) telah mengajarkannya dan tidak berdasarkan persangkaan.

Dia mengetahui sesungguhnya permasalahan ini telah diajarkan oleh Muhammad (ﷺ), dan yang telah ditunjukkan oleh Kitabullah dan (Sunnah) Rasulullah (ﷺ), dan yang telah dijadikan agama oleh salaf.

Ibnul Qayyim (rahimahullah) berpendapat sesungguhnya jika kamu telah mengetahui nash (teks dalil) dan telah memahaminya, wajib bagimu berpegang teguh dengannya. Artinya, jika kamu telah mengetahui ada seseorang yang berkata dengan dalil maka wajib bagimu berpegang teguh dengannya.

Jika kamu telah mengetahui banyak orang yang berkata dengan dalil yang mereka sampaikan, semakin bertambahlah kekokohan dan keyakinanmu.

Dan jika tidak kamu dapati seorangpun (yang berbicara dengan dalil) maka hal itu tidak menjadi syarat, karena yang terpenting: pedoman seorang muslim adalah firman Allah dan sabda Rasulullah; ilmu itu firman Allah, sabda Rasulullah dan ucapan sahabat, dan bukan penyamaran (kebenaran).

Adapun jika datang seorang yang jahil dan menobatkan dirinya sebagai imam (tokoh) dan berkecimpung dalam kebatilan dan kesesatan, kemudian kamu ta'ashub kepadanya, maka hal ini termasuk perbuatan jahiliyyah.

Bahkan seandainya ada seorang imam yang salah kemudian kamu ta'ashub kepadanya, maka pada dirimupun ada sifat jahiliyyah.

Allah ta'ala berfirman (artinya): Bahkan mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” [Az-Zukhruf: 22]

Maka ta'ashub ini termasuk perkara dan perangai orang-orang jahiliyyah.

Adapun seorang muslim yang jujur, maka wajib baginya membersihkan diri dari ta'ashub dan dari menyelisihi ajaran Muhammad (ﷺ), (yang melarang) ta'ashub yang tercela!

Tidak ada yang ta'ashub kecuali { عصبي } (orang yang sakit syaraf) atau orang yang jelek. Orang yang sakit syaraf atau orang yang sakit jiwa yang mengalami gangguan jiwa atau dungu. Tidak ada yang ta'ashub kecuali orang yang dungu atau sakit syaraf.

Maka seorang muslim wajib menjauhkan diri (dari ta'ashub) agar tidak menjadi orang dungu, gila atau sakit syaraf. Hendaknya dia menjadi orang yang berakal yang mencari kebenaran. Dan jika dia mengetahui kebenaran, dia mengamalkannya meski kebenaran diselisihi oleh seluruh manusia di muka bumi. Dia tidak ta'ashub, tidak kepada imam tidak pula kepada makmum. Tidak pula kepada yang jujur maupun yang berdusta. Dia hanya berpegang teguh dengan al-haq.

Dinukil oleh: Kamal Ziyadiy - Muntada Sahab

Sumber: http://www.sahab.net/home/?p=1712

Alih Bahasa: Al-Ustadz Syamsu Muhajir Hafidzahullah (Ramadhan 1437H)
Diambil dari: Channel Telegram Salafy Malang Raya @salafymalangraya

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Nasehat #ta_ashub #perusak_ukhuwah

[VIDEO] Lebih Utama Mencukupkan Dengan Shalat Tarawih Yang Telah Dikerjakan Bersama Imam

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/Nu8cEd4-0KQ (Durasi: 2:02)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=Nu8cEd4-0KQ

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
LEBIH UTAMA MENCUKUPKAN DENGAN SHALAT TARAWIH YANG TELAH DIKERJAKAN BERSAMA IMAM**

[ Pertanyaan ]

🔸Seorang dari Yaman barakallahu fihi bertanya: Wahai Syaikh kami yang mulia, Saya mengerjakan shalat tarawih bersama imam di sebuah masjid hingga selesai bersamanya. Sebagaimana yang telah shahih dari Rasulullah (ﷺ) bahwa itu akan dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh (karena telah dikerjakam bersama imam hingga selesai, pen).
🔸Jika saya kembali mengerjakan shalat malam (tahajjud) pada malam itu juga di sepertiga malam akhir, apakah perbuatan saya ini menyelisihi sunnah? Beri kami penjelasan tentang permasalahan ini.

[ Jawaban ]

Pertanyaan ini sangat jeli. Yang demikian itu karena Nabi (ﷺ) pernah shalat bersama para shahabatnya hingga selesai.
🔸Lalu para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika Anda melanjutkan shalat malam bersama kami pada sisa waktu di malam ini?”
🔹Beliau menjawab: “Barang siapa berdiri bersama imam (dalam shalat tarawih) hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh.”

(Dalam hadits ini) Nabi (ﷺ) tidak membimbing mereka agar mengerjakan shalat lagi di akhir waktu malam. Di sini terdapat petunjuk, bahwa YANG LEBIH UTAMA ADALAH SEORANG MENCUKUPKAN DENGAN SHALAT YANG TELAH DIA KERJAKAN BERSAMA IMAM.

Pertanyaan dari orang yaman ini sangat selaras dengan apa yang disebutkan dalam hadits ini.

Maka dikatakan kepadanya: “Yang utama bagimu adalah engkau mencukupkan dengan shalat tarawih yang telah engkau kerjakan bersama imam hingga selesai bersamanya, karena barang siapa berdiri mengerjakan shalat malam/tarawih bersama imam hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh.”

Tetapi jika dia ingin kembali mengerjakannya lagi di akhir waktu malam, maka tidak dosa atasnya insya Allah. Dalam kondisi ini, maka hendaknya dia mengerjakan shalatnya dengan cara shalat dua raka'at-dua raka'at hingga terbit fajar (tiba waktu shubuh).

Sumber: [Fatawa Nur 'ala ad-Darb, no: 273]
http://binothaimeen.net/content/10752

* * *
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

**Dengan sedikit penyesuaian Judul dari Admin**
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fiqih #Ibadah #shalat #tarawih #mencukupkan_shalat_bersama_imam

[ARTIKEL] Bid'ah Yang Mengeluarkan Seseorang Dari Ahlus Sunnah

BID'AH YANG MENGELUARKAN SESEORANG DARI AHLUS SUNNAH**

[ Pertanyaan ]

Bid'ah-bid'ah apa saja yang dengan itu seseorang dianggap keluar dari ruang lingkup ahlus sunnah wal jama'ah?

[ Jawaban ]

Seperti
▪️bid'ah Qadariyyah,
▪️bid'ah Murji'ah,
▪️bid'ah Syi'ah rafidhah,
▪️bid'ah Khuruj (khawarij),
▪️dan bid'ah-bid'ah Shufiyyah seperti
🔺maulid-maulid syirik dan yang lainnya,
🔺sengaja melakukan perjalanan ke kuburan,
▶️maka semua ini -barakallahu fikum- termasuk jenis tersebut (bid'ah yang mengeluarkan seseorang dari ahlus sunnah).

BERLOYAL DENGAN AHLUL BID'AH
▪️menjadikan seseorang termasuk
🔺bagian dari mereka,
🔺dan menolong mereka,
🔺serta membela mereka.

Karena Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikatakan kepada beliau: “Sesungguhnya sebagian manusia bermajlis kepada ahlul bid'ah", berkata Imam Ahmad: “Nasehati dia", berkata penanya: “Aku telah menasehatinya tetapi dia menolak", berkata Imam Ahmad: “Golongkan ia kepada mereka (ahlul bid'ah tersebut)."

🔼MAKA ORANG YANG BERMAJLIS DENGAN AHLUL BID'AH DAN BERGAUL DENGAN MEREKA ITU
▪️sebagai dalil atasnya bahwasanya dia berpenyakit,
▪️dan bahwasanya ia sepakat dengan mereka,

dan dalam hal ini terdapat dalil-dalil, “Ruh-ruh itu bagai pasukan yang tersusun, apabila saling mengenal maka akan bersatu, apabila saling mengingkari maka akan berpisah."

🔼DAN ORANG TERSEBUT BERKUMPUL DENGAN AHLUL BID'AH,
▪️ini menunjukkan bahwa di sana ada kesepakatan dan kesamaan di antara dua perkara dan dua orang atau dua jama'ah.

Apapun keadaannya, yang telah kami sebutkan di atas merupakan hal-hal yang bisa mengeluarkan seseorang dari ruang lingkup ahlus sunnah wal jama'ah.

[Fatawa fil 'Aqidah wal Manhaj al Halaqatul Ula]

[ السؤال ]

ما هي البدع التي يعدُّ بها الرجل خارجا عن دائرة أهل السنّة والجماعة؟

[ الجواب ]

{ مثل بدعة القدر وبدعة الإرجاء وبدعة الرفض وبدعة الخروج والبدع الصوفية مثل الموالد الشركية وغيرها وشدّ الرحال إلى القبور والأشياء هذه بارك الله فيكم؛ من هذا النوع .

