WHAT'S NEW?
Loading...

Hukuman Bagi Siapa Saja Yang Meninggalkan Al-Haq Setelah Ia Mengetahuinya

::: HUKUMAN BAGI SIAPA SAJA YANG MENINGGALKAN AL-HAQ SETELAH IA MENGETAHUINYA :::

Ditulis oleh: (Asy-Syaikh) Abul 'Abbas Yasin bin 'Ali Al-'Adeny - hafidzohullahu ta'ala-

✹✹✹

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، و أصلي و أسلم على النبي الكريم، و على آله و أصحابه الأطهر الميامين.

Amma ba'du,

Telah diriwayatkan oleh al-Imam Al-Baihaqy dalam kitab "Al-Asma wa ash-Shifat”, Ibnu Batthoh dalam kitab "Al-Ibanah”, dan Al-Haruwiy dalam kitab " Dzammul Kalaam” dari Shahabat Hudzaifah Ibnul Yaman -radhiyaallahu 'anhu- bahwasannya ia berkata: 

اعلمْ أن مِن أعمى الضلالة أن تعرف ما كنت تنكر، أو أن تنكر ما كنت تعرف، وإياك والتلوّن في دين الله فإن دين الله واحد .انتهى

“Ketahuilah, sungguh sebuta-butanya kesesatan adalah menjadikan ma'ruf apa yang kamu ingkari atau mengingkari apa yang ma'ruf, dan janganlah kamu BERTALAWWUN (berwarna-warni) dalam agama Allah karena sesungguhnya Agama Allah adalah satu.



-selesai penukilan-

أي : من أعظم الضلال أن تعتقد أن هذا الشيء حق، ثم تقول عن هذا الحق : إنه باطل، والعكس.

Yakni: sebesar-besarnya kesesatan adalah (kamu) meyakini bahwa perkara ini benar, kemudian kamu katakan tentang kebenaran tersebut : bahwa itu bathil, dan sebaliknya.

Semua itu (dilakukan) :
• Demi mencocoki hawa nafsu.
• atau untuk mendapatkan kedudukan.
• atau untuk mendapatkan tujuan duniawi.


Telah berkata Ibnu Batthoh dalam kitab “Al-Ibanah Al-Kubro libni Batthoh” (1/ 192):

فنعوذ بالله من الحور بعد الكور، ومن الضلالة بعد الهدى، ومن الرجوع عن الحق والعلم إلى الجهالة والعمى

“maka kita berlindung kepada Allah dari kekurangan setelah kelebihan, dan berlindung dari kesesatan setelah hidayah, dan berlindung dari meninggalkan Al-Haq dan 'Ilm kepada kebodohan dan kebutaan”.

-selesai penukilan-

Ibnu Hazm telah berkata dalam kitab “Al-Ahkam fii Ushulil Ahkam libni Hazm” (1/ 5):

وقد علمنا أن تارك الحق ومتبع الغرور سخيف الاختيار، ضعيف العقل، فاسد التمييز

“dan telah kita ketahui bersama bahwa orang yang meninggalkan kebenaran dan mengikuti sesuatu yang menipu adalah buruk usahanya, lemah akal, rusak dalam menilai. ”
selesai penukilan.”

Ibnul Wazir telah berkata dalam kitab “Al-'Awaasim wal Qawaasim” (1/ 223):

تركوا الذب عن الحق؛ خوفاً من كلام الخلق، لكانوا قد أضاعوا كثيرًا، وخافوا حقيرًا . ومن قصد وجه الله تعالى في عمل من أعمال البر والتقى، لم يحسن منه أن يتركه

“Dan seandainya mereka para 'Ulama -radhiayallahu 'anhum- meninggalkan upaya membela kebenaran karena khawatir pembicaraan (celaan) manusia padanya, maka benar-benar mereka telah menyia-nyiakan banyak (orang) dan takut kepada sesuatu yang hina. Dan barang siapa yang meniatkan wajah Allah ta'alaa dalam suatu amalan dari perbuatan-perbuatan kebaikan dan ketakwaan, tidak baik bagi dia untuk meninggalkannya (membela al-Haq).”

-selesai penukilan-

_____________________

Diantara yang seharusnya bagi seorang hamba mengetahuinya disini adalah bahwa hukuman bagi orang yang meninggalkan Al-Haq (kebenaran) sangatlah besar, akibatnya sangatlah berbahaya, dan kerugiannya sangatlah banyak, saya sebutkan kepadamu tiga contoh dari akibat-akibat tersebut:


••• Balasan pertama:

Al-Imam Al-Baghowy telah berkata dalam kitab " Ma'aalimut Tanziili ” (7/ 356); tentang Firman Allah Ta'alaa:

{بل كذبوا بالحق لما جاءهم فهم في أمر مريج}،

"Sebenarnya mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau-balau.” (Qaf:  5)

Berkata Qotadah:

من ترك الحق مرج عليه أمره والتبس عليه دينه

“Barangsiapa yang meninggalkan Al-Haq, telah terlantarkan urusannya dan telah menjadi rancu baginya agamanya”

Berkata al-Imam Al-Hasan Al-Bashri:

ما ترك قوم الحق إلا مرج أمرهم

“Tidaklah suatu kaum meninggalkan Al-Haq (kebenaran) melainkan telah terlantar urusan mereka.”

-selesai penukilan-


••• Balasan kedua: Allah Ta'ala berfirman:

{مثلهم كمثل الذي استوقد نارا فلما أضاءت ما حوله ذهب الله بنورهم وتركهم في ظلمات لا يبصرون * صم بكم عمي فهم لا يرجعون}

“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat, tuli, bisu, buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (Al-Baqarah: 17 - 18)

Berkata al-Imam As-Sa'di dalam kitab “Tafsir”:

لأنهم تركوا الحق بعد أن عرفوه، فلا يرجعون إليه، بخلاف من ترك الحق عن جهل وضلال، فإنه لا يعقل، وهو أقرب رجوعا منهم

“Dikarenakan mereka telah meninggalkan kebenaran SETELAH MEREKA MENGETAHUINYA, maka mereka tidak akan kembali kepada kebenaran...

Lain halnya bagi mereka yang meninggalkan kebenaran karena bodoh dan sesat, maka sungguh ia tidak berfikir, dan dia lebih dekat untuk kembali dari pada mereka yang meninggalkan kebenaran setelah mereka mengetahuinya”.

-selesai penukilan-

••• Balasan ketiga:

Telah berkata Imam As-Sa'di pada Firman Allah Ta'alaa:

{ولما جاءهم رسول من عند الله مصدق لما معهم نبذ فريق من الذين أوتوا الكتاب كتاب الله وراء ظهورهم كأنهم لا يعلمون}

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah)” (Al-Baqarah: 101)

Beliau -rahimahullah- berkata:

“Dan tatkala telah terjadi dari imbalan yang telah ditakdirkan dan hikmah Allah ta'alaa, bahwa siapa saja yang meninggalkan sesuatu yang bermanfaat baginya, dan memungkinkan untuk memanfaatkannya namun ia tidak memanfaatkan, maka akan dia diberi musibah berupa kesibukan yang membahayakannya:

فمن ترك عبادة الرحمن، ابتلي بعبادة الأوثان.

Barangsiapa yang meninggalkan ibadah kepada Ar-Rahman (Allah Azza wa Jalla), akan diberi musibah berupa menyembah berhala-berhala.

ومن ترك محبة الله وخوفه ورجاءه، ابتلي بمحبة غير الله وخوفه ورجائه.

Barangsiapa yang meninggalkan kecintaan, ketakutan, dan harapan kepada Allah, akan diberi musibah berupa mencintai, takut, dan berharap kepada selain Allah.

ومن لم ينفق ماله في طاعة الله أنفقه في طاعة الشيطان.

Barangsiapa yang tidak menyedekahkan hartanya dalam keta'atan kepada Allah, akan ia sedekahkan dalam keta'ata kepada syaithon.

ومن ترك الذل لربه، ابتلي بالذل للعبيد.

Barangsiapa yang meninggalkan sikap merendah kepada Allah, akan diberi musibah berupa sikap merendah dan hina kepada hamba.

ومن ترك الحق ابتلي بالباطل.

Dan barangsiapa yang meninggalkan Al-Haq (kebenaran), akan diberi musibah berupa kebathilan.

________________

Begitupun mereka Yahudi, ketika mereka mencampakkan Kitabullah (Taurat) maka mereka mengikuti apa yang dikatakan syaithan-syaithan, serta merekayasa dari sebuah sihir atas kerajaan Sulaiman yang mana syaithan tersebut mengeluarkan bagi manusia sihir tersebut, sehingga mereka mengira bahwa Sulaiman -'alaihis salaam- telah menggunakan sihir, dan dengan sihir itu ia mendapatkan kerajaan yang agung. selesai penukilan.

Berkata Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan -hafidzohullahu- dalam kitab "Syarhu Masaail Al-Jahiliyyah” (hal. 127) :

كل من ترك الحق فإنه يبتلى بالباطل، ومن ترك مذهب أهل السنة والجماعة، فإنه يبتلى بمذاهب الفرق الضالة، والذي يتحزب مع الجماعات الضالة المخالفة للكتاب والسنة ومنهج أهل السنة والجماعة، يُبتلى بأن يكون مع الفرق الضالة.

“Siapa saja yang meninggalkan kebenaran maka sungguh ia akan diberi musibah berupa kebathilan, dan barangsiapa yang meninggalkan madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah, maka ia sungguh akan diberi musibah berupa mengikuti madzhab kelompok-kelompok sesat..

Demikian pula orang yang berpartai dengan kelompok-kelompok yang sesat lagi menyimpang dari Al-Kitab dan Sunnah dan Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah, akan diberi musibah berupa dia berjalan bersama dengan kelompok-kelompok sesat.

Inilah Sunnatullah (ketetapan Allah Subhaana wa Ta'ala), maka inilah yang seharusnya seorang muslim diperingatkan dari bahaya meninggalkan Al-Haq (kebenaran), karena jika seseorang meninggalkan Al-Haq akan diberi musibah berupa mengikuti kebathilan..

Dan apabila ia meninggalkan orang-orang yang benar maka ia telah mengikuti orang-orang yang bathil, selalu dan selamanya seperti itu.., selesai penukilan.

Yaa Allah kokohkanlah kami di atas kebenaran dan wafatkanlah kami di atasnya.

Aden- Yaman.
Pada malam Jum'at, 8 Jumadal Ulaa 1436 H.

✲✲✲

Sumber: Majmu’ah Manhajul Anbiya' | Al-Ustadz 'Abdul Hakam Abu 'Ali (Aden, Yaman) حفظه الله

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung  حفظه الله [FBF-1]

Muroja'ah:
▪ Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله [FBF-2]
▪Al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian حفظه الله [FBF-3]
                        
__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Hizbi Itu Mubtadi'

::: HIZBI ITU MUBTADI' :::

✹✹✹

Berkata Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmiy - رحمه الله - dalam bantahan terhadap Abul Hasan Al-Mishry Al-Ma'ribiy:

Adapun ucapanmu, “Kemudian apakah setiap orang yang terdapat hizbiyyah padanya ia adalah mubtadi' keluar dari Ahlussunnah wal Jama'ah?”

JAWABAN :

نعم، لأن الحزبية هي بدعة

“Ya TENTU SAJA, sebab hizbiyyah itu sendiri adalah bid'ah.

Sehingga, siapa yang ridho dengannya (hizbiyyah), berjalan di atas kendaraannya, dan menolong orang-orangnya MAKA dia MUBTADI' sebab Rabb umat Islam menyeru untuk mereka menjadi umat yang satu karena Rabb dan agamanya serta Nabinya satu.”

