WHAT'S NEW?
Loading...

Oleh-Oleh Umroh Asatidzah 1435H – Kesimpulan Ringkas Pertemuan dengan 5 Ulama Ahlussunnah

OLEH-OLEH UMROH ASATIDZAH 1435H – KESIMPULAN RINGKAS PERTEMUAN DENGAN 5 ULAMA AHLUSSUNNAH

Berikut ini beberapa faedah PERNYATAAN TERAKHIR Syaikh Robi’, Syaikh Muhammad bin Hadi, Syaikh Muhammad bin Gholib, Syaikh Abdullah Al-Bukhary & Syaikh Hani hafidzahumullahu jami‘an terkait FITNAH USTADZ DZULQARNAIN yang dipersaksikan oleh beberapa asatidzah:

[1] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidzahullah – Khamis, 29 Rabi‘ul Awwal 1435H, Ba’da Maghrib sampai jam 12 mlm]

Syaikh Robi’ berkata: “SAYA TIDAK PERNAH MENCABUT TAHDZIRANKU KEPADA DZULQARNAIN sampai dia membuktikan ruju’nya sebagaimana surah Al-Baqoroh: 160.”

Syaikh Robi’ ditanya oleh asatidzah: “Apakah makna tahdziran tsb bahwa kita TIDAK MENGHADIRI dan DUDUK DI MAJELISNYA …?” Syaikh Robi’ menjawab: “NA‘AM.”

Syaikh Robi’ berkata: “Jika dia (Dzulqarnain) TIDAK BERTAUBAT (jujur & benar taubatnya), maka akan kita ambil sikap seorang Salafy kepada beliau.”

〰〰〰

[2] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Muhammad bin hadi hafidzahullah – Ba’da Maghrib sampai menjelang iqomah Isya]

Syaikh berkata: “… Adapun Dzulqarnain SUDAH PATAH TANDUKNYA semenjak jaman dulu.”

〰〰〰

[3] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Muhammad bin Gholib Al-‘Adeni hafidzahullah – Ba’da Ashar sampai menjelang Maghrib]

Syaikh berkata: “Kholas !!! … Kalau begitu dia (Dzulqarnain) BELUM TAUBAT dan dia BELUM RUJU’ dari perkara yg ditahdzirkan atasnya.”

*penyataan ini secara tdk langsung telah mencabut kenyataan syaikh Muhammad bin Gholib bahwa Tahdziran Syaikh Rabi’ telah Mansuh*

〰〰〰

[4] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Abdullah Al-Bukhari hafidzahullah – Ba’da Maghrib sampai menjelang iqomah Isya)

Syaikh Al-Bukhari berkata “… Urusan Dzulqarnain ini tidak akan pernah selesai karena dia ini memilik DUA TANDUK.”

〰〰〰

[5] • [Jalsah Khusus bersama Hani bin Buraik hafidzahullah – Jum‘at, 7 Rabiuts Tsani1435H]

Syaikh Hani berkata: “… Maka saya katakan bahwa Tahdzir (terhadap Dzulqarnain) tetap berlanjut.”

Syaikh Hani berkata: “Tetaplah kalian berjalan di atas fatwa terakhir Syaikh Robi’ dan KAMI BERSAMA KALIAN.”

Syaikh Hani berkata: “Setelah ini, terus dan terus khabari kami tentang perkembangan yang terjadi.”

〰〰〰〰〰〰〰〰

Kesimpulan:

• Dengan ini Tahdziran Syaikh Rabi’ kembali seperti semula, “bahwa Dzulqarnain LA’AB, MUTALAWWIN, berjalan di atas tariqoh Al-Halabi di dalam membuat MAKAR …”

Selama tidak ada taubat yg benar/jujur darinya, maka tahdziran akan terus berjalan.

〰〰〰〰〰〰〰〰

Daftar Asatidzah yg terlibat dgn pertemuan bersama Masyayikh:
Ust. Luqman Ba’abduh, Ust. Usamah bin Faishol Mahri, Ust. Qomar Suaidi, Ust. Askari, Ust. Abdul Shomat Bawazir, Ust. Muhammad Sarbini, Ust. Muhammad Afifuddin, Ust. Ayip Syafruddin, Ust. Ahmad Khodim, Ust. Hassan Rasyid, Ust. Abdurrohim Pangkep, dan beberapa ikhwan lain.