تولّي أهل البدع يُصيِّر الإنسان منهم ومناصرتهم والذبّ عنهم؛ فإنّ أحمد بن حنبل رحمه الله قيل له: إنّ بعض الناس يجلس إلى أهل البدع فقال: انصحه, قال: نصحته فأبى, قال: ألحقه بهم.

فالذي يجالس أهل البدع ويُعاشرهم يُستدلّ عليه أنّه مريض وأنّه يُوافق هؤلاء وهذا فيه أدلّة؛ "الأرواح جنودٌ مجندة ما تعارف منها ائتلف وما تناكر منها اختلف", فهذا يأتلف مع أهل البدع دليل أن هناك توافق وتشابه بين الأمرين والشخصين أو الجماعتين.

وعلى كلّ حال ما ذكرناه هو الذي يُخرج عن دائرة أهل السنّة والجماعة. }

[فتاوى في العقيدة والمنهج الحلقة الأولى]

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=26&id=652

* * *
قناة الشيخ ربيع بن هادي المدخلي

Sumber: Channel Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali @rabeenet

Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah

**Dengan sedikit penyesuaian Judul dari Admin**
•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #bid_ah #yang_mengeluarkan_seseorang_dari #ahlussunnah

[ARTIKEL] Sikap Yang Bijak Dalam Menghadapi Perselisihan

SIKAP YANG BIJAK DALAM MENGHADAPI PERSELISIHAN

Untuk menjawab hal ini kita harus mengetahui bahwa perselisihan secara global terbagi menjadi dua:

[1] Perselisihan dalam masalah prinsip aqidah ahlus sunnah yang dikenal dengan perselisihan dalam ushulud diin. Maka hal ini merupakan perkara yang tercela, harus dijahui dan bagi yang menyelisihi prinsip ahlus sunnah harus diingkari disikapi dengan tegas tidak diperkenankan kita bertoleransi padanya. Seperti perselisihan tentang al-Qur’an Kalamullah atau mahluk, dalam masalah ini al-Imam Ahmad memberikan contoh kepada kita dengan ucapan beliau yang terdapat dalam kitab Ushulus Sunnah: “Al Qur’an adalah Kalamullah bukan mahluk” dan jangan merasa sungkan untuk mengatakan bukan mahluk, dan hati-hati anda untuk berdebat dengan orang yang mengadakan perkara baru dalam hal ini, barang siapa yang mengatakan lafadzku terhadap Al Qur’an adalah mahluk atau dia mengatakan: “Saya tidak tahu mahluk atau bukan mahluk, tetapi dia adalah Kalamullah.” Maka orang ini merupakan Shohibu bid’ah sama dengan orang yang menyatakan “Qur’an adalah mahluk.” masuk pula dalam hal ini perselisihan antara Sunny dan Syi’ah, dan kelompok-kelompok menyimpang lainnya.

[2] Perselisihan dalam masalah fiqih yang dikenal dengan masalah furu’. Maka perselisihan dalam masalah fikih bisa kita bagi menjadi tiga:

i. Khilaf Tanawwu’ - Khilaf tanawwu’ adalah perselisihan dalam pelaksaan keragaman ibadah. Maka hal ini tidak tercela dan tidak diperkenankan kita mengingkari orang yg menyelisihi bahkan kita berusaha mengamalkan semuanya. Contohnya: perbedaan dalam bacaan istiftah, ruku’,sujud dan tasyahud dalam solat yang shohih dari Nabi ﷺ.

ii. Khilaf Afhaam - Khilaf afhaam adalah perselisihan para ulama dalam sebuah masalah dimana masing-masing kelompok memiliki argumen yang kuat Khilaf dalam hal ini disikapi dengan toleransi dan lapang dada tanpa adanya perseteruan dengan yang menyelisihi, hal ini yang di ajarkan oleh Nabi ﷺ, ketika Beliau memerintahkan sahabatnya agar mereka tidak melakukan solat ashar melainkan setelah sampai di bani Quroidzoh, ternyata sebelum sampai di bani Quroidzhoh waktu ashar telah masuk, bila sholat tidak dikerjakan segera dikhawatirkan waktu sholat ashar akan luput, maka terjadilah perselisihan dikalangan sahabat, sebagian mereka menyegerakan sholat dan sebagian lain menundanya sampai tiba di bani Quroidzho. Ketika peristiwa sampai kepada Rosulullah ﷺ maka Beliau tidak menegur dan menyalahkan salah satu dari dua kelompok tersebut. Diantara khilaf yang masuk katagori ini seperti: menggerak-gerakkan jari ketika tasyahud, meletakkan kedua tangan di atas dada setelah ruku’, apakah tidur membatalkan wadhu’ dan masalah-masalah fikih yang lain di mana para ulama berselisih tentangnya dengan argumen yang kuat, maka bagi kaum muslimin jangan sampai tekotak- kotak hanya karena berselisih dalam hal ini. Allahu Musta’an wa 'alaih tiklaan.

iii. Khilaf Tadhod - Khilaf tadhod adalah perselisihan yang terjadi antara dua pendapat, namum argumen salah satu pendapat sangat lemah, maka pendapat yang lemah harus diluruskan dan di ingkari

Contoh:
Persyaratan wali dalam nikah, dalam hal ini Al imam Abu Hanifah Rohimahullah berpendapat tidak dipersyaratkan adanya wali dalam pernikahan, menyelisihi pendapat jumhuur ulama yang mempersyaratkan wali dalam pernikahan,

dengan ke umuman sabda Nabi:
{ لا نكاح إلا بولي }

“Tidak sah pernikahan melainkan dengan ada adanya wali.”

Dalam masalah ini para ulama mengingkari pendapat Abu Hanifah yang ganjil dan menyelisihi dalil yang jelas dan gamblang. [lihat kitab Al I’tishoom Imam Asy Syaathiby, Minhaajus Sunnah Ibnu Taimiyah]

Dengan mengetahui perincian ini diharapkan kita bisa bertindak tepat dan bijak ketika terjadi perselisihan, kapan kita bertindak keras dan tegas dan kapan kita bertindak lapang dada dan toleransi.

و الله تعالى أعلم بالصواب

Faedah dari: Al-Ustadz Abu Sufyan al-Musi Sedayu Gresik

Diambil dari: http://forumsalafy.net/?p=1394

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

Ⓜ️ #Manhaj #khilaf

[ARTIKEL] Kaedah Di Dalam Mentahdzir

KAEDAH DI DALAM MENTAHDZIR

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allamah Al-Muhaddits Rabi' bin Hadi bin Muhammad 'Umair Al-Madkhali hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Apakah dipersyaratkan memberi peringatan (tahdzir) terhadap individu-individu ketika memberi nasehat, ataukah diharuskan hanya menyebutkannya secara umum tanpa menyebutkan namanya?

[ Jawaban ]

Jika penyebutan secara umum itu cukup untuk memberikan jawaban yang diinginkan dari seorang muslim yang bisa memberikan nasehat, maka penyebutan secara umum itu cukup.

Dan jika nasehat itu
🔸tidak tertunaikan secara haq
🔸dan orang-orang juga tidak memahaminya sedikitpun
🔸atau mereka tidak memahami dari apa yang diinginkan oleh sang penasehat jika hanya disebutkan secara umum,
▶️MAKA KETIKA ITU HARUS MENYEBUTKAN SECARA “TUNJUK HIDUNG."
🔺Dan para salaf dahulu banyak melakukan hal tersebut,
🔺demikian pula Al Qur'an menyebutkan individu dan juga beberapa kelompok.

Dan seorang dai yang jujur dan bisa memberikan nasehat harus mempelajari situasi dan kondisi dan mempersembahkan apa yang ia pandang bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin.

[Rekaman yang berjudul: Pertemuan Bersama Asy Syaikh Rabi' 1422H]

[ السؤال ]

هل تشترط في النصيحة التحذير من الأشخاص أم لا بد أن يذكر ذلك بعموم من غير تعيين؟

{ الجواب ]

{ إذا كان العموم يكفي ويؤدي الواجب المطلوب من المسلم الناصح، فالتعميم يكفي، وإذا لم تؤدى النصيحة على الوجه الحق، ولا يفهم الناس من التعميم منها شيئا، أو ما يريده الناصح فلابد حينئذ من التعيين، والسلف عيّنوا كثيرا وكثيرا، والقرآن عيّن، عيّن أفرادا، عيّن جماعات، والداعي الناصح الصادق يدرس المواقف ويقدم ما يرى أنه ينفع الإسلام والمسلمين. }

[شريط بعنوان: لقاء مع الشيخ ربيع 1422]

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=26&id=616
@rabeenet

* * *
Abu Musa Al Kukary Al Baly حفظه الله تعالى
Dipublikasikan oleh grup meniti jejak salaf
http://bit.ly/jejaksalaf

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #kaedah_tahdzir

[VIDEO] Imam Membaca Qunut Dalam Shalat Fajar, Apa Yang Mesti Dilakukan Orang Yang Shalat Di Belakangnya?