Allah Yang Maha Mulia berfirman:

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sungguh, ini umat kalian adalah umat yang satu sedangkan Aku adalah Rabb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku semata.” {QS. Al-Anbiya' 92}

Sumber: Al-Fataawa al-Jaliyyah 'anil Manaahijid Da'awiyyah, jilid 2 hal. 249.

----------------

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻟﻨﺠﻤﻲ – ﺭﺣﻤﻪ الله - ﻓﻲ ﺭﺩﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﻤﺼﺮﻱ ﺍﻟﻤﺄﺭﺑﻲ:

“ﺃﻣﺎ ﻗﻮﻟﻚ " ﺛﻢ ﻫﻞ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺣﺰﺑﻴﺔ ﻣﺒﺘﺪﻉ ﺧﺎﺭﺝ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ؟"

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:

ﻧﻌﻢ ، ﻷﻥ ﺍﻟﺤﺰﺑﻴﺔ ﻫﻲ ﺑﺪﻋﺔ ﺑﻨﻔﺴﻬﺎ ﻓﻤﻦ ﺭﺿﻲ ﺑﻬﺎ ﻭ ﺳﺎﺭ ﻓﻲ ﺭﻛﺎﺑﻬﺎ ﻭﻧﺎﺻﺮ ﺃﺻﺤﺎﺑﻬﺎ ﻓﻬﻮ ﻣﺒﺘﺪﻉ ﻷﻥ ﺍﻷﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺩﻋﺎﻫﺎ ﺭﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺃﻣﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻷﻥ ﺭﺑﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻭﺩﻳﻨﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻭﻧﺒﻴﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻓﻘﺎﻝ ﺟﻞ ﻣﻦ ﻗﺎﺋﻞ:
إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

المصدر :  ﻛﺘﺎﺏ " ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺠﻠﻴﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻫﺞﺍﻟﺪﻋﻮﻳﺔ " ( ٢/ ٢٤٩‏ )

✲✹✲

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy (Solo) حفظه الله - [FBF 5]

______________
مجموعــــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Bolehkah Memusnahkan Buku-Buku Karya Penulis dari Kelompok yang Menyimpang?

::: BOLEHKAH MEMUSNAHKAN BUKU-BUKU KARYA PENULIS DARI KELOMPOK YANG MENYIMPANG? :::

Oleh: Asy-Syaikh Dr. Muhammad bin Hady Al-Madkholy -حفظه الله-

✹✹✹

PERTANYAAN:

Ada pertanyaan, Dia berkata, dia dari Prancis yang mana ia tinggal di Masjid yang di dalamnya terdapat buku-buku karya sebagian orang-orang yang menyimpang, dan bertanya: Apakah boleh memusnahkannya?

JAWAB:

Apabila buku-buku tersebut bukan buku yang berada di atas (Manhaj) Ahlus Sunnah seperti: Mu'tazilah, Jahmiyyah, mayoritas Mu'athilah, Musyabbihah, Mumatsilah, Rafidhah, Shufiyyah  dan yang semisalnya dari kelompok-kelompok sesat lampau, atau kelompok-kelompok fanatikus baru seperti Ikhwanul Muslimin (IM) , Jama'ah Tabligh (JT), Quthbiyyin dan Khawarij, terserah kalian mau menamakan (kelompok) mereka itu dengan nama apa..., (maka) yang seperti ini:

 لا يجوز أن تبقى في المكتبة يَطَّلِع عليها عامَّة المُطَّلعين

TIDAK DIPERBOLEHKAN kamu membiarkannya berada tersimpan di Perpustakaan (sehingga dikhawatirkan) buku-buku tersebut akan dibaca oleh seluruh orang (awam) yang melihatnya.

وإنما تؤخذ ويُقفل عليها للباحثين المختَصِّين إذا أرادوا التوثيق والرجوع إليها والنقل عن هذه الكتب.

Akan tetapi buku-buku tersebut diambil dan dikunci  (terpisah) untuk (dibaca hanya oleh) orang-orang yang memiliki kemampuan untuk meneliti --jika mereka ingin mendokumentasi, merujuk atau menukil dari buku-buku tersebut-- (dalam rangka membantah penyimpangannya).

------

في مسجد حيّه كتب لبعض المخالفين؛ هل يجوز له إتلافها؟

الشيخ:محمد بن هادي المدخلي

السؤال:هذا يسأل، يقول:هو في فرنسا، في المسجد الذي هو فيه - في حَيِّه- كتب لبعض المخالفين، ويسأل هل يجوز إتلافها؟

الجواب:إذا كانت هذه الكتب على غير مذهب أهل السنة كالمعتزلة، وكالجهمية،وعموم المُعَطِّلة، والمُشَبِّهة، والممثلة، أو الروافض، والصوفية ونحو هؤلاء من الفرق القديمة، أو التَّحزبات الجديدة من إخوان وتبليغ وقطبيين وخوارج سَمِّهم بما شِئْتَ، مثل هذه لا يجوز أن تبقى في المكتبة يَطَّلِع عليها عامَّة المُطَّلعين،

وإنما تؤخذ ويُقفل عليها للباحثين المختَصِّين إذا أرادوا التوثيق والرجوع إليها والنقل عن هذه الكتب.

✲✲✲

Sumber; http://ar.miraath.net/fatwah/10608 (audio 01:04)

✒ Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله  [FBF-1]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Fatwa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (Bgn. 3)

::: FATWA SAMAHATUSY SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDILLAH BIN BAZ RAHIMAHULLAH (BGN. 3) :::

HUKUM MEMBELI MAYAT UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM

Tanya:

Sebagian Fakultas Kedokteran membeli mayat dari Asia Tenggara untuk kegiatan praktikum. Apa hukumnya?

Jawab:

Apabila mayat tersebut seorang kafir yang tidak memiliki jaminan pemerintah maka tidak mengapa. Jika bukan maka tidak boleh.

----------------------

HUKUM BEDAH MAYAT UNTUK PEMBELAJARAN

Tanya:

Saya mendapati pada Fakultas Kedokteran di Kairo sebuah Ruangan Bedah Mayat yang di dalamnya terdapat beberapa mayat laki – laki, wanita dan mayat anak – anak yang dibedah dan dipotong-potong anggota tubuhnya untuk kegiatan praktikum. Apakah hal itu dibolehkan menurut syari’at karena adanya suatu kebutuhan?

Terkhusus lagi laki – laki membedah mayat wanita dan wanita membedah mayat laki – laki. Bolehkah memotong anggota tubuh dan organ manusia?

Jawab:

Apabila mayat tersebut memiliki  jaminan perlindungan pemerintah semasa hidupnya --baik Muslim maupun kafir, pria maupun wanita, maka tidak boleh--. Karena hal itu menyakiti dan melanggar kehormatannya.

Telah datang dari Rasulullah bahwa Beliau  bersabda :

 كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Mematahkan tulang mayit sama seperti mematahkannya ketika ia hidup”.

Adapun jika mayat tersebut tidak memiliki jaminan perlindungan pemerintah seperti orang yang murtad atau kafir harby (orang kafir yang memerangi kaum muslimin-red) maka sejauh ini aku tidak mengetahui adanya larangan untuk kepentingan kedokteran. Waallahu a’lam.

----------------------

HUKUM OTOPSI JENAZAH YANG DIRAGUKAN PENYEBAB KEMATIANNYA

Tanya:

Apa hukum otopsi jenazah yang diragukan sebab kematiannya?

Jawab:

Jika ada alasan yang syar’i tidak mengapa.

----------------------

Sumber: Kitab “Al-Fatawa al- Muta’alliqah bith-thibbi Wa ahkamil-mardha”, Kumpulan fatwa yang ditulis oleh Asy-Syaikh ‘Allamah Doktor Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah.

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Abdillah Al-watesy (Jember) حفظه الله

✲✲✲

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Apakah Mandi Junub dan Mandi Jum'ah Mencukupkan Kita dari Wudhu Sholat?

::: APAKAH MANDI JUNUB DAN MANDI JUM'AH MENCUKUPKAN KITA DARI WUDHU SHOLAT? :::

Oleh: Asy-Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiri حفظه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda wahai Syaikh kami, pertanyaan kedua: Seorang penanya bertanya:

“Apakah mandi junub dan mandi jum'at   mencukupkan kita dari wudhu untuk melaksanakan sholat?”

JAWABAN:

Iya, inilah pendapat yang kuat bahwa barangsiapa yang mandi dari janabah menggantikannya dari mandi jum'at, masalah ini akan datang pembahasannya insya Allah Ta'alaa, semoga bisa dibahas pada jalsah kedepannya, dan di dalamnya terdapat khilaf (perbedaan pendapat) akan dibacakan kepada kalian insya Allah Ta'alaa, akan tetapi inilah pendapat yang kuat yaitu bahwa barangsiapa yang mandi untuk junub pada hari jum'at menggantikannya dari mandi jum'at dan kalaupun ia mandi untuk sholat jum'at setelah mandi janabah insya Allah tepat dalam sunnah, karena ini merupakan pendapat sebagian ahli ilmu.

PEMBACA SOAL:

Dan apakah mandi dapat menggantikan wudhu?

Asy-Syaikh:

Iya, jika dia berniat untuk menghilangkan / mengangkat hadats (kotoran), yakni memasukkan hadats kecil ke dalam hadats besar, jika kalian menghendaki maka katakanlah dengan istilah memasukkan bersuci kecil dalam bersuci besar, selama tidak membatalkan wudhunya, jikalau batal wudhunya dengan sesuatu yang membatalkan wudhu ketika mandi maka baginya berwudhu setelah mandinya untuk sholat.

------

هل غسل الجنابة وغسل الجمعة يغنينا عن الوضوء للصلاة؟

الشيخ:عبيد بن عبد الله الجابري

القسم:الغسل|فروض الوضوء وصفته|صلاة الجمعة|تاريخ الفتوى:06/02/2015

السؤال:أحسن الله إليكم شيخنا، السؤال الثاني يقول: هل غسل الجنابة وغسلالجمعة يغنينا عن الوضوء للصلاة؟

الجواب:نعم، هذا هو الراجح أن من اغتسل عن الجنابة أجزأه عن غسل الجمعة، هذه المسألة تأتي فيما بعد إن شاء الله –تعالى- لعلها في الجلسة القادمة، وفيها هناك خلاف سيقرأ عليكم إن شاء الله -تعالى- لكن هذا هو الراجح من اغتسل للجنابة يوم الجمعة أجزأه عن غسل الجمعة وإن اغتسل للجمعة بعد ذلك كان إن شاء الله مصيب سُنة، لأن هذا قول بعض أهل العلم.

القارئ:وهل هذا الغسل يُجزئ عن الوضوء؟

الشيخ:نعم، إذا نوى رفع الحدث، يدخل الحدث الأصغر في الحدث الأكبر، وإن شئتم فقولوا تدخل الطهارة الصغرى في الكبرى، ما لم ينتقض وضوءه، فلو انتقض وضوءه بناقض أثناء الغُسل يتوضَّأ بعد غسله للصلاة.