Mudah2an bermanfaat. Barokallahu Fiikum.


Ditulis oleh Al-Akh Abu Zur'ah dengan sedikit revisi berdasarkan penjelasan Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi hafidzahullah

Pertemuan 1
Download/Dengarkan rekaman audio di sini:
:: http://bit.ly/1bjYKk9

Pertemuan 2
Download/Dengarkan rekaman audio di sini:
:: http://bit.ly/1jafD0C

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad As-Sewed – Pengagungan Terhadap Sunnah

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Al-Falah, Pamekasan Madura



Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Jum'at, 14 Shafar 1435H * 14/02/2014M

Download rakaman:


[Sesi 1] Pengagungan Terhadap Sunnah9.3MB

[Sesi 2] Pengagungan Terhadap Sunnah6.5MB

[Sesi 3] Pengagungan Terhadap Sunnah (Tanya Jawab)2.7MB

Sumber: WA Salafy Indonesia

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Luqman Ba'abduh, Al-Ustadz Muhammad As-Sewed & Al-Ustadz Qomar – Bimbingan Ulama dalam Beraqidah dan Bermanhaj

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Cirebon



Al-Ustadz Luqman Ba'abduh Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahumullah~
Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Cirebon
Ahad, 16 Rabi'ul Akhir 1435H * 16/02/2014M

Download rakaman:


[Sesi 1] Bahaya Bermanhaj Tanpa Bimbingan Para Ulama
:: Bersama Al-Ustadz Luqman Ba'abduh
17MB

[Sesi 2] Bahaya Berbicara Tanpa Ilmu dalam Perkara Aqidah
:: Bersama Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
7.1MB

[Sesi 3] Tanya Jawab
:: Bersama Al-Ustadz Qomar hafidzahullah
8MB

Sumber: WA Salafy Indonesia

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Tanggapan Al-Ustadz Hasan Rasyid Lc atas Pernyataan (Membabi Buta) Khidir bin Sunusi Al-Makassari

Tanggapan Al-Ustadz Hasan Rasyid Lc atas Pernyataan (Membabi Buta) Khidir bin Sunusi Al-Makassari

Bismillah.

Setelah mendengar ceramah Khidir (kakak kandung dari Dzulqarnain) yang disampaikan di Panciro pada malam Jum‘at kemarin, maka saya Hasan bin Rosyid Kendari menyatakan bahwa pada manhaj saudara Khidir sangat lemah dan rapuh sebagaimana sarang laba laba dengan beberapa alasan berikut:

[1] Khidir berbicara seperti orang yang sedang kesiangan ~wallohul musta'an~ seakan-akan orang baru bangun dari tidurnya, berbicara dengan mengungkit-ungkit masa lalu yang tidak jelas kebenarannya tentang Ustadz Luqman, padahal dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dihadapan dia, di mana ~masya Allah~ hubungan hubungan Ustadz Luqman dan para asaatidzah yang bersama beliau sangat dengan Syaikh Robi’ dan Syaikh Muhammad bin Haady hafidzahumalloh.

Ana membuktikan sendiri ketika umroh bersama mereka para asaatidzah, dimuliakan oleh Syaikh Robi’ dan Syaikh Robi’ tsiqah terhadap mereka, tidak seperti apa yang dikesankan oleh saudara Khidir,  ~Wallohul musta'an~.

Demikian pula Syaikh Muhammad bin Haady dan Syaikh Abdulloh al Bukhory hafidzohumullohu jami‘an. Semuanya memuliakan para asaatidzah.

Bahkan Khidir sendiri yang umroh pada waktu itu juga tidak mampu bertemu dengan para masyayikh yang telah saya sebutkan, bahkan ~subhaanalloh~ salah seorang thaalibul jamiah yang bernama Thamrin yang bersama dengan Khidr berupaya untuk mengajak ana dan ustadz Abdurrohim bersama Khidir ke rumah Syaikh Abdulloh al Bukhory dan anehnya si Tamrin menyebarkan terlebih dahulu berita tersebut baru kemudian menghubungi ana setelah itu dan anapun menolak pada waktu itu, karena ana telah mengetahui sifat membabi buta yang ada pada Khidir.

