Hukum Dzikrullah Ta'ala atau Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Di Saat Khutbah Jum'at

::: HUKUM DZIKRULLAH TA'ALA ATAU SHALAWAT KEPADA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM DI SAAT KHUTBAH JUM'AT :::

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹

P E R T A N Y A A N:

Fadhilatus Syaikh, seseorang yang berbicara dalam keadaan imam sedang khutbah di hari jumat dengan dzikrulloh atau sholawat kepada Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam ketika imam menyebutkan hal itu di dalam khutbah, atau mengaminkan do'a, maka apakah hal ini termasuk berbicara di saat khutbah? Dan apakah yang disyariatkan dan apa saja yang tidak disyariatkan bagi ma'mum di saat khutbah?


J A W A B A N:

Ini tidak termasuk dari berbicara, karena Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam telah membuat sebuah permisalan bagi kita dengan pembicaraan yang dilarang, beliau katakan:

{إذا قلتَ لصاحبِك}

“Apabila engkau berkata kepada temanmu.”

Dan engkau tidak sedang berbicara dengan teman engkau, engkau (berbicara) bersama Robb engkau 'Azza wa Jalla, maka apabila disebut asma Alloh di saat khutbah kemudian engkau mengatakan: subhanah, atau disebut nama rosul-Nya Shollallohu 'Alaihi Wasallam kemudian engkau katakan: Allohumma sholli 'alaihi, atau disebutkan sebuah pahala kemudian engkau katakan:

أَسْأَلُ اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهِ

“Aku memohon kepada Alloh karunia-Nya”

Atau disebutkan sebuah siksaan kemudian engkau katakan:

أَعُوذُ بِاللّٰهِ

“Aku berlindung kepada Alloh (darinya)”

Maka hal ini tidaklah termasuk ke dalam pembicaraan yang terlarang, akan tetapi apakah disunnahkan bagi setiap insan untuk mengatakannya atau tidak? Aku berpendapat bahwasanya hal itu tidak mengapa mengucapkannya, dan ini termasuk dari bagian perkara yang menghantarkan kepada hadirnya hati bersama imam yang berbeda dengan kondisi apabila dia lalai, akan tetapi dengan sebuah syarat: agar tidak mengganggu orang-orang yang berada di sekitarnya.

Sumber: Silsilah Al-Liqo As-Syahri > Al-Liqo As-Syahri [69].

_________________

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - حكم ذكر الله تعالى أو الصلاة علىي النبي صلى الله عليه وسلم أثناء خطبة الجمعة

السؤال:

فضيلة الشيخ، الرجل الذي يتكلم والإمام يخطب يوم الجمعة بذكر الله أو الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم عندما يذكر ذلك الإمام في الخطبة، أو يؤمن على الدعاء، فهل هذا يعتبر من الكلام أثناء الخطبة؟ وماذا يشرع وما لا يشرع للمأموم أثناء الخطبة؟

الجواب:

هذا لا يعد من الكلام، لأن النبي صلى الله عليه وسلم ضرب لنا مثلاً بالكلام المؤثر، فقال:« إذا قلت لصاحبك». وأنت ما قلت لصاحبك، أنت مع ربك عز وجل، فإذا ذكر اسم الله في أثناء الخطبة فقلت: سبحانه، أو ذكر رسوله صلى الله عليه وسلم فقلت: اللهم صل عليه، أو ذكر ثواب فقلت: أسأل الله من فضله، أو ذكر عقاب فقلت: أعوذ بالله، فإن هذا لا يدخل في الكلام المحرم، لكن هل يسن للإنسان أن يقوله أم لا؟ أرى أنه لا بأس أن يقوله، وهذا مما يدعو إلى حضور قلبه مع الإمام بخلاف ما إذا غفل، ولكن بشرط: ألا يشوش على من حوله.

المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [69]
الصلاة > صلاة الجمعة

*****

رابط المقطع الصوتي
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_069_11.mp3 [Link Audio Durasi 01:19]

Alih Bahasa: Al Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله - [FBF 2]

_____________________
مجموعـــــــة توزيع الفــــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] || www.alfawaaid.net

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.