✲✹✲

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/10843 (Audio durasi 00.38)

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

___________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[AUDIO] Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ata – Kitab Ushulus Sunnah Lil Imam Ahmad Bin Hanbal

Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ata hafizhahullah
Kajian bermula bulan Jumadil Ula 1436H
di Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor

-- Download KITAB PDF

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Kitab Ushulus Sunnah Lil Imam Ahmad Bin Hanbal
[ 01 ] - Mukadimah Syaikh Rabi’ Al-Madkhali hafizhahullah
[ P2 ] - Berpegang Teguh Dengan Jalan Para Sahabat
[ P3 ] - Menjauhi Bid'ah dan Mentahdzirnya
[ P4 ] - Meninggalkan Duduk-Duduk bersama Ahli Bid'ah
[ P5 ] - Di dalam As-Sunnah tidak ada Qiyas
[ P6 ] - As-Sunnah tidak boleh dibuat permisalan dan tidak dapat diukur dengan akal dan hawa nafsu
[ P7 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 1)
[ P8 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 2)
[ P9 ] - Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya ... (Bgn. 3)
[ P10 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat sebagaimana hadits-hadits shahih (Bgn. 1)
[ P11 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat sebagaimana hadits-hadits shahih (Bgn. 2)
[ P12 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 1)
[ P13 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 2)
[ P14 ] - Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk (Bgn. 3)
[ P15 ] - Beriman terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat
[ P16 ] - Beriman kepada Al-Miizan (timbangan) pada hari kiamat

... in sya Allah kajian masih berlanjut. Nantikan update seterusnya.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dipublikasikan:
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Sumber: WA RSC || www.alfawaaid.net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Apa Hukum Menjawab Salam dan Mendo'akan Orang Yang Bersin Ketika Khutbah Jum'at?

::: APA HUKUM MENJAWAB SALAM DAN MENDO'AKAN ORANG YANG BERSIN KETIKA KHUTBAH JUM'AT? :::

Oleh: Asy-Syaikh Al-Muhadits Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Terkait dengan hari Jum'at, jika dikatakan kepada makmum pada saat mereka mendengarkan khutbah: Assalaamu 'alaikum, atau jika ia mendengar seseorang bersin, maka apa hukum menjawabnya?

JAWABANNYA:

Hukumnya adalah memberikan isyarat dan tidak berbicara pada saat menerima salam, sedangkan orang yang bersin maka sama saja yakni tidak berbicara dengan sesuatupun.

Dari kaset: As-ilah 'Aamah Mutanawi'ah

------

حكم رد السلام وتشميت العاطس حال خطبة الجمعة

لفضيلة الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله 

السؤال:

بالنسبة ليوم الجمعة إذا قيل للمأموم في حال استماع الخطبة: السلام عليكم ، أو إذا سمع أحداً يعطس فما الحكم ؟

الإجابة:

الحكم أنه يُشير ولا يتكلم في التسليم ، وأما العُطاس فأيضاً لا يتكلم بشئ .

من شريط : ( أسئلة عامة متنوعة )

✲✹✲

الفتوى الصوتية :
(Audio durasi 00.44)
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=1860

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

______________________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Menerapkan Manhaj Salaf dengan Bimbingan Ulama

::: MENERAPKAN MANHAJ SALAF DENGAN BIMBINGAN ULAMA :::

✹✹✹

Al-'allaamah Robi' bin Hadi al-Madkholi حفظه الله berkata:

“Dan aku mengingatkan bahwa sebagian pemuda yang bersemangat terkadang mempelajari kitab-kitab salaf namun tidak tepat menerapkan apa yang sampai kepadanya dari atsar-atsar (salaf) sehingga meletakkannya tidak pada tempatnya.

Maka ia mesti merujuk kepada ulama dalam tatacara penerapannya sebab seandainya ia melaksanakan sebagian atsar dengan pemahamannya yang keliru terkadang membahayakan dirinya dan Islam serta kaum muslimin.”

Sumber: Marhaban Yaa Thoolibal 'ilm hal. 459

------

( (تنبيه مهم ) )

قال العلامة الإمام ربيع المدخلي - حفظه الله:



“وأنبه إلى أن بعض الشباب المتحمس قد يدرس كتب السلف ولكن لا يحسن تطبيق ما يصله من الآثار فينزلها في غير منازلها ، فلابد أن يُرجع إلى العلماء في كيفية تطبيقها  لأنه إذا ذهب يطبق بعض الأشياء بفهمه الخاطئ
قد يضر نفسه ويضر الإسلام والمسلمين.”

✲✹✲

المصدر: (مرحبا يا طالب العلم ص459)

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy (Solo) حفظه الله - [FBF 5]

_______________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Bagaimana (Maksudnya) Orang Kafir Menjadi Fitnah (Cobaan) Bagi Kaum Mukminin?

::: BAGAIMANA (MAKSUDNYA) ORANG KAFIR MENJADI FITNAH (COBAAN) BAGI KAUM MUKMININ? :::

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: 

رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا

"Wahai Rabb kami janganlah Engkau jadikan kami sebagai fitnah (cobaan) bagi orang-orang kafir." {QS. Al-Mumtahanah: 5}

Dari ayat diatas, bagaimanakah seorang muslim dapat menjadi cobaan (fitnah) bagi orang-orang kafir?

JAWAB:
Seorang Muslim akan menjadi fitnah bagi orang-orang kafir manakala orang-orang kafir itu telah berkuasa terhadap orang Muslim.

Karena berkuasanya orang-orang kafir terhadap orang Mukmin itu merupakan fitnah (cobaan) bagi mereka. Dimana (dengan kekuasaan itu) akan bertambahlah kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa mereka. Sehingga kekuasaan itupun menjadi fitnah (cobaan) bagi mereka.

Atau bisa pula makna ayat:

فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا 

“(orang Muslim) akan menjadi fitnah bagi orang kafir”

Adalah bahwa orang-orang kafir itu mereka telah melakukan PENYIKSAAN kepada kami agar kami berpaling meninggalkan agama kami (mukminin).

Sebagaimana Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang (kafir) yang telah membakar para lelaki dan wanita dari kalangan orang Mukmin (agar mereka berpaling dari agama Allah)  kemudian mereka tidak segera bertaubat (dari perbuatan mereka). Maka bagi merekalah azab Neraka Jahanam dan bagi merekalah azab yang pedih yang begitu membakar.” {QS. Al-Buruj:10}

Maka tafsir ayat diatas (Mumtahanah:5) MENCAKUP DUA MAKNA yang telah disebutkan. Dimana kedua makna tersebut tidaklah saling menafikan (bertentangan) satu dengan yang lainnya.

والقاعدة في التفسير: أن الآية إذا احتملت معنيين لا ينافي أحدهما الآخر، فإن الواجب حملها على المعنيين جميعا.

Kaidah dalam ilmu tafsir menyebutkan: Bahwa tafsir sebuah ayat apabila mencakup dua makna yang ada, maka kedua makna tersebut tidaklah saling menafikan (kontradiksi) satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu wajib mentafsirkan ayat tersebut kepada dua makna yang ada.

Sumber: Silsilah Liqoat Babul Maftuh >  Liqoul Bab [25]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - كيفية فتنة الكفار للمؤمنين

السؤال

يقول الله -سبحانه وتعالى-:﴿رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا﴾ [الممتحنة:5] فكيف يكون المسلم فتنة للذين كفروا؟

الجواب

يكون فتنة للذين كفروا بتسلُّط الكفار عليه؛ لأن تسلط الكفار على المؤمن فتنة، حيث إنهم يؤزَرون على ذلك ويأثمون عليه، فيكون ذلك فتنة لهم. ويحتمل أن معنى ﴿فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا﴾ [الممتحنة:5]

 أي: أن يفتنونا هم عن ديننا، كقوله -تعالى-: ﴿إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ﴾ [البروج:10].

والآية تشتمل المعنيين جميعاً؛ لأن المعنيين لا ينافي أحدهما الآخر، والقاعدة في التفسير: أن الآية إذا احتملت معنيين لا ينافي أحدهما الآخر، فإن الواجب حملها على المعنيين جميعاً

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [25]
القرآن وعلومه > التفسير

::::::::::::::

 رابط المقطع الصوتي
(Audio durasi 01:18)
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_025_19.mp3

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu 'Abdillah Syukri (Yaman) حفظه الله

_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Dikutip dari Majmu’ah Salafy Sangatta

Para Ulama Paling Mengetahui Tentang Fiqhul Waqi’ (Memahami Fakta Dan Realita Kekinian)

::: PARA ULAMA PALING MENGETAHUI TENTANG FIQHUL WAQI’ (MEMAHAMI FAKTA DAN REALITA KEKINIAN) :::

Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hady Al Wadi'iy رحمه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:
Fiqhul waqi' adalah kata yang (sering) didengungkan oleh sebagian ahlul ahwa' dan menyebabkan para ulama diboikot karenanya?

JAWABAN:

مسألة فقه الواقع هذا أمر ما يجهله إلا حمار

Permasalahan Fiqhul waqi' ini adalah suatu perkara yang tidak ada yang tidak mengetahuinya KECUALI keledai.

Bersamaan itu para ulama dan para dokter (yang mengobati problem ummat) adalah yang paling memahami kondisi orang-orang sebab datang berbagai pertanyaan kepada mereka dari berbagai negeri (kemudian) dijelaskan kepada mereka tentang kondisi permasalahan (terkini)baik dari wilayah yang dekat maupun yang jauh.

Kita tanyakan kepada mereka(yang mengatakan para ulama tidak paham fakta dan realita terkini) apakah termasuk paham realita yaitu pengobatan/pemberian solusi terhadap berbagai penyimpangan (di berbagai tempat) ini...?!

Ataukah yang tergolong fiqhul waqi' itu (adalah) mengetahui berapa jumlah jalan raya di Kairo dan berapa jumlah jalan raya di Baghdad..?!

Kita tanyakan kepada mereka tentang ini?!

_____________

Apabila (jawabannya bahwa fiqhul waqi') adalah penyelesaian permasalahan kekinian yang ada maka ulama lah yang mengobati berbagai permasalahan itu.

Jika itu dalam hal pengobatan penyimpangan maka Allah Ta'ala berfirman:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan Allah datangkan permisalan tentang suatu negeri yang dahulu aman tenteram, datang rezeki kepadanya penuh kelapangan dari segala penjuru LALU penduduk negeri itu kufur terhadap nikmat-nikmat Allah MAKA Allah timpakan rasa lapar dan ketakutan dengan sebab perbuatan mereka itu.”

Sehingga kita (para ulama) menyeru orang-orang seluruhnya untuk berpegang teguh kepada Kitabullah dan memegang erat Sunnah Rasulullah ﷺ  (sebagaimana firman-Nya) :

 وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ

“Seandainya mereka ahlul kitab) menegakkan kandungan Injil dan Taurat dan apa yang turun dari Rabb mereka sungguh mereka makan dari arah atas dan dari bawah kaki-kaki mereka.”

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Dan seandainya mereka istiqomah di atas jalan (kebenaran) sungguh pasti kami curahkan air yang melimpah.

Maka penyelesaian permasalahan kekinian adalah dengan meninjau kepada penyimpangan-penyimpangan yang ada dan apa yang terjadi pada kaum muslimin dari (perbuatan mereka sendiri):

• bermuamalah dengan riba,
• tabarruj (wanita berdandan menampakkan aurat)
• dan sufur(wanita menyingkap wajahnya),

Ditinjau pula dari tipu daya musuh-musuh Islam dan demikian juga permasalahan -permasalahan lainnya, kita (para ulama) akan mengamatinya lalu setelah itu memberi obatnya.


INILAH FIQHUL WAQI'!

لا فقه الواقع التوقعات وهي دسيسة دسيسة من قبل الحزبيين الذين يريدون أن يطعنوا في علماء الإسلام حتى لا يظهروا بدعهم والله المستعان .

