Salafiyun Tidak Terkejut dengan Tahdzir 7 Masyaikh Yaman Terhadap Syaikh Hani Hafizhahullah


TANGGAPAN MASYAIKH DAN ASATIDZAH DENGAN TAHDZIR 7 ULAMA YAMAN TERHADAP SYAIKH HANI HAFIZHAHULLAH

1. Nasehat dan Arahan dari Syaikh Nashir az-Zaidi hafizhohulloh:

Saya katakan wahai saudaraku, apa yang dilakukan para masyaikh di dalam “Bayan (Penjelasan)” mereka tentang kondisi saudara kita Abu Ali tidaklah mengherankan.

Abu Ali -semoga Alloh mengokohkan beliau- bukanlah seorang da’i fitnah, bukanlah beliau termasuk kedalamnya jauh sekali dari yang demikian itu.

Sesungguhnya beliau datang sebagai da’i bagi Sunnah yang mentahdzir dari berbagai kebid’ahan, bahkan berapa banyak perkara yang Alloh singkap melalui beliau di dalam berbagai muhadhoroh (ceramah-ceramah) yang beliau selenggarakan, yaitu:

Sebab-sebab kokoh (di atas Sunnah, pent)
Dan dengan inilah agama menjadi hancur.
Sebab-sebab kehinaan.
Tanda-tanda pembaharuan di dalam dakwah Syaikh Muqbil.
Rintangan-rintangan dalam menempuh jalan dakwah kepada al-haq.
Sikap seorang muslim dalam (menghadapi) fitnah.
Beberapa pelajaran dan ibroh.
Berbahagialah bagi orang-orang yang asing.
Dan terakhir ceramah yang menyingkap dan menmperjelas dan khususnya bagi para penuntut ilmu yang berjudul: Hanya bagi Alloh semata.

Aku katakan: Alloh singkap melalui beliau di dalam muhadhoroh-muhadhoroh ini beberapa perkara yang ditujukan atas dakwah salafiyyah yang sudah dipeluk oleh kebanyakan para pemuda yang sebelumnya mereka menerimanya begitu saja namun pada kenyataannya itu termasuk dari penipuan dan merupakan perusakan dan bukan penggemukan, termasuk penurun bukan peningkatan nilai harga, maka Alloh singkapkan melalui beliau dari para pemuda kabut asap ini dan Alloh jadikan para pemuda menerima dakwahnya.

Kemudian penghuni Ma’bar (yakni Muhammad al-Imam, pent) telah menyibukkan kami dengan kalimat tersebut yang membangkitkan semangat para musuh Islam hingga pada batasan menuduh para ulama Islam dan imam-imam mereka di zaman mereka semenjak Jihad Afghanistan hingga masa kini dengan menyatakan bahwa fatawa mereka adalah sebuah makar terselubung dan upaya memuluskan berbagai rencana makar, kemudian semakin berbuih dan semakin bergemuruh oleh ulah Ibnu Mar’i dengan makarnya yang terselubung dan dia menuduh Abu Ali Syaikh Hani bahwa syaikh Hani adalah seorang da’i Jihad dan kalimat itu menurut setiap orang di negeri Yaman bermakna bahwa beliau adalah da’i teroris yang berjalan di atas jalannya al-Qaida dan ISIS dan bahwa beliau mempersenjatai orang-orang asing -padahal beliau tidak memiliki kesalahan apapun kecuali beliau hanya menyatakan karena demi menjaga agama dan negeri dari penjajahan kaum Syi’ah Rofidhoh sebagai bentuk pengamalan terhadap fatwa kibar ulama-.

Dan Ibnu Mar’i menelpon kepada bagian keamanan untuk menghalangi orang-orang asing dari menghadiri muhadhoroh Syaikh Hani dengan kekuatan dan menzhalimi ikhwah dengan memasukannya ke dalam penjara, dan masuklah saudara wanita kita yang mulia oleh sebab dia (Ibnu Mar’i) yang berangkat bersama suaminya saudara kami dari orang asing -semoga Alloh menjaga mereka semua – dan Ibnu Mar’i telah menjadikan saudara-saudara kita berjalan kaki di antara Fiyus dan Aden dalam beberapa malam yang tidak ada mengetahuinya kecuali Alloh.

