Hukum Tepuk Tangan Dalam Acara-Acara Pertemuan

::: HUKUM TEPUK TANGAN DALAM ACARA-ACARA PERTEMUAN :::

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹

Pertanyaan:
Apa hukum bertepuk tangan pada saat acara-acara pertemuan, saya berharap jawaban darimu wahai Syeikh?

Jawaban:
Tepuk tangan pada acara-acara pertemuan bukan termasuk kebiasaan Salafus sholih, akan tetapi yang menjadi kebiasaan mereka (para salaf) yaitu ketika mereka menemukan suatu perkara yang mengagumkan mereka bertasbih atau bertakbir, (caranya) dengan tidak melakukan takbir dan tashbih secara berjama'ah akan tetapi mereka (para salaf) bertakbir atau bertashbih sendiri-sendiri tanpa mengangkat suara.

(Adapun jika bertepuk tangan maka suaranya) akan terdengar oleh siapa saja yang di dekatnya jika mereka tidak menghentikan tepukan tangannya tersebut.

Tetapi kita tidak bilang bahwa tepuk tangan adalah perkara yang haram, karena kebiasaan ini telah menyebar luas di antara kaum muslimin hari ini, dan manusia sekarang tidak menjadikan tepukan tangan itu sebagai ibadah, maka dari itu tidak benar dalil yang menyatakan haramnya tepukan tangan dengan ayat Al-Qur`an yang menjelaskan tentang kaum musyrikin.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً

"Ibadah mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan”  (Al-Anfal: 35 -pent)

Kaum musyrikin menjadikan tepukan tangan sebagai ibadah mereka ketika di Baitullah namun mereka yang bertepuk tangan (pada zaman sekarang adalah) ketika mendengar atau melihat sesuatu yang mereka senangi atau kagumi (dan)  tidak ada maksud dari mereka untuk beribadah..

Dan intisari dari perkataan sebelumnya yaitu:

إن ترك هذا التصفيق أولى وأحسن؛ ولكنه ليس بحرام

"MENINGGALKAN TEPUK TANGAN LEBIH UTAMA DAN LEBIH BAIK AKAN TETAPI HUKUMNYA BUKAN HARAM".

Sumber: Silsilah Fatawaa Nur 'alad Darbi - kaset no. 251

________________
حكم التصفيق في الحفلات

السؤال :

ما حكم التصفيق في الحفلات، أرجو من فضيلة الشيخ إجابة؟

الجواب:

الشيخ: التصفيق في الحفلات ليس من عادة السلف الصالح، وإنما كان إذا أعجبهم شيء سبحوا أحياناً، أو كبروا أحياناً؛ لكنهم لا يكبرون تكبيراً جماعياً، ولا يسبحون تسبيحاً جماعياً؛ بل كل واحد يكبر لنفسه، أو يسبح لنفسه، دون أن يكون هناك رفع صوت، بحيث أن يسمعه من بقربه، لولا أن كفوا عن هذا أي التصفيق،

ولكننا لا نقول بأنه حرام؛ لأنه قد شاع بين المسلمين اليوم، والناس لا يتخذونه عبادة؛ ولهذا لا يصح الاستدلال على تحريمه بقوله تعالى عن المشركين:

﴿وما كانت صلاتهم عند البيت إلا مكاء وتصدية﴾

فإن المشركين يتخذون التصفيق عند البيت عبادة، وهؤلاء الذين يصفقون عند سماع ما يعجبهم، أو رؤية ما يعجبهم، لا يريدون بذلك العبادة، وخلاصة القول:

إن ترك هذا التصفيق أولى وأحسن؛ ولكنه ليس بحرام.

المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [251]
اللهو والترفيه

Sumber Audio (Durasi 01:39)

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.