“Semoga Allah Merahmati Orang yang Menunjukkan Kepadaku Aibku”

“SEMOGA ALLAH MERAHMATI ORANG YANG MENUNJUKKAN KEPADAKU AIBKU”

ﻗﺎﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺑﻦ ﺃﺩﻫﻢ:

“ ﻣَﺎ ﺻَﺪﻕ َﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﺒﺪٌ ﺃَﺣَﺐَّ ﺍﻟﺸُّﻬﺮﺓ”


ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ﻣﻌﻠِّﻘﺎ:

ﻗﻠﺖ:

ﻋَﻼَﻣَﺔ ُﺍﻟﻤُﺨﻠِﺺِ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺪ ﻳُﺤِﺐُّ ﺷُﻬﺮَﺓً، ﻭﻻ ﻳﺸﻌﺮُ ﺑﻬﺎ، ﺃﻧّﻪ ﺇﺫﺍ ﻋُﻮﺗﺐ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻻ ﻳَﺤْﺮَﺩُ ‏(ﺃﻱ: ﻻ ﻳﻐﻀﺐ ‏) ﻭﻻ ﻳُﺒَﺮِّﺉُ ﻧﻔﺴَﻪُ،

ﺑﻞ ﻳﻌﺘﺮﻑ ﻭﻳﻘﻮﻝ: ﺭﺣﻢَ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺃﻫﺪﻯ ﺇﻟﻲَّ ﻋُﻴﻮﺑﻲ، ﻭﻻ ﻳَﻜُﻦْ ﻣﻌْﺠﺒﺎً ﺑﻨﻔﺴِﻪ؛ ﻻ ﻳﺸﻌﺮُ ﺑﻌﻴﻮﺑﻬﺎ، ﺑﻞ ﻻ ﻳﺸﻌﺮ ﺃﻧّﻪ ﻻ ﻳﺸﻌﺮ، ﻓﺈﻥّ ﻫﺬﺍ ﺩﺍﺀٌ ﻣﺰﻣﻦٌ.

‏( ﺳﻴﺮ ﺃﻋﻼﻡ ﺍﻟﻨﺒﻼﺀ ﻟﻠﺬﻫﺒﻲ 7/ 393 ‏)

∷∷∷∷∷∷∷∷∷

Ibrahim bin Adham berkata:

“Seseorang yang cinta kemasyhuran berarti dia tidak jujur kepada Allah.”

Berkata Al Hafizh Adz Dzahabi mengomentarinya: “Saya katakan;

“Tanda seorang yang ikhlas yang terkadang menyukai kemasyhuran tanpa dia sadari, adalah ketika dia dikritik akan hal itu, maka dia tidak merajuk (yaitu tidak marah) ataupun berlepas diri darinya,

Bahkan mengakuinya dan berdoa: “Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kepadaku aibku” dan dia tidak merasa bangga dengan dirinya yang tidak menyadari akan aibnya, bahkan tidak menyadari kalau dia tidak menyadari hal itu, karena ini merupakan penyakit yang kronis.”

(Siyar A'lamin Nubala’ 7/393)


➥Abu Furoyhan Ahmad Al Makassari - [FBF 3]

_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

➖➖➖➖

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.