Bukanlah yang disebut Fiqhul waqi' itu adalah yang dibuat-buat/dinanti-nanti sedang itu adalah TIPUAN. Tipuan yang datang dari HIZBIYYIN yang menginginkan untuk mencela ulama Islam sehingga mereka bisa menutupi kebid'ahan-kebid'ahan mereka. Wallaahul musta'an..

Yang terpenting bahwa ULAMA adalah orang yang paling MEMAHAMI realita permasalahan terkini.

Dan segala pujian yang sempurna bagi Allah. Dan Allah lah tempat memohon pertolongan.

Sumber:  الأجوبة العلمية على الأسئلة الوصابية

_____________________

العلماء أعرف الناس بفقه الواقع

نص السؤال:

فقة الواقع هذه الكلمة التي يدندن من أجلها بعض أهل الأهواء والتي هجر من أجلها العلماء ؟

 نص الإجابة:
مسألة فقه الواقع هذا أمر ما يجهله إلا حمار ، مع أن العلماء والأطباء أعرف الناس بأحوال الناس لأنه تأتيهم الأسئلة من بلدان شتى ، وتشرح لهم القضايا من أماكن قريبة وبعيدة ، فنسألهم هل من فقه الواقع معالجة هذه الانحرافات ؟

 أم من فقه الواقع أن يعرف كم في القاهرة من شوارع ، كم في بغداد من شوارع ، نسألهم بهذا ، إن كان معالجة القضايا فالعلماء هم الذين يعالجون القضايا ، إن كان معالجة الانحرافات فالله سبحانه وتعالى يقول :

" وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ " .

فندعو الناس كلهم إلى التمسك بكتاب الله وإلى التمسك بسنة رسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - ،

 " وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ " ، " وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا " .

فعلاج الواقع أن ننظر إلى الانحرافات ، وما عليه المسلمين من التعامل بالربا ، ومن التبرج والسفور ، ومن أيضاً كيد أعداء الإسلام ، وهكذا أيضاً الأمور الأخرى ننظر إليها ثم بعد ذلكم نعالجها هذا هو فقه الواقع ،

لا فقه الواقع التوقعات وهي دسيسة دسيسة من قبل الحزبيين الذين يريدون أن يطعنوا في علماء الإسلام حتى لا يظهروا بدعهم والله المستعان .

فالمهم العلماء أعرف الناس بفقه الواقع والحمد لله والله المستعان .

من شريط : ( الأجوبة العلمية على الأسئلة الوصابية )

✲✲✲

Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=260

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy حفظه الله  [FBF-5]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Penjelasan Tentang Firman Allah Ta'ala

::: PENJELASAN TENTANG FIRMAN ALLAH TA'ALA :::

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيْلاً

“Ketika Allah menampakan mereka (musuh) di dalam mimpimu berjumlah sedikit.... ”

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رحمه الله

✹✹✹


PERTANYAAN:

Dari perkara yang telah diketahui bahwa mimpi para Nabi itu benar, maka bagaimana jawabannya tentang Firman Allah Ta'ala:

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلا وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ

“Ketika Alloh memperlihatkan mereka di dalam mimpimu berjumlah sedikit dan sekiranya Alloh memperlihatkan mereka dalam jumlah banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah bantahan dalam urusan itu?” {QS. Al-Anfal: 43}

JAWAB:
Mimpi para Nabi itu benar tidak diragukan lagi dan Allah telah memperlihatkan kepada Nabinya Muhammad tentang jumlah musuhnya yang sedikit, karna ada mashlahat yang besar, dan mimpi tersebut adalah permisalan dari Allah kepada beliau, dan bukan dengan perbuatan, namun dalam bentuk permisalan dari Allah, agar tidak ada padanya rendah diri dan takut untuk berangkat jihad, karna itulah Allah mengatakan:

وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ

“Dan jika Alloh nampakkan mereka kepadamu dalam jumlah banyak niscaya kalian akan gentar dan berbantah-bantahan dalam urusan tersebut.”

Dan ini adalah hikmah dari Alloh Subhanahu Wata’ala, Alloh menampilkan jumlah mereka kepada Nabinya sebagai bentuk permisalan untuk memberikan motivasi berjihad.

PENANYA:

Apakah yang engkau maksud mimpi tersebut tidak benar (tidak nyata)?

Syaikh رحمه الله menjawab:
Mimpi itu benar dari Alloh, dan Rosul melihat dengan benar pula, tetapi beliau tidak melihat kaum tersebut (musuh), hanya saja Alloh perlihatkan mereka (kepada Nabinya) dengan bentuk permisalan.

Sumber: Silsilah Liqaa-aatil Baabil Maftuuh > Liqaa-ul Baabil Maftuuh [24]

------

تطبيق فتاوى بن عثيمين رحمه الله - توجيه قوله تعالى (إذ يريكهم الله في منامك قليلاً ...)

السؤال:

مِمَّا هو معلوم أن رؤيا الأنبياء حق، فما هو الجواب عن قوله -تعالى-: ﴿إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلاً وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيراً لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ﴾ [الأنفال:43]؟

الجواب:

رؤيا الأنبياء حق بلا شك، والله -سبحانه وتعالى- أَرَى نبيَّه محمداً -صلى الله عليه وسلم- عدوَّه قليلاً لأجل المصلحة العظيمة، فهو مَثَلٌ ضربه الله -عزَّ وجلَّ- له، وليس هو رؤيا بالفعل؛ لكنه مثل ضُرب له من قِبل الله -عزَّ وجلَّ- من أجل أن لا يكون فيه ذل أو جبن عن التقدم في الجهاد؛ ولهذا قال: ﴿وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيراً لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ﴾ [الأنفال:43] فكان من الحكمة أن الله -سبحانه وتعالى- يريه إياهم مثلاً يضربه من أجل التنشيط على الجهاد.
السائل: أتعني أن هذه الرؤيا ليست حقاً؟
الشيخ: لا. هي حق من الله -عزَّ وجلَّ- فالرسول رأى حقاً؛ لكنه لم ير هؤلاء القوم، بل أُرِي إياهم مثلاً.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [24]

القرآن وعلومه > التفسير

✲✹✲

رابط المقطع الصوتي
(Unduh audio disini)
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_024_07.mp3

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Juhaifah Al-Maidaniy (Sangatta) حفظه الله

__________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | Dikutip dari Majmu’ah Salafy Sangatta

Kelompok IM (Ikhwanul Muflisun) Menipu Ummat dengan Bersembunyi di balik Nama-Nama Ulama Ahlussunnah

::: KELOMPOK IM (IKHWANUL MUFLISUN) MENIPU UMMAT DENGAN BERSEMBUNYI DI BALIK NAMA-NAMA ULAMA AHLUSSUNNAH :::

Oleh: Asy Syaikh Robi' bin Hady Al Madkholy حفظه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Syaikh ditanya tentang Muhadoroh yang diselenggarakan oleh beberapa Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM), (dalam muhadoroh tersebut) mereka mengatakan Manhaj Salaf dalam tarbiyah.. Manhaj Salaf dalam aqidah.. , sebagian orang yang mengadakan Muhadoroh tersebut adalah dari kelompok I.M.?

JAWABAN:

▶ Berkata Syaikh kami: Dan mereka mengatakan manhaj salaf?
Berkata penanya: iya, mereka mengatakan Manhaj Salaf padahal mereka (hakikatnya) jauh dari Manhaj Salaf.

▶ Dan Syaikh berkata:
Mereka (kelompok I.M.) jauh dari Manhaj Salaf dan keberadaan dakwah mereka di tengah-tengah para pemuda telah merusak ummat lagi buruk sekali sehingga mereka berusaha mempercantik dan menjadikannya bersinar dengan (pura-pura bersandar pada) kata salaf dan salaf... 

Jika tidak demikian maka tidak akan ada satu orang pun yang menerima mereka.

فعلى الناس أن ينتبهوا لهذه المخادعة, والله ما وجدنا أضرّ منهم على منهج السلف ولا أخطر منهم

Maka wajib bagi setiap orang untuk berhati-hati dari TIPUAN ini, Demi Alloh kita tidak menemukan (kelompok) yang lebih membahayakan Manhaj Salaf selain kelompok mereka tersebut

Mereka sekarang bersembunyi di balik (nama) Syaikh Albani, Syaikh Ibnu Baaz, Syaikh Ibnu 'Utsaimin dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan di balik Syaikh Ibnu Abdil Wahhab..

(Hal ini) dikarenakan dakwahnya Sayyid Quthub, Hasan Albanna serta (Abul a'la) Al-Maududi tidak berjalan(diterima) oleh orang-orang yang memiliki akal sehingga mereka berlindung di balik mereka (para ulama Ahlussunnah) untuk MENIPU manusia dengan (nama-nama ) mereka.

Kita tidak butuh mengatakan: berkata Albanna, berkata Al-Maududi, kita katakan: telah berfirman Alloh, telah bersabda Rosululloh ﷺ dan kita ambil dari ucapan para Imam Islam yang haq yang mencocoki Alkitab dan As-Sunnah.

___________________

Dan nasehatku agar mentahdzir (ummat) manusia dari mereka, nasehatku bagi kaum muslimin agar mereka berupaya keras.

(Adapun) nasehatku bagi mereka, agar bertaubat kepada Alloh dan agar mereka mempelajari Manhaj Salaf yang haq dan membimbing diri-diri mereka di atas Manhaj Salaf dan membimbing anak-anak umat di atas manhaj ini yang sekarang telah terang/jelas se-terang matahari.

Karya-karya tulis telah ada walhamdulillah bertebaran (baik) tentang masalah aqidah, ibadah dan manhaj serta tentang segala sesuatunya. . maka wajib atas mereka untuk bertaqwa kepada Alloh dan meninggalkan penentangan serta kesombongan dan bertahan dengan pola pikir Albanna,  Al-Maududi serta Sayyid Quthub--para ahlul bid'ah dan kesesatan--.

فمنهج السلف و مناهج هؤلاء لا تجتمع ولا تلتقي إلاّ في بعض النواحي.

Maka Manhaj Salaf dan manhaj-manhaj kelompok mereka tidak akan pernah bersatu dan tidak akan pernah bisa bertemu kecuali pada sebagian sisi saja.

[Fatawa tentang aqidah dan manhaj pertemuan kedua]

------

السؤال:

سئل الشيخ عن بعض المحاضرات التي يقوم بها بعض الإخوان, فيقولون منهج السلف في التربية, منهج السلف في العقيدة, بعض من يقوم بهذه المحاضرات هم من الإخوان المسلمين؟

الجواب

قال شيخنا: ويقولون منهج السلف؟
قال السائل: نعم, يقولون منهج السلف وهم بعيدون عن منهج السلف.
قال الشيخ: بعيدون عن منهج السلف ودعوتهم في شباب الأمّة شوهاء قبيحة جدا فيجمِّلونها ويلمِّعونها بكلمة سلف وسلف وإلاّ ما أحد يقبلها منهم.

فعلى الناس أن ينتبهوا لهذه المخادعة, والله ما وجدنا أضرّ منهم على منهج السلف ولا أخطر منهم وهم الآن يتسترون وراء الألباني ,وراء ابن باز ,وراء ابن عثيمين ومن وراء ابن تيمية ,ومن وراء ابن عبد الوهاب لأنّ دعوة سيّد قطب والبنّا والمودودي لا تمشي عند العقلاء فيتسترون بهؤلاء يخدعون بهم الناس .