Dan dia angkat tuduhan ini kepada pihak berwajib dengan menyatakan bahwa orang-orang asing ini memiliki hubungan dengan da’i jihad dan dia kirim surat ini kepada bagian keamanan kemudian aparat keamanan menangkap saudara-saudara kita dari orang-orang asing, dan media masa menyebarkan berita dusta ini tentang kondisi saudara kita dengan keduataan yang telah mencapai seantero dunia.

Dan adalah kiamat besar (datang) dari syaikh Wushobi dan dia telah menuduh para masyaikh dengan tuduhan sebagai antek-antek dan sebagai mata-mata dan demi mewujudkan kemaslahatan negeri-negeri mereka.

Maka silahkan katakan kepada dengan menyebut nama Alloh wajib atasmu (membuktikan) tuduhan fitnah dan dari membawa orang-orang yang ada disekitarnya kepada kehancuran, bukankah Alloh telah berfirman:

(وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا) [سورة النساء : 112]

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.” [Qs. An-Nisaa: 112]

Siapakah orangnya yang telah mengobarkan api fitnah? dan menyibukkan para pemuda dari ilmu dan yang memalingkan mereka dari perbaikan keadaan mereka ataukah orang yang mengatakan ini benar dan ini salah, dan mengatakan bahwa para ulama kita berlepas diri dari kedustaan ini, atau orang yang telah menuduh mereka dengan kedustaan besar ini?

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Nabighoh tentang mereka:

حملتني ذنب امرئ وتركته ‍۞ كذي العر يكوي غيره وهو راتع

“Kau bebankan kepadaku dosa seseorang dan kau tinggalkan dia….
Seperti orang yang terkena kusta mengobati orang lain padahal dia tidaklah sakit.”

Maka aku katakan: untuk saudaraku Syaikh Hani, sesungguhnya kebenaran tidaklah dikenal dengan penyebaran dan ketenaran, bahkan bagi kebenaran adanya timbangan-timbangan yang dijadikan tolak ukur dengannya, dan bagi kebatilan adanya tanda-tanda yang dapat dikenal dengannya.

Dan aku katakan bagi para masyaikh, jika memang saudara kami telah mengatakan suatu kebatilan maka dimanakah tolak ukurnya dan mana tanda-tandanya? Adapun hukum yang kosong dari penjelasan ilmiah ini maka dia tertolak di sisi para ulama dan pengikutnya.

Berkata Syaikhul Islam: apa yang telah diperintahkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah keadilan yang tiada kezhaliman padanya, dan barangsiapa yang telah dilarang darinya maka dia telah dilarang dari keadilan, dan barangsiapa memerintahkan dengan lawannya maka dia telah memerintahkan dengan kezhaliman, karena lawan keadilan adalah kezhaliman maka tidaklah yang menyelisihinya kecuali kebodohan dan kezhaliman karena prasangkanya dan mengikuti hawa nafsu.

Diucapkan oleh saudara kalian:

Nashir az-Zaidi
(7/2/1436 H)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

2. Nasehat dan Arahan Syaikh Zakariya bin Syu’aib al-’Adeni hafizhohulloh:

Dan kami menginginkan dari para masyaikh kami -semoga Alloh memberikan taufiq kepada mereka – agar mereka melihat kepada perkara tersebut.

Inilah al-Hajuri, bagaimana dia telah berbuat dan murid-muridnya dan ucapan-ucapannya yang buruk maka apakah mereka (para masyaikh) telah menerbitkan “Bayan (Penjelasan)” atau tidak?!

Jika Syaikh Hani bersalah, tidakkah mereka membantah atas kesalahannya dan menesehatinya? Atau hal itu terpisah?!