Disampaikan oleh Fadhilatus Syaikh al-Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadi'y rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/hePWAs6CtOY (Durasi: 2:27)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=hePWAs6CtOY

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
IMAM MEMBACA QUNUT DALAM SHALAT FAJAR, APA YANG MESTI DILAKUKAN ORANG YANG SHALAT DI BELAKANGNYA?

[ Pertanyaan ]

Kami shalat subuh di belakang imam yang membaca qunut maka apa yang mesti kami lakukan di tengah-tengah qunutnya dan terlebih lagi jika panjang doanya?

[ Jawaban ]

Alhamdulillah dalil-dalil tidak ada yang tersesatkan, dan kami nasehatkan kepada Ahlussunnah jika kalian mampu untuk berbeda (tamayyuz) dengan para mubtadi' maka hendaknya mereka lakukan sekalipun mereka harus membuat masjid bagi mereka dengan susu, atau mereka membuat masjid untuk mereka dari zanji hingga Allah mudahkan dengan didatangkan seorang pelaku kebaikan dan membuatkan masjid bagi mereka.

Adapun jika Anda terpaksa untuk itu maka shalat Anda (di belakang para mubtadi', pent) adalah sah insya Allah, Anda akan tetapi jangan mengikutinya dalam qunut sekalipun orang-orang mengucapkan amin maka jangan mengaminkan. Adapun mengangkat kedua tangan maka tidak shahih dari Nabi (ﷺ) dan telah datang dari hadits Abdullah bin Naafi' bin Abil 'Umyaa dan dia dha'if (rawi yg lemah), dan datang riwayat di dalam musnad Ahmad dengan sebuah hadits yang zhahirnya shahih akan tetapi hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan tidak ada padanya tambahan ini yaitu mengangkat kedua tangan, maka berdasarkan hal ini kami berlepas diri (tidak mengangkat tangan, -red.) dan berdasarkan dha'if nya hadits mengangkat kedua tangan, maka Anda tidak mengaminkan setelahnya, dan Anda tetap diam dan shalat Anda sah insya Allah, dan Rasul (ﷺ) bersabda:

{ صلوا فإن أصابوا فلكم ولهم، وإن أخطأوا فلكم وعليكم }

“Shalatlah kalian, maka jika mereka benar pahalanya bagi kalian dan bagi mereka, dan jika mereka salah maka pahala bagi kalian dan dosa atas mereka.”

[Dari kaset: Pertanyaan pemuda di Hadhramaut]

[ السؤال ]

نصلي الفجر خلف إمام يقنت فماذا نصنع أثناء قنوته وخاصة إذا أطال الدعاء؟

[ الإجابة ]

{ الحمد لله الأدلّة ليس بها تضليل ، وننصح أهل السّنّة إن استطاعوا أن يتميّزوا عن المبتدعة فليفعلوا ولو أن يبنوا لهم مسجدا من اللبن ، أو يصلّحوا لهم مسجدا من الزنج حتّى ييسّر الله بفاعل خير ويصلّح لهم مسجدهم.

أمّأ إذا اضطررت إلى ذلك فصلاتك صحيحة إن شاء الله، أنت لكن لا تتابعه في القنوت فلو أمّن النّاس لا تؤمّن، وأمّا رفع اليدين فلم يثبت عن النّبيّ – صلّى الله عليه وعلى آله وسلّم - وقد جاء من حديث عبد الله بن نافع بن أبي العمياء وهو ضعيف، وجاء في مسند أحمد بحديث ظاهره الصحّة لكنّ الحديث في البخاري وليس فيه هذه الزيادة وهي رفع اليدين، فعلى هذا نحن على البراءة وعلى ضعف حديث رفع اليدين، فأنت لا تؤمّن بعده، وتبقى واقفا وصلاتك صحيحة إن شاء الله، والرّسول –صلّى الله عليه وعلى آله وسلّم - يقول: "صلّوا فإن أصابوا فلكم ولهم، وإن أخطأوا فلكم وعليهم". }

[من شريط : أسئلة شباب قصيعر في حضرموت]

[ Audio & Transkrip asli ] http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2689

Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu Abduh hafizhahullah
Diambil dari: [ Arsip ] WA Ahlus Sunnah Karawang
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fiqih #Shalat #qunut #qunut_shubuh

[ARTIKEL] Akibat Bergaul Dengan Ahli Bid'ah Dengan Dalih Ingin Mengambil Yang Benar Saja

AKIBAT BERGAUL DENGAN AHLI BID'AH DENGAN DALIH INGIN MENGAMBIL YANG BENAR SAJA

Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

Sekarang ini siapa saja yang kalian lihat dari kalangan hizbiyun -di negeri ini- mereka semua asalnya salafiyun di negeri ini.

Mereka semua tersesat disebabkan karena
🔸bergaul,
🔸berhubungan,
🔸membaca,
🔸dan mendengar ucapan
para pengekor hawa nafsu (ahli bid'ah).

▪️Semua yang kalian lihat sekarang ini dan dikatakan bahwa si fulan seorang hizby dan fulan juga hizby, mereka semua tersesat dengan sebab semacam ini.
▪️Mereka mengambil teori "Aku akan mengambil yang benar dan akan kutinggalkan yang bathil."
▪️Akhirnya yang terjadi dia mengambil yang bathil dan meninggalkan yang benar serta menjadi musuh bagi kebenaran dan memerangi orang-orang yang berpegang teguh dengannya.

{ الآن من ترون من الحزبيين -في هذه البلاد- كلهم أصلهم سلفيون في هذه البلاد؛

كلهم ضاعوا بسبب
🔸المخالطة
🔸والمعاشرة
🔸والقراءة
🔸والسماع
لأهل الأهواء،

▪️كل من ترونه الآن ويقال عنهم فلان حزبي وفلان حزبي كلهم ما ضاعوا إلا بهذه الوسيلة،
▪️يأخذون بهذه النظرية: (آخذ الحق وأترك الباطل)
▪️فيأخذ الباطل ويترك الحق ويصبح عدوا للحق حربا على أهله. }

http://www.rabee.net/ar/save.php?typ=2&newsid=277

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

➥ #Manhaj #Fawaid #Nasehat #mengambil_ilmu #mulabbis

[VIDEO] Shalat Iftitah Sebelum Tarawih

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/abivylGnLs0 (Durasi: 1:49)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=abivylGnLs0

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
SHALAT IFTITAH SEBELUM TARAWIH

[ Pertanyaan ]

Bagaimana pendapat anda wahai Syaikh terkait seorang imam yang membuka shalat malam sebelas rakaat dengan dua rakaat ringan dan apakah benar tindakan tersebut?

[ Jawaban ]

Tindakan ini (mengawali shalat tarawih dengan dua rakaat) tidak benar. Pembuka shalat malam pada shalat tarawih dengan dua rakaat ringan (shalat Iftitah) tidaklah benar. Dikarenakan shalat Iftitah dengan dua rakaat yang ringan untuk shalat malam ini bagi mereka yang tidur.[*]

Dikarenakan apabila seorang tidur syaithan akan mengikat dengan tiga ikatan pada pangkal kepalanya. Apabila dia bangun kemudian Berdzikir (berdoa) maka akan terlepas satu ikatan, dan apabila setelah itu dia bersuci akan terlepas satu ikatan berikutnya, dan apabila dia shalat maka akan terlepas ikatan yang ketiga.

Oleh karena inilah lebih utama bagi mereka yang shalat malam setelah tidur untuk membuka shalat malamnya dengan dua rakaat ringan, hal ini ditetapkan oleh sunnah baik dari ucapan Nabi (ﷺ) dan juga perbuatan beliau.

Adapun shalat tarawih, karena dia dikerjakan sebelum tidur maka tidak dibuka dengan shalat Iftitah.