[2] Apa yang disampaikan oleh saudara Khidir tentang penelponan Syaikh Haany maka ana katakan itu bukan dalil untuk kalian tapi hakikatnya itu adalah dalil atas kalian dengan beberapa alasan:

[a] Bukankah Syaikh Haany dalam telpon tersebut mentahdzir Jafar Salih? Dan bersama Jafar Salih ada Abdul Bar, Ali Basuki dll, apakah jujur saudara Khidir dan Dzulqarnain siap untuk mentahdzir dan meninggalkan mereka semua?

Saya menyangka itu bukan manhaj kalian yang cenderung persatuan-persatuan sekalipun berwarna warni (campur aduk) tidak menampakkan sifat tamayyuz dan mufaasholah (tampil beda dan memisahkan diri dari kebatilan² dan pelakunya).

[b] Dalam teleconfrence, Syaikh Haany beliau memuji Ustadz Luqman dan Ustadz Dzulqarnain dan menganjurkan keduanya untuk bersatu, apakah mungkin persatuan tersebut? Sementara Khidir dan Dzulqarnain sendiri menyakini Ustadz Luqman memiliki manhaj yang menyimpang, ataukah persatuan yang dimaksud adalah persatuan Hasan Al-Banna (ikhwany)? yaitu: “kita tolong menolong dalam hal yang kita sepakati dan saling memberi udzur dalam hal yang kita perselisihkan?”

Adapun Syaikh Haany hafidzahulloh kita berhusnudzon bahwa beliau menyangka persatuan itu mungkin (bisa) terwujudkan karena Ustadz Dzulqarnain (disangka) telah bertaubat dan ruju dari kritikan-kritkan yang telah diikrarkan oleh para ulama, sekalipun kenyataannya belum ada taubat dan ruju’ yang dimaksud tersebut. 

Adapun Ustadz Luqman dan para asaatidzah yang bersamanya benar-benar menginginkan persatuan yang haqiqiy di atas manhaj yang jelas, oleh karena itu para asaatidzah menahan diri dari persatuan yang disebutkan/dianjurkan oleh Syaikh Haany tersebut, hingga kemudian setelah dikonfirmasi langsung kepada Syaikh Robi’ tentang tahdzir beliau terhadap Dzulqarnain, ternyata beliau pun menyatakan masih berlaku tahdzir sampai benar-benar adanya bukti taubat secara nyata dari Dzulqarnain, sebagaimana dalam Firman Allah dalam surat Al baqaroh:

ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺗَﺎﺑُﻮْﺍ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺤُﻮْﺍ ﻭَﺑَﻴَّﻨُﻮْﺍ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺃَﺗُﻮْﺏُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺍﻟﺘَّﻮَّﺍﺏُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢُ.

“Kecuali orang-orang yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan serta menyampaikan penjelasan, maka mereka ini Aku terima taubatnya, dan sesungguhnya Aku Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 160)

[c] Dalam surat Syaikh Hany yang kedua dengan jelas beliau menyebutkan Dzulqarnain telah bersiap ruju' dari kritikan² yang telah diikrarkan (ditetapkan) oleh para ulama, tapi kenyataannya sampai hari ini ustadz Dzulqarnain tidak pernah mengakui kesalahan-kesalahannya (yang telah diikrarkan para ulama tersebut) bahkan Dzulqarnain menyatakan dia tidak pernah mengetahui kesalahannya hingga dari mana dia harus bertaubat.

Ini adalah merupakan musibah (ketidaktahuan Dzulqarnain dari kesalahan-kesalahannya tersebut) sementara dia telah melakukan berbagai perkara yang besar yg telah merusak kemurnian da'wah ini dengan permainannya sebagaimana tahdzir Syaikh Robi'. Dan jika Ustadz Dzulqarnain yatajaahal (pura-pura tidak tahu kesalahannya dan ini yang lebih mungkin sesuai dengan sifat makarnya) maka ini adalah musibah yang lebih besar.

Sebagaimana kata penyair: “Jika engkau tidak tahu mk itu musibah(karena kejahilan), dan jika engkau tahu maka musibahnya lebih besar lagi(karena engkau punya ilmu tapi tidak mengamalkannya atau menyembunyikan atau berkhianat dengan ilmu tersebut).”

