Hukum Menuntut Ilmu Dari Ahlul Bid'ah Yang Menguasai Bidang Tertentu (Seperti Ilmu Nahwu, Ilmu Waris, Dll)

::: HUKUM MENUNTUT ILMU DARI AHLUL BID'AH YANG MENGUASAI BIDANG TERTENTU (SEPERTI ILMU NAHWU, ILMU WARIS, DLL) :::

✹✹✹

Berkata Asy-Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah:

"Disini ada permasalahan terkait pembahasan "mengambil ilmu dari ahlul bid'ah" yang sebagian penuntut ilmu bertanya tentangnya, yaitu mengambil ilmu dari seorang ulama yang terkenal dengan suatu bid'ah namun ia kokoh ilmunya dalam suatu bidang (ilmu) semisal NAHWU ATAU FARAIDH, maka apa hukumnya?

Jawab :
Bahwa mengambil ilmu dari mereka dan semisalnya DIKHAWATIRKAN darinya dua perkara :

PERTAMA :
Mereka ahlul bid'ah pintar dan cerdas serta mayoritasnya memiliki bayan/ retorika. Sehingga dikhawatirkan mereka akan menarik mereka (para penuntut ilmu) kepada kebid'ahan mereka walau minimalnya dengan permisalan-permisalan (yang mengandung kebid'ahan mereka) - sebagai contoh ketika mereka mengajarkan ilmu nahwu -. 

KEDUA :
Seandainya seorang yang terpercaya (agamanya) berbolak-balik mendatangi mereka (ahlul bid'ah) maka orang-orang (awam) akan terperdaya dengan hal itu sehingga mereka berprasangka bahwa mereka (ahlul bid'ah) itu di atas kebenaran/ al-haq.

ﻓﻠﻬﺬﺍ ﻳﺠﺐ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﺑﻘﺪﺭ ﺍﻹﻣﻜﺎﻥ ، ﻭﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻨﺪﻫﻢ – ﺑﺤﻤﺪ ﺍﻟﻠﻪ- ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ

Oleh karena ini WAJIB semampu mungkin untuk berhati-hati, dan ilmu yang ada di sisi mereka -bihamdillah - didapati pula pada selain mereka dari kalangan AHLUSSUNNAH."

Sumber : Atta'liq 'alaa Shohih Muslim, 1/ 39 - 40.

---❂---

ﻭﻫﻨﺎ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﻟﻬﺎ ﺻﻠﺔ ﺑﻤﻮﺿﻮﻉ ﺍﻷﺧﺬ ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻳﺴﺄﻝ ﻋﻨﻬﺎﺑﻌﺾ ﺍﻟﻄﻠﺒﺔ ، ﻭﻫﻲ ﺃﺧﺬ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻋﻦ ﻋﺎﻟﻢ ﻣﻌﺮﻭﻑ ﺑﺒﺪﻋﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺪﻉ، ﻟﻜﻨﻪ ﻣﺘﻘﻦ ﻟﻔﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻨﻮﻥ ؛ ﻛﺎﻟﻨﺤﻮ ﺃﻭ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ ، ﻓﻤﺎ ﺍﻟﺤﻜﻢ ؟

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﺃﻥ ﺍﻷﺧﺬ ﻋﻦ ﻫﺆﻻﺀ ﻭﺃﻣﺜﺎﻟﻬﻢ ﻳﺨﺸﻰ ﻣﻨﻪ ﺃﻣﺮﺍﻥ :

▪ﺍﻷﻭﻝ : ﺃﻥ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋﺔ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﺫﻛﺎﺀ ﻭﻓﻄﻨﺔ ، ﻭﻏﺎﻟﺒﻬﻢ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﺑﻴﺎﻥ ، ﻓﻴﺨﺸﻰ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺠﺮﻭﺍ ﻫﺆﻻﺀ ﺇﻟﻰ ﺑﺪﻋﺘﻬﻢ ، ﻭﻟﻮ ﻋﻠﻰﺍﻷﻗﻞ ﺑﺎﻷﻣﺜﻠﺔ – ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺪﺭﺳﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺤﻮ ﻣﺜﻼ - .
▪ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺗﺮﺩﺩ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺍﻟﻤﻮﺛﻮﻕ ؛ ﺍﻏﺘﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺬﻟﻚ ،ﻓﻈﻨﻮﺍ ﺃﻧﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺣﻖ .
ﻓﻠﻬﺬﺍ ﻳﺠﺐ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﺑﻘﺪﺭ ﺍﻹﻣﻜﺎﻥ ، ﻭﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻨﺪﻫﻢ – ﺑﺤﻤﺪ ﺍﻟﻠﻪ- ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ

المصدر : التعليق على صحيح مسلم ١ / ٣٩ - ٤٠.


✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Almaidany Solo حفظه لله [FBF-5]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.