Batasan Dalam Memahami Bid'ah

::: BATASAN DALAM MEMAHAMI BID'AH :::

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه لله 

✹✹✹

Pertanyaan :                               
Asy-Syaikh yang mulia, pada pekan yang lalu kami menyampaikan satu pertanyaan, dan aku adalah utusan orang-orang di belakangku. Kami menanyakan tentang papan-papan iklan di jalanan yaitu (tertulis) "Subhanalloh dan Alhamdulillah" . Lalu salah seorang diantara kami berujar," Tidakkah (tulisan) itu bid'ah?"

"Apakah para Shahabat dahulu melakukannya?"

Lalu apakah batasan dari bid'ah itu? Semoga Allah memberi ampunan kepada Anda.

Jawaban:
البدعة أن يتعبد الإنسان لله بما لم يشرعه الله -عزَّ وجلَّ-

"Bid'ah yaitu seseorang (bermaksud) beribadah (ta'abbud) kepada Allah dengan sesuatu yang tidak disyariatkan oleh Allah 'azza wa jalla.

INILAH BID'AH.

 أما وسائل العبادة فإنها ليست ببدعة، فهناك فرق بين المقاصد والوسائل

Adapun wasilah/ALAT PERANTARA UNTUK IBADAH BUKANLAH BID'AH.

Disana ada perbedaan antara tujuan (maqhasid) dan perantara (Wasilah).

Andaikata seseorang -Misalkan- berkata: "Loud speaker/ pembesar suara ketika sholat, khutbah, dan pemberian nasehat dahulu tidak ada di zaman Rasulullah maka ia (menggunakannya) adalah bid'ah!"

Sungguh kita katakan: "Ini adalah KEKELIRUAN." KARENA itu adalah wasilah/ penghantar yang menyampaikan kebaikan kepada manusia.

Dan baliho-baliho (tertulis ucapan-ucapan dzikir) yang terdapat di jalan raya washilah/ media mengingatkan orang-orang untuk berdzikir kepada Allah 'azza wa jalla."

Sumber : Silsilatu Liqo'atil Baabil Maftuuh, liqo'atul baabil  maftuh (25).

________________
السؤال:

فضيلة الشيخ، في الأسبوع الماضي قدمنا سؤالاً، وكنتُ رسولاًَ ممن خلفي، وسألنا عن اللوحات في الشوارع، وهي: سبحان الله، والحمد لله، فقال قائل منا: أليست بدعة؟! أفعلها الصحابة؟! فما هو ضابط البدعة، عفا الله عنك؟

الجواب:

البدعة أن يتعبد الإنسان لله بما لم يشرعه الله -عزَّ وجلَّ- هذه هي البدعة. أما وسائل العبادة فإنها ليست ببدعة، فهناك فرق بين المقاصد والوسائل، فلو قال قائل -مثلاً-: مكبر الصوت في الصلاة والخطبة والمواعظ، كان غير موجود في عهد الرسول، فهو بدعة! لقلنا: هذا غلط؛ لأن ذلك وسيلة لإيصال الخير إلى الناس، وهذه اللافتات التي توجد في الطرقات وسيلة لتذكير الناس بذكر الله -عزَّ وجلَّ-.


المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [25]

Audio (Durasi 01:03)

✒ Alih Bahasa: A-Ustadz Abu Yahya Almaidany Solo حفظه لله [FBF-5]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.