نحن لا نحتاج أن نقول : قال البنّا ,قال المودودي ,نقول : قال الله ,قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ونأخذ من كلام أئمّة الإسلام الحقّ ما وافق الكتاب والسنة

ونصيحتي أن يحذر الناس من هؤلاء ,نصيحتي للمسلمين أن يعوا .
نصيحتي لهؤلاء أن يتوبوا إلى الله وأن يدرسوا منهج السلف الحق ويربّوا أنفسهم عليه  ويربّوا أبناء الأمّة على هذا المنهج الذي هو ظاهر الآن ظهور الشمس؛ المؤلفات موجودة والحمد لله متوفرة في العقائد وفي العبادات وفي المناهج وفي كلّ شيء فعليهم أن يتقوا الله ويتركوا العناد والمكابرة والتّشبث بأهداب فكر البنا والمودودي وسيد قطب؛ أهل البدع والضلال .
فمنهج السلف و مناهج هؤلاء لا تجتمع ولا تلتقي إلاّ في بعض النواحي.

[فتاوى في العقيدة والمنهج الحلقة الثانية]

✲✲✲

Sumber: http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=657

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله [FBF-2]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Untuk di Ingat, “Yang Mencela Syaikh Robi' Dia Bukanlah Seorang Salafi”

::: UNTUK DI INGAT || “YANG MENCELA SYAIKH ROBI' DIA BUKANLAH SEORANG SALAFI” :::

✹✹✹

Ini adalah transkrip pertanyaan yang diajukan kepada Fadhilatusy Syaikh Abdurrahman bin Sholeh bin Muhyiddin -حفظه الله تعالى -; pada tanggal (8 Sya'ban 1433 H)..

Dan dikarenakan buruknya rekaman maka ditranskrip yang jelas darinya -dan padanya cukup melegakkan insya Alloh-.

Penanya:
Wahai Syaikh kami, pada pemuda salafiyyin di negeri Irak, yakni mereka mencela Syaikh Robi' Al-Madkholi, maka apa nasehat Anda?

Syaikh -حفظه الله-:
ليس يطعنون فيه؟!! هؤلاء مو سلفيِّين من يطعن في ربيع ليس سلفيّ، هذا حزبيّ، إمّا قطبيّ، وللاّ سروريّ، وللاّ إخوانيّ، واللّه صوفيّ

“Mengapa mereka mencela beliau?!! Mereka-mereka itu bukanlah salafiyyin. BARANGSIAPA YANG MENCELA ROBI' BUKAN SALAFI, INI ADALAH HIZBI, boleh jadi dia seorang Quthbi (pengikut sayyid Quthub, pent), dan jika bukan maka dia Sururi (pengikut Muhammad Surur, pent), dan jika bukan maka dia Ikhwani (pengikut Ikhwanul Muslimin, pent), dan jika bukan maka dia Shufi (pengikut thoriqoh shufiyyah, pent)...”

Dari sini audionya:
http://www.sahab.net/forums/index.php?app=core&module=attach&section=attach&attach_id=809

Dan ini mengingatkan aku kepada ucapan Al-'Allamah Muhammad bin 'Abdil Wahhab bin Marzuq Al-Banna -rohimahulloh rohmatan wasi'atan-:

“Maka aku tahu dia seorang salafi dan bukan salafi, dan kalian juga demikian, dan kami berdalil atas kesalafiyahan seseorang dan keistiqomahannya di zaman ini, bahkan terhadap orang-orang non Arab dengan cinta kepada Robi'...”

[Min masa-il Al-'Allamah Muhammad bin Abdil Wahhab Al-Banna]

------

للتذكير:

«الذي يطعن في الشيخ ربيع ما هو سلفيّ»

فهذا تفريغٌ لسؤالٍ وجِّهَ لفضيلة الشَّيخ: عبد الرَّحمن بن صالح بن محيي الدِّين -حفظه الله تعالى-؛ في تأريخ (8- شعبان- 1433هـ).. ولرداءة التَّسجيل فرَّغت الواضحَ منه -وفيه غُنْيَةٌ إن شاء الله-.

ــــــــــــ

السَّائل:

يا شيخنا، في شباب سلفيِّين في العراق، يعني يطعنون في الشيخ ربيع المدخليّ، فماذا نصيحتكم؟

الشَّيخ -حفظه الله-:

« ليش يطعنون فيه؟!! هؤلاء مو سلفيِّين. من يطعن في ربيع ليس سلفيّ، هذا حزبيّ، إمَّا قطبيّ، وللاَّ سروريّ، وللاَّ إخوانيّ، وللاَّ صوفيّ... »

[من هنا صوتيَّاً]
http://www.sahab.net/forums/index.php?app=core&module=attach&section=attach&attach_id=809

وهذا يذكِّرني بكلام العلاَّمة محمَّد بن عبد الوهَّاب بن مرزوق البنَّا –رحمه الله رحمةً واسعةً-:
▫« فَأَنَا أَعرِفُ السَّلَفِيَّ وَغَيرَ السَّلَفِيِّ ، وَأنتُم كَذلِكَ ، وَنَحنُ نَستَدِلُّ عَلَى سَلَفِيَّةِ الإِنسَانِ وَاستِقَامَتِهِ فِي هذَا الزَّمَانِ ، بَل عِندَ الأَجَانِبِ بِحُبِّ رَبِيعٍٍ »..

[من مسائل العلامة محمد بن عبد الوهَّاب البنَّا]

مجموعة منهج الأنبياء

✲✹✲

Sumber: Majmu'ah Manhajul Anbiya' | Al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian حفظه الله

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله - [FBF 2]

_____________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Wasiat Imam Al-Wadi'i Untukmu Wahai Salafy

::: WASIAT IMAM AL-WADI'I UNTUKMU WAHAI SALAFY :::

Oleh: Asy-Syaikh Abul 'Abbas Yasin bin 'Ali Al-'Adeny حفظه الله

✹✹✹

بسم الله، و الحمد لله، و الصلاة و السلام على رسول الله، وعلى آله و صحبه ومن والاه.

Amma ba'du: tidak tertutup lagi bagi seorangpun tentang kebencian Al-Imam Al-Wadi'i yang keras terhadap hizbiyyah, hingga beliau rahimahullah pernah berkata:

Dan pemuda-pemuda muslim membutuhkan kepada pengasuhan, aku nasehatkan kepada mereka semua - bukanlah nasehat ini ditujukan bagi ikhwah yang berada di Afghanistan saja, akan tetapi nasehat ini untuk para pemuda kaum muslimin: -nasehat itu adalah- untuk menjauhi dari hizbiyyah, karena sesungguhnya adalah sifat Jahiliyyah yang baru muncul kembali, selesai penukilan dari “Maqtalu Asy-Syaikh Jamilur Rahman Al-Afghaniy ” (hal : 15)


Asy-Syaikh Muqbil -rahimahullah- menjadikan hizbiyyah sebagian dari perkara-perkara JAHILIYYAH

Juga beliau Syaikh kami -rahimahullah- dahulu merupakan orang yang keras dan banyak memperingati ummat dari penyimpangan hizbiyyah di sela-sela pelajaran-pelajarannya, dan muhadhoroh-muhadhorohnya.

Bahkan beliau mendirikan sebagian anak-anak balita pada suatu pelajaran dan menanyakannya tentang hizbiyyah, juga tentang Zindany... , sehingga beliau mendidik mereka di atas manhaj (methode) yang murni sejak mereka kecil.

Sekarang sebagian orang yang menggabungkan dirinya kepada salafiyyah -dia mengira- bahwa di negri kita Yaman mereka orang-orang tua tidak diberitau -terutama yang kecil- dari murid-murid mereka mengingatkan dari penyimpangan hizbiyyah, akan tetapi mereka mendidik murid-murid mereka di atas cara tamayyu' (lembek) dan taqlid buta kepada mereka. Dan siapa saja yang menyelisihi mereka atau mengkritik mereka mereka tahdzirnya dari orang yang menyelisihi atau mengkritiknya, dan mereka mencelanya.

Mereka memindahkan untuk mematikan manhaj (cara) dan jalan yang ditempuh oleh Al-Imam Al-Wadi'iy -rahimahullahu ta'alaa- yaitu dengan mengaitkan -kedustaan dan kepalsuan- cara dakwah mereka kepada Al-Imam Al-Wadi'iy.

Dan apa yang telah kita dengar pada akhir-akhir ini dari sebagian mereka: bahwa Al-Imam Al-Wadi'iy pernah mewasiatkan agar memperingati dari hizbiyyah sekilas saja dan tidak dijadikan topik utama.

Maka dengarlah -wahai orang berkata demikian- apa yang diwasiatkan oleh Al-Imam Al-Wadi'iy agar kamu mengetahui kedustaan mereka:

Berkata Al-Imam Al-Wadi'iy:

أنصح العلماء والدعاة إلى الله من أهل السنة أن يجدوا ويجتهدوا في التحذير من الحزبية المشؤومة التي فرّقت شمل المسلمين ويكون التحذير على الاستمرار لأن عمل النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم كان دِيْمة.

“Aku nasehatkan para 'ulama dan para du'at ilaallah dari kalangan Ahlus Sunnah untuk bersungguh sungguh dan berusaha keras dalam memperingati penyimpangan yang ada pada hizbiyyah yang malang yang telah memecah kelengkapan kaum muslimin dan jadikanlah tahdzir tersebut secara terus-menerus karena Nabi -Shallallahu 'Alaihi Wasallam- mengingatkan dari penyimpangan secara terus-menerus”, selesai penukilan. [Dari "Maqtal Asy-Syaikh Jamilur Rahman Al-Afghaniy” (hal. 4)]

Dari sini Syaikh kami mengisyaratkan kepada hadist yang dikeluarkan oleh Imam Bukhori (1987), dan Imam Muslim (783) dari 'Alqomah, ia berkata: aku pernah bertanya kepada ummul mukminin 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- berkata: aku berkata: "wahai ummul mukminin bagaimana pekerjaan yang Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-? Apakah beliau mengkhususkan suatu pekerjaan dari setiap harinya?” 'Aisyah berkata: “ Tidak, akan tetapi pekerjaannya terus menerus, dan siapa saja dari kalian sanggup melakukan apa yang Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam sanggup lakukan.

Berkata An-Nawawi -rahimahullah-: kata (ديمة) - yaitu dengan mengkasrahkan huruf "د” dan mensukunkan "ي” - : yakni kontinuitas dalam melakukan serta tidak memutusnya, selesai penukilan.

✏_Ditulis oleh: (Asy-Syaikh) Abul Abbas Yasin bin 'Ali Al-'Adenya حفظه الله || Aden- Yaman.

Pada hari Sabtu, 2 Jumadal Awwal 1436 H.

------

وصية الإمام الوادعي لك أيها السلفي

بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه.

أما بعد : فلا يخفى على أحد بغض الإمام الوادعي الشديد للحزبية، حتى قال - رحمه الله تعالى - : والشباب المسلم محتاجون إلى رعاية، أنصحهم جميعًا - ليست النصيحة للأخوة الأفغانيين، ولكن لجميع الشباب المسلم - : بالابتعاد عن الحزبية؛ فإن الحزبية تعتبر جاهلية حديثة .انتهى. من "مقتل الشيخ جميل الرحمن الأفغاني" ( ص : 15)

فجعلها - رحمه الله تعالى - من أمور الجاهلية.