Ketika Dzulqarnain kondisinya masih demikian itu mungkinkah dia (dikatakan) bertobat??? Sesuai yang diinginkan oleh Syaikh Robi' dan Syaikh Hani??

Jawabnya: “Tidak mungkin dan sangat jauh dikatakan demikian terlebih belum terpenuhi semua syarat taubat, termasuk di dalamnya memperbaiki apa yang telah dia rusak selama ini, dan menjelaskan dari berbagai kesalahan dan penyimpangan yang dia telah terjerumus padanya. Wallohu a'lam.”

Sumber: WA Miratsul Anbiya’ Indonesia

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Sarbini – Keberanian Untuk Ruju' Kepada Kebenaran (Ole-Oleh Umroh 1435H)

Rekaman Muhadharoh
Ma’had Minhajus Sunnah, Magelang



Al-Ustadz Muhammad Sarbini ~hafidzahullah~
Ba'da Shalat Jum'at, 14 Rabi'uts Tsani 1435H

Download rakaman:


Keberanian Untuk Ruju' Kepada Kebenaran (Ole-Oleh Umroh 1435H)6.1MB

Sumber: WhatsApp Salafy Indonesia

Kajian terkait:
Agar Kokoh di Saat Terjadi Fitnah

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih "Save Link As ...". Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad As-Sewed – Teguran Bagi Orang Yang Meninggalkan Sunnah

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Agung Al-Imam, Kota Majalengka



Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Masjid Agung Al-Imam, Kota Majalengka
Selasa, 11 Rabi'ul Akhir 1435H * 11/02/2014M

KAJIAN KITAB DHARURATUL IHTIMAM BIS-SUNANIN NABAWIYYAH

Download rakaman:


Teguran Bagi Orang Yang Meninggalkan Sunnah6.7MB

Sumber: WA Ikhwah Majalengka

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Tazkiyah Asy-Syaikh Shalih Luhaidan hafidzahullah terhadap Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidzahullah

Tazkiyah untuk Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
Oleh Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Muhammad al-Luhaidan hafizhahullah

Pertemuan Fadhilatu Asy-Syaikh al-’Allamah Shalih bin Muhammad al-Luhaidan hafizhahullah pada hari 8 Rabi’ul Awwal 1435 H dengan ikhwah Baghanzi via telpon


Download/Dengarkan rekaman audio di sini:
:: http://bit.ly/1kvj9pg atau http://bit.ly/1f8Ypw7

Pertanyaan: Wahai Syaikh, sebagian pemuda – semoga Allah perbaiki kondisi mereka – mencela asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah, dan membuat lari umat dari beliau. Tidak ada yang mereka jadikan alasan kecuali karena beliau (asy-Syaikh Rabi’) mentahdzir sebagian para penyelisih dan para pengusung manhaj menyimpang.

Apa nasehat anda untuk para pemuda tersebut wahai Syaikh kami?


Berikut di antara jawaban asy-Syaikh al-Luhaidan terkait dengan asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah:

“Kemudian terkait dengan asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali : dia adalah tokoh pengusung Sunnah. Tampil dalam mentahdzir kesesatan-kesesatan. Dia mentahdzir sebagian orang, dan tidaklah dia mentahdzir kecuali orang yang dia ketahui tidak di atas manhaj yang lurus. Aku sangat kenal baik dengan tokoh ini (asy-Syaikh Rabi’). Aku juga kenal dengan tokoh yang semisal dia atau sebelum dia, bernama Muhammad Aman al-Jami, berasal dari Ethopia, belajar …. di Ma’had Riyadh, kemudian lulus dari Jami’ah (Madinah). Terdapat padanya banyak kebaikan.