__Catatan__
[*] Adapun hadits yang dimaksud adalah hadits:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah (ﷺ) bersabda:

{ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ فَارْقُدْ! فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ. }

“Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas, bila ia berwudhu’ satu ikatan lagi lepas dan bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas.” [HR. Al-Bukhari, kitab at-Tahajjud]

http://binothaimeen.net/content/301

┄┄┉┉✽̶»̶̥🌼»✽̶┉┉┄┄
Bergabunglah bersama kami di chanel telegram pada link berikut ini
http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
Jendela Sunnah
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fiqih #Ibadah #ramadhan #shalat #iftitah

[ARTIKEL] Nasehat Untuk Mereka Yang Suka Duduk Bermajelis dan Berdebat Dengan Ahlul Ahwa`

🚇NASEHAT UNTUK MEREKA YANG SUKA DUDUK BERMAJELIS DAN BERDEBAT DENGAN AHLUL AHWA`

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allamah Al-Muhaddits Rabi' bin Hadi bin Muhammad 'Umair Al-Madkhali hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Apa nasehat Anda wahai Syaikh untuk seseorang yang :
- Pergi ke Majelis-majelis Ahlul ahwa dan hadir di ceramah-ceramah mereka,
- Mengucapkan salam kepada mereka untuk memastikan tentang apa yang mereka ucapkan,
- dan mendebat mereka?

[ Jawaban ]

{ هذا غالبا يذهب يصبح حزبي إما للتبليغ أو طائفة صوفية أو طائفة رافضية أو جهمية, لابد هذا الصنف يعاقبهم الله عز وجل لأنهم خالفوا هدي محمد عليه الصلاة والسلام وتوجيهاته وخالفوا هدي السلف وغامروا بدينهم }

ORANG INI PADA UMUMNYA AKAN MENJADI SEORANG HIZBY.
▪️ Baik (pengikut firqoh) tabligh
▪️ atau kelompok Shufiyyah
▪️ atau kelompok Rofidhah
▪️ atau Jahmiyah.
- Kelompok ini yang Allah 'Azza wa Jalla mesti menimpakan hukuman kepada mereka karena mereka telah menyelisihi petunjuk dan tuntunan Muhammad (ﷺ). Mereka telah menyelisihi bimbingan Salafus shalih dan menghadapkan bahaya terhadap agama mereka..

{ فهؤلاء غالبا ما يضيعون ويلتحقون بأحزاب الشر }

“Sehingga mereka seringnya akan binasa dan bergabung dengan kelompok-kelompok jelek.”

[Sebagai contoh]
Ibnu 'Aqil adalah (ibarat) gunung dari gunung-gunung dalam (puncak) kecerdasan, keluasan, dan ilmu. Mereka (ulama sezaman dengannya) telah menasehati dirinya untuk tidak mendatangi kelompok mu'tazilah. Dia tetap pergi menemui mereka maka jadilah dia seorang berpemahaman mu'tazilah.

Abu Dzar salahsatu murid Ad-Daruquthni dahulunya seorang imam dalam sunnah. Dia mendengarkan satu kalimat (dari ahlul hawa) yang menyambarnya sehingga menjadi seorang beraqidah Asy'ariyah.

Abdurrozzaq (ash-Shon'aniy) bermajelis dengan Ja'far bin Sulaiman Ad-Dhuba'i. Dia bermajelis bersamanya yang terpengaruh pemahaman Syi'ah maka Abdurrozzaq beralih; berpendapat dan berpaling kepada tasyayyu' (paham Syi'ah). Si miskin ini pun menjadi bagian kaum Syi'ah. Walaupun tasyayyu'nya tidaklah sangat, kita tidak akan menzholiminya, tetapi ia telah terjatuh dan terpengaruh.

{ فالذي يجالس أهل الباطل لا بدّ أن يتأثر رغم أنفه, مهما ادعى لنفسه لابدّ أن يتأثر }

“Maka orang yang bermajelis dengan Ahlul bathil pasi akan terpengaruh, baik ia menghendaki atau tidak. Bagaimana pun dia mengaku-aku dapat menjaga dirinya, ia mesti akan terimbas (pemikirannya)”

Karena Rasulullah (ﷺ) yang selalu berkata benar lagi dibenarkan telah mewanti-wanti dan bersabda:

{ ﺇِﻧِّﻤَﺎ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻭَﺟَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺴُّﻮﺀِ ﻛَﺤَﺎﻣِﻞِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﻭَﻧَﺎﻓِﺦِ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ , ﻓَﺤَﺎﻣِﻞُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﺬِﻳَﻚَ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺒْﺘَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ ﻣِﻨْﻪُ ﺭِﻳﺤًﺎ ﻃَﻴِّﺒَﺔً , ﻭَﻧَﺎﻓِﺦُ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﺮِﻕَ ﺛَﻴَﺎﺑَﻚَ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ ﺭِﻳﺤًﺎ ﺧَﺒِﻴﺜَﺔً }

“Tidak lain permisalan teman duduk yang sholih dengan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Maka penjual minyak wangi baik ia menghadiahkan kepadamu atau engkau membeli darinya atau (minimal) engkau akan mendapatkan aroma yang wangi darinya. Sedangkan pandai besi boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau mendapati aroma yang busuk.”

Yakni teman duduk yang shalih -Masya Allah- dia memiliki tiga keadaan yang semuanya baik:
1. Boleh jadi dia akan memberi dan menyodorkan untukmu hadiah "Silahkan, ini minyak wangi untukmu!" Ia sodorkan untukmu satu botol, dia berikan kepadamu.
2. Boleh jadi engkau akan membeli darinya yakni engkau belanja darinya.
Kamu mendapatkan manfaat darinya dan ini suatu kebaikan, (karena) engkau tidak membeli khomer dan juga sesuatu yang haram bahkan membeli sesuatu yang baik yang dicintai Allah Azza wa Jalla yang dianjurkan bagimu (memakainya) ketika sholat, dikehendaki darimu ketika masuk masjid. Maka dari orang ini engkau mendapatkan manfaat.
3. Barangkali juga engkau akan mendapatkan darinya aroma wangi dan ini adalah kebaikan.

Sedangkan teman duduk yang jelek laksana pandai besi:
- Bisa jadi dia akan membakar pakaianmu
- dan boleh jadi engkau mendapati aroma busuk yang mungkin akan menimbulkan penyakit kanker atau suatu penyakit atau sesuatu selainnya.

Kita mohon perlindungan kepada Allah. Maka teman duduk sudah tentu akan memberikan kepadamu kejelekan dan keburukan.

{ والمرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل }

“Dan seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya maka perhatikanlah masing-masing kalian kepada siapa ia berteman dekat!”

{ الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين }

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” [QS Az-Zukhruf: 67]

Para pengikut hawa nafsu dan Ahlul bid'ah bukanlah termasuk dari mereka (yang diperkecualikan di dalam ayat).


Engkau telah mendapati beberapa ayat dan hadits (sebagaimana telah disebut) yang memberikan peringatan sedangkan engkau mengatakan:

{ لا أمشي }

“Aku tidak akan berjalan (mengikutinya)!”

Siapa yang telah memberikan kepadamu sifat maksum (terlindung dari kesalahan)! Apabila Rasulullah (ﷺ) dahulu memperingatkan para shahabatnya dan Salafus shalih dahulu mereka adalah para imam yang diibaratkan laksana pegunungan (yang kokoh) mereka menutup telinga-telinga mereka dan tidak ingin mendengar (ucapan) Ahlu bid'ah (lalu bagaimana denganmu?).

Adapun engkau justru pergi, mengunjungi, dan menghadiri pengajian-pengajian mereka yang akan menimpamu kejelekan-kejelekannya, dari asap dan semburannya.

Kami telah banyak pengalaman, sudah menjalani banyak hal. Kami sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun.
▪️ Mereka-mereka yang teperdaya ini lenyap binasa dan tersesat kebingungan. Ujung-ujungnya dapat dipastikan demikian, MEREKA AKAN BINASA. Kita memohon kepada Alloh perlindungan.
▪️ Betapapun kecerdasan yang telah ia raih maka sesungguhnya Allah yang akan menentukannya.

Kita katakan kepadanya:

ذكـاءك لا ينفعك! لا بد أن تبذل الأسباب في حمــاية هذا الـــدين الذي أعـــطاك الله وتحــافظ عليه, هذه نعمــة لا تلعب فيها..

“Kecerdasanmu tidak akan bermanfaat (menangkal kejelekan mereka) kepadamu! Engkau harus menempuh sebab-sebab dalam menjaga agama ini yang telah Alloh berikan kepadamu dan engkau berupaya memeliharanya. Ini adalah suatu nikmat, jangan engkau bermain-main dengannya!”

{ الآن من ترون من الحزبيين - في هذه البلاد - كلهم أصلهم سلفيين في هذه البلاد؛ كلهم ضاعوا بسبب المخالطة والمعاشرة والقراءة والسماع لأهل الأهواء }

“Sekarang siapa yang kalian lihat dari hizbiyyun -di negeri ini- mereka semua pada asalnya adalah salafiyyin di negeri ini. Mereka semua telah celaka dengan sebab berkumpul, bergaul, dan membaca serta mendengarkan para pengikut hawa nafsu.”