وكان شيخنا - رحمه الله تعالى - شديد وكثير التحذير من الحزبية في دروسه، ومحاضراته.
 بل كان يُقيم بعض الأطفال في الدرس ويسأله عن الحزبية، وعن الزنداني ... ، حتى يُربّيهم على هذا المنهج الصافي من صغرهم.
واليوم بعض من ينتسب إلى السلفية - زعم - في بلادنا اليمنية لا يُعلمون الكبار - فضلاً عن الصغار - من طلبتهم التحذير من الحزبية، بل يُربّون طلبتهم على طريقة التميّع والتقليد الأعمى لهم. ومن خالفهم أو انتقدهم حذروا منه، وطعنوا فيه.
ويحاولون إماتة منهج وطريقة الإمام الوادعي - رحمه الله تعالى - وذلك بأن ينسبون - كذبًا وزورًا - طريقتهم إلى هذا الإمام.
 ومما سمعنا في هذه الأيام من بعض هؤلاء : أن الإمام الوادعي كان يوصي أن يحذر من الحزبية على الماشي !!.

فاسمع - يا هذا - ما يوصي به الإمام الوادعي لتعلم كذب القوم :

 قال الإمام الوادعي : أنصح العلماء والدعاة إلى الله من أهل السنة أن يجدوا ويجتهدوا في التحذير من الحزبية المشؤومة التي فرّقت شمل المسلمين ويكون التحذير على الاستمرار لأن عمل النبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - كان دِيْمة .انتهى. من "مقتل الشيخ جميل الرحمن الأفغاني" (ص : 4).

يشير شيخنا إلى الحديث الذي أخرجه البخاري (1987)، ومسلم (783) عن علقمة، قال : سألت أم المؤمنين عائشة - رضي الله عنها – قال : قلت : يا أم المؤمنين كيف كان عمل رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ؟ هل كان يخص شيئاً من الأيام ؟ قالت : لا. كان عمله ديمة، وأيكم يستطيع ما كان رسول الله - صلى الله عليه وسلم – يستطيع.

 قال النووي : (ديمة) - هو بكسر الدال وإسكان الياء - : أي يدوم عليه ولا يقطعه .انتهى.

✏ كتبه: أبو العباس ياسين بن علي العدني
اليمن – عدن.

يوم السبت الثاني من شهر جمادي الأول سنة 1436 هـ .

✲✹✲

Sumber: Majmu'ah Manhajul Anbiya' | Al-Ustadz 'Abdul Hakam Abu 'Ali حفظه الله

✒ Alih Bahasa: Abu Kuraib bin Ahmad Bandung حفظه الله - [FBF 1]

______________
مجموعــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari - Ushulus Sunnah Imam Ahmad

Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari hafizhahullah
Ahad, 02 Jumadil Ula 1436H - 22/02/2015M
Ponpes Ta'dzimus Sunnah, Samarinda

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Ushulus Sunnah Imam Ahmad - [ Sesi 1 ] | [ Sesi 2 ] | [ Sesi Tanya Jawab ]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: Panitia Kajian Ilmiyah Samarinda

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Bolehkah Mengambil Bantuan Dari Hizbiyyin?

::: BOLEHKAH MENGAMBIL BANTUAN DARI HIZBIYYIN? :::

✹✹✹

Oleh: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadiy Al-Madkholiy

PERTANYAAN :

Apakah boleh bagi salafiyyin untuk mengambil bantuan-bantuan yang diberikan yang berasal dari hizbiyyin dan perlu diketahui bahwa hizbiyyin tidaklah memberikan ini kecuali mereka ingin menjerat salafiyyin?

JAWABAN :

إذا كان العطاء من باب البيع والشراء والمساومات على العقيدة فلا يجوز أن يأخذ،

APABILA PEMBERIAN TERSEBUT MERUPAKAN BENTUK JUAL-BELI (AGAMA) DAN UPAYA-UPAYA MENGHANCURKAN AQIDAH MAKA JANGAN AMBIL,

Apabila pemberian tersebut dengan model seperti ini maka jangan ambil, mereka mengambil harta-harta kaum muslimin untuk kaum muslimin, sehingga apabila mereka memberikan kepada Anda tanpa syarat -dan dia dalam keadaan butuh- silahkan ambil, akan tetapi dengan syarat tidak menjual agamanya,

Akan tetapi kebanyakannya atas mereka-mereka manusia apabila telah menerima harta dari mereka maka dia merusak, dan apabila seorang muslim ingin menjaga agamanya dan aqidahnya maka hendaknya dia zuhud (tidak mengharapkan) apa yang ada pada mereka, dan menjauh dari mereka, dan hendaknya dia bersabar atas hasratnya terhadap kehidupan (dunia) hingga Alloh bukakan untuknya.

[Kaset berjudul: Liqo as-ilah ma'as syaikh Robi' ]

 ------

السؤال:

هل يجوز للسلفيين أن يغتنموا من المساعدات التي أعطيت من عند الحزبيين علما بأن الحزبيين لا يعطون هذا إلا وهم يريدون أن يكسبوا السلفيين؟

الجواب:

إذا كان العطاء من باب البيع والشراء والمساومات على العقيدة فلا يجوز أن يأخذ، إذا كان بهذا الشكل فلا يجوز أن يأخذ، هم يأخذون أموال المسلمين للمسلمين، فإذا أعطوك بدون شرط -وهو محتاج- يأخذ، لكن بشرط أن لا يبيع دينه، ولكن الغالب على هؤلاء الناس إذا قبل منهم المال يفسد، فإذا أراد المسلم أن يحمي دينه وعقيدته فليزهد فيما عندهم، ويبتعد عنهم، وليصبر على شغف الحياة حتى يفتح الله عليه.

[شريط بعنوان: لقاء أسئلة مع الشيخ ربيع]

 ✲✹✲


Sumber: http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=29&id=287

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله - [FBF 2]

_________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Fiqih Imam Salaf

::: FIQIH IMAM SALAF :::

✹✹✹

Al-Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah رحمه الله berkata:

NASH dari Imam Ahmad bahwa:

Seseorang jika menghadiri (pemakaman) jenazah lalu ia melihat kemungkaran di dalamnya yang ia tidak mampu menghilangkannya (meluruskannya), ia TIDAK KEMBALI (tidak meninggalkan acara tersebut).

NASH dari beliau (pula) bahwa apabila ia diundang ke walimah pernikahan kemudian ia melihat kemungkaran padanya yang ia tidak mampu menghilangkannya, bahwa ia KEMBALI (meninggalkan acara tersebut).

Maka aku bertanya kepada Syaikh kami (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) tentang perbedaan (antara kedua permasalahan tersebut), beliau pun menjawab:

SEBAB hak (yang dipenuhi) pada pemakaman jenazah adalah milik si mayyit sehingga tidak ditinggalkan haknya karena perbuatan orang yang hidup (penyelenggara pemakaman) dari kemungkaran.

Sedangkan hak (yang dipenuhi) pada acara walimah adalah untuk pemilik rumah maka jikalau ia mendatangkan kemungkaran dalam (pelaksanaan walimah itu) MAKA telah jatuh (gugur) haknya untuk dijawab/dipenuhi (undangannya).

Sumber : I'laamul Muwaqqi'in jilid 4 hal. 160.

------

"نص الإمام أحمد على أن الرجل إذا شهد الجنازة فرأى فيها منكرا لا يقدر على إزالته أنه لا يرجع، ونص على أنه إذا دعي إلى وليمة عرس فرأى فيها منكرا لا يقدر على إزالته أنه يرجع،

فسألت شيخنا عن الفرق فقال: لأن الحق في الجنازة للميت، فلا يترك حقه لما فعله الحي من المنكر، والحق في الوليمة لصاحب البيت، فإذا أتى فيها بالمنكر فقد أسقط حقه من الإجابة " .
ـــــــــــــــــــــ
[إعلام الموقعين] (4/160).
منقول من مجموعة دروس العلم.

 ✲✹✲

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy حفظه الله - [FBF 5]

______________
مجموعــــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Bagaimana Cara Al-Wala' Dan Al-Baro' Dalam Bermuamalah Bersama Yahudi Dan Nashroni?

::: BAGAIMANA CARA AL-WALA' DAN AL-BARO' DALAM BERMUAMALAH BERSAMA YAHUDI DAN NASHRONI? :::

Oleh: Asy-Syaikh Al-'Allamah Robi' bin Hadiy Al-Madkholiy حفظه الله

✹✹✹

PERTANYAAN:

Bagaimana cara berloyalitas dan membenci di dalam mu'amalah bersama yahudi dan nashrani dimana di sana ada beberapa hadits dan ayat yang mengisyaratkan kepada mu'amalah bersama mereka dengan jalan bertetangga yang baik dan berbuat ihsan serta jujur dalam berniaga dan selain itu?

JAWABAN:
Betul padanya ada ayat-ayat tentang berloyalitas dan membenci yang banyak dan keras yang mayoritas dari muslimin tidak mengetahuinya sekalipun sebagian para da'i dan para penulis mereka tidak mengetahui makna-makna ini atau mereka berpura-pura tidak mengetahuinya

(لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ ) [سورة المجادلة : 22]

" Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka." [Qs. Al-Mujadilah: 22]

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ ) [سورة المائدة : 51]

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." [Qs. Al-Maaidah: 51]

Maka at-tawalli (maknanya) ialah kecintaan dan kasih sayang serta pertolongan,

• dan adapun mu'amalah perniagaan -dalam keadaan Anda membencinya- maka tidak ada kerugian padanya, dan perniagaan dahulunya dibawa oleh para koptik (orang-orang qibthiy - mesir, pent) dan orang-orang Anbath ( Anbath atau Nabatea adalah kerajaan Arab tertua di Semenanjung Arab di utara dan selatan dan timur dan barat, dan termasuk dalam bagian awal dari Yordania dan Arab Saudi, pent) ke kota Madinah dan datang (juga) kaum yahudi sedangkan Rosululloh wafat dalam keadaan baju besinya tergadaikan pada seorang yahudi dan saling bermu'amalah bersama mereka di daerah Khoibar dengan sebuah persyaratan tidak keluar darinya,

• Maka bermu'amalah dalam urusan dunia bersamaan dengan kebencian Anda kepadanya karena Alloh dan Anda bertaqorrub dengan membencinya karena Alloh, dan dalam mu'amalah yang demikian tidak diperbolehkan bagi Anda untuk menzholiminya, karena tidak boleh Anda berbuat zholim kepada seorang muslim dan tidak pula orang kafir,

Kezholiman adalah haram di dalam syariat semuanya terlebih lagi di dalam syariat Islam,

Maka apabila antara Anda dengannya telah ada sebuah ikatan perjanjian maka wajib untuk ditunaikan, dan apabila dia berada di bawah tanggung jawab kita maka wajib bagi kita untuk menunaikan tanggung jawab ini, akan tetapi bersamaan dengan adanya kebencian bagi para musuh Alloh, karena mereka adalah para musuh Alloh wajib untuk Anda membenci mereka dan

{أوثق عرى الإيمان الحب في اللّٰه والبغض فيه}

"Sekuat-kuat tali keimanan ialah cinta karena Alloh dan benci karena-Nya".