Tidak diragukan bahwa siapapun di antara kita tidak ada yang ma’shum. Namun sebagaimana dikatakan oleh penyair:

كَفَى المرءَ نُبْلاً أن تُعدَّ معايِبُه

Cukup sebagai keutamaan seseorang, ketika aib-aibnya terhitung (yakni berarti hanya sedikit)

Mereka adalah para pengusung aqidah. Tidak dikhawatirkan dari mereka akan memudahkan umat kepada sisi-sisi atau jalan-jalan yang mengantarkan kepada kesyirikan atau melakukan perbuatan-perbuatan haram – wa lillah al-hamd – mereka adalah orang-orang memiliki perhatian kuat. Terkadang ada padanya sebagian sifat keras dalam ucapan. Seharusnya seorang penuntut ilmu bersemangat untuk mendulang ilmu dari ahlinya. …

Aku ulangi pujian terhadap asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi, … dan Syaikhuna (Syaikh kami) wa lillah al-hamd dalam … tulisan-tulisannya dan tanggung jawabnya dalam dakwah ini. Beliau lulus dari Jami’ah Islamiyyah Madinah, juga lulus dari Ma’had Ilmi …

Maka tokoh ini – wa lillah al-hamd – terdapat banyak kebaikan padanya. Kita memohon kepada Allah agar memberiku dan kalian taufiq kepada apa yang Dia cintai dari ridhai .

Ditranskrip oleh Abu ‘Abdirrahman Usamah
9 Rabi’ul Awwal 1435 H

Sumber: Sahab•Net via Miratsul-Anbiya•Net



Berikut penelponan dengan Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih al-Luhaidan hafizhahullah,
Selasa, 20 Rabi’ul Awwal 1435 H * 21/01/2014 M


Download/Dengarkan rekaman audio di sini:

Penanya: Pertanyaan terakhir hafizhakumullah. Saya mencintaimu karena Allah. Kenapa tidak banyak pembicaraan terhadap asy-Syaikh Rabi’ pada zaman asy-Syaikh al-Albani, asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, dan para ‘ulama kibar (lainnya). Namun (kenapa) pada zaman sekarang banyak (pembicaraan tentang beliau)?

Asy-Syaikh al-Luhaidan hafizhahullah: “Pertama, kapan mereka wafat? Asy-Syaikh Nashir(uddin al-Albani) dan asy-Syaikh Muhammad (bin ‘Utsaimin) kapan beliau wafat? Aku katakan, kapan beliau wafat?

Penanya: “Akhir-akhir, akhir-akhir mereka wafat rahimahumullah.

Asy-Syaikh al-Luhaidan: “Kapan mereka wafat?”

Penanya: “Akhir-akhir wahai syaikh, yakni ..”

Asy-Syaikh al-Luhaidan: “Mereka wafat sudah beberapa tahun lalu. Manusia berubah, banyak bermunculan fitnah. Banyak muncul orang-orang yang menampakkan diri sebagai ahlul ilmi. Sehingga kabur/tercampur tidak jelas-lah banyak permasalahan. Banyak bermunculan para da’i yang menyalahkan para ‘ulama. Seseorang apabila tidak melihat orang lain. Adapun asy-Syaikh Rabi’, maka beliau tidak berubah  setelah wafatnya kedua syaikh tersebut, tidak pula sebelumnya. Walillahi al-Hamd. Beliau senantiasa di atas al-Haq.

Penanya: “Allahu Akbar … Orang-orang yang banyak membicarakan beliau, dia bukan Ahlus Sunnah, apa demikian?”

Asy-Syaikh al-Luhaidan: “Pembicaraan (celaan) sebagian ‘ulama terhadap sebagian lainnya, tidak cukup menjadi hujjah dalam masalah ini. (Karena) bisa jadi celaan terhadap karena kelalaian, yang dia tidak memaksudkan demikian. Maka yang mencela dari mereka, hendaknya dinasehati dan hendaknya dia bertaqwa kepada Allah, serta dia tidak berbicara tentang seseorang kecuali yang dia tahu bahwa orang tersebut di atas kebatilan, dan ia tidak bertaubat darinya.”

Penanya: “Allahu Akbar”

Asy-Syaikh al-Luhaidan: “Harus, harus … penjagaan terhadap perlindungan dan janganlah kamu terjatuh dalam kebinasaan.