Segala yang kalian lihat sekarang dan yang dikatakan tentang mereka bahwa si fulan hizbi dan fulan hizbi... mereka seluruhnya tidaklah hancur kecuali dengan wasilah (sebab) ini, mereka berpegang dengan pendapat ini:

{ آخذ الحق وأترك الباطل }

“Aku ambil yang benar-nya dan aku tinggalkan yang bathil-nya.”

Kemudian dia malah mengambil yang bathil dan meninggalkan yang haq serta menjadi musuh bagi al-Haq dan memerangi Ahlul Haq!

[Fatawa Aqidah dan Manhaj Pertemuan Kedua]

Sumber: http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=29&id=277

* * *
Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh hafidzahullah [FBF-2]
__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
[ Arsip ] WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Nasehat #untuk_mereka #yang_duduk #bermajelis #berdebat #dengan_ahlul_ahwa

[ARTIKEL] Dua Hal Yang Berbeda, Antara Mengharapkan Taubatnya Ahlu Bid’ah dan Larangan Bermajelis Dengannya

DUA HAL YANG BERBEDA, ANTARA MENGHARAPKAN TAUBATNYA AHLU BID’AH DAN LARANGAN BERMAJELIS DENGANNYA

Pintu taubat selalu terbuka bagi orang yang melakukan perbutan dosa selama nyawa belum sampai tenggorokkan dan matahari belum terbit dari barat.

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

{ وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَحِيمًا }

“Dan orang-orang yang tidak menyembah sesembahan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih. Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [1]

Rasulullah (ﷺ) bersabda:

{ إِنَّ اللَّهَ عَزَّوَجَلَّ لَيَقْبَ لُتَوْبَةَ الْعَبْدِ، مَا لَمْ يُغَرْغِرْ }

“Sesungguhnya Allah Azza wajalla menerima taubat seorang hamba, selama nyawa belum sampai tenggorokkan.” [2]

Rasulullah (ﷺ) bersabda:

{ مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ }

“Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, Allah menerima taubatnya.” [3]

Termasuk pintu taubat pun terbuka bagi ahlu bid’ah, orang-orang sesat lagi menyimpang. Namun bukan berarti atau jangan disalah pahami dengan ini boleh bagi kita untuk bermajelis dan duduk-duduk dengan ahlu bid’ah.

Perhatikan dalil-dalil berikut ini.

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

{ وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللهَ جَامِعُ المُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا }

“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) kepada kamu di dalam Kitab (Al Quran) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” [4]

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

{ وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ }

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain dan jika syaithan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” [5]

Berkata Al-Imam Syaukani Rahimahullah:

{ وفي هذه الآية موعظة عظيمة لمن يتسمح بمجالسة المبتدعة، الذين يحرّفون كلام الله، ويتلاعبون بكتابه وسنة رسوله، ويردّون ذلك إلى أهوائهم المضلة وبدعهم الفاسدة، فإن إذا لم ينكرعليهم ويغير ما هم فيه فأقلّ الأحوال أن يترك مجالستهم ،وذلك يسيرعليه غير عسير . وقد يجعلون حضوره معهم مع تنزّهه عما يتلبسون به شبهة يشبهون بها على العامة، فيكون في حضوره مفسدة زائدة على مجرد سماع المنكر }

“Di dalam ayat ini terdapat nasehat yang agung bagi orang bermurah hati (ramah -ed) dengan duduk-duduk kepada ahlu bid’ah yang mereka menyelewengkan kalamullah (Al-Qur’an, ayat-ayat-Nya -ed), bermain-main dengan Kitab-Nya, sunnah Rasul-Nya yang mereka inginkan dengan itu yaitu mengajak kepada hawa nafsu mereka yang sesat, dan kebid’ahan mereka yang rusak, maka apabila tidak bisa mengingkari mereka dan merubah apa yang ada pada mereka, maka keadaan yang paling ringan adalah dengan meninggalkan duduk-duduk bersama mereka, yang demikian itu mudah atasnya tidaklah sulit. Dan sungguh dengan hadirnya seseorang bersama mereka (ahlu bid’ah) bersamaan dengan bersihnya orang tersebut dari apa yang mereka samarkan (rancukan dari kebenaran) dengan syubhat, yang menjadi syubhat atas kebanyakan orang, maka menjadikan hadirnya (bersama ahlu bid’ah) sebuah kerusakan yang lebih dibandingkan sekedar mendengarkan kemungkaran.” [6]

Rasulullah (ﷺ) bersabda:

{ مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً }

“Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang yang shalih dan orang yang jahat, seperti orang yang bergaul dengan seorang yang membawa minyak wangi dan pandai besi, orang yang membawa minyak wangi (tukang minyak wangi) mungkin memberi minyak wangi kepadamu atau engkau membeli darinya, paling tidak engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi kemungkinan apinya akan membakar bajumu atau engkau mendapati bau yang tidak enak darinya.” [7]

Berkata Al-Haafidz Ibnu Hajar Rahimahullah:

{ وفي الحديث النهى عن مجالسة من يتأذى بمجالسته في الدين والدنيا والترغيب في مجالسة من ينتفع بمجالسته فيهما }

“Pada hadits ini terdapat larangan dari bergaul kepada orang yang berdampak (jelek –ed) bagi agama dan dunia dan anjuran untuk bergaul kepada orang yang bermanfaat bagi agama dan dunia.” [8]

Berkata Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah:

{ فِيهِ تَمْثِيله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَلِيس الصَّالِح بِحَامِلِ الْمِسْك، وَالْجَلِيس السُّوء بِنَافِخِ الْكِير، وَفِيهِ فَضِيلَة مُجَالَسَة الصَّالِحِينَ وَأَهْل الْخَيْر وَالْمُرُوءَة وَمَكَارِم الْأَخْلَاق وَالْوَرَع وَالْعِلْم وَالْأَدَب، وَالنَّهْي عَنْ مُجَالَسَة أَهْل الشَّرّ وَأَهْل الْبِدَع، وَمَنْ يَغْتَاب النَّاس، أَوْ يَكْثُرفُجْرُهُ وَبَطَالَته . وَنَحْو ذَلِكَ مِنْ الْأَنْوَاع الْمَذْمُومَ }

“Di dalam hadits (ini) terdapat perumpamaan dari Nabi (ﷺ) bahwa teman duduk yang shalih seperti penjual minyak wangi dan perumpamaan teman duduk yang jelek seperti pandai besi, dan di dalamnya (di dalam hadits) terdapat keutamaan bergaul dengan orang shalih, orang yang baik, orang yang menjaga muru’ah (wibawa/kehormatan), orang yang mempunyai akhlaq yang mulia, orang yang wara’ dan memiliki adab dan (di dalam hadits ini –ed) terdapat larangan dari bergaul dengan orang yang jelek, ahlu bid’ah, orang yang mengumpat manusia, atau bergaul dengan orang yang banyak berbuat dosa dan pengangguran dan semisalnya dari macam-macam orang yang tercela.” [9]

Dalil-dalil di atas sangatlah jelas bagi kita akan dilarangnya seseorang bermajelis dan duduk dengan ahlu bid’ah, orang-orang sesat dan menyimpang. Mengharap taubatnya ahlu bid’ah dan orang-orang sesat adalah sebuah perkara. Dan menjauhi ahlu bid’ah adalah perkara yang lain.

Perhatikan perkataan para ulama tentang larangan dari bergaul, bermajelis dengan ahlu bid’ah, orang-orang sesat dan menyimpang.

Berkata Abu Qilabah Rahimahullah:

{ لا تجالسوا أهل الأهواء، ولا تجادلوهم، فإني لا آمن أن يغمسوكم في الضلالة، أو يلبسوا عليكم في الدين بعض ما لبس عليهم }

“Janganlah kalian duduk bersama ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah –ed) dan janganlah mendebat mereka dikarenakan sesungguhnya aku tidak merasa aman mereka menanamkan kesesatan kepada kalian atau menyamarkan (merancukan –ed) kepada kalian perkara agama, sebagian perkara agama yang mereka samarkan.” [10]

Ismail bin Khorijah menceritakan, beliau berkata:

{ دخل رجلان على محمد بن سيرين من أهل الأهواء، فقالا : يا أبا بكر نحدثك بحديث؟ قال : لا قالا : فنقرأ عليك آية من كتاب الله عزوجل؟ قال : لا، لتقومن عني أو لأقومن }

“Dua orang dari ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah) masuk menemui Muhammad bin Siiriin mereka berdua berkata : “Wahai Abu Bakar (kunyah ibnu Siiriin –ed), kami akan menyampaikan satu hadits kepadamu? Berkata (Ibnu Siiriin) : “Tidak.” Berkata lagi dua orang tersebut : “Kami akan membacakan satu ayat kepadamu dari Kitabullah (al-Qur’an) Azza wa Jalla?” Berkata (Ibnu Siiriin) : “Tidak. Kalian pergi dariku atau aku yang pergi.” [11]

Bahkan inilah (tidak bergaul dengan ahlu bid’ah dan orang-orang sesat) adalah salah satu ciri atau karakteristik seorang yang mengaku dirinya sebagai seorang salafy.