Dan Alloh Tabaroka wa Ta'ala berfirman:

(لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ ● إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ) [سورة الممتحنة : 8-9]

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [Qs. Al-Mumtahanah: 8-9]

▪Maka ayat ini merincikan antara berloyalitas dengan berbuat bakti dan ihsan, apabila musuh ini adalah seorang yahudi atau nashrani musyrik yang tidak menyakiti Anda di dalam (urusan) agama Anda dan bukan dalam perkara dunia Anda dia dalam ikatan perjanjian maka tidak ada penghalang bagi Anda untuk berbuat baik kepadanya dan berlaku adil kepadanya dengan keadilan dan kebaikan serta berbuat ihsan kepadanya dan wajib untuk menjadikan niat seorang muslim dengan perbuatan ihsannya ini dan perbuatan kebaikannya ini untuk menjadikannya masuk ke dalam lingkungan Islam dan mengeluarkan dia dari lingkungan kafir,
☕ Dan adapun kecintaan serta kasih sayang (kepadanya) maka ini termasuk dari bentuk loyalitas kepada para musuh Alloh dan terkadang dapat mengeluarkan dirinya dengan loyalitas seperti ini kepada para musuh Alloh kepada kekufuran kepada Alloh sebagaimana firman-Nya:

(وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ ) [سورة المائدة : 51]

" Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." [Qs. Al-Maaidah: 51]

📼 [Kaset berjudul: Taqwalloh wa tsimaruha at-thoyyibah (Taqwa kepada Alloh dan buahnya yang baik)]

 ---🌳🌳🌳---

❓السؤال:
كيف يكون الولاء والبراء في المعاملة مع اليهود والنصارى حيث إن هناك أحاديث وآيات تشير إلى معاملتهم بحسن الجوار والإحسان والصدق في التجارة وغير ذلك؟

🔏 الجواب
نعم فيه آيات في الولاء والبراء كثيرة وشديدة جهلها كثير من المسلمين حتى بعض الدعاة والكتاب يجهلون هذه المعاني أو يتجاهلونها ((لا تجد قوما يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله ولو كانوا أباءهم أو إخوانهم أو أزواجهم أو عشيرتهم)) ((يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا اليهود والنصارى أولياء بعضهم أولياء بعض ومن يتولهم منكم فإنه منهم)) فالتولي هو الحب والمودة والنصرة، فأما المعاملات التجارية -وأنت تبغضه- فلا ضير فيها، التجارة كان يأتي الأقباط والأنباط إلى المدينة ويأتي اليهود والرسول مات ودرعه مرهون عند يهودي وتعامل معهم في خيبر على شرط ما يخرج منها، فالمعاملة في أمور الدنيا مع أنك تبغضه في الله وتتقرب ببغضه إلى الله، وفي هذه المعاملة لا يجوز أن تظلمه، لأنه لا يجوز أن تظلم مسلما ولا كافرا، الظلم حرام في الشرائع كلها ولاسيما في شريعة الإسلام، فإذا كان بينك وبينه عهد يجب أن تفي به، وإذا كان في ذمتنا يجب أن نفي بهذه الذمة، لكن مع البغض لأعداء الله، لأنهم أعداء الله يجب أن تبغضهم و"أوثق عرى الإيمان الحب في الله والبغض فيه" وقال الله تبارك وتعالى: ((لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم وتقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين إنما ينهاكم الله عن الذين قاتلوكم في الدين وأخرجوكم من دياركم وظاهروا على إخراجكم أن تولوهم ومن يتولهم منكم فأولئك هم الظالمون)) فهذه الآية تفصل بين الموالاة وبين البر والإحسان، إذا كان هذا العدو يهودي أو نصراني مشرك لم يؤذك في دينك ولا في دنياك وهو مسالم لا مانع أن تبره وتقسط إليه بالعدل والبر والإحسان إليه ويجب أن تكون نية المؤمن بهذا الإحسان وبهذا البر أن يأخذه إلى حضيرة الإسلام ويخرجه من حضيرة الكفر، وأما المحبة والمودة فهذه هي من تولي أعداء الله وقد يخرجه هذا التولي لأعداء الله إلى الكفر بالله كما يقول: ((ومن يتولهم منكم فإنه منهم)).

📼[شريط بعنوان: تقوى الله وثمارها الطيبة]

 ✲✲✲

📑 Sumber:
http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=28&id=311
✒ Alih Bahasa:
Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh حفظه الله - [FBF 2]

______________
🔍 مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
📌❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy - Mengkritisi Islam Garis Keras dan Menyoal Manhaj Lembek

Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Ahad, 02 Jumadil Awwal 1436H - 22/02/2015M
Ma'had Al-Falah KUA Weru - Sukoharjo

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Mengkritisi Islam Garis Keras dan Menyoal Manhaj Lembek - [ Sesi 1 ] | [ Sesi 2 ] | [ Sesi Tanya Jawab ]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: Streaming via Radio Rasyid

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Fatwa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (Bgn. 2)

::: FATWA SAMAHATUSY SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDILLAH BIN BAZ (BGN. 2) :::

✹✹✹

::: HUKUM TRANSPLANTASI DARI ORGAN ORANG YANG MATI KOMA :::

TANYA:

Apa hukum transplantasi dari organ orang yang dinyatakan mati koma?

JAWAB:
Seorang Muslim itu terhormat ketika hidup maupun matinya. Kewajiban bagi kita adalah tidak menyakitinya atau membuat cacat jasadnya, seperti dengan mematahkan dan memotong tulangnya. Telah datang dalam sebuah hadits:

كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Mematahkan tulang mayit sama seperti mematahkannya ketika ia hidup”.

Hadits ini dijadikan dalil tentang tidak bolehnya mengambil salahsatu organ tubuh mayat untuk kepentingan orang hidup (seperti mengambil jantung, ginjal, dan selainnya) karena hal tersebut lebih besar dari sekedar mematahkan tulang.

Telah terjadi khilaf/perselisihan di kalangan para ‘ulama tentang boleh tidaknya transplantasi organ. Sebagian mereka mengatakan bahwa dalam hal ini terdapat kemaslahatan (manfaat) bagi orang hidup karena banyaknya kasus penyakit gagal ginjal. Pendapat ini tentunya perlu ditinjau.

Menurutku yang lebih benar adalah tidak boleh berdasarkan hadis yang telah disebutkan. Dan karena dalam hal itu terdapat sikap bermain – main dengan organ tubuh mayat dan meremehkannya. Ahli waris saja tidak mewarisi tubuhnya, mereka hanya mewarisi hartanya saja. Allahlah yang memberi taufiq.

✲✲✲

::: HUKUM MENYIMPAN JENAZAH DI LEMARI PENDINGIN SELAMA BEBERAPA BULAN :::

TANYA:


Apa hukum menyimpan jenazah di lemari pendingin selama beberapa bulan?

JAWAB:
Apabila ada kebutuhan yang menuntut hal itu maka tidaklah mengapa sebatas pengajaran yang dibutuhkan.

✲✲✲

::: MEMATAHKAN TULANG MAYAT APAKAH MENGHARUSKAN QISHASH? :::

TANYA:
Apakah mematahkan tulang mayat mengharuskan qishash?

JAWAB:


Tidak. Qishash hanyalah untuk orang yang hidup dengan syarat – syaratnya.

✲✲✲

::: HUKUM MEMATAHKAN TULANG ORANG KAFIR YANG TELAH MATI :::

TANYA:


Bolehkah mematahkan tulang orang kafir yang telah mati?
JAWAB:
Terdapat perincian di dalamnya. Jika ia kafir dzimmy, mu’ahad, atau musta`man maka tidak boleh.

Tapi jika ia kafir harby (orang kafir yang memerangi kaum muslimin-red) maka tidak mengapa.

Berdasarkan hal ini maka boleh melakukan transplantasi organ dari jenazah kafir harby.

Sedangkan mu’ahad, dzimmy, dan musta`man tidak boleh. Karena jasad mereka terhormat.

Sumber: Kitab "Al-Fatawa al- Muta’alliqah bith-Thibbi Wa Ahkamil-Mardho" karya : Asy-Syaikh ‘Allamah Doktor Shalih bin Fauzan al-Fauzan حفظه الله

✲✲✲


✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Abdillah Alwatesi حفظه الله
 
__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Tentang Ucapan “Almarhum” dan “Telah Berpulang Ke Rahmatullah”

::: TENTANG UCAPAN “ALMARHUM” DAN “TELAH BERPULANG KE RAHMATULLAH” :::

Fadhilatusy Syaikh Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum perkataan “fulan almarhum” atau “semoga limpahan rahmat Allah tercurah padanya”, atau perkataan “ telah berpulang ke rahmatullah”?

✹✹✹

✏ Maka beliau menjawab:

قول فلان المرحوم أو تغمده الله برحمته لا بأس بها ، لأن قولهم المرحوم من باب التفاؤل والرجاء ، وليس من باب الخبر ، وإذا كان من باب التفاؤل والرجاء فلا بأس به .

Untuk perkataan “fulan almarhum” atau ucapan “ semoga limpahan rahmat Allah tercurah padanya ” TIDAKLAH MENGAPA DIUCAPKAN.

Perkataan “almarhum” termasuk kalimat pengharapan, bukan termasuk kalimat berita yang memastikan. Sehingga jika maksudnya sebagai harapan, maka tidaklah mengapa.

Adapun kalimat “telah berpulang ke rahmat Allah”, yang nampak bagi saya adalah ucapan itu termasuk pengharapan, BUKAN bermaksud pemastian.

Sungguh ini semua termasuk perkara ghaib sehingga TIDAK BOLEH MEMASTIKANNYA dengan kalimat tersebut.

Dan juga kalimat “ia telah berpulang ke rafiqil a’la (ke surga)”, maka TIDAK DIBOLEHKAN (jika maksudnya untuk memastikan,pent).

___________________

28. سئل فضيلة الشيخ: عن قول فلان المرحوم و تغمده الله برحمته و انتقل إلى رحمه الله ؟ .

فأجاب بقوله :قول فلان المرحوم أو تغمده الله برحمته لا بأس بها ، لأن قولهم المرحوم من باب التفاؤل والرجاء ، وليس من باب الخبر ، وإذا كان من باب التفاؤل والرجاء فلا بأس به .

وأما انتقل إلى رحمه الله فهو كذلك فيما يظهر لي إنه من باب التفاؤل، وليس من باب الخبر ، لأن مثل من أمور الغيب ولا يمكن الجزم به ، وكذلك لا يقال انتقل إلى الرفيق الأعلى.

 ✲✲✲

Sumber: http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_16992.shtml

✒ Alih Bahasa: Abu Mas'ud Surabaya حفظه الله [FBF-7]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Berhias dan Memakai Wewangian Seorang Wanita Ketika Keluar (Rumah)

::: BERHIAS DAN MEMAKAI WEWANGIAN SEORANG WANITA KETIKA KELUAR (RUMAH) :::

Oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan حفظه الله

❀✿❀

PERTANYAAN:


Semoga Allah memberi kebaikan kepada Anda, Berikut ini Saudari penanya yang menanyakan tentang berhias dan memakai wewangian yang dinisbahkan untuk seorang wanita pada saat-saat khusus hanya bersama para wanita saja?

JAWABAN:


لا تتزين عند الخروج من بيتها لا تتزين ولا تتطيب حتى للمسجد

Tidak boleh seorang wanita berhias ketika keluar dari rumahnya, tidak boleh berhias tidak pula memakai wewangian bahkan untuk ke masjid.

Tidak boleh berhias dan tidak pula memakai wewangian apabila keluar menuju masjid lantas bagaimana hal itu diperbolehkan apabila keluar ketempat selainnya, Sehingga seorang wanita keluar dalam keadaan tertutup (behijab) dan tidak memakai wewangian serta tidak ber-Tabarruj (berhias),

هذه الواجب على المسلمة

HAL INI ADALAH KEWAJIBAN ATAS SEORANG WANITA MUSLIMAH.

-----

تزين و تطيب المرأة عند الخروج

السؤال:

أحسن الله إليكم، هذه الأخت تسأل عن التزين و التطيب بالنسبة للمرأة في المناسبات الخاصة بالنساء فقط ؟

الجواب:

لا تتزين عند الخروج من بيتها لا تتزين ولا تتطيب حتى للمسجد ما تتزين و لا تتطيب إذا خرجت إلى المسجد ، فكيف إذا خرجت إلى غيره فتخرج متسترة متجنبة للطيب متجنبة للتبرج هذه الواجب على المسلمة.   

