Apa Hukum Taubatnya Seseorang yang Ditimpa Penyakit AIDS?

::: APA HUKUM TAUBATNYA SESEORANG YANG DITIMPA PENYAKIT AIDS? :::

[Dari Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah]

✲✲✲

P E R T A N Y A A N :

Seseorang yang terkena penyakit AIDS dan para dokter menetapkan bahwa umurnya sangatlah pendek, apa hukum taubat di waktu tersebut?


 J A W A B :

Wajib baginya untuk segera bertaubat, meskipun pada masa mendekati kematian, karena pintu taubat masih terbuka bagaimanapun juga kondisinya, selama ia masih berakal (sadar dan bisa berpikir).

Wajib baginya untuk menjauhi kemaksiatan meskipun para dokter menyatakan bahwa umurnya pendek. Umur-umur makhluq itu ada di Tangan Allah, bisa jadi prasangka dokter tersebut salah sehingga dia bisa hidup dalam waktu yang lama.

Intinya, WAJIB bagi setiap orang untuk SEGERA BERTAUBAT kepada Allah dengan jujur sehingga Allah akan menerima taubatnya, berdasarkan Firman Allah:

 ﴿ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون ﴾ َ[ النور: ٣١ ]

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Dan juga Firman Allah:

﴿ وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى ﴾ [طه: ٨٢]

“Dan Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, Kemudian tetap di jalan yang benar.”

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِر

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum di kerongkongan.”

Yakni: sebelum nyawanya berada di kerongkongan (sakaratul maut) dan hilang kesadarannya.
Dan Allahlah tempat memohon pertolongan.  

- - - -

إنسان أصيب بمرض الإيدز فما الحكم في توبته؟

س : إنسانأصيب بمرض الإيدز وقرر الأطباء أن عمره في هذه الحياة قصير جدا ، فما الحكم في توبتهفي هذا الوقت؟

ج :عليه أن يبادر بالتوبة ، ولو في لحظة الموت ؛ لأن باب التوبة مفتوح مهما كان ما دام عقله معه ، وعليه أن يبادر بالتوبة والحذر من المعاصي ولو قالوا : إن عمرك قصير فالأعمار بيد الله ، وقد يخطئ ظنهم فيعيش طويلا ، وعلى كل تقدير فالواجب البدار بالتوبة والصدق في ذلك حتى يتوب الله عليه ، لقول الله تعالى
▪﴿ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون ﴾ َ[ النور: ٣١ ]
▪وقوله سبحانه ;
﴿ وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى ﴾ [طه: ٨٢]
▪وقول النبي صلى الله عليه وسلم :إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر والمعنى ما لم يتغرغر بها الإنسان ويزول شعوره . والله المستعان.

http://alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=396&PageNo=1&BookID=16

______________
Sumber: Kitab "Al-Fatawa al- Muta’alliqah bith-thibbi Wa ahkamil-mardha | Kumpulan fatwa yang ditulis oleh Asy-Syaikh ‘Allamah Doktor Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah.

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Abdillah Al-watesy (Jember) حفظه الله

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.