Dan kami menginginkan dari mereka -semoga Alloh memberikan taufiq kepada mereka – agar menjelaskan; apa fitnah yang mereka tuduhkan kepadanya?!

Adapun (penjelasan) global dan membuta maka hal ini tidaklah dikenal di dalam dakwah kami.

Barokallohu fikum.

Ditulis oleh Syaikh Zakaria bin Syu’aib al-’Adeni hafizhohulloh.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

3. Nasehat dan Arahan Syaikh Fawwaz Al-Madkholi hafizhohulloh:

Dikatakan kepadaku bahwa di sana ada “Bayan” oleh para ulama Yaman.

Maka aku katakan: “Tentang jihad melawan Hutsi (Syi’ah)? Dijawab: bukan.

Aku katakan: tentang bantahan terhadap al-Imam dalam perjanjiannya? Dijawab: bukan.

Aku katakan: Tentang bantahan terhadap Yahya al-Hajuri? Dijawab: bukan.

Aku katakan: mereka membela orang-orang asing? Dijawab: bukan.

Aku katakan: maka penjelasan tentang apa? Mereka menjawab: tentang tahdzir (peringatan ulama Yaman, pent) dari Hani al-Buraik.

Aku katakan: “Mereka telah terdiam bertahun-tahun namun sekarang mereka berbicara untuk meng-hajr (memboikot)”

Semoga Alloh merahmati al-’Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’y yang mana mereka mengatakan di hari kematiannya: “telah berakhir masa yang menakutkan”.

Maka aku memohon kepada Alloh agar negeri Yaman dianugerahi Muqbil kedua.

Syaikh Fawwaz al-Madkholi hafizhohulloh.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

4. Nasehat dan Arahan dari ust. Muhammad Umar as-as-Sewed hafizhohulloh:

1⃣. Gak kaget kami mendengar tahdzir “masyayikh Yaman” terhadap seseorang yang bersikap tegas kepada orang-orang yang memiliki penyimpangan. Karena dua tahun lalu kami sudah mendengar tentang mereka. Tepatnya ketika kita bertanya tentang syaikh Utsman Salimi yang akan datang ke Indonesia kepada syaikh Ubaid, beliau menjawab:

مشائخ اليمن ﻟﺎ يحرص عليهم فيهم ضعف و الدعوة بحاجة الى أقوياء يا أبنائي..

“masyayikh Yaman” jangan kalian pegang, pada mereka ada kelemahan, padahal dakwah ini perlu orang-orang yang kuat, wahai anak anakku…

2⃣. Kami gak kaget mendengar “masyayikh yaman” mentahdzir seorang yang menjadi sebab terbongkarnya penyimpangan Abul Hasan, Yahya al Hajury, dan kemudian Muhammad al Imam oleh masyayikh kibar. Karena mereka justru orang-orang yang berupaya memgecilkan atau menutup-nutupinya.

3⃣. Kami gak kaget dengan tahdzir “masyayikh Yaman” terhadap seorang yang membawa fatwa jihad dari para ulama kibar, karena mereka justru yang menolak dan menentang fatwa jihad dan nasihat para ulama kibar.

4⃣. Kami gak kaget dengan tahdzir “masyayikh yaman” terhadap Masyayikh Yaman yang berjalan bersama para ulama kibar. Karena mereka tidak sejalan dengan ulama kibar.

5⃣. Justru yang mengagetkan kami adalah mereka tidak pernah setegas dan sekompak itu kepada Yahya al Hajuri, Abul Hasan, Ali Hasan, bahkan kepada syiah Rafidhah hutsiyun.

6⃣. Alhamdulillah, banyak masyayikh dan mustafidin yang seangkatan dengan mereka, setingkat mereka atau diatas mereka. Namun tidak menonjol karena mereka tidak memposisikan diri mereka sebagai ulama, tetapi sebagai  murid-murid para ulama kibar. Berjalan bersama ulama, mengikuti nasihat ulama dan terus duduk bersama ulama.