Berkata Al-Fudhail bin ‘Iyyadh rahimahullah:

{ أدركت خيار الناس كلهم أصحاب سنة وينهون عن أصحاب البدع }

“Saya telah mendapatkan bahwa sebaik-baik manusia seluruhnya adalah ahlussunnah dan mereka senantiasa melarang bergaul dengan ahlu bid’ah.” [12]

Dan sangat dikhawatirkan orang yang bergaul dan bermajelis dengan ahlu bid’ah akan terpengaruh.

Ibnu Baththah Al-Ukbary berkata:

{ ولقد رأيت جماعة من الناس كانو ايلعنونهم، ويسبونهم، فجالسوهم على سبيل الإنكار، والرد عليهم، فمازالت بهم المباسطة وخفي المكر، ودقيق الكفرحتى صبو إليهم }

“Saya pernah melihat sekelompok manusia yang dahulunya melaknat ahlu bid’ah, lalu mereka duduk bersama ahlu bid’ah untuk mengingkari dan membantah mereka dan terus menerus orang-orang itu bermudah-mudahan, sedangkan tipu daya itu sangat halus dan kekafiran sangat lembut dan akhirnya terkena kepada mereka.” [13]

Semoga Allah memberikan pemahaman agama dan menjaga serta mengistiqamahkan kita semua. Amin, wallahu a’alam bis shawwab.

Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Mudakir Al-Jakarty hafizhahullah
Sumber: https://tauhiddansyirik.wordpress.com/2012/09/27/dua-hal-yang-berbeda-antara-mengharapkan-taubatnya-ahlu-bidah-dan-larangan-bermajelis-dengannya/

___Catatan___
[1] Qs. Al-Furqan : 68-70
[2] HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani
[3] HR. Muslim
[4] Qs. an-Nisā’ : 140
[5] Qs. al-An’ām : 68
[6] Fathul Qadiir, Pada Ayat ini
[7] HR. Bukhari : 5534 dan Muslim : 2628 dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari
[8] Fathul Bari : 4/324, Daarul Hadits Al-Qaahirah
[9] Syarh Shahih Muslim : 8/427
[10] Asyari’ah Al-Ajuri : 56 – Al Ibanah Ibnu Bathah : 2/437
[11] Asyari’ah Al-Ajuri : 57 – Al Ibanah Ibnu Bathah : 2/446
[12] I’tiqaad Ahli Sunnah, Al-Lalikai 1/138
[13] Al-Ibanah : 2/470

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #mengharapkan_taubat #larangan_bermajelis_dengan #ahlul_bid_ah

[VIDEO] Bagi Yang Suka Bergambar & Berfoto Ria!!!

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/XSheE_8H-bM (Durasi: 1:07)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=XSheE_8H-bM

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
BAGI YANG SUKA BERGAMBAR & BERFOTO RIA!!!

[ Pertanyaan ]

Saya seorang pemuda yang senang bergambar dan berfoto. Tidaklah berlalu sebuah momen penting kecuali pasti aku mengambil gambar untuk kenang-kenangan. Lalu foto-foto tersebut aku simpan dalam album. Sudah berlalu beberapa bulan ini aku belum membuka album tersebut dan melihat-lihat fotonya. Apa hukum foto-foto tersebut yang sengaja aku ambil dan mengabadikannya? (yakni foto-foto manusia/makhluk bernyawa, pen)

[ Jawaban ]

WAJIB ATASMU UNTUK BERTAUBAT KEPADA ALLAH 'AZZA WA JALLA ATAS PERBUATANMU, dan hendaknya kamu bakar semua gambar/foto yang kamu simpan di album tersebut. Karena tidak boleh menyimpan foto/gambar untuk kenang-kenangan.

Maka sejak mendengar penjelasanku ini kamu wajib untuk membakar foto/gambar tersebut.

Aku memohon kepada Allah hidayah untukku dan untukmu serta keselamatan dari segala kejelekan.

[Silsilah “Fatawa Nur 'ala ad-Darb", kaset no 370]

حكم التصوير والاحتفاظ بالصور للذكرى

[ السؤال ]

طيب جزاكم الله خيراً. السائل حسن حسين يقول: أنا شاب أحب التصوير والاحتفاظ بالصور، ولا تمر مناسبة إلا وأقوم بالتقاط الصور للذكرى وهذه الصورة أحفظها داخل ألبوم، وقد تمر شهور دون أن أفتح هذا ألبوم وأنظر للصور، ما حكم هذه الصور التي أقوم بتصويرها والاحتفاظ بها؟

[ الجواب ]

{ الواجب عليك أن تتوب إلى الله عز وجل مما صنعت، وأن تحرق جميع الصور التي تحتفظ بها الآن؛ لأنه لا يجوز الاحتفاظ بالصور للذكرى، فعليك أن تحرقها من حين أن تسمع كلامي هذا، وأسأل الله لي ولك الهداية والسلامة مما يكره. }

[فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم 370]

المصدر : موقع الشيخ
[ Sumber ] http://binothaimeen.net/content/13225

[ Diambil dari ] http://www.manhajul-anbiya.net/bagi-yang-suka-bergambar-dan-berfoto-ria/

* * *
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

[VIDEO] Hukum Makan atau Minum Waktu Adzan Subuh di Bulan Ramadhan

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/7vQQXPWeN2g (Durasi: 1:42)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=7vQQXPWeN2g

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
HUKUM MAKAN ATAU MINUM WAKTU ADZAN SUBUH DI BULAN RAMADHAN

[ Pertanyaan ]

Apa hukum orang yang minum air di bulan Ramadhan sedangkan muadzin mengumandangkan adzan?

[ Jawaban ]

Hal ini perlu dilihat, apabila muadzin tidak mengumandangkan adzan kecuali jika dia telah melihat fajar maka wajib atasnya untuk menahan dari saat dia mendengar adzan, akan tetapi Imam Ahmad meriwayatkan di dalam Musnadnya dengan sanad yang jayyid (baik):

{ أن الإناء إذا كان في يد الإنسان فلا يضعه حتى يقضي نهمته منه }

"Bahwa bejana apabila berada di tangan seorang insan maka jangan dia letakkan hingga dia penuhi hajatnya darinya."

Adapun apabila muadzin mengumandangkan adzan berdasarkan jadwal shalat maka urusannya luas; karena mereka para muadzin jika ditanya: apakah kalian menyaksikan bahwa fajar telah terbit? Mereka akan menjawab: kami tidak melihat, dan kalian akan melihat mereka di wilayah barat mengumandangkan adzan berdasarkan jadwal shalat.

Dan telah memberitahukan kepadaku orang-orang yang tsiqah bahwa mereka mendengar adzan muadzin dalam keadaan matahari belum terbenam; karena mereka tidak menyaksikan fajar (terbit) dan tidak menyaksikan matahari, dan sebatas pengetahuan kami sekarang bahwa para muadzin tidak mengumandangkan adzan pada waktu fajar akan tetapi mereka mengumandangkan adzan berdasarkan apa yang ada di hadapan mereka dari jadwal shalat, maka urusannya luas.

Apabila dia minum dan dikumandangkan adzan, atau makan sesuatu dan dikumandangkan adzan maka tidak mengapa.

[ Penanya ]

Menunaikan hajatnya sebagai bentuk kehati-hatian wahai syaikh.

[ Asy-Syaikh ]

Demi Allah aku tidak tahu. Sikap berhati-hati itu terjadi apabila dia memiliki sumbernya.

حكم الأكل أو الشرب وقت أذان الفجر في رمضان

[ السؤال ]

ما حكم من شرب الماء في رمضان والمؤذن يؤذن؟

[ الجواب ]

{ هذا ينظر إذا كان المؤذن لا يؤذن إلا إذا رأى الفجر وجب عليه أن يمسك من حين أن يسمع، لكن روى الإمام أحمد في مسنده بسند جيد:«أن الإناء إذا كان في يد الإنسان فلا يضعه حتى يقضي نهمته منه». وأما إذا كان المؤذن يؤذن على التقويم فالأمر في هذا واسع؛ لأن هؤلاء المؤذنين لو قلت لهم: تشهدون أن الفجر طالع؟ قالوا: لا نشهد، وتجدهم في المغرب يؤذنون على التوقيت. وأخبرني الثقات أنهم سمعوا المؤذنين يؤذنون والشمس لم تغرب؛ لأنهم لا يشاهدون الفجر ولا يشاهدون الشمس، وحسب علمنا الآن أن المؤذنين لا يؤذنون على الفجر إنما يؤذنون على ما بأيديهم من التقويم، فالأمر في هذا واسع. إذا شرب وهو يؤذن أو أكل شيئاً وهو يؤذن ليس به بأس. }

[ السائل ]

يقضي احتياطاً يا شيخ.

