[ARTIKEL] Mencela Shahabat = Mencela Syari'at



MENCELA SHAHABAT NABI = MENCELA SYARI‘AT


قال شيخنا العلامة أحمد بن يحيى النجمي رحمه الله:

” أنّٓ الصحابة واجبٌ علينا أن نعتقد عدالتهم لأنّٓهم هم الذين حملوا لنا الشرع الاسلامي عن نبينا – صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم –

فالطعن فيهم يعتبر طعناً في الدين ؛ لأنّٓنا إذا قدحنا في شهودنا فقد قدحنا في ديننا،

فلايقول في الصحابة ، ويتكلم فيهم إلآّ مفتون ولهذا قال قائل أهل السنة : وما جرى بين الصحاب نسكت عنه وأجر الاجتهاد نثبت“

[شرح أعلام السنة المنشورة ص٤٠٠ مخطوط.]

Berkata Syaikhunaa al ‘Allamah Ahmad bin Yahya an Najmi rahimahullah:

Sesungguhnya para shahabat itu, wajib bagi kita untuk meyakini sifat ‘adil mereka karena merekalah yang membawakan syari’at Islam kepada kita dari Nabi kita shallallaahu ‘alahi wa ‘ala Aalihi wa shahbihi wa sallam.

Maka celaan yang ditujukan kepada mereka dianggap sebagai celaan yang ditujukan kepada agama, karena jika kita mencemarkan para saksi-saksi kita maka sungguh (itu berarti) kita telah mencemarkan agama kita.

Maka tidaklah mengucapkan yang jelek tentang para shahabat dan membicarakan kejelekan mereka kecuali orang yang terfitnah.

Oleh karena ini, sungguh ada seorang Ahlus Sunnah yang mengatakan:

وما جری بين الصحابة نسكت
عنه وأجر إجتهاد نثبت

Dan apa yang terjadi (perselisihan) diantara para shahabat maka kita diam darinya, dan kita tetapkan adanya pahala ijtihad (pada mereka).

[Syarh A’lamis Sunnatil Mansyurah, hal 400]

Wallaahu A’lam.

〰〰〰
 ___hm
http://tukpencarialhaq.com/2014/11/25/mencela-shahabat-nabi-mencela-syariat/

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.