Hikmah Tentang Larangan Seorang Anak Tidur Seranjang atau Satu Selimut Dengan Saudara atau Saudarinya

::: HIKMAH TENTANG LARANGAN SEORANG ANAK TIDUR SERANJANG ATAU SATU SELIMUT DENGAN SAUDARA ATAU SAUDARINYA :::

✹✹✹

Mungkin sebagian kita masih bingung dan belum tahu, mengapa Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam memerintahkan para orangtua agar memisah tempat tidur anak-anaknya semenjak kecil.

Beliau tidak memperkenankan seseorang tidur satu ranjang atau satu selimut antara seorang anak dengan saudara atau saudarinya.

                      ------

Maka berikut para kibar ulama dalam Lajnah Da`imah- semoga Allah memberkahi ilmu mereka - menjelaskan akan hikmah larangan tersebut.

نهى - صلى الله عليه وسلم - عن نوم الأخ والأخت في فراش ولحاف واحد بقوله  صلى الله عليه وسلم :

مروا أبناءكم بالصلاة لسبع، واضربوهم عليها لعشر، وفرقوا بينهم في المضاجع

لأن في هذا السن يبدأ ميل الذكر إلى الأنثى، وميل الأنثى إلى الذكر، مع قصور في العقل، فيكون ذلك وسيلة لاستجرار الشيطان لهما إلى ما لا يحل.

_________________

Rasululloh Shallallaahu alaihi wasallam melarang seorang saudara tidur bersama saudarinya dalam satu tempat tidur ataupun satu selimut berdasarkan Sabda beliau Shallallaahu alaihi wasallam :

⚡مروا أبناءكم بالصلاة لسبع واضربو عليهم لعشر و فرقوا بينهم في المضاجع

“Perintahkanlah  anak-anak kalian untuk sholat ketika mereka berumur 7 tahun , pukullah mereka (apabila tidak mengerjakan sholat,pent) ketika berumur 10 tahun  dan pisahkanlah  tempat tidur mereka.”

☝Hal ini dikarenakan pada umur-umur ini 'ketertarikan' laki-laki terhadap perempuan mulai muncul , begitu juga 'ketertarikan' perempuan terhadap laki-laki mulai muncul. Padahal akal-akal mereka masih dangkal.

فيكون ذلك وسيلة لاستجرار الشيطان لهما إلى ما لا يحل

Maka hal tersebut bisa menjadi perantara syaithon untuk menyeret mereka pada perkara yang tidak halal.

Sumber: Fatawaa Lajnah Daaimah 26/336

✒ Alih Bahasa: Abu Mas'ud Surabaya حفظه الله [FBF-7]

__________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.