[ الشيخ ]

{ والله لا أدري. الاحتياط إنما يكون إذا كان له أصل. }

المصدر: [سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح: 150]

رابط المقطع الصوتي:

Audio dapat didengar di:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_150_25.mp3
—-------------------
Broadcast by
Ahlus Sunnah Karawang;
Channel MutiaraASK,
http://bit.ly/MutiaraASK
Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fiqih #Ibadah #puasa #ramadhan #sahur #makan_dan_minum_waktu_adzan_shubuh

[VIDEO] Betulkah Perselisihan Ulama Tentang Abul Hasan, Al-Halabi dan Ar-Ruhaili Masalah Ijtihadiyah?

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/LR_Xzbzd4SI (Durasi: 3:00)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=LR_Xzbzd4SI

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
BETULKAH PERSELISIHAN ULAMA TENTANG ABUL HASAN, AL-HALABI DAN AR-RUHAILI MASALAH IJTIHADIYAH?

[ Pertanyaan ]

Apa pendapat Anda (kepada seseorang yang berkata) bahwa perselisihan 'Ulama pada kesalahan-kesalahan dari Abul Hasan, Al-Halaby, dan Ar-Ruhaily adalah “Masalah ijtihadiyah” maka bagi pelajar untuk meninjau antara dua pendapat dan mengambil pendapat yang kuat baginya dari apa yang terlihat (condong kepada al-haq)?

[ Jawaban ]

Saya bertanya pada orang ini, yang mengkritisi mereka (al-Halaby dll ) dengan berkata: “Fulan telah berkata -yakni- Al-Halaby..., telah berkata Ar-Ruhaily..., telah berkata Al-Ma'riby... pada kitab ini atau pada kaset itu, dan datang (orang yang mengkritik) dengan (rekaman) suaranya dan memberikan kepadamu bantahan terhadapnya.
Sementara orang yang membantahnya (kritikan kepada mereka), apa yang ia katakan?

Jika dia datang kepadamu dengan sesuatu yang menolaknya (kebenaran dari kritikan terhadap mereka) maka setelah itu ambilah bersamanya,

{ Yang menentang mengatakan } mereka ini setiap kali (datang kritikan kepada seseorang, mereka berkata) “kami tidak melihat (padanya) kecuali kebaikan”, atau “kami tidak mendengar (tentangnya) kecuali kebaikan",

Kamu datangi orang yang semisal ini dan katakan kepadanya: “Apakah kamu mendengarnya berkata demikian?” Ia menjawab: “Tidak, tidak sampai kepadaku (ucapannya yang demikian)?”

“Apakah kamu mendengarnya berkata demikian?” Ia menjawab: “Tidak, tidak sampai kepadaku (ucapannya yang demikian)?”

KALAU BEGITU maka perkataanmu (kami tidak melihat atau mendengar tentang orang yang dikritik tersebut kecuali kebaikan) BUKANLAH HUJJAH.

Adapun seorang yang menjarh maka dia memiliki tambahan ilmu (tentang keadaan orang yang dikritisi), MAKA di saat itu benarlah apa yang dikatakan 'Ulama Hadist dalam istilah / ungkapan ilmu hadist:

{ يُقبلُ الجرح لأن مع صاحبه زيادة علم }

“Jarh (kritikan) tersebut diterima dikarenakan ada bersamanya(pengkritik) tambahan pengetahuan (tentang yang ia kritisi).”

_________________
Adapun mereka ini (Al-Halaby, Ar-Ruhaily, Al-Ma'riby dan semisalnya) mereka telah berjalan menuju thoriqoh Ahlul Ahwa/pengekor hawa nafsu, Masing-masing dari yang telah disebutkan tersebut, mereka ini telah menyelisihi Ahlus Sunnah dan Salafiyyin.

BAHKAN Ar-Ruhaily berkata sekitar 20 tahun silam bahwa ia mengingkari manhaj ini, yang mana sekarang kita (Ahlussunnah) berada di atasnya,

ini yang ia katakan pada pelajaran “Syarhu Risalatil Mu'allimin” pada (majlis)Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, di Qiblatain, dengan terang-terangan ia berkata demikian. Maka (ini) yang jadi syahid.

Begitupun 'Ali Al-Halaby, dan Abul Hasan telah berkata sekitar tahun 1416 H, dan ia mengingkari manhaj ini.

Begitu pula 'Ali Al-Halaby telah berkata sejak tahun 1412 hijriyah, ia mengingkari manhaj ini.

Mereka senantiasa saling berlomba-lomba setiap datang seseorang dan berkata sesungguhnya aku walaupun aku hidup belakangan dari zamannya, maka aku benar-benar akan mendatangkan apa yang para pendahulu(salaf) tidak mampu melakukannya.

Masing-masing menginginkan kedudukan yang utama baginya. Maka pergilah kalian (bersama keinginan tersebut)!


Manhaj ini, yang kita dan masyayikh kita di atasnya adalah manhaj yang para ulama telah mentazkiyah/ merekomendasi orang-orangnya bertahun-tahun silam. Kita masih berada di atasnya -walillahilhamd- dan semoga Allah kokohkan kita di atasnya.

Dan barangsiapa yang tidak menginginkan manhaj ini maka kita tidak menginginkan dia.

Dan barangsiapa yang telah merekomendasi mereka (Al-Halaby, Ar-Ruhaily, Al-Ma'riby dan semisalnya setelah datang tahdzir dengan bukti nyata) maka IA TELAH BERKATA DUSTA, tidak berkata dengan haq, karena ia menyelisihi tanpa bukti.

ولكن إن كان صاحب هوى فهو صاحب زور، وإن لم يكن، فهو لم يطّلع }

“Akan tetapi jika ia adalah orang yang mengekor hawa nafsu maka ia adalah orang yang berdusta. NAMUN jika bukan demikian (yaitu bukan ahlul ahwa)berarti ia BELUM MENELITI..”

{ وكلام المطّلع مُقدّم على كلام من لم يطّلع، والحقّ أحقّ أن يُتّبع. }

“dan perkataan orang yang sudah meneliti dikedepankan atas perkataan orang yang belum meneliti, dan kebenaran lebih berhak untuk diikuti..”

[ Sumber ] http://miraath.net/questions.php?cat=15&id=678

[ Alih Bahasa ]Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

Muroja'ah: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy حفظه الله

______________
مجموعـــة توزيع الفـــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Manhaj #Bantahan #tahdzir #ijtihadiyah #halabi #ruhaili #abulhasan #radio_rodja #tv_rodja #rodja #sururi #turatsi #ikhwani #mlm #mlmm

[VIDEO] Sunnahnya Berdzikir Dengan Mengeraskan Suara Setelah Salam Usai Shalat Lima Waktu

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/XiKf0IAx3Po (Durasi: 47:14)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=XiKf0IAx3Po

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
SUNNAHNYA BERDZIKIR DENGAN MENGERASKAN SUARA SETELAH SALAM USAI SHALAT LIMA WAKTU

Kajian Ilmiyah
| Ma'had As-Salafy Jember •• Selasa, 24 Jumadal Ula 1435H ~ 25/03/2014M

[ Audio ] http://bit.ly/1Upgtef

Sumber: [Arsip] WA Manhajul Anbiya


*** Faidah Terkait ***


DISUNNAHKAN UNTUK MENGERASKAN BACAAN DZIKIR SETELAH SHALAT LIMA WAKTU DAN SETELAH SHALAT JUM'AT SEUSAI SALAM

[ Pertanyaan ]

Bagaimana hukum dzikir berjamaah setelah shalat dengan suara bersamaan sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang? Dan bagaimanakah tata cara yang disunnahkan, dzikir dikeraskan ataukah dipelankan?

[ Asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah menjawab ]

YANG DISUNNAHKAN ADALAH MENGERASKAN SUARA KETIKA BERDZIKIR SETELAH SHALAT LIMA WAKTU DAN SETELAH SHALAT JUM'AT SEUSAI SALAM,

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan di dalam as-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, pen) dari Ibnu ' Abbas -radhiyallahu 'anhuma-:

“Sesungguhnya MENGERASKAN suara ketika berdzikir ketika jama'ah selesai menunaikan shalat wajib (setelah salam, pen) merupakan KEBIASAAN yang dilakukan di zaman Nabi -ﷺ-.”

