Haq Seorang Suami Atas Istri

::: HAQ SEORANG SUAMI ATAS ISTRI :::

Disampaikan oleh: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed -hafidzahullah-

✹✹✹

Diantara HAQ seorang SUAMI atas istrinya adalah:

[ 01 ] MENTAATI suami dalam perkara yang ma’ruf.

Termasuk didalamnya perkara yg mubah dan mentaati suaminya bukan dalam perkara kemaksiatan.
☝ketika istrinya sudah mentaati suaminya, maka janganlah para suami mencari-cari alasan untuk menyalahkan Istri, untuk menceraikannya atau alasan yang lainnya..


[ 02 ] Menjaga KEHORMATAN suaminya

● menjaga kemuliaan suaminya
● menjaga HARTA suaminya
● menjaga RUMAH suaminya
● menjaga ANAK-ANAK suaminya

Dan inilah yang dikatakan dlm firman Allah:

﴿ فَالصَّالِحــَاتُ قَانِتـَــاتٌ حَافِظـــَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمـــَاحَفِظَ اللَّهُ ﴾

“…para wanita yang shalehah, ialah wanita yang taat, lagi menjaga diri [*] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). [An-Nisaa: 34]

_________
[*] menjaga kehormatan suaminya, menjaga dirinya seolah-olah dia menjaga suatu yang menjadi milik suaminya, menjaga harta dan barangan milik suami ketika suaminya tidak ada dirumah.


[ 03 ] TETAP TINGGAL tinggal dirumah suaminya.

● Dan tidak keluar dari rumahnya kecuali seizin suaminya
● Tidak TABARRUJ ala JAHILIYAH yakni antara maknanya - menjadikan keluar rumah sebagai kebiasaan sebagaimana kebiasaan wanita jahiliyah :
* berhias & mempercantik diri, memakai wangi-wangian ketika keluar rumah.


[ 04 ] SAFAR / mengikuti suaminya ke mana suami mengajaknya.
Seharusnya wanita lebih mementingkan suaminya ketimbang keluarganya sehingga dia lebih mendahulukan suaminya ketika diajak SAFAR / tinggal berjauhan dari keluarga demi mengikuti suami.


[ 05 ] Memberikan dirinya untuk suaminya KAPANPUN suaminya ‘MENGHENDAKINYA’
Ketika suaminya mengajak istri ke ranjangnya, maka wajib ditunaikan..


[ 06 ] Meminta izin kepada suami ketika hendak melakukan PUASA TATAWWU’ (puasa sunnah) ketika suaminya berada di rumah (tidak Safar).
* Namun jika puasa wajib, tidak mengapa dikerjakan tanpa izin suami.


[ 07 ] MENDIDIK anak-anak suaminya.

● diberi didikan ADAB-ADAB yg baik
● mendidik anak-anak dengan penuh KESABARAN
● TIDAK MEMARAHI anak-anak dihadapan suaminya
● tidak mendoakan kejelekan kepada anak-anak suaminya
● dan tidak mencercanya.


[ 08 ] Tidak melalaikan waktu luang dengan perkara yg sia-sia (lahwun).

● Misalnya, sibuk dengan main HP nya.. padahal suaminya ada dihadapannya
● Isilah waktu luang dengan membaca Al-Quran, membaca ayat-ayat dan makna-maknanya..
● dan baca khususnya surat An-Nur. Karena dalam surat An-Nur kata Syaikh Al-Jairullah ada adab-adab yang wajib, adab-adab rumah tangga, dan di dalamnya ada sekian pelajaran buat para wanita..

● Dan juga baca surat Al-Ahzaab yang di dalamnya juga digambarkan bagaimana keadaan para wanita, bagaimana adab-adab mereka, dan baca juga Siroh Rasul dan para shahabatnya dst..

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

﴿ وَاذْكُــرْنَ مــَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتــِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَــطِيفًا خَبِيرًا ﴾

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” [Al-Ahzaab: 34]

Allah Subhanahu Wata'ala telah menggariskan, dan Allah Maha Tahu, ini adalah jalan KEBAHAGIAN, tidak lain. Jalan KEBAHAGIAN adalah berikan HAQ-HAQ yg wajib ditunaikan (oleh Istri) sebagaimana nanti akan di bahas suami juga wajib menunaikan HAQ-HAQ Istri..

Maka niscaya akan turun AL-MAWADDAH, WARAHMAH WA SAKIINAH … akan turun ketenteraman, kasih sayang, cinta dengan sebab-sebab (yg telah disebutkan di atas) ini.

✲✹✲

Sumber: Kajian bertema: Kiat-Kiat Menuju Keluarga Bahagia | Sabtu (ba'da maghrib), 10 Jumadal Ula 1436H ~ 28/02/2015M
- http://bit.ly/18KqQoh (Durasi: 19:21)

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.