Bantahan Bahwa Membantah Ahlu Bathil Akan Memutus Jalan Ilmiyah Bagi Penuntut Ilmu

::: BANTAHAN BAHWA MEMBANTAH AHLU BATHIL AKAN MEMUTUS JALAN ILMIYAH BAGI PENUNTUT ILMU :::

✵✵✵✵✵

ﺳﺌﻞ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ - ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﻛﻤﺎ ﻓﻲ "ﺃﺟﻮﺑﺔ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺌﻠﺔ ﺃﺑﻲ ﺭﻭﺍﺣﺔ ﺍﻟﻤﻨﻬﺠﻴﺔ "

ﺳﺆﺍﻻ ﻧﺼﻪ:

ﻳَﻈﻦّ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻥّ ﺍﻟﺮﺩّ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻗﺎﺽ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻚ ﺍﻟﻌﻠﻤﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﺧﺘﻄَّﻪ ﺍﻟﻄﺎﻟﺐ ﻓﻲ ﺳﻴﺮﻩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﻞ ﻫﺬﺍ ﻣﻔﻬﻮﻡ ﺻﺤﻴﺢ؟

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:

ﻫﺬﺍ ﻣﻔﻬﻮﻡ ﺑﺎﻃﻞ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺃﺳﺎﻟﻴﺐ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻟﻴﺨﺮﺳﻮﺍ ﺃﻟﺴﻨﺔ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨّﺔ .

ﻓﺎﻹﻧﻜﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ.

ﻭﻣﺎ ﺗﻤﻴّﺰﺕ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣّﺔ ﻋﻠﻰ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﻣﻢ ﺇﻻّ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﻤﻴﺰﺓ

ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺧَﻴْﺮَ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃُﺧْﺮِﺟَﺖْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺗَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻤُﻨﻜَﺮِ ﻭَﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ .

ﻭﺇﻧﻜﺎﺭ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﺗﻄﺒﻴﻖ ﻋﻤﻠﻲ ﻟِﻤَﺎ ﻳﺘﻌﻠّﻤﻪ ﺍﻟﺸﺎﺏ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻓﻲ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺩﺭﺍﺳﺘﻪ ﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻨّﺔ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ.

ﻓﺈﺫﺍ ﻟﻢ ﻳُﻄﺒِّﻖ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﺧﺎﺻﺔ ﻓﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻓﻘﺪ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ:

‏ﻟُﻌِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻣِﻦ ﺑَﻨِﻲ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺴَﺎﻥِ ﺩَﺍﻭُﺩَ ﻭَﻋِﻴﺴَﻰ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﻤَﺎ ﻋَﺼَﻮْﺍ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﺘَﺪُﻭﻥَ ‏* ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻻَ ﻳَﺘَﻨَﺎﻫَﻮْﻥَ ﻋَﻦ ﻣُﻨﻜَﺮٍ ﻓَﻌَﻠُﻮﻩُ ﻟَﺒِﺌْﺲَ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ.

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﺮﻯ ﺃﻥّ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﺗﻨﺘﺸﺮ ﻭﻟﻬﺎ ﺩﻋﺎﺗﻬﺎ ﻭﻟﻬﺎ ﺣﻤﻠﺘﻬﺎ ﻭﻟﻬﺎ ﺍﻟﺬﺍﺑّﻮﻥ ﻋﻨﻬﺎ ﻭﻟﻬﺎ ﺍﻟﻤﺤﺎﺭﺑﻮﻥ ﻷﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨّﺔ ﻓﻜﻴﻒ ﻳﺴﻜﺖ؟، ﻭﻗﻮﻟﻬﻢ: ﺇﻥ ﻫﺬﺍ ﻳﻘﻀﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻠﻢ: ﻫﺬﺍ ﻛﺬﺏ، ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﺘﻄﺒﻴﻖ ﻟﻠﻌﻠﻢ.

ﻭﻋﻠﻰ ﻛﻞّ ﺣﺎﻝ ﻓﻄﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻻﺑﺪّ ﺃﻥ ﻳﺨﺼّﺺ ﺃﻭﻗﺎﺗًﺎ ﻟﻠﺘﺤﺼﻴﻞ ﻭﻻﺑﺪّ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺟﺎﺩًّﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﺼﻴﻞ، ﻭﻻ ﻳﺴﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ ﻳﻮﺍﺟﻪ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮﺍﺕ ﺇﻻّ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ، ﻓﻬﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞّ ﺣﺎﻝ ﻳﺤﺼِّﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻓﻲ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻳﻄﺒّﻖ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﺒﺎﺭﻙ ﻟﻬﺬﺍ ﺍﻟﻤﺘﻌﻠّﻢ ﺍﻟﻌﺎﻣﻞ ﻓﻲ ﻋﻠﻤﻪ.

