[VIDEO] Bolehkah Taklid Pada Ulama?

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiry hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/r9t__grqFJ0

Download video dalam pelbagai Versi:
https://savemedia.com/watch?v=r9t__grqFJ0

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
BOLEHKAH TAKLID PADA ULAMA?

[ Pertanyaan ]

Apa pendapat anda tentang ucapan seseorang: ” Taqlidlah anda pada seorang ulama, maka anda akan selamat berjumpa dengan Allah.”

[ Jawaban ]

Ini merupakan ucapan orang awam. Maka pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang perkara taqlid. Siapa saja yang diperbolehkan taqlid dan siapa saja yang tidak boleh.

Taqlid asal katanya secara etimologi maknanya adalah meletakkan kalung pada leher. Yaitu maksudnya menyerahkan urusannya

Secara syar’i, taqlid maknanya menerima ucapan dari seseorang yang ucapannya bukan hujjah dengan tanpa mengetahui dalil ucapan tersebut. Maka dari definisi di atas, ada beberapa perkara yang tidak disebut taqlid. Diantaranya:

1. Ucapan seorang ulama yang dibangun di atas dalil al-Qur’an dan as-Sunnah.
2. Ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.

Jika kaum muslimin sudah bersepakat pada (hukum) sebuah perkara, maka wajib menerimanya. Dikarenakan ijma’ merupakan dalil dan hujjah dengan sendirinya.

Jika perkara ini sudah tetap, maka kita bisa mengklasifikasi manusia menjadi dua bagian:

1. Pihak yang diperbolehkan baginya taqlid. Yaitu orang awam dan juga para pelajar yang belum sampai sampai pada tingkatan mujtahid. Dimana dia belum memiliki keahlian untuk menganalisis sebuah hukum atau mengambil kesimpulan hukum dan beberapa dalil.
2. Pihak yang tidak diperbolehkan taqlid. Yaitu seorang ulama mujtahid. Tidak boleh baginya taqlid sampai dia betul-betul tidak mampu, maka boleh baginya taqlid pada seorang ulama yang terpercaya agama dan amanahnya. Baik ulama yang sezaman atau sebelumnya.

Demikian juga seorang ulama yang mampu berijtihad. Walaupun dia bukan mujtahid, tapi dia mampu berijtihad, mampu menganalisis sebuah dalil dan mengambil kesimpulan hukum darinya.

Keterangan tambahan: Taqlid yang diperbolehkan disini adalah pada perkara-perkara hukum fiqhiyyah ijtihadiyyah. Adapun pada perkara ushul dan aqidah, maka tidak ada taqlid padanya. Wallaahua’lam.

[Keterangan tambahan bisa diruju’ pada kitab-kitab ushul fiqh pada bab ijtihad]

Sumber: http://ar.alnahj.net/fatwa/139

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
URL: http://forumsalafy.net/?p=11156
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Fawaid #taqlid

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.