Perbedaan Antara (Mengambil) Riwayat Dari Mubtadi' Dengan Duduk Berbaur Bersamanya dan Mengambil Faidah (Ilmu) Darinya

::: PERBEDAAN ANTARA (MENGAMBIL) RIWAYAT DARI MUBTADI' DENGAN DUDUK BERBAUR BERSAMANYA DAN MENGAMBIL FAIDAH (ILMU) DARINYA :::

✹✹✹

Berkata Syaikh Kholid bin Abdurrahman Al-Mishri -hafizhohulloh-:

Oleh karenanya kebanyakan dari para pemuda melakukan KESALAHAN tatkala mengatakan: “Saya akan mengambil dari seorang mubtadi' ucapan yang baik tentang surga dan tentang roqoiq (melembutkan hati) dan tentang...dan tentang..., SEBAGAIMANA KAUM SALAF DAHULU MEREKA MENGAMBIL RIWAYAT!”

Kami katakan: Memboikot mubtadi' adalah (dengan) celaan dan bentuk perendahan baginya, Bagaimana mubtadi' ini (justeru diperlakukan dengan) duduk bersamanya dan  berkumpul padanya ribuan manusia.

Apakah hadir dan mengambil dari orang ini termasuk ke dalam bab (pembahasan) dari bab-bab (pembahasan-pembahasan) seperti nasehat dan bimbingan atau takhwif (menakut-takuti) atau targhib dan tarhib (motivasi dan ancaman), Apakah ini termasuk dari persoalan hajr (pemboikotan) atau dia bertentangan bagi hajr..

Karena kita dalam masalah periwayatan (sebenarnya) tidaklah mengambil ilmu darinya, (namun) kita mengambil apa yang teriwayatkan dari Rosululloh -Shallallaahu 'alaihi wa sallam- apabila dia (perowi tersebut) jujur. Berarti...kita tidak akan mengambil darinya ilmu yang dia berijtihad padanya.

ولكنه لما يدخل في باب الزهد والرقائق ويجالس مِن هؤلاء وهؤلاء، يفخَّم أمره ويغتر به الناس،

Akan tetapi tatkala (kita malah mengambil faidah kepada mubtadi') dalam Bab Zuhud dan Roqoiq dan bermajelis (mengambil ilmu pent) dari mereka... dan mereka.., maka urusannya menjadi berat dan MANUSIA AKAN TERTIPU DENGANNYA..

Tholaq bin Habib telah diterima oleh kebanyakan ahli hadits riwayatnya namun mereka mentahdzir (memperingatkan) dari bermajelis kepadanya!

Sehingga sangat jelas perbedaan antara (mengambil) riwayat dari mubtadi' dan antara berbaur duduk bersamanya serta mengambil faidah darinya..maka orang-orang yang mereka mengambil riwayat dari Tholaq dan semisal Tholaq, mereka orang-orang yang mentahdzir dari apa dari duduk-duduk bersamanya!

 ليس فقط في دروسه بل بمجرد أن يروا أن أحداً جلس معه كانوا يحذِّرون منه

Bukan hanya di dalam pelajaran-pelajarannya saja bahkan hanya sekedar melihat bahwa seseorang duduk bersamanya pun mereka mentahdzir darinya".

Bayanat Al-Wadhihat Fi Fiqhi Manhajil Muwazanat War Rodd 'Ala Ahlit Tiih Was Syattat / Syabakah Sahab.

_________________
ففرق بين الرواية عن المبتدع وبين مخالطته والاستفادة منه

قال الشيخ خالد بن عبد الرحمن المصري –حفظه الله-

"لذلك يخطيء كثير من الشباب لما يقول آخذ من المبتدع الكلام الطيب عن الجنة و عن الرقائق وعن وعن ، كما أن السلف كانوا يأخذون الرواية !.

نقول هجر المبتدع ذماً واحتقاراً له، كيف هذا المبتدع يجلس ويجمع له ألوف الناس هل الحضور والأخذ عن هذا الرجل في باب من الأبواب كالوعظ والإرشاد أو التخويف أو الترغيب والترهيب ، هل هذا من باب الهجر أو هو مضاد للهجر ..

لأننا في الرواية لم نأخذ منه علماً , أخذنا ما روي عن رسول الله - صلي الله عليه و آله وسلم - إذا كان صادقا ، إذن .. لم نأخذ منه علماً اجتهد هو فيه، ولكنه لما يدخل في باب الزهد والرقائق ويجالس مِن هؤلاء وهؤلاء، يفخَّم أمره ويغتر به الناس، طلق بن حبيب قد قبل كثير من أهل الحديث روايته وحذَّروا من الجلوس إليه !

ففرق بين الرواية عن المبتدع وبين مخالطته والاستفادة منه واضح فالذين كانوا يأخذون الرواية من طلق وأمثال طلق، هم الذين كانوا يحذرون من ماذا من الجلوس معه ! ليس فقط في دروسه بل بمجرد أن يروا أن أحداً جلس معه كانوا يحذِّرون منه."

البيانات الواضحات في فقه منهج الموازنات والرد على أهل التيه والشتات / شبكة سحاب

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125686&page=2


Tambahan:
--------------

Tholaq bin Habib tertuduh dengan pemahaman murji'ah sebagaimana di dalam sebuah riwayat:

وروى " الدارمي "(1/120)وغيره عن أيوب– هو: السختياني – رحمه الله تعالى – قال : "راني سعيد بن جبير جلست إلى طلق بن حبيب– رمي بالإرجاء – فقال لي : ألم أرك جلست إلى طلق بن حبيب، لا تجالسه "وفي بعض الروايات "لا تجالسه فانه مرجئ""البدع والنهي عنها" لابن وضاح ص(52) " والسنة" لعبد الله بن الإمام أحمد (1/323) و"الشريعة" للآجري ص(144) و"الإبانة الكبري" (2/450)

Diriwayatkan oleh Ad-Darimi (1/120) dan selainnya dari Ayyub -yaitu As-Sakhtiyani- rohimahulloh Ta'ala beliau berkata:

"Sa'id bin Jubair melihat aku duduk bermajelis kepada Tholaq bin Habib -yang tertuduh dengan faham murji'ah- maka beliau berkata kepadaku:

"Bukankah aku melihat engkau duduk bermajelis kepada Tholaq bin Habib, jangan engkau duduk bermajelis dengannya".

Dalam sebagian riwayat:
"Jangan engkau duduk bermajelis denganya, karena dia seorang murji'ah".

Al-Bida' wan Nahyu 'Anha, karya Ibnu Wadhdhoh. Hal: 52, As-Sunnah karya Ibnu Imam Ahmad (1/323) dan As-Syari'ah karya Al-Aajuri. Hal: 144, Ibanatul Kubro (2/450)


__________________
✒Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh Al-Karawanjy حفظه الله - [FBF 2]

مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.