Tegarlah Ahlus Sunnah

::: TEGARLAH AHLUS SUNNAH :::

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ:

“ﺍﺛﺒﺖ، ﻻ ﺗﺘﻐﻴﺮ ﺑﻜﺜﺮﺓ ﺍﻟﻬﺠﻮﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻭ ﺍﻟﺘﺸﻨﻴﻊ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻟﻚ،

ﻣﺎ ﺩﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺣﻖ, ﻓﺎﺛﺒﺖ، ﻓﺎﻟﺤﻖ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﺰﺣﺰﺡ،

ﺛﻢ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﺩﺍﻓﻊ ﺇﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﻓﻲ ﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﻀﻌﻒ ﻓﻼ ﺃﺩﻧﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺪﺍﻓﻌﺔ، ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﻓﻲ ﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﻘﻮﺓ ﻓﻌﻠﻴﻚ ﺑﺎﻟﻬﺠﻮﻡ.

ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ ﺩﻭﻝ؛ ﻟﻜﻦ ﺃﻫﻢ ﺷﻲﺀ ﺃﻧﻚ ﻓﻲ ﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﻀﻌﻒ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﺗﺜﺒﺖ، ﻭﻻ ﺗﻘﻞ:

ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻛﻠﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻑ ﺫﻟﻚ؛

▪☝ﺑﻞ ﺍﺛﺒﺖ: ﻓﺎﻟﻠﻪ ﻧﺎﺻﺮ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﻛﺘﺎﺑﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻓﻲ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﺯﻣﺎﻥ.

▪☝ﻭﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻷﺫﻯ، ﻓﻬﺬﺍ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﻳﺠﺮ ﺑﺎﻟﺒﻐﻠﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻭﻳﻀﺮﺏ ﺑﺎﻟﺴﻴﺎﻁ، ﻭﻫﻮ ﺻﺎﺑﺮ ﺛﺎﺑﺖ.

▪☝ﻭﻫﺬﺍ ﺷﻴﺦ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻳﻄﺎﻑ ﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺑﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻭﻳﺰﺝ ﺑﺎﻟﺴﺠﻦ ﻭﻫﻮ ﺛﺎﺑﺖ.

ﻭﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﺗﻔﺮﺵ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﺭﻭﺩﺁ ﻭﺯﻫﻮﺭﺁ ﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﺘﻤﺴﻚ ﺑﺎﻟﺴﻨﺔ ﺃﺑﺪﺁ، ﻓﻤﻦ ﺭﺍﻡ ﺫﻟﻚ ﻓﻘﺪ ﺭﺍﻡ ﺍﻟﻤﺤﺎﻝ ."

ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻨﻮﻧﻴﺔ ﻻﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ‏ 270/3

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah berkata:

Tegarlah! Jangan berubah karena banyaknya SERANGAN kepadamu atau karena celaan terhadap pendapatmu,

Selama engkau diatas kebenaran, maka tegarlah, karena kebenaran tidak mungkin goyah,

Kemudian setelah itu, halaulah jika engkau dalam posisi lemah, adapun apabila engkau kuat, seharusnya engkau menyerang.

Dan hari hari (roda kehidupan) itu terus berputar, tapi yang terpenting apabila engkau lemah wajib bagimu tetap tegar, jangan engkau katakan:

“manusia semuanya menyelisihiku.”

▪☝Tapi tegarlah, karena Allah yang menolong agama-Nya, kitab-Nya dan rasul-Nya disetiap zaman.

▪☝Dan gangguan pasti ada, maka inilah Imam Ahmad yang beliau ditarik dengan keledai di pasar sambil dipukuli, tetapi beliau tetap bersabar dan tegar.

▪☝Dan ini pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang dibawa keliling pasar dengan gerobak dan diikat dipenjara tapi beliau tetap tegar.

Jangan pernah berpikir akan terbentang jalan yang dipenuhi bunga dan kembang bagi orang yang berpegang teguh dengan sunnah. Barangsiapa menginginkan demikian dia menginginkan suatu yang MUSTAHIL."

Syarh An Nuniyah libni 'Utsaimin 3/270

≡≡≡≡≡≡≡≡≡

➧ASAF - [FBF 3]

مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]
➖➖➖➖

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.