Nasalullahassalamah wal afiyah. Wa nasalullahal hidayah lana wa lahum wa lijamie’il muslimin ilat tauhid was sunnah.

Al-Ustadz Muhammad assewed hafizhahullah

Whatsapp Salafy Indonesia

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

 Teks Arabic Terkait Nasehat dan Arahan Masyaikh Atas Bayan Ulam Yaman.

أقول يا أخي ما فعله المشايخ في
بيانهم في حق أخينا أبي علي لاينقضي العجب منه،
أبوعلي سدده الله ليس داعية فتنة ولا هو من أهلها حاشاه من ذلك .

إنما جاء داعيا للسنة محذرا من البدع ، بل كم كشف الله به في هذه المحاضرات التي أقامها وهي :
أسباب التمكين

وبهذا يهدم الدين

وأسباب الخذﻻن

ومعالم التجديد في دعوة الشيخ مقبل

وعوائق في طريق الدعوة إلى الحق

وموقف المسلم في الفتن

دروس وعبر

طوبى للغرباء

واﻷخيرة التي كانت لقاء مكاشفة ومصارحة وخاصة بطﻻب العلم وكانت بعنوان لله وحده ،

أقول كشف الله به في هذه المحاضرات أمورا دخيلة على السلفية احتضنها كثير من الشباب كانت عندهم من المسلمات وهي في الحقيقة من الزغل ومن الغث لا من السمين ، ومن الخرز  لا من الثمين، فكشف الله به عن الشباب سحابة الدخان هذه وأقبل الله بالشباب عليه .

ثم شغلنا صاحب معبر بذاك الكلام الذي شجع به أعداء اﻹسلام الى أن وصل به الحد أن اتهم علماء اﻹسلام وأئمته في عصرهم منذ الجهاد اﻷفغاني إلى هذا العصر بأن فتاويهم بالجهاد هي من المكر الخفي وتنفيذ مخططات ، ثم أزبد وأرعد ابن مرعي بمكره الخفي واتهم أبا علي الشيخ هاني بأنه داعية جهاد وهي عند الكل في اليمن تعني أنه داعية أرهاب على طريقة القاعدة وداعش وأنه يسلح الغرباء – وﻻ ذنب له سوى أنه قال بحماية الدين والبلد من التمدد الرافضي عمﻻ بفتاوى اﻷكابر -

واتصل ابن مرعي بالجهات اﻷمنية لمنع الغرباء من حضور محاضراته بالقوة وزج باﻹخوة في السجون ، ودخلت السجن بسببه أخت لنا فاضلة كانت مع زوجها أخينا الغريب -حفظهم الله جميعا – وجعل بفعله المشين إخواننا في الفيوش وعدن في ليالي ﻻ يعلمها إﻻ الله .

ورفع هذه الفرية للمسؤولين من أن الغرباء لهم اتصال بداعية الجهاد وأرسل هذه الرسالة الى الجهات اﻷمنية ثم تلقف الأمن إخواننا الغرباء ، وتنشر الصحف هذه الفرية في حق إخواننا كذبة بلغت اﻵفاق .

وكانت الطامة الكبرى من الوصابي واتهم المشايخ بالعمالة والجاسوسية وتحقيق مصالح بلدانهم .

فقل لي بالله عليك من داعية الفتنة ومن يقود من حوله الى الهاوية، ألم يقل الله تعالى : (وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا) [سورة النساء : 112]

فمن الذي أثار الفتن وشغل الشباب عن العلم وصرفهم عن إصلاح أحوالهم أمن قال هذا صواب وهذا خطأ، وقال إن علماءنا برآء من هذه الفرية ، أم من اتهمهم بهذه العظائم.
وما أصدق قول النابغة فيهم :

وحملتني ذنب امرئ وتركته
****** كذي العر يكوى غيره وهو راتع .

