[VIDEO] Dakwah Ini Tidak Butuh Kepada Hizbiyyah..!

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-Fadhil Abu 'Ammar 'Ali bin Husain asy-Syarafi hafizhahullah

(Durasi: 3:20)

Versi Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=9IWMMuBrXdM

Download video dalam pelbagai Versi:
https://savemedia.com/watch?v=9IWMMuBrXdM

Himpunan Video AlFawaaidNet
http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet

________
- - - - - - - - -
DAKWAH INI TIDAK BUTUH KEPADA HIZBIYYAH..!
[Disertai Penegasan Tahdzir Ulama terhadap Gembong MLM Indonesia, Dzulqarnain si Pengacau Dakwah Salafiyyah]

.... Saya telah mendatangi beberapa markiz (ma'had) dari markiz-markiz di Indonesia yang berjumlah ratusan... afwan saya salah ucap, tadi saya katakan ratusan, yang benar puluhan hampir mencapai seratus-. Saya bertanya kepada salah seorang ikhwah, “Berapa jumlah markiz (di negeri kalian), apakah mencapai seratus?” Ia menjawab: “Ya.” Sejumlah seratus atau lebih, baik (markiz) yang kecil atau besar. Saya tanyakan itu ketika di Indonesia dan juga sebagaimana dikabarkan oleh saudara kita Abdul Hakam. Jadi markiz-markiz (di Indonesia) sangat banyak.

Mereka semangat dalam menuntut ilmu. Engkau bisa menjumpai seorang thalibul 'ilmi yang ia berdakwah sambil berdagang dan membuka usaha sehingga ia tidak meminta-minta kepada orang lain. Dan bersamaan itu ia mendakwahkan agama Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dakwah di sana (perkembangannya) baik, dakwah yang barakah lagi baik. Mereka memiliki semangat di atas kebaikan. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Agung untuk mengokohkan mereka.

Orang-orang yang terjun dalam dakwah di sana adalah ikhwah yang banyak jumlahnya. Yakni yang sibuk mengurusi dakwah dan tokohnya banyak, dan di antara mereka adalah Al-Ustadz al-Fadhil Luqman Ba'abduh. Dia warga negara Indonesia yang asal-usulnya berasal dari Hadhramaut, sekitar daerah Siyun. Beliau adalah salah seorang yang memegang urusan dakwah. Dan ikhwah seluruhnya walhamdulillah di atas satu kalimat (bersatu).

Di sana ada juga sebagian pengacau, dahulunya ia termasuk murid Syaikh Muqbil -rahimahullah Ta'ala-. Kemudian setelah itu ia keluar membuat KEKACAUAN terhadap dakwah Salafiyyah dan mencoba untuk membawa dakwah ke KANAN dan ke KIRI.

Orang ini dikenal di kalangan mereka dengan (nama) DZULQARNAIN. Dan Asy-Syaikh Rabi' -hafizhahullah- telah berbicara tentangnya, beliau mengatakan: “Orang ini MUTALAWWIN (bunglon) semisal talawunnya Ali (Hasan) al-Halaby.”

Asy-Syaikh Rabi' telah menjarhnya, mencelanya, mengetahui keadaannya, dan mengetahui sikap main-mainnya (terhadap dakwah Salafiyyah).

Ikhwah di Indonesia hendaknya mewaspadai orang ini dan orang-orang yang semisalnya.

Dan hendaknya mereka meletakkan tangan yang satu di atas tangan yang lainnya (bekerjasama) dan mendakwahkan agama Allah Azza wa Jalla.

Dakwah Salafiyah adalah dakwah yang terang-benderang wahai ikhwah! Ia tidak butuh untuk mengemis-ngemis kepada hizbiyun.

Dakwahkanlah agama Allah! Medan dakwah terbuka lebar. Berdakwahlah kepada agama Allah sesuai kadar kemampuanmu.
❌Ia (dakwah) tidak butuh kepada Hizbiyyah.
❌Ia tidak butuh kepada al-Ikhwanul Muslimun
❌Tidak butuh kepada kelompok ISIS, tidak pula al-Qaeda..
❌Tidak kepada Jamaah Tabligh (JT).
❌Tidak juga Ihya at-Turats yang hakekatnya adalah al-Ikhwanul Muslimun yang bertopeng Salafi.

TIDAK BUTUH KEPADA KELOMPOK-KELOMPOK INI.

Dakwahkan agama Allah! Dakwah itu terang benderang.

Dakwah tidak memerlukan untuk (metode) berbai'at, (mengangkat) amir/pimpinan, tidak pula mursyid 'aam (pembimbing umum), juga muraqib 'aam (pengawas umum).

Kita memiliki dakwah Salafiyah. Di sisi kita ada para ulama. Jika muncul sebuah permasalahan, alhamdulillah kita mempunyai ulama dan kita merujuk kepada mereka. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.

Kita tidak perlu untuk menyeret diri kita kepada hizbiyyah yang telah terbongkar kebusukan mereka, seperti Ihya at-Turats dan yang semisal dengan mereka.

Sumber: https://goo.gl/AmJXrW

---------------
Potongan audio "Pelajaran dan Faidah dari Perjalanan ke Indonesia"
| Malam Ahad, 17 Rajab 1437H di Masjid al-Khair di Tawahi, 'Aden - Yaman

)* Catatan: penerjemahan ini dengan tidak menyertai kalimat yang berulang.


Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidany -hafidzahullah-

__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #hizbiyyah #mlm #mlmm #dzulqarnainiyyun

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.