Sumber: Sahab•Net via Miratsul-Anbiya•Net


Senin, 26 Rabi‘ul Awwal 1435H * 27/01/2014M


Download/Dengarkan rekaman audio di sini:
:: http://bit.ly/1iQ5Xry atau http://bit.ly/MExKjT

Penanya: “Pertanyaan keempat – sekaligus terakhir – hafizhakumullah ta’ala, apa nasehat anda terhadap para syabab yang menisbahkan kepada asy-Syaikh Rabi’ ucapan-ucapan, padahal tidak demikian, dan asy-Syaikh Rabi’ berlepas diri dari itu semua. … yakni di antaranya, beliau berkecimpung dalam fitnah padahal usianya sudah tua. ….”

Asy-Syaikh al-Luhaidan: “sebentar, sebentar. Fitnah apa itu?”

Penanya: “Sebagaimana yang anda tahu wahai Syaikh, bahwa asy-Syaikh Rabi’ adalah mujahid, yakni berjihad melawan ahlul bid’ah, … dst. Jihad ini menurut mereka adalah fitnah.”

Asy-Syaikh al-Luhaidan:

هذا فقط؟ بيان الحق، وبينا ما يرد به الباطل ليس بفتنة، بل هذا هو الحق

“Ini saja?  (Ketahuilah) bahwa penjelasan tentang al-Haq dan penjelasan tentang sesuatu yang dengannya kebatilan dibantah bukanlah fitnah. Bahkan itu adalah al-Haq.”

Sumber: via Miratsul-Anbiya•Net


Selasa, 27 Rabi’ul Awwal 1435H * 28/01/2014M


Download/Dengarkan rekaman audio di sini:
:: http://bit.ly/LQYs88 atau http://bit.ly/1iINYE2

Asy-Syaikh Shalih al-Luhaidan hafizhahullah berkata:

“Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali adalah tokoh terbaik dalam AQIDAH dan ISLAMnya. Beliau adalah doktor dalam bidang Syari’ah. Beliau lulusan al-Jami’ah al-Islamiyyah (Universitas Islam Madinah), pada waktu tersebut sebagai rector Jami’ah adalah Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah.

Aku tidak mengetahui Asy-Syaikh (Bin Baz) mengkritik beliau dalam suatu permasalahan. Bahkan Asy-Syaikh menjadikan beliau sebagai dosen dalam salah satu jurusan penting di Jami’ah (Universitas), sampai masa pensiun.”

Sumber: via Miratsul-Anbiya•Net

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah – Cara Bertaubat Dari Kesalahan

Cara Bertaubat Dari Kesalahan
Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah


Download/Dengarkan rekaman audio di sini:
:: http://bit.ly/1bbNWEY

[Pertanyaan]

Seseorang yang salah dalam sebuah masalah ilmiyah, kemudian dia mengetahui kesalahannya, bagaimana cara mencabut kesalahan tersebut?

[Jawaban]

Misalnya dia mengatakan sesuatu yang salah maka dia mencabut kesalahannya dengan mengatakan, “Saya telah salah.” Kalau itu terjadi pada sekumpulan orang yang dia datangi maka dia menyatakannya di kumpulan tersebut dengan mengatakan, “Saya telah salah.”

Dan jika kesalahan tersebut bentuknya tertulis, maka dia harus menulis pernyataan bersalah tersebut dan menyebarkannya sebagaimana dia telah menyebarkan kesalahannya.

Kalau kesalahan tersebut berupa rekaman suara, maka dia harus merekam pernyataan bersalah tersebut dan menyebarkannya.

Hal itu (jika engkau yang salah –pent) tidak akan merugikanmu. Misalnya ada orang-orang yang mengatakan kepada saya bahwa pada daurah yang lalu saya salah menukilkan perkataan Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah –pent). Mulai keesokan harinya ketika saya telah berjumpa mereka maka saya katakan, “Saya telah salah.” Karena perkataan tersebut terjadi pada daurah tadi. Sedangkan pada majelis inilah orang-orang yang menghadirinya mendengar perkataan saya, “Muhammad bin Hady telah salah.”

Alangkah dinginnya kalimat tersebut bagi hati saya dan alangkah baiknya bagi bebasnya saya dari tanggung jawab (di hadapan Allah –pent). Itu merupakan bentuk membebaskan diri dari tuntutan akibatnya. Sikap semacam ini –demi Allah– akan menambah manusia semakin percaya kepada dirimu. Karena engkau tidak takut kepada mereka, engkau hanya takut kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Karena jika engkau membiarkan manusia, maka mereka akan membawa kesalahan darimu dan akan tersesat dengan sebab dirimu, padahal engkau sendiri –demi Allah– akan memikul kesalahan-kesalahanmu, kita memohon ampunan dan maaf kepada Allah.