ﻭﻗﺪ ﺗُﻨْﺰَﻉ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻟَﻤّﺎ ﻳﺮﻯ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮﺍﺕ ﻗُﺪَّﺍﻣَﻪُ ﻳﻘﻮﻝ: ﻻ، ﻻ، ﻟَﻤّﺎ ﺃﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻳﺮﻯ ﺍﻟﻀﻼﻻﺕ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻳﺮﻓﻌﻮﻥ ﺷﻌﺎﺭﺍﺕ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ، ﻭﻳﺪْﻋﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭﻳُﻀﻠّﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﻻ ﻻ ﻣﺎ ﺳﺄﺷﺘﻐﻞ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻷﺷﻴﺎﺀ، ﺃﻧﺎ ﺳﺄﺷﺘﻐﻞ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ‏( ﻳﻌﻨﻲ ﻳﺘﺪﺭّﺏ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺪﺍﻫﻨﺔ ‏)

ℹ http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124566

- - - - - - - - - - - - - -

Telah ditanya Fadhilatusy Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah sebagaimana dalam "Ajwibah Fadhilatusy Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhaliy As Salafiyyah ‘Ala As’ilah Abi Rawahah Al Manhajiyyah"

Teks pertanyaannya:
Banyak orang berprasangka bahwa membantah ahli bid'ah dan pengekor hawa nafsu memutus jalan ilmiyah yang ditempuh seorang thalabul ilmi dalam perjalanannya menuju Allah. Apakah ini benar?

Jawaban:
Ini pemahaman yang bathil. Ini merupakan metode ahlul bathil dan ahli bid’ah untuk membungkam lisan ahlussunnah.

Pengingkaran terhadap ahli bid’ah termasuk pintu teragung dari amar maruf nahi munkar.

Tidak ada yang membedakan umat Islam ini dibanding dengan umat-umat yang lain kecuali dengan keistimewaan ini (amar ma’ruf nahi munkar).

ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺧَﻴْﺮَ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃُﺧْﺮِﺟَﺖْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺗَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﺁﻣَﻦَ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﻣِﻨْﻬُﻢُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻭَﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢُ ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻘُﻮﻥ
َ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka
adalah orang-orang yang fasik.” ( Ali Imran: 110)

Mengingkari kemungkaran adalah praktek dari pemahaman agama Allah yang dipelajari seorang pemuda muslim dan dari belajarnya dia terhadap kitabullah dan sunnah Rasul-Nya yang mulia 'alaihish sholatu wassalam.

Jika dia tidak menerapkan amar ma’ruf nahi munkar ini, khususnya tentang ahli bid’ah, dia telah masuk ke dalam firman Allah Tabaraka wa Ta’ala :

ﻟُﻌِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻣِﻦ ﺑَﻨِﻲ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺴَﺎﻥِ ﺩَﺍﻭُﺩَ ﻭَﻋِﻴﺴَﻰ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﻤَﺎ ﻋَﺼَﻮْﺍ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﺘَﺪُﻭﻥَ * ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻻَ ﻳَﺘَﻨَﺎﻫَﻮْﻥَ ﻋَﻦ ﻣُﻨﻜَﺮٍ ﻓَﻌَﻠُﻮﻩُ ﻟَﺒِﺌْﺲَ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥ
َ
“Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Al-Maidah: 78-79)

Jika dia memandang bahwa bid’ah tersebar, memiliki penyeru, penopang, orang-orang yang membelanya, dan orang-orang yang memerangi ahlussunnah, maka
bagaimana dia bisa diam? Sedangkan ucapan mereka bahwa ini (membantah ahli bid’ah) akan memutus dari ilmu, ini adalah kedustaan, bahkan ini termasuk ilmu dan penerapan ilmu.

Bagaimanapun keadaannya maka seorang penuntut ilmu harus mengkhususkan waktu untuk tahsil (memperoleh ilmu). Dia harus bersungguh-sungguh dalam tahsil. Dia tidak akan bisa menghadapi kemungkaran kecuali dengan ilmu. Dia bagaimanapun keadaannya berusaha menperoleh ilmu dan dalam waktu yang bersamaan juga menerapkan ilmunya. Semoga Allah memberkahi pelajar yang mengamalkan ilmunya.

Kadang berkah dicabut ketika dia melihat kemungkaran di depannya, dia malah mengatakan: “Tidak tidak, ketika aku masih menuntut ilmu.” Dia melihat kesesatan dan ahlul bathil mengangkat syiar-syiar bathil dan mengajak manusia kepadanya dan menyesatkan manusia, kemudian dia berkata: “Tidak tidak, aku tidak akan menyibukkan diri dengan perkara ini. Aku akan menyibukkan diri dengan ilmu.” Maksudnya dia akan terbiasa dengan basa-basi.

            ✸✵✸✵✸✵✸

⇝ASAF - [FBF 3]

مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF]

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.