WHAT'S NEW?
Loading...
Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-’Allamah ’Ubaid bin ’Abdillah al-Jabiri hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/74Z87auvPsM (Durasi: 1:55)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=74Z87auvPsM

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
MENGENAL DAKWAH ISLAM: “SESUNGGUHNYA AS-SALAFIYYAH ADALAH ISLAM”**

~Teguran buat mereka yang Menolak & Mencela Dakwah As-Salafiyyah~

[ Pertanyaan ]

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda. Ini adalah pertanyaan seorang penanya melalui internet:

Saya memiliki kesulitan dalam memahami ungkapan yang saya temukan pada sebagian buku-buku para ulama, yaitu ucapan mereka: “Sesungguhnya as-Salafiyyah itu Islam”, saya memohon penjelasan kalimat tersebut. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

[ Jawaban ]

Sebagaimana ucapan al-Imam al-Barbahari -rahimahullah-: “Islam adalah sunnah, dan Sunnah adalah Islam”, artinya agama yang benar akan tegak di atas keikhlasan pada Allah dan memurnikan mutaba'ah hanya kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

Oleh karena itu berkatalah orang yang berkata: “As-Salafiyah adalah Islam”, maksudnya Islam yang benar terbebas dari segala kekurangan/cela.

MAKA INI MENGELUARKAN AL-JAHMIYAH, karena mereka telah kafir dengan ijma' kaum muslimin, DEMIKIAN JUGA RAFIDHAH sebagaimana dikatakan para ahli tahqiq seperti al-Imam Malik bin Anas -rahimahullah- yang mengatakan Rafidhoh adalah kafir.

MAKA TERSISALAH KELOMPOK-KELOMPOK ISLAM, YAITU 73 KELOMPOK. Kelompok yang berada di atas kebenaran, selamat dan mendapat petunjuk adalah as-Salafiyah, adapun yang selainnya dari kelompok-kelompok seperti Asy'ariyah, Maturidiyah, Kulabiyah dan yang lainnya dari kelompok-kelompok yang ada pada agama Islam, tidak sampai keluar dari islam. Kelompok-kelompok itu memiliki penyimpangan dari kebid'ahan. Maka mereka adalah ahlul bid'ah dan orang-orang sesat.

[ السؤال ]

أحسن الله إليكم وهذا سائل عن طريق الشبكة يقول: لدي إشكال في عبارة أجدها في بعض كتبِ أهل العلم في قولهم إن السلفية هي الإسلام فآمُلُ توضيحًها جزاكم الله خيرا؟

[ الجواب ]

{ كما قال البربهاري - رحمه الله -الإسلام هو السنة والسنةُ هي الإسلام، والمعنى أن دين الحق يقوم على الإخلاصُ لله وتجريد المتابعة للنبي - صلى الله عليه وسلم - ولهذا قال من قال، السلفية هي الإسلام يعني الإسلام الحق الخالي من الشوب، ويخرجُ الجهمية فإنهم كفار بإجماع المسلمين والرافضة كذلك قال المحققون ومنهم الإمام مالك بن أنس - رحمه الله – إنهم كفار، فتبقى بقية الفرق الإسلامية وهي ثلاثة وسبعون فرقة، فرقةُ الحق والنجاة والهدى هي السلفية ومن عاداها من الفرق كالأشاعرة والماتُردية والكلابية وغيرها من الجماعات هذه فرق إسلامية لم تخرج من الإسلام ، عندها ما عندها من البدع فهم أهلُ بدع وضلال. }

Sumber: http://miraath.net/questions.php?cat=122&id=3635

وللاشتراك بقناة العلامة عبيد الجابري حفظه الله عبر التلقرام
https://tlgrm.me/ubaid_aljabry

Rujukan: Dari Channel Telegram @DakwahSalafiyahMajalengka

**Dengan sedikit penyesuaian Judul dari Admin**
•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #Manhaj #Nasehat #assalafiyyah_adalah_islam #zakir_naik #islam #salafy

URL Video:
https://youtu.be/-S2zWtewqp4 (Durasi: 2:35)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=-S2zWtewqp4

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

Firman Allah Ta'ala:

وَلاَ تَلْبِسُواْ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُواْ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ.

“Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan dan jangan kalian sembunyikan kebenaran dalam keadaan kalian mengetahuinya.” [1]

Qatadah rahimahullah berkata:

ولا تلبسوا اليهودية والنصرانية بالإسلام؛ إن دين الله الإسلام، واليهودية والنصرانية بدعة ليست من الله.