Jadi tidak merugikanmu wahai anakku (panggilan kecintaan dari beliau –pent) sang penanya dengan engkau mengatakan, “Saya telah salah.” Walhamdulillah.

Jika engkau masih bertanya tentang bagaimana cara mencabut kesalahan, tentunya engkau mengetahui bagaimana engkau telah salah, kapan salah dan di mana salah, maka engkau memperbaiki kesalahan tersebut dengan yang serupa, yaitu dalam hal tempatnya; jika terjadi pada kumpulan manusia seperti ini maka besok engkau datang esok untuk mengatakan, “Saya telah salah dalam masalah ini.”

Jika kesalahan tersebut terjadi pada sebuah pelajaran maka engkau katakan, “Saya telah salah dalam masalah ini.”

Jika kesalahan tersebut berupa rekaman suara maka engkau pun harus merekam pernyataan tersebut.

Jika kesalahan tersebut terjadi disebarkan (dengan media apa saja, seperti website, whatsapp dan lain sebagainya –pent) maka engkau juga harus menyebarkan pernyataan bersalah tersebut, demikian seterusnya.

Dengan cara semacam inilah engkau membebaskan dirimu dari tanggung jawab dan manusia akan mengetahui kejujuranmu. Dan –insya Allah– engkau akan semakin bertambah mulia di sisi Allah, kemudian setelah itu Allah akan mengangkat kedudukanmu di tengah-tengah manusia. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kami dan kalian semuanya agar bisa bersikap demikan.

Sumber: Sahab•Net via TukPencariAl-Haq

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad As-Sewed – Mewaspadai Kesyrikan dalam Ibadah (Penyembelihan)

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto



Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto
Sabtu, 8 Rabi‘ul Akhir 1435H * 8/02/2014M

Download rakaman:


[Sesi 1] Mewaspadai Kesyirikan4.8MB

[Sesi 2] Mewaspadai Kesyirikan & Tanya Jawab6.8MB

Sumber: Tasjilat Al-Hikmah

Kajian terkait:
Hindari Penyebab Dosa & Mewaspadai Kesyirikan dalam Penyembelihan
• Para Penyembah Pepohonan dan Bebatuan
• Para Penyembah Pepohnan dan Bebatuan atau yang Sejenisnya
• Bab Ruqyah & Jimat-Jimat

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Adnan Manado – Nasehat Di Dalam Pernikahan

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Ibnu Taimiyah, Mahad Darussalaf, Solo



Al-Ustadz Adnan Manado ~hafidzahullah~
Masjid Ibnu Taimiyah, Mahad Darussalaf, Solo
Rabi‘ul Akhir 1433H * Februari 2012M


Download rakaman:


Tausiyah di Masjid Ibnu Taimiyah, Ma’had Darussalaf5.7MB

[Khutbah Jum‘at] Nikmat Pernikahan2.6MB

[Sesi 1] Nasehat di dalam Pernikahan4.6MB

[Sesi 2] Nasehat di dalam Pernikahan2.8MB



Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf – Bertaubat Dari Kesalahan

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Agung Nur Sulaiman, Banyumas



Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Masjid Agung Nur Sulaiman, Banyumas
Ahad, 2 Rabi‘ul Akhir 1435H * 02/02/2014M


Download rakaman:


Tausiyah Shubuh – Kiat-Kiat Menjaga Hidayah5.1MB

[Sesi 1] Bertaubat Dari Kesalahan8.4MB

[Sesi 2] Bertaubat Dari Kesalahan16.6MB

[Sesi 2] Tanya Jawab2.3MB

Sumber: Mahad-AlFaruq•Com

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf – Indahnya Ta'awun di atas Sunnah

Rekaman Kajian Ilmiyah
Ma'had Al-Manshurah, Purbalingga



Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Ma'had Al-Manshurah, Purbalingga
Sabtu, 1 Rabi‘ul Akhir 1435H * 1/02/2014M


