Untaian Nasehat Persahabatan

Oleh: Al-Ustadz Abul Hasan Al-Wonogiry


Akhlaq yang mulia (akhlaaqul kariimah)

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar di atas akhlaq dan budi pekerti yang mulia.”

Disebutkan oleh Ibnu Rojab ~rahimahullah~ dalam Jamii’-nya termasuk dari akhlaq yang mulia adalah:

“Budi pekerti yang mulia, sifat bijaksana dalam keputusan, sifat malu, rendah hati, menahan dari mengganggu orang lain dengan ucapan atau perbuatan, memaafkan kesalahan, menahan amarah, berseri di depan teman, bersabar dengan gangguan teman.”

Ditanyakan pada Ibnul Mubaarok ~rahimahullah~: “Ringkaskan untuk kami bagaimanakah akhlaq yag mulia itu?” Maka beliau menjawab: “... tinggalkanlah sifat amarah.”

Berkata Ja’far bin Muhammad ~rahimahullah~: “Kemarahan itu kunci dari segala keburukan.”

Berakhlaq dengan akhlaq yang mulia tidak hanya teruntuk sesama muslim akan tetapi juga kepada semua manusia dan kepada binatang, juga kepada sesama muslim karena mereka adalah saudara kita yang sebenarnya di dunia dan akhirat nanti, kepada orang kafir sebagai bentuk da’wah kepada mereka dan menunjukkan kemuliaan agama Islam pada mereka.

قالوا: يا رسول الله ما خير ما أعطي الإنسان؟ قال: ”الخلق الحسن” [رواه البيهقي في شعب الإيمان]

Ditanyakan kepada beliau: “Ya Rosulullah! Apakah pemberian yang terbaik yang diberikan kepada seseorang?” beliau menjawab: “Akhlaq yang mulia.”

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ”بعثت لأتمم حسن الأخلاق.” [رواه الموطأ]

Beliau juga bersabda: “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.”


Memperbaiki dan menutupi kejelekan serta aib saudaranya.

Jangan menghina cacat yang ada pada org lain, jika cacat tersebut terdapat dalam akhlak dan agamanya, bantulah ia untuk mmperbaikinya.

Jika cacatnya pada fisiknya, beradablah kepada Yang telah menciptakannya.

Begitulah seharusnya kita bersikap pada makhluk ciptaan Allah karena dengan begitu kita akan menerima kekurangan saudara kita sebagaimana mereka bisa menerima kekurangan diri kita, di mana tiada makhluk yang sempurna melainkan hanya Dialah yang maha sempurna, adapun kekurangan itu disempurnakan dan ditutupi, bukan dihina dan disebarkan.

Siapakah yang sempurna…?

Tidak akan engkau dapati manusia yang sempurna, di satu sisi sempurna, di sisi yang lain tidak sempurna. Apabila engkau pandang manusia dari segala sisi engkau dapati kesempurnaan, mudah dalam memaafkan setiap kesalahan, mudah dalam bersikap tawadhu’ dan yang lainnya.

Apabila engkau pandang manusia dari satu sisi engkau dapati semuanya akan kurang dan begitu sebaliknya apabila engkau pandang dari sisi yang lain engkau akan dapati semua sempurna sebagaimana ungkapan seorang penyair:

فعين الرضا عن كل عيب كليلة … ولكن عين السخط تبدي المساويا

“Pandangan keridhaan akan menampakkan keburukan sebagai kebaikan …

akan tetapi pandangn kebencian menampakkan semua kejelekan …”

Oleh:
| Al-Ustadz Abul Hasan al-Wonogiry
| Cikarang – Bekasi

Sumber:
| http://almuwahhidiin.com

Kajian Al-FawaaidNet

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil serta tetap mencantumkan URL Sumber. Baarakallahu fiikum.