“Janganlah kalian campuradukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan Islam, sesungguhnya agama Allah adalah Islam, adapun agama Yahudi dan Nasrani adalah bid'ah, bukan dari Allah.” [2]

~-~-~-~

Zakir Naik berkata [3]:

[06:14 - 06:26] Aku saat ini membicarakan padamu tentang persamaan ... Aku tahu bahwa banyak hal yang berbeda antara Qur'an dan Bibel, antara Qur'an dan Wedha. Aku disini untuk menyebarkan kedamaian dan harmoni, bukan permusuhan. Maka dari itu Qur'an mengatakan, “Datangkanlah kepada kesamaan antara aku dan kamu”

[06:31 - 06:38] Aku tahu ada banyak hal yang tidak kusetujui dalam Wedha. Aku tidak mau memberitahumu tentang itu. Kenapa? Karena itu akan menciptakan permusuhan.

Jadi seperti yang kukatakan padamu, “Mari kita setuju mengikuti apa yang sama, apa yang berbeda akan kita diskusikan nanti.”


[10:57 - 11:08] ... Aku mencoba untuk mempersatukan orang Hindu, orang Kristen, orang Yahudi, umat Muslim. Bersama-sama untuk datang pada platform yang sama, dan setidaknya setuju untuk mengikuti apa yang sama dalam kitab mereka. Sehingga persatuan umat manusia akan bertambah.

~-~-~-~

INILAH HAKEKAT DAKWAH PERSATUAN SESAT ZAKIR NAIK
▪️setelah Allah turunkan ayat kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang menegaskan
🔺hanyalah Islam satu²nya dien yang Dia ridhai,
🔺agama yang memisahkan kebenaran dari kebatilan,
🔺memisahkan antara ketauhidan dari kesyirikan.


Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Rujukan: Dari Channel Telegram @tukpencarialhaq

__Catatan__
[1] QS. Al-Baqarah: 42
[2] http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=49&ID=83
[3] Bukti video lengkap ceramahnya:
https://youtu.be/gIQO3NlkfQE

__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Manhaj #Nasehat #Bantahan #persatuan_semu #sinkretisme #keyakinan #AlFawaaidNet

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu ‘Ibrahim Muhammad bin ‘Umar as-Sewed hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/z6fI0ClVqio (Durasi: 29:05)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=z6fI0ClVqio

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

Audio Kajian Kitab Syarhus Sunnah Dapat di download pada LINK
https://archive.org/details/Ust.MuhammadBinUmarAsSewed-KitabSyarhusSunnahSyarahSyaikhSholeh
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Manhaj #Nasehat #klarifikasi #Bantahan #zakir_naik

[ PELAJARAN MANHAJIAH DARI ULAMA SALAFY ] HUKUMAN UNTUK AHLI BID'AH DAN PARA PENOLONGNYA**

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

{ و يجب عقوبة كل من انتسب إلى أهل البدع أو ذب عنهم أو أثنى عليهم أو عظم كتبهم أو عرف بمساعدتهم و معاونتهم أو كره الكلام فيهم أو أخذ يعتذر لهم، بل تجب عقوبة كل من عرف حالهم و لم يعاون على القيام عليهم؛ فإن القيام عليهم من أوجب الواجبات. }

[الفتاوى ١٣٢/٢]

“DAN WAJIB ADANYA HUKUMAN TERHADAP SIAPA SAJA YANG:
🔺Menisbatkan diri kepada ahlul bid’ah
🔺atau membela mereka
🔺atau memuji mereka
🔺atau memuliakan kitab-kitab mereka
🔺atau diketahui senang membantu dan menolong mereka
🔺atau membenci kritikan yang ditujukan kepada mereka
🔺atau senang memberikan udzur untuk mereka.

BAHKAN WAJIB MEMBERIKAN HUKUMAN
🔺kepada siapa saja yang sebenarnya mengetahui keadaan ahlul bid’ah, namun tidak memberikan pertolongan kepada orang-orang yang membantah mereka.

MEMBANTAH AHLUL BID’AH MERUPAKAN SALAH SATU KEWAJIBAN YANG PALING PENTING.”

[Majmu’ Al-Fatawa, 2/132]

- - -

Berkata Ibnu ‘Aun rahimahullah:

{ من يجالس أهل البدع أشد علينا من أهل البدع. }

[الإبانة ٤٧٣/٢]

“ORANG YANG BERMAJELIS DENGAN AHLI BID’AH
🔺adalah lebih sulit atas kami daripada ahli bid’ah itu sendiri”.

