Menjelaskan Kesalahan Walaupun Dia Dari Seorang Ahlussunnah

::: MENJELASKAN KESALAHAN WALAUPUN DIA DARI SEORANG AHLUSSUNNAH :::

                               ✹✹✹

Pertanyaan yang diajukan kepada as-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkholi حفظه الله

[] Pertanyaan :  Semoga Alloh memberikan kebaikan kepada anda. Apakah ucapan ini benar, BAHWA THOLIBUL ILMI TIDAK BERBICARA TENTANG SESEORANG DARI KALANGAN AHLUSSUNNAH YANG TERJATUH KEPADA KESALAHAN, KECUALI DENGAN MEMINTA PENDAPAT DARI AHLUL 'ILMI??

Jawab:
TIDAK, INI TIDAK BENAR, akan tetapi berbicaralah dalam rangka menjelaskan kesalahan orang tersebut (yang terjatuh pada kesalahan), walaupun yang terjatuh adalah seorang 'alim sunnah, atau seorang sunny, atau selain mereka, karena hal ini (berbicara tentang seseorang yang terjatuh pada kesalahan) adalah kebutuhan, menjelaskan karena kebutuhan.

Maka jika dia datang, dan memandang bahwa akan dikhawatirkan (orang yang salah tersebut) akan diikuti dengan kesalahan tersebut, maka katakanlah ini salah, fulan salah pada masalah ini, fulan ucapannya (dho'if) lemah, fulan ucapannya rojih (kuat), walaupun orang yang salah tersebut dari kalangan ahlus sunnah.

☝Dikarenakan, sesungguhnya para ulama sejak zaman dahulu senantiasa mengkritik satu dengan yang lain.

Maka tidak ada masalah pada perkara tersebut, semoga Alloh Subhaanahu wa Ta'ala memberikan kepada kami keikhlasan pada ucapan dan amal perbuatan kita hanya untuk-Nya. 

Semoga Sholawat, salam serta keberkahan Alloh limpahkan atas hamba dan utusannya Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam,  keluarga beliau dan para sahabat beliau serta para pengikut beliau dengan benar.

↘ Audio:
Durasi 00:55 link unduh http://bit.ly/1tniMTU

Alih Bahasa: Abu 'Ubaidah Azmi bin Munawwar Kholil (Muntilan) حفظه الله [FBF 2]


                     ------

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.