Ibnu 'Abbas berkata :

“Dahulu aku bisa mengetahui bahwa mereka (para jama'ah shalat, pen) telah selesai mengerjakan shalat, apabila aku mendengarnya (mendengar suara dzikir yang dikeraskan setelah shalat, pen). [ Lihat Shahih al-Bukhari 841, Muslim 583, pen ]

Adapun melakukan dzikir secara berjama'ah,
🔺yakni setiap orang berusaha untuk bisa membaca dzikir bebarengan dengan yang lain dari awal sampai akhir,
🔺berusaha untuk mengikuti suaranya,
maka tata cara yang seperti ini tidak ada asalnya, bahkan ini adalah BID'AH.

Yang disyariatkan adalah semuanya berdzikir kepada Allah tanpa ada niatan untuk mempertemukan/membarengkan suara dari awal sampai akhir.

ما حكم الذكر الجماعي بعد الصلاة على وتيرة واحدة كما يفعله البعض وهل السنة الجهر بالذكر أو الإسرار؟

{ السنة الجهر بالذكر عقب الصلوات الخمس وعقب صلاة الجمعة بعد التسليم لما ثبت في الصحيحين عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد النبي صلى الله عليه وسلم قال ابن عباس: (كنت أعلم إذا انصرفوا بذلك إذا سمعته) . أما كونه جماعيا بحيث يتحرى كل واحد نطق الآخر من أوله إلى آخره وتقليده في ذلك فهذا لا أصل له بل هو بدعة، وإنما المشروع أن يذكروا الله جميعاً بغير قصد لتلاقي الأصوات بدءا ونهاية. }

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/946

•••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
http://bit.ly/ManhajulAnbiya
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fiqih #Ibadah #shalat #dzikir #dzikir_bada_shalat #jahr #sirr

[VIDEO] Menyikapi Perbedaan Dalam Mengikuti Imam Yang Melakukan Qunut Shubuh

Disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/hgHyNikQOVs (Durasi: 1:32)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=hgHyNikQOVs

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
MENYIKAPI PERBEDAAN DALAM MENGIKUTI IMAM YANG MELAKUKAN QUNUT SHUBUH

[ Pertanyaan ]

Bagaimana menyikapi qunut shubuh, jika imam qunut apakah kita sebagai makmum juga ikut qunut dengan alasan mau menghindari perselisihan?

[ Jawaban ]

DUA PENDAPAT YA IKHWAN DALAM MASALAH INI:
▶️Ada (pendapat, -pen) mengatakan diikuti
▶️Ada (pendapat, -pen) mengatakan tidak diikuti

Barakallahu fiikum.

Khilaf (perbedaan pendapat) ma'ruf dikalangan para ulama kita dan ahli fiqih kita semenjak zaman dahulu kala sampai sekarang ini, dua pendapat,
▪️ada yang mengatakan ikuti imam,
▪️ada yang mengatakan tidak diikuti imam, yang diikuti hanya perkara sunnah saja.

Jadi ketika ketika ada ikhwan kita yang ikuti imam jangan diingkari, "qunut, langsung mengaminkan ... begitu", jangan diingkari. Itu pendapat sebagian ulama. Ikhwan kedua yang diam saja, tidak ikut qunut. Ya sudah jangan diingkari.

Antum ambil pendapat yang rojih, antum amalkan, antum kemudian toleransi dengan pendapat yang lain. Khilaf masyhur dikalangan para ulama kita -barakallahu fiikum-.

Hatta (khilaf, -pen) dikalangan para asatidzah, juga makruf sebagian mereka mengatakan ikuti dengan imam, sebagian lagi mengatakan yang diikuti hanya yang sunnah saja.

✅Antum ambil yang rojih,
✅Antum amalkan,
✅Toleransi dengan pendapat yang lain.

Baarakallahu fiikum.

Tanya jawab kajian ilmiyah bertema: "Sabilun Najah" •• Sabtu & Ahad, 11-12 Muharram 1437H ~ 23-24 Oktober 2015M •• Masjid PonPes Anshorussunnah, Bone, Sul-Sel.

[Audio: http://bit.ly/1POAF7A - Versi Full]

[Arsip] WA Berbagi Faedah [WBF] via https://jendelasunnah.com
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fiqih #Ibadah #shalat #shubuh #qunut #khilaf #mengikuti_imam #tidak_mengikuti_imam

[VIDEO] Hukum Memiliki Televisi

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/HkQDHAlE5iI (Durasi: 1:11)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=HkQDHAlE5iI

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
HUKUM MEMILIKI TELEVISI

[ Pertanyaan ]

Apa hukum memiliki televisi?

[ Jawaban ]

Apabila mendatangkan televisi,
- maka mampukah engkau untuk mengendalikannya
- sehingga tidaklah ditonton kecuali sesuatu yang mubah (dibolehkan)?

Bila engkau MAMPU, maka tidak mengapa.

Namun bila engkau TIDAK MAMPU mengendalikannya, maka di sana ada yang namanya komputer.

Belilah salah satu jenis dari alat ini (komputer), lalu masukkanlah rekaman-rekaman yang engkau inginkan, sehingga dengan itu tercapailah tujuan yang diinginkan insya Allah.

[Silsilatul Liqa’usy Syahri > al-Liqa’usy Syahri, 77]

Tanbih:
Untuk kita yang berada di Indonesia, tidak diragukan lagi kerusakan/mudharat yang ditimbulkan Televisi sangat besar sekali dibanding manfaat yang bisa diambil, ahsan kaum muslimin berhati-hati dan jangan menjerumuskan diri dan keluarga kelembah kenistaan

حكم اقتناء التلفاز

[ السؤال ]

ما حكم اقتناء التلفاز؟

[ الجواب ]

إذا أتيت بالتلفاز هل تستطيع أن تسيطر عليه بحيث لا يشاهد فيه إلا ما كان مباحاً؟ إن كان الأمر كذلك فلا بأس، وإذا كنت لا تستطيع السيطرة عليه فهناك شيء يسمى: الكمبيوتر، اشتر من هذا النوع وضع فيه من الأشرطة ما تريد، ويحصل به المطلوب إن شاء الله.

[سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري، 77]

Sumber: http://forumsalafy.net/hukum-memiliki-televisi/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram : http://telegram.me/forumsalafy
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

[VIDEO] Ramadhan Tiba, Mengkhatamkan Bacaan al Qur'an Sebelumnya atau Memulai Bacaan Dari Awal Lagi?

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/jGKjA_DkrMc(Durasi: 1:04)

Download video dalam pelbagai Versi:
https://savemedia.com/watch?v=jGKjA_DkrMc

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
RAMADHAN TIBA, MENGKHATAMKAN BACAAN AL QUR'AN SEBELUMNYA ATAU MEMULAI BACAAN DARI AWAL LAGI?
[ Pertanyaan ]

Apabila saya belum mengkhatamkan bacaan al Qur'an yang saya baca sebelum Ramadhan, apakah saya memulai bacaan baru dari awal lagi di permulaan Ramadhan atau saya sempurnakan khatamnya dulu kemudian barulah memulai bacaan baru lagi dari awal setelah itu?

[ Jawaban ]

Tidak. Sempurnakan dulu bacaan al-Qura'nnya. Jika telah khatam sempurna barulah engkau mulai bacaan baru dari awal.

Adapun jika engkau belum menyempurnakannya dan engkau abaikan yang tersisa, lalu memulai dengan bacaan baru pada setiap Ramadhan, jangan. Itu tidak baik.

Sempurnakan dulu bacaan Al Qur'annya, kemudian setelah itu mulailah bacaan baru dari awal.

سئِل فضيلة الشيخ صالح بن فوزان الفوزان - أطال الله عمره على طاعته-: إذا لم أختم قراءة القرآن قبل رمضان فهل أبدأ من جديد مع بداية رمضان أم أكمل ختمه ، ثم أبدأ من جديد؟

فأجاب قائلا:

لا، أَكْمِلْ القرآن ثم إذا أكملته تبدأ من جديد

أما إذا أنك ما أكملته وتترك باقيه وتبدأ من جديد بعد كل رمضان، لا، ماهو طيب،

أكمِلْ القرآن ثم بعد ذالك تبدأ من جديد.

Link fatwa || http://www.albaidha.net/vb4/archive/index.php/t-57744.html

Sumber: Channel Telegram (الدعوة إلى الله وحده) @TheWayToAllah

•••••••
Majmu'ah AL ISTIFADAH
http://bit.ly/tentangwalis
Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
مجموعة الاستفادة
Ahad, 29 Sya'ban 1437H ~ 05.06.2016M
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fiqih #Ibadah #ramadhan #alquran #membaca_dari_awal #mengkhatamkan_bacaan_sebelumnya