Celaan Abdurrahman Bin Mar'ie Terhadap Pemerintah Dari Atas Mimbar

::: CELAAN ABDURRAHMAN BIN MAR'IE TERHADAP PEMERINTAH DARI ATAS MIMBAR :::

Ditulis oleh: Abu Abdillah bin Ahmad Al-Lahjiy Al-Yamany -hafidzohullahu ta'alaa-

✹✹✹

الحمد لله حمدا يبلغ رضاه، و صلى الله على نبيه و مصطفاه، و على آله و صحبه و من والاه.

Sesungguhnya telah diketahui bahwa dosa-dosa kecil mengantarkan kepada dosa-dosa yang besar, seperti pada Firman Allah ta'ala:

﴿ فَلَمَّا زَاغُواْ أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُم ﴾

“Maka tatkala mereka berpaling dari kebenaran, Allah palingkan hati mereka”

Demikian juga Firman Allah ta'ala:

﴿ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضا ﴾

“Hati-hati mereka terdapat penyakit, kemudian Allah tambahkan kepada mereka penyakitnya”

juga Firman Allah ta'ala:

﴿ وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْساً إِلَى رِجْسِهِم ﴾

“Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan turunnya surat itu, bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada)”

Berkata Ibnul Qoyyim -rahimahullah- pada kitab “Madaarijus Saalikin” (1/224):

فإن البدع تستدرج بصغيرها إلى كبيرها، حتَّى يَنْسَلِخ صاحبها من الدِّين، كما تنسلُّ الشعرة من العجين

“Maka sesungguhnya kebid'ahan akan meningkat berangsur-angsur dari yang kecil hingga yang besar, hingga pelakunya terkupas habis dari agama, seperti terurainya sehelai rambut dari adonan.” -selesai penukilan-.

Dan benarlah seorang yang berkata:

﴿ كل الحوادث مبدؤها من النظر  ● ومُعْظم النار من مستصغر الشرر ﴾

■ "Setiap peristiwa permulaannya dari pandangan...
■ Dan besarnya kobaran api berasal dari percikan-percikan api yang kecil.”

Maka dari itu kita temukan bahwa Abdurrahman Mar'ie telah memulai penyimpangan-penyimpangannya dengan pengusiran para penuntut ilmu dari negara asing.

Kemudian tidak ridhonya ia dengan nasehat yang diberikan oleh ulama.

Dan sekarang, inilah ia mencela penguasa negerinya(waliyul amri). Ia berkata pada muhadhoroh -yang memenuhi mulutnya- tentang pergulatan yang terjadi sekarang ini (di Yaman):

إنما هو على الكراسي.

“Tidak lain itu untuk memperebutkan kursi-kursi kekuasaan.”

BAHKAN dia berkata:

إن على العبد ألا يرتبط بأي جهة.

“Sungguh bagi seorang hamba untuk tidak membela kepada salah satu pihak. ”

Dan ini sangat jelas bahwa dia tidak menaati pemerintah dan menasehatkan untuk tidak mendengar dan menaatinya.

Termasuk dari perkara yang sangat aneh -wahai ikhwah sekalian- ia banyak berbicara pada muhadhoroh-muhadhorohnya yang ia sampaikan di Aden di mana ia menghimbau Ahlus Sunnah pada muhadhorohnya untuk tetap di rumah-rumah (tidak ikut berperang melawan hutsi -pent).

Dan ini berarti bahwa kita tidak boleh memerangi kelompok hutsi rofidhoh BAHKAN membiarkan mereka berkuasa atas negeri (Yaman).

Dan hari-hari ini dipenuhi dengan keanehan-keanehan, maka kita memohon kepada  Allah Ta'ala untuk mengokohkan kita di atas kitab dan sunnah hingga kita bertemu dengan Allah.

----

طعن عبد الرحمن مرعي في ولاة الأمر على المنابر

الحمد لله حمداً يبلغ رضاه، وصلى الله على نبيه ومصطفاه، وعلى آله وصحبه ومن والاه

فإنه من المعروف أن الذنوب الصغيرة بريد إلى الذنوب الكبيرة، وكما قال تعالى : {فَلَمَّا زَاغُواْ أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ}، وقوله: {فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضاً}، وقوله: {وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْساً إِلَى رِجْسِهِمْ}.

وقال ابن القَيِّم في "مدارج السالكين" (1/224) : فإن البدع تستدرج بصغيرها إلى كبيرها، حتَّى يَنْسَلِخ صاحبها من الدِّين، كما تنسلُّ الشعرة من العجين .انتهى.
    وصدق القائل :

كل الحوادث مبدؤها من النظر  ● ومُعْظم النار من مستصغر الشرر .

ولهذا نجد أن عبد الرحمن مرعي قد ابتدأ مخالفاته بترحيل طلبة العلم الغرباء، ثم عدم رضاه بنصح أهل العلم، ثم ها هو ذا يطعن في ولي أمر البلاد، ويقول في محاضرة -الحسوة- في الصراع  الحاصل اليوم: إنما هو على الكراسي.

بل ويقول أيضا: إن على العبد ألا يرتبط بأي جهة.

وهذا واضح بأنه لا يطيع ولي الأمر، ويوصي بعدم السمع له والطاعة.
ومن الأمور العجيبة يا أخوتاه كثرة كلامه في المحاضرات التي ألقاه في عدن التي يحث فيها أهل السنة بلزوم البيوت.
ومعنى ذلك أننا لا نقاتل الحوثة الرافضة، بل نجعلهم يسيطرون على البلاد.

والأيام حبلى بكل عجيب، فنسأله تعالى الثبات على الكتاب والسنة حتى نلقى الله.
أبو عبد الله بن أحمد اللحجي اليمني

✲✹✲

Dikutip dari : Majmu'ah Manhajul Anbiya | Al Ustadz Abdul Hakam Abu 'Ali At-Tamimi (Aden - Yaman)

Alih Bahasa: Abu Kuraib Habib bin Ahmad(Bandung) حفظه الله - [FBF-1]

Muroja'ah: Al Ustadz Abu Yahya (Solo) Al Maidaniy حفظه الله - [FBF-5]

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.