Orang Yang Tidak Menerima Hukum Para Ulama Ketika Mereka Membantah Orang Yang Menyelisihi Manhaj Salaf

::: ORANG YANG TIDAK MENERIMA HUKUM PARA ULAMA KETIKA MEREKA MEMBANTAH ORANG YANG MENYELISIHI MANHAJ SALAF :::

✹✹✹

Asy Syaikh Al 'Allaamah Zaid bin Muhammad bin Hadiy Al Madkhaliy rahimahullah

Apa pendapat Anda hafizhakumullah tentang orang yang tidak menerima hukum para ulama ketika mereka membantah sebagian orang yang menyelisihi manhaj salaf dan hukum para ulama atas orang itu dengan perkara yang mengeluarkan orang itu dari salafiyah, padahal mereka menyebutkan nukilan-nukilan ucapan orang itu yang menunjukkan penyimpangannya dan menyebutkan dalil-dalil yang jelas yang membalas dan membantah orang itu ?

Maka jawaban Asy-Syaikh حفظه الله:

▪ Pendapatku tentang orang yang membantah hukum para ulama yang membantah orang yang menyelisihi manhaj salafush sholih, bahwa dia adalah ORANG YANG SOMBONG. Karena sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

ﺍﻟﻜِﺒْﺮُ ﺑَﻄَﺮُ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻏَﻤْﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

Karena hukum para ulama yang berjalan di atas manhaj salafush sholih dalam masalah aqidah dan syariat adalah kebenaran, sedangkan TIDAK ADA YANG MEMBANTAH KEBENARAN KECUALI ORANG YANG ZHALIM, terlebih lagi bila jika orang yang membantah hukum para ulama itu mengetahui bahwa orang yang menyelisihi manhaj salaf itu menyimpang dari kebenaran.

وما من شك عندي أن فاعل ذلك ملحق بأهل البدع

Dan aku tidak ragu bahwa pelaku hal tersebut diikutkan kepada ahlul bid’ah,

Karena dia membela para ahlul bid’ah dan dia tidak ridha terhadap orang yang membantah bid’ah dan kesesatan para ahlul bid’ah, karena dengan membantah orang yang menyelisihi manhaj yang benar akan nampak kebathilannya, dan ahlul hawa (para pengikut hawa nafsu) dan ahlul bid’ah berat untuk menampakkan kebathilan mereka, sehingga manusia akan lari dari mereka dan membenci kebathilan mereka yang telah mereka hiasi di hadapan sebagian manusia, sehingga mereka ini mengikuti mereka itu.

Tambahkan kepada kesalahannya yang jelek dan pembelaannya terhadap ahlul bathil, jika dia diajak diskusi oleh orang yang berilmu dan memegang teguh agama, dia akan menjawab bahwa dia tidak merasa cukup dengan dalil-dalil. Dan ini disebut oleh orang awam:

ﻋُﺬْﺭٌ ﺃَﻗْﺒَﺢُ ﻣِﻦْ فعلٍ

(Udzur lebih jelek dari perbuatan)

Adapun tentang bagaimana kita menyikapi orang ini: maka dia diikutkan dengan ahlul bid’ah, dalam masalah dihajr dan ditahdzir serta tidak berdebat dengannya sebagaimana ini adalah bimbingan para salaf terhadap orang-orang yang semisal dengannya pada masa dulu dan sekarang.

------


ﺳﺌﻞ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ:

" ﻣﺎ ﻗﻮﻟﻜﻢ -ﺣﻔﻈﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ-ﻓﻴﻤﻦ ﻻ ﻳﻘﺒﻞ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻓﻲ ﺭﺩﻫﻢ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ﻣﻦ ﺧﺎﻟﻒ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ، ﻭ ﺣﻜﻤﻬﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺮﺟﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ، ﻣﻊ ﺃﻧﻬﻢ ﻳﺬﻛﺮﻭﻥ ﺍﻟﻨﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﻛﻼﻣﻪ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺍﻧﺤﺮﺍﻓﻪ، ﻭ ﺍﻷﺩﻟﺔ ﺍﻟﻮﺍﺿﺤﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺗُﺪﻳﻨﻪ ﻭ ﺗﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ؟ "