[Al Ibanah 2/473]

- - -

Berkata Sufyan ats-Tsauri rahimahullah:

{ من ماشى المبتدعة عندنا فهو مبتدع. }

“BARANGSIAPA BERJALAN SEIRING BERSAMA AHLI BID’AH,
🔺menurut kami ia juga ahli bid’ah”.


Rujukan: Dari Channel Telegram @ForumSalafy // Faedah dari Ustadz Abu Hafs Umar hafizhahullah

**Dengan sedikit penyesuaian dari Admin**
•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #alJarhwaatTa_dil #tahdzir #Bid_ah

BOLEHKAH MELIHAT (ISI) KITAB INJIL dan KITAB TAURAT?

[ Beda Antara Medote Dakwah Zakir Naik & Ulama Salafy ]

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah

[ Tanya ]

“Bolehkah bagiku -dan aku adalah seorang muslim- melihat Injil dan membacanya, hanya sekedar melihatnya tidak ada tujuan lain?

Apakah keimanan terhadap kitab-kitab samawi itu maknanya adalah beriman bahwa kitab-kitab tersebut datang dari sisi Allah, ataukah beriman dengan apa yang ada di dalamnya? Berilah faidah kepada kami semoga Allah memberi faidah kepada anda.

[ Jawab ]

Wajib bagi setiap muslim beriman dengan kitab-kitab tersebut bahwa kitab-kitab tersebut datang dari sisi Allah: Taurat, Injil, dan Zabur. Mengimani bahwa Allah menurunkan kitab-kitab kepada para nabi, dan juga menurunkan kepada mereka shuhuf-shuhuf yang di dalamnya terdapat perintah dan larangan, nasehat dan peringatan, berita tentang sebagian perkara-perkara yang terjadi pada masa lampau, surga dan neraka, dan yang semisalnya.

Akan tetapi TIDAK BOLEH MENGAMALKANNYA, karena kitab-kitab tersebut telah disusupi penyelewengan, pergantian, dan perubahan.

Tidak boleh mengambil/memiliki atau membaca dari Taurat, Injil, atau Zabur. Karena perbuatan ini BERBAHAYA.
▪️Dia bisa mendustakan yang haq
▪️atau membenarkan kebatilan.

Sesungguhnya kitab-kitab tersebut telah diselewengkan dan dirubah, dilakukan padanya penggantian, penyelewengan, diawalkan, dan diakhirkan oleh orang-orang Yahudi, Nasrani dan selainnya. Allah telah mencukupi kita dari kitab-kitab tersebut dengan kitab kita yang agung: yaitu Al-Qur’an Al-Karim.

Telah diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau melihat di tangan ‘Umar ada lembaran Taurat, maka beliau pun marah, seraya berkata:

“Apakah kamu berada pada keraguan wahai Ibnul Khaththab??! Sungguh aku telah membawa untuk kalian sesuatu yang putih bersih, seandainya Musa hidup maka tidak ada pilihan baginya kecuali dia harus mengikuti aku.”

Jadi, kami menasehatkan kepada Anda dan yang lainnya agar tidak mengambil sedikitpun darinya, baik dari Taurat, Zabur, maupun Injil.

Janganlah kalian mengambil darinya dan jangan pula membacanya sedikitpun. Bahkan jika kalian mendapatinya, maka hendaklah kalian menguburnya atau membakarnya. Sesungguhnya al-Haq yang ada padanya, maka telah ada syari’at yang mencukupkan darinya di dalam kitabullah Al-Qur’an. Adapun pengubahan dan penyelewengan yang ada pada kitab-kitab tersebut, maka itu mungkar dan batil.

Wajib bagi setiap muslim menjaga diri darinya. Hendaknya menjauh dari menelaahnya, karena dia bisa terjatuh pada membenarkan kebatilan atau mendustakan yang haq. Maka jalan yang selamat adalah menguburnya atau membakarnya.

Boleh bagi seorang yang berilmu dan memiliki bashirah untuk menelitinya dalam rangka membantah musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan Nashrani. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam minta didatangkan Kitab Taurat ketika Yahudi mengingkari syari’at rajam, agar beliau alaihish shalatu was salam melihatnya. Merekapun mengakuinya setelah itu (yakni mereka mengakui bahwa mereka telah berdusta, pen).