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15435 (Audio durasi 00.30)

✒ Alih Bahasa: Syabab Forum Berbagi Faidah

___________
مجموعــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | alfawaaid.net

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy - Bila Muslim Jatuh dalam Kesalahan

Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Sabtu (Ba'da Ashar ~ Selesai), 01 Jumadil Awwal 1436H - 21/02/2015M
Ma'had Al-Anshar, Sleman Yogyakarta

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Bila Muslim Jatuh dalam Kesalahan - [ Sesi 1 ] | [ Sesi 2 ] | [ Sesi Tanya Jawab ]
* Al-Afwu minkum rekaman sesi 1 pada bagian awwal tidak terekam. In sya Allah link unduhan akan diupdate kembali (Jika Ada).

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: Streaming via Radio Salafy Jogja (Salafy•Or•Id)

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy - Perbedaan Prinsip Dakwah Salafiyyah Dengan Hadaddiyah (Upaya Memahami Keagungan dan Kemuliaan AhlusSunnah)

Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah
Sabtu, 01 Jumadil Awwal 1436H - 21/02/2015M
Masjid Ibnu Taimiyah, Sukoharjo - Solo

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Perbedaan Prinsip Dakwah Salafiyyah Dengan Hadaddiyah (Upaya Memahami Keagungan dan Kemuliaan AhlusSunnah) - [ Sesi 1 ] | [ Sesi Tanya Jawab ]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: Streaming via Radio Rasyid

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar - Tentramkan Hidupmu dengan Ikhlas!

Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar hafizhahullah
Kamis, 29 Rabi’uts Tsani 1436H - 19/02/2015M
Masjid As Shaalihin Walikukun, Ngawi

-- Download audio | Mp3 versi 16 Kbps --


Tentramkan Hidupmu dengan Ikhlas! - [ Sesi 1 ] | [ Sesi 2 ] | [ Sesi Tanya Jawab ]

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: **Sumber Audio : Panitia Kajian Ilmiyah Ahlussunnah wal Jama’ah Ngawi (Jazaahumullahu Khairaa) via situs ForumSalafy•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Pujian Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholi kepada Asy-Syaikh Robi' Al-Madkholi

::: PUJIAN ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN HADI AL-MADKHOLI KEPADA ASY-SYAIKH ROBI' AL-MADKHOLI :::

✹✹✹

PERTANYAAN KETIGA:
Seseorang bertanya: “Sebagian ikhwan ketika menasehati sebagian pelajar baru, mereka tidak menyebutkan ulama kibar yang memahami tentang (ilmu) jarh, sehingga (hanya) menyebutkan sebagian ulama kibar yang tidak ada khilaf (penilaian) tentang mereka dan berucap:

“Seandainya aku menyebut semisal Asy-Syaikh Robi' Al-Madkholi dan semisalnya dari kalangan kibar ulama (penyebutan nama mereka) bisa menjadikan pelajar-pelajar itu lari (dari manhaj salaf)?”

Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholi حفظه الله menjawab:
Asy-Syaikh Robi' termasuk kibar ulama, ulama sunnah, celaan apa sehingga (kamu) malu untuk menyebut tentang beliau, beliau bukan orang yang jelek hingga ditutupi penyebutannya - semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada beliau dan menutup hayat kami, beliau, dan kalian dengan segenap kebaikan-.

Asy-Syaikh Robi' termasuk figur panji sunnah di zaman ini berdasar kesaksian para tokoh-tokoh ulama kibar, bukan dengan persaksian kami. Sehingga beliau bukan seseorang yang kita malu untuk menyebutkan tentangnya.

Dan tidaklah malu dari menyebut tentang beliau KECUALI mayoritasnya seorang yang BERPENYAKIT dan MENYIMPANG (manhajnya) atau seseorang yang melihat dirinya dalam berijtihad (menilai Asy-Syaikh Robi') adalah benar sedang ia benar-benar keliru dalam ijtihadnya ini.

الشيخ ربيع من الأعلام الذين يذكرون في هذا الزمن، أعلام السُنة ويُفاخَر بذكرهِم،

“Asy-Syaikh Robi' termasuk panji-panji (sunnah) yang disebutkan (keutamaan mereka di atas sunnah) di zaman ini. PANJI SUNNAH yang berbangga untuk menyebutnya.”

فهو -حفظهُ الله- مُجاهدٌ في الدفاع عن السُنة والذبّ عنها كبقية إخوانه علماء السُنة في هذا العصر

“Beliau - semoga Allah menjaganya - seorang Mujahid pejuang dalam membentengi sunnah dan membelanya sebagaimana saudara-saudara beliau ulama sunnah yang lainnya di zaman ini.”

Di setiap waktu dan tempat, ulama sunnah tidaklah malu menyebut tentang mereka. Ini (perkataan orang di atas) kalam mungkar yang sangat aneh.

Kami memohon kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung untuk menganugerahi kami dan kalian fikih (pemahaman yang dalam) terhadap agama dan terjauhkan dari sikap 'ujub(congkak) dan mengikuti hawa nafsu.

Sumber: Pertemuan Ke-32 dari Acara “Pertemuan dengan Penuntut Ilmu bersama Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholi” pada hari Ahad 26 Rabi'uts Tsaaniy 1436 H.

مجموعة منهج الأنبياى

_____________________

ثناء الشيخ محمد بن هادي المدخلي حفظه على الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى

السؤال الثالث:

هذا يقول هناك بعض الإخوة عند نصحهم لبعض الطلبة الجدد لا يذكر لهم العلماء الكبار العارفين، بالجرح فيذكر بعض العلماء الكبار الذين لا خلاف فيهم، ويقول إذا ذكرت مثل الشيخ ربيع المدخلي وغيره من كبار العُلماء، قد ينفر منهُ هؤلاء الطلاب؟

الجواب:

الشيخ ربيع من كبار العُلماء، عُلماء السُنة، ماهو سُبة يُستحيى من ذكرهِ، وليس هو بسوء حتى يُتخفى من ذكره -وفقه الله- وختم لنا ولهُ ولكم جميعًا بكل خير، الشيخ رييع من أعلام السنة في هذا الزمان، بشهادة العلماء الكبار الأعلام، ماهو بشهادتنا نحنُ،

فليس هو ممن يُستحيَّ من ذكرهِ، ولا يستحيّ من ذكرهِ إلا مريض مُنحرِف غالبًا أو من يرى نفسهُ في اجتهادهِ مُصيبًا وقد أخطأَ في الاجتهاد هذا،

الشيخ ربيع من الأعلام الذين يذكرون في هذا الزمن، أعلام السُنة ويُفاخَر بذكرهِم، فهو -حفظهُ الله- مُجاهدٌ في الدفاع عن السُنة والذبّ عنها كبقية إخوانه علماء السُنة في هذا العصر،

وفي كل زمانٍ ومكان فعلماء السُنة لا يُستحيَّ من ذكرهِم، هذا كلام مُنكر عجيب جدًا نسأل الله -عزَّ وجلّ- أن يرزقنا وإياكم الفقه في الدين، والبعد عن العُجب والهوى.

مصدر :

اللقاء الحادي والثلاثون من لقاءات طلبة العلم مع فضيلة الشيخ محمد بن هادي المدخلي والذي كان يوم الأحد 26 ربيع الثاني 1436هـ

✲✲✲

Sumber : http://ar.miraath.net/fatwah/7724/07/meeting-with-sh-mohammed-haady-26-04-1436h (Unduh audio durasi 01.59)

✒ Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidaniy (Solo) حفظه الله - [FBF 5]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Silsilatul Fataawa Al-Mar'atil Muslimah - Asy-Syaikh Muqbil Rahimahullah

::: SILSILATUL FATAAWA AL-MAR'ATIL MUSLIMAH :::

Oleh: Fadhilatusy Syaikh Muqbil bin Hadiy Al-Wadi'i رحمه الله

✿❀✿

PERTANYAAN [ 76 ]:

Apakah di perbolehkan masuknya wanita yang sedang haidh ke dalam masjid ?

JAWABAN:

Aku tidak mengetahui larangan dari perbuatan ini, dan hadits

لا يحل المسجد لحائض ولا جنب

“Suatu masjid tidak di halalkan bagi seorang wanita yang sedang haidh dan tidak pula lelaki yang sedang junub”

هو حديث ضعيف

INI ADALAH HADITS YANG DHO'IF

Pertanyaan wanita Aden ( Fataawa Al Mar'atul Muslimah hal : 93 ).

------

سلسلة الفتاوي المرأة المسلمة?
لفضيلة الشيخ المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله
السؤال : [ 76 ] هل يصح دخول المرأة الحائض في المسجد ؟
الجواب : لا أعلم مانعا من هذا، و حديث : ( لا يحل المسجد لحائض ولا جنب ) هو حديث ضعيف.
أسئلة نساء عدن : ( فتاوي المرأة المسلمة ص 93 )

✹✲✹

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Khuzaimah Fahmi Abubakar Jawwas حفظه الله - [FBF 9]

________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | alfawaaid.net

Fatwa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (Bgn. 1)

::: FATWA SAMAHATUSY SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDILLAH BIN BAZ RAHIMAHULLAH (BGN. 1) :::

✹✹✹

::: SEBAGIAN PASIEN MENINGGAL DENGAN POSISI TIDAK MENGHADAP KIBLAT KARENA PELETAKAN BED/KASUR RUMAH SAKIT :::

TANYA:

Sebagian pasien dari kaum muslimin meninggal dengan posisi tidak menghadap kiblat karena peletakan bed/kasur di Rumah Sakit tidak menghadap kiblat ?

JAWAB:

Tiada dosa dalam hal ini. Sunnahnya adalah menghadapkan pasien yang akan meninggal ke arah kiblat jika memungkinkan. Jika tidak memungkinkan maka tidak mengapa.


::: APAKAH ORANG YANG KOMA DIHUKUMI MENINGGAL? :::

TANYA:

Apakah orang yang sedang koma dihukumi telah meninggal?

JAWAB:

Tidak. Tidak boleh tergesa – gesa dalam hal ini. Kita harus menunggu hingga ia benar – benar meninggal tanpa ada keraguan. Hal ini merupakan perbuatan ketergesa – gesaan dari sebagian dokter, kemudian mereka mengambil salahsatu organ darinya dan bermain – main dengan orang mati. Ini semuanya tidak dibolehkan.


::: PERNYATAAN PARA DOKTER BAHWA ORANG YANG KOMA TIDAK MUNGKIN HIDUP KEMBALI :::

TANYA:

Bagaimanakah dengan pernyataan para dokter –semoga Allah selalu menjaga Anda- yang mengatakan bahwa orang yang koma tidak mungkin hidup kembali?

JAWAB:

Pernyataan seperti ini tidak dapat dipercaya dan dilaksanakan. Tidak ada dalil yang menunjukkan kebenarannya. Telah sampai kepadaku bahwa sebagian orang yang dinyatakan koma dapat hidup kembali.

Bagaimanapun juga, orang yang mengalami koma tidaklah dianggap mati dan tidak diberlakukan padanya hukum orang mati hingga ia benar – benar meninggal tanpa diragukan lagi.

 ✲✲✲

Sumber: “Al-Fatawa al- Muta’alliqah bith-Thibbi Wa Ahkamil-Mardho” karya : Asy-Syaikh ‘Allamah Doktor Shalih bin Fauzan al-Fauzan حفظه الله

✒ Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Abdillah Alwatesi (Jember) حفظه الله

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net