Download rakaman:


[Sesi 1] Indahnya Ta'awun di atas Sunnah7.7MB

[Sesi 2] Indahnya Ta'awun di atas Sunnah3MB

Sumber: Mahad-AlFaruq•Com

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad As-Sewed – Ciri-Ciri Salafy Sejati

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Agung Manunggal, Bantul



Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Masjid Agung Manunggal, Bantul
Sabtu, 1 Rabi‘ul Akhir 1435H • 1/02/2014M


Download rakaman:


[Sesi 1] Ciri-ciri Salafy Sejati11.1MB

[Sesi 2] Ciri-ciri Salafy Sejati5.7MB

[Sesi 3] Ciri-ciri Salafy Sejati & Tanya Jawab11.5MB


Ponpes Minhajus Sunnah, Magelang

Sikap Tepat Abu Bakr As-Sidiq Ketika Menghadapi Fitnah



6.8MB

Sumber: ForumSalafy•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad As-Sewed – Perpecahan Karena Hawa Nafsu

Rekaman Kajian Ilmiyah
Ma‘had petanahan, Jawa Tengah




Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Ma‘had Petanahan, Jawa Tengah
Jum‘at, 29 Rabi‘ul Awwal 1435H • 31/01/2014M


Download rakaman:


[Sesi 1] Perpecahan Karena Hawa Nafsu9.8MB

[Sesi 2] Tanya Jawab2.5MB

Sumber: ForumSalafy•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad As-Sewed – Bahaya Ta'ashshub

Rekaman Kajian Ilmiyah
Masjid Ibnu Taimiyah, Solo



Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed ~hafidzahullah~
Masjid Ibnu Taimiyah, Solo
Ahad, 2 Rabi‘ul Akhir 1435H • 02/02/2014M


Download rakaman:


[Sesi 1] Bahaya Ta'ashshub13.6MB

[Sesi 2] Bahaya Ta'ashshub3.5MB

[Sesi 2] Tanya Jawab3.4MB

Sumber: ForumSalafy•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

[AUDIO] Al-Ustadz Adnan Manado – Nasehat untuk Ahlussunnah & Halangan Penuntut Ilmu

Rekaman Kajian Ilmiyah
Singapore – Malaysia



Al-Ustadz Adnan Manado ~hafidzahullah~
Rabu-Ahad, 27 Rabi‘ul Awwal – 2 Rabi‘ul Akhir 1435H * 29/01–02/02/2014M

Downlod Kitab:
[1] Nasihatku Untuk Ahlussunnah - Asy-Syaikh Muqbil Rahimahullah
[2] Halangan Penuntut Ilmu - Asy-Syaikh Abdus Salam Barjas Rahimahullah

Download rakaman:



Rabu, Singapore

[Sesi 1] Nasehatku untuk Ahlussunnah karya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah



8.9MB


Jumaat, Surau Bukit Kuching, Gelang Patah

[Sesi 2] Nasehatku untuk Ahlussunnah karya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah



9.1MB

[Sesi 3] Nasehatku untuk Ahlussunnah karya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah6.3MB


Sabtu, Masjid Lama Jalan Serindit, JB

[Sesi 1] Halangan Penuntut Ilmu karya Asy-Syaikh Salam Barjas rahimahullah



11.8MB

[Sesi 2] Halangan Penuntut Ilmu karya Asy-Syaikh Salam Barjas rahimahullah8.9MB

[Sesi 3] Halangan Penuntut Ilmu karya Asy-Syaikh Salam Barjas rahimahullah7.5MB

[Sesi 4] Halangan Penuntut Ilmu karya Asy-Syaikh Salam Barjas rahimahullah8.7MB


Ahad, Masjid Lama Jalan Serindit, JB

[Sesi 1] Kumpulan Ucapan Ulama Tentang Imu & Menuntut Ilmu



8.4MB

[Sesi 2] Adab-adab dalam Belajar & Mengajar8.2MB

[Sesi 3] Adab-adab dalam Belajar & Mengajar dan Tanya Jawab10.1MB

[Sesi 4] Kajian Muslimah dan Tanya Jawab8.7MB

Sumber: Rekaman hasil Ta'awun bersama Al-Akh Erian

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.