[VIDEO] Bantahan Syubhat Dakwah Salafiyah di Indonesia dipimpin oleh Luqman Ba'abduh

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullah

(Durasi: 4:06)

Versi Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=vEw3GJH-k28
Download video dalam pelbagai Versi:
https://savemedia.com/watch?v=vEw3GJH-k28

Himpunan Video AlFawaaidNet
http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet

________
- - - - - - - - -
BANTAHAN SYUBHAT DAKWAH SALAFIYYAH DI INDONESIA DIPIMPIN OLEH LUQMAN BA'ABDUH

Ikhwani fiddin a'azakumullah ini sering terucap dari orang-orang yang lebih mengutamakan perasaan kemudian berfikir di perasaannya;

"Kayaknya ngak benar nich... masak semua salah? ... Emang yang benar Salaf tok?"

"Kalau iya mau apa..??"

Ikhwani fiddin a'azakumullah dikira Salaf itu adalah nama, kelompok, organisasi yang dipimpin oleh ustadz fulan. Dikira mereka begitu. Sehingga... "masak kelompok itu paling benar sendiri, yang lain salah" Bukan ...!!

Salafy yang ngak ada kelompok-kelompokkan, ngak ada imam-imaman, ngak ada amirul mukminin.
Itu hanya tuduhan hizbiyin .. bahwa ini: "kelompok Salaf ini amirnya adalah fulan..."

Sama dengan surat kaleng, entah sekarang kalengnya elektronik. Dikirimkan lewat WA (whatsapp) ... Suara, suara orang jahil, suara orang bodoh! Bahwa dakwah Salafiyah di Indonesia ini dipimpin oleh Luqman Ba'abduh dan Luqman Ba'abduh itu begini dan begitu.

> Yang pernah milih dia siapa?
> Kapan pemilunya?
> Kapan kita musyawarah memilih amirul mukminin?
Ndak ada!

Itu tuduhan mereka saja! Siapapun, tidak beliau, tidak saya, tidak siapapun kalau salah, apakah diikuti?

Dulu, amirnya adalah panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Talib. Iya kan?
Toh sekarang ditinggal. Apa namanya?

Bukan Hizbiyyah. Kita lihat kalau salah, ya terpaksa harus ditinggal ... walaupun kita berharap, berharap, berharap untuk kembali ... berdoa, berdoa semoga kembali. Tetapi kalau kenyataannya tidak kembali, mau apa?

Demikian pula terjadi kalau na'udzubillah, terjadi pada saya, pada Ustadz Luqman dan lainnya, akan diperlakukan seperti itu oleh Salafiyyin.

Kenapa?
Karena kita bukan organisasi, bukan partai politik, kita bukan kelompok-kelompokkan walhamdulillahi rabil 'aalamin.

Cuma mereka dengan kaca mata bodohnya mereka, dengan kaca mata mereka yang sempit mengira bahwa ini kelompok baru, dengan pemimpin baru, pencetus baru ... padahal ini ikhwani fiddin a'azakumullah sudah ada sejak para shahabat masih hidup.

Anas bin Malik (radhiyallahu 'anhu) menyatakan: "Akan dibangkitkan seorang dari Salaf. Melihat kalian maka dia tidak akan lagi melihat pada kalian kecuali Shalatnya." Kecuali Shalat ini. Beliau menangis.

Sudah menyebutkan "Salaf" ... kalau dibangkitkan dari "Salaf". Demikian pula para ulama setelahnya, setelahnya ...

Imam Auzai (rahimahullah) menyatakan:

'Alaika bi atsari man Salaf - "Hendaklah kalian ikut jejak-jekak Salaf,"
wa inrofadhokannas - "walaupun manusia menolakmu"

Ini bukti kalau dakwah Salaf ini Bukan dagang sapi! Bukan dagang Kue!

'Alaika bi atsari man Salaf wa inrofadhokannas
"Hendaklah engkau pegang jejak-jejak Salaf walaupun manusia menolakmu."
Artinya manusia lari, manusia menjauh, tetap pegang Salaf.!?

Jangan seperti dagang:
"Wah kayaknya ini ngak laku. Kita ganti saja kismisnya dengan wijen supaya laku."
"Oh ternyata ini ngak laku, dikasih keju supaya laku."

Agama ngak demikian.!? Sudah baku dari Allah subhanahu wa ta'ala. Sudah baku diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kita hanya menyampaikan.

Kalau mereka menerima Alhamdulillah, kalau mereka menolak:

'Alaihi billah - "Atas mereka dengan Allah subhanahu wa ta'ala"

Urusannya:
Bainuhu wa baina rabbuh - "Antara dia dengan Allah subhanahu wa ta'ala"

Kita hanya menyampaikan. Baarakallahu fiikum.

Ditranskrip oleh;
Syabab Majmu'ah Al-Ukhuwah As-Salafiyyah
29 Jumadil Akhir 1437H

Sumber audio: http://bit.ly/1VckN1z
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid


#VideoFawaid #Manhaj #Bantahan

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.