فأقول : ﻷخي الشيخ هاني إن الحق لا يعرف بالانتشار ولا بالاشتهار، بل للحق ميزان يوزن به ، وللباطل علامات يعرف بها.

وأقول للمشايخ إن كان أخونا هاني قال باطلا فأين ميزانه وأين علاماته، أما هذا الحكم العاري عن البيان العلمي فهو مردود عند أهل العلم والاتباع .

قال شيخ اﻹسلام : ما أمر به النبي – صلى الله عليه وسلم – عدل لا ظلم فيه ، فمن نهى عنه فقد نهى عن العدل ، ومن أمر بضده فقد أمر بالظلم، فان ضد العدل الظلم فلا يكون ما يخالفه إلا جهلا وظلما ظنا وما تهوى النفس .

قاله أخوكم ناصر الزيدي

1436/2/7 هجرية .
——————————
ونحن نريد من مشايخنا وفقهم الله ان ينظروا في الامر
هذا الحجوري كيف فعل هو واصحابه وأقواله السيئة فهل انزلوا بيانا ام لا ؟!
ان كان الشيخ هاني مخطىء هلا ردوا على خطأه وناصحوه ام هي المفاصلة
ونريد منهم وفقهم الله ان يبينوا ماهي الفتنة التي يدعوا اليها
اما الإجمال والتعمية هذه لا نعرفها في دعوتنا
وَبَارِكْ الله فيكم

كتبها الشيخ زكرياء بن شعيب العدني حفظه الله
——————————
قيل لي أن ثمة بيان ” لعلماء اليمن “

فقلت: في جهاد الحوثي !؟، قيل: لا !
قلت: في الرد على الإمام على الوثيقة !؟ قيل:لا، قلت: في الرد على يحي الحجوري !؟
قيل: لا !، فقلت: نصروا الغرباء ؟
قيل: لا !، فقلت: فماذا في البيان ؟
قالوا: في التحذير من هاني البريك

قلت: (( سكتوا دهرا ونطقوا هجرا ))

رحم الله العلامة مقبل بن هادي الوادعي الذي قالوا يوم وفاته: ” انتهى زمن الخوف ”
فاسال الله ان يرزق اليمن مقبل ثاني.

الشيخ فواز المدخلي حفظه الله منقول

WA Ahlus Sunnah Karawang.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

DI BALIK TAHDZIR ADA ADEGAN SANDIWARA “ANTI-TAHDZIR”

Hajury menyampaikan muhadharah di tempat yang berjarak sekitar 3 km dari Fuyusy dan beberapa thullab dari Fuyusy yang diantaranya dari Indonesia pergi menghadirinya, namun anehnya Abdurrahman Al-Mughaffal sama sekali tidak mentahdzirnya sedikitpun dan kita belum mendengar darinya tahdzir sama sekali…

TANGGAPAN AL-USTADZ RUWAIFI Hafizhahullah

Sekarang keluarlah TAHDZIR tersebut terhadap seorang Hani bin Braik oleh Masyaikh Yaman. Hal ini, TIDAK PERNAH dilakukan oleh Masyaikh Yaman terhadap al-Hajuri dan Abul Hasan

Asy Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah, seorang alim yang dikenal istiqamah di atas manhaj salaf dan direkomendasi oleh msyayikh kibar semisal Syaikh Rabi’, dan Syaikh Ubaid, sedang diuji dengan adanya thdzir dari 7 orang masyayikh Yaman.
Namun, semua itu tak mengurangi kemuliaan dan kedudukan beliau di sisi salafiyyin yang mutamayyizin bukan mutalawwinin.

حسبنا الله ونعم الوكيل

dr Al-Ustadz Ruwaifi’,Lc


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  

ASAP HITAM FITNAH YAMAN
(Audio Penjelasan Asatidzah)

Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad As-Sarbini hafizhahullah:

atau download di sini

Al-Ustadz Abu Sa’id Hamzah hafizhahullah:

atau download di sini

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.