Fiqih Imam Salaf

::: FIQIH IMAM SALAF :::

✹✹✹

Al-Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah رحمه الله berkata:

NASH dari Imam Ahmad bahwa:

Seseorang jika menghadiri (pemakaman) jenazah lalu ia melihat kemungkaran di dalamnya yang ia tidak mampu menghilangkannya (meluruskannya), ia TIDAK KEMBALI (tidak meninggalkan acara tersebut).

NASH dari beliau (pula) bahwa apabila ia diundang ke walimah pernikahan kemudian ia melihat kemungkaran padanya yang ia tidak mampu menghilangkannya, bahwa ia KEMBALI (meninggalkan acara tersebut).

Maka aku bertanya kepada Syaikh kami (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) tentang perbedaan (antara kedua permasalahan tersebut), beliau pun menjawab:

SEBAB hak (yang dipenuhi) pada pemakaman jenazah adalah milik si mayyit sehingga tidak ditinggalkan haknya karena perbuatan orang yang hidup (penyelenggara pemakaman) dari kemungkaran.

Sedangkan hak (yang dipenuhi) pada acara walimah adalah untuk pemilik rumah maka jikalau ia mendatangkan kemungkaran dalam (pelaksanaan walimah itu) MAKA telah jatuh (gugur) haknya untuk dijawab/dipenuhi (undangannya).

Sumber : I'laamul Muwaqqi'in jilid 4 hal. 160.

------

"نص الإمام أحمد على أن الرجل إذا شهد الجنازة فرأى فيها منكرا لا يقدر على إزالته أنه لا يرجع، ونص على أنه إذا دعي إلى وليمة عرس فرأى فيها منكرا لا يقدر على إزالته أنه يرجع،

فسألت شيخنا عن الفرق فقال: لأن الحق في الجنازة للميت، فلا يترك حقه لما فعله الحي من المنكر، والحق في الوليمة لصاحب البيت، فإذا أتى فيها بالمنكر فقد أسقط حقه من الإجابة " .
ـــــــــــــــــــــ
[إعلام الموقعين] (4/160).
منقول من مجموعة دروس العلم.

 ✲✹✲

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy حفظه الله - [FBF 5]

______________
مجموعــــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.