Maksudnya adalah bahwa para ulama’ yang mengerti tentang syari’at Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam terkadang butuh mentelaah Taurat, Injil, atau Zabur untuk tujuan yang Islami,seperti untuk: membantah musuh-musuh Allah, dan menjelaskan keutamaan Al-Qur’an dan al-haq serta petunjuk yang ada di dalamnya.

Adapun orang awam atau yang semisalnya maka tidak boleh melakukannya sama sekali. Bahkan ketika mereka memiliki sebagian dari Taurat, Injil, atau Zabur maka yang wajib dilakukannya adalah menguburnya di tempat yang baik atau membakarnya sehingga tidak seorang pun tersesat karenanya.

[Sumber: Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, hal. 10-11]

Rujukan: Dari Arsip WA Majmu’ah Manhajul Anbiya
Kunjungi: http://www.manhajul-anbiya.net/bolehkah-melihat-isi-kitab-injil-dan-kitab-taurat/

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Fawaid #Nasehat #mengambil_ilmu #kitab_injil #kitab_taurat #zakir_naik

TAHUKAH ANDA MANUSIA YANG PALING KURANG AGAMANYA WALAUPUN DIA SEORANG YANG ZUHUD?

Berkata Ibnul Qayyim - رحمه الله - :

“MANUSIA YANG PALING KURANG AGAMANYA DAN PALING DIBENCI ALLAH ADALAH ORANG YANG MENINGGALKAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN INI:
🔺Jihad,
🔺amar makruf dan nahi mungkar,
🔺nasehat untuk Allah, Rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya,
🔺dan menolong Allah, Rasul-Nya, agama-Nya dan kitab-Nya
▪️walaupun dia bersikap zuhud di dunia seluruhnya,

DAN AMAT SEDIKIT ENGKAU MELIHAT DARI MEREKA
🔺ada yang wajahnya memerah,
🔺berubah menjadi merah karena Allah,
🔺marah karena dilanggar kehormatan-Nya
🔺dan mengorbankan dirinya di dalam menolong agama-Nya,

PARA PELAKU DOSA BESAR JAUH LEBIH BAIK KEADAANNYA DI SISI ALLAH DARI PADA MEREKA INI.”

[Lihat: Uddatush Shabirin, 171]

🔸🔹🔸🔷🔸🔹🔸

هل تعرف أقل الناس ديناً ولو كان زاهداً ؟

قال ابن القيم - رحمه الله -:

{ وأقل الناس ديناً وأمقتهم إلى الله من ترك هذه الواجبات: ( الجهاد والأمر بالمعرف والنهي عن المنكر والنصيحة لله ورسوله وعباده، ونصرة الله ورسوله ودينه وكتابه )

وإن زهد في الدنيا جميعها، وقلّ أن ترى منهم من يحمر وجهه ويمعّره لله ويغضب لحرماته، ويبذل عرضه في نصرة دينه، وأصحاب الكبائر أحسن حالاً عند الله من هؤلاء. }

[انـظـر:[ عدة الصابرين، 171]


Rujukan: Dari Channel Telegram @SalafyKolaka

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Nasehat #ahlussunnah #salafy #amar_makruf #nahi_mungkar #agama_adalah_nasehat

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Asy-Syaikh Al-'Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/A17v7ONuiNk (Durasi: 3:43)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=A17v7ONuiNk

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
SALAFY MEMBELA HIZBI, APAKAH SALAFY?

[ Pertanyaan ]

Ada para penggiat dakwah yang ia diklaim sebagai salafy, akan tetapi dakwahnya tegak bersama-sama dengan hizbiyyin. Ia tidak memperingatkan orang dari bahayanya hizbiyyin. Bahkan ia memperingatkan murid-muridnya untuk tidak memberikan bantahan terhadap mereka. Ia juga mengatakan bahwa sebagian Masyaikh, mereka di atas al-Haq, akan tetapi metode dakwah yang mereka tempuh SALAH. Mereka ini juga sering bergabung bersama-sama dengan Hizbiyyin. Maka, Apa arahan Anda untuk kasus ini?

[ Jawab ]

INI MENGHERANKAN, INI MENGHERANKAN. ORANG INI TELAH TERTIPU DAN MENYEDIHKAN. ORANG INI BUKANLAH SEORANG SALAFY, AKAN TETAPI IA ADALAH PELAYAN BAGI AHLUL BATHIL.