ﻓﺄﺟﺎﺏ -ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ:

"ﻗﻮﻟﻲ ﻓﻲ ﻣﻦ ﻳﺮﺩُّ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺮﺩّﻭﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺧﺎﻟﻒ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﺃﻧّﻪ ﻣُﺘﻜﺒﺮ، ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ-

‏( ﺍﻟﻜﺒﺮ ﺑﻄﺮ ﺍﻟﺤﻖ ﻭ ﻏﻤﻂ ﺍﻟﻨﺎﺱ ‏)

ﻷﻥ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﺋﺮﻳﻦ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠـﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻴــﺪﺓ ﻭ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺣﻖ، ﻭﻻ ﻳﺮﺩ ﺍﻟﺤﻖ ﺇﻻ ﻇﺎﻟﻢ، ﻭ ﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺮَّﺍﺩ ﻟﺤﻜﻢ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻥّ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻒ ﻟﻤﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻣﻨﺤﺮﻑ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﻖ،

ﻭﻣﺎ ﻣﻦ ﺷﻚ ﻋﻨﺪﻱ ﺃﻥ ﻓﺎﻋﻞ ﺫﻟﻚ ﻣُﻠﺤﻖ ﺑﺄﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ، ﻟﺪﻓﺎﻋﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﻋﺪﻡ ﺭﺿﺎﻩ ﻋﻤﻦ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﺪﻋﻬﻢ ﻭ ﺿﻼﻻﺗﻬﻢ ﻷﻥ ﺑﺎﻟﺮﺩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻒ ﻟﻤﻨﻬﺞ ﺍﻟﺤﻖ ﻳﻈﻬﺮ ﺑﺎﻃﻠﻪ، ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻭ ﺃﻋﻮﺍﻧﻬﻢ ﻳﺸﻖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﻥ ﻳﻈﻬﺮ ﺑﺎﻃﻠﻬﻢ ﻓﻴﻨﻔﺮ ﻋﻨﻬﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ، ﻭﻳﻜﺮﻫﻮﻥ ﻣﺎ ﻫﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺑﺎﻃﻞ ﻗﺪ ﺯﻳﻨﻮﻩ ﻟﺒﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﺘﺎﺑﻌﻮﻫﻢ ﻋﻠﻴﻪ،

ﺃﺿﻒ ﺇﻟﻰ ﺧﻄﺌﻪ ﺍﻟﻔﺎﺣﺶ ﻭ ﺗﻌﻘﺒﻪ ﻟﻠﻤﺒﻄﻠﻴﻦ ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻧﻮﻗﺶ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭ ﺃﺩﻳﻦ ﺃﺟﺎﺏ ﺃﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻘﺘﻨﻊ ﺑﺎﻷﺩﻟﺔ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﻳُﺴﻤﻰ ﻋﻨﺪ ﻋﻮﺍﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ " ﻋﺬﺭ ﺃﻗﺒﺢ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ"

ﻭﺃﻣﺎ ﻛﻴﻒ ﺍﻟﺘﻌﺎﻣﻞ ﻣﻌﻪ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻠﺤﻖ ﺑﺄﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻓﻲ ﺍﻟﻬﺠﺮ ﻟﻪ ﻭ ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻨﻪ ﻭ ﺗﺮﻙ ﻣﺠﺎﺩﻟﺘﻪ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻫﺪﻱ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻣﻊ ﻧُﻈﺮﺍﺋﻪ ﻓﻲ ﻗﺪﻳﻢ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻭ ﺣﺪﻳﺜﻪ."

✲✲✲

Sumber artikel: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=44896

✒ Alih Bahasa: Abu Sa'ad Ahmad Al-Faruq Al-Makassari حفظه الله - [FBF 3]

___________________
مجموعــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.