Hakekatnya, membantah (ahlul bathil) termasuk perkara Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. Maka kita katakan kepadanya, Apa pendapatmu tentang ayat nya Allah Ta’ala, “Kalian adalah sebaik-baik ummat yang hadir di kalangan manusia, kalian menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar dan kalian Beriman kepada Allah”.

Dengan sebab apa mereka ini disebut sebagai Khoiro Ummah (sebaik-baik ummat)? Bukankah dengan sebab mereka menegakkan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar serta mereka beriman kepada Allah? Maknanya, Bahwa Amar Ma’ruf Nahi Munkar dibangun di atas landasan Iman kepada Allah.

Apakah yang dimaksud Iman kepada Allah? Yaitu beriman dengan Kitab-Nya dan mengilmui kandungan yang ada di dalamnya, demikian pula mengilmui Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam beserta kandungan di dalamnya, yang berisi al-Haq dan bersih dari kebathilan. Demikianlah bantahan atas kebathilan, yaitu engkau membantah kebathilannya Ahlul Bathil dan engkau menjelaskan al-Haq.

Apakah akan dikatakan bahwa, “Amar ma’ruf Nahi Munkar itu haram?”, dan dikatakan bahwa, “Orang yang menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah Ahlul Bathil?” Demikian pula, “Metode yang mereka tempuh ini Tidak Benar?” Apakah mau dikatakan demikian?

... Apabila kita katakan bahwa, “Orang yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar itu di atas al-Haq, dan wajib untuk didukung serta dibantu.” Seandainya kita katakan demikian, maka bagaimana mungkin membantah Ahlul Bathil itu tidak diperbolehkan, ataupun dikatakan bahwa membantah ahlul bathil itu adalah bentuk kebathilan, ataupun yang semisal.

Tentu kita katakan, “Tidak demikian. Bahkan orang yang mengatakan perkataan tersebut, dia adalah Ahlul Bathil, dia adalah Ahlul Bathil.”

Diterjemah oleh: Al-Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz Hafizhahulloh
Kunjungi: http://forumsalafy.net/salafy-membela-hizbi-apakah-salafy/

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #Nasehat #Bantahan #rodja #halabi #ruhaili #sururi #ikhwani #turatsi #hajuri #haddadi #mlm #mlmm #membela_hizbi #apakah_salafy


SESEORANG BERGAUL DENGAN ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG, MAKA DIA DIGOLONGKAN BERSAMA MEREKA

[ Fawaid Manhajiyyah dari asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah dalam Jalsah Ramadhan 1424H ]💥🔥

[ Penanya ]

Syaikh, seseorang bergaul dengan orang-orang yang menyimpang, apakah dia digolongkan dengan mereka?

[ Jawab ]

YA, DIGOLONGKAN DENGAN MEREKA.

[ Penanya ]

Apakah proses nasehat itu membutuhkan waktu yang lama?

[ Jawab ]

TIDAK, TIDAK MEMBUTUHKAN WAKTU YANG LAMA.

Sesuai yang dipandang oleh seseorang.
▪️Bisa jadi cukup sekali duduk (jalsah),
▪️bisa jadi perlu dua kali duduk,
▪️atau bisa juga perlu tiga kali duduk kalau memang pada orang tersebut ada syubhat.
▪️Bisa jadi dengan satu kalimat.

Itu semua sesuai
🔸dengan kondisi orang yang dinasehati,
🔸masalahnya,
🔸dan kondisi orang yang dinasehati dalam masalah tersebut.


[ Tanya ]

Tentang masalah menggabungkan, wahai Syaikh. Orang yang digabungkan/digolongkan dengan seorang mubtadi’, apakah dia juga dihajr?

[ Jawab ]

BAGAIMANA KITA TIDAK MENGHAJRNYA?

Gabungkanlah dia bersamanya (si mubtadi tersebut, pen) yakni HAJR-LAH DIA.!

[ Tanya ]

Ada seorang salafy, bergaul dengan seorang ikhwani (orang berpaham IM, pen), apakah hukumnya sama?

[ Jawab ]

YA, GABUNGKAN DIA BERSAMANYA.

[ Tanya ]

Apakah juga dengan melihat kepada mashlahat dan mafsadah, wahai Syaikh?

[ Jawab ]

MASHLAHAH YANG MEREKA UCAPKAN DAN MEREKA DENGUNG-DENGUNGKAN,

maka ketahuilah mafsadah yang ditimbulkan dalam masalah seperti ini gambarannya, lebih besar daripada mashlahahnya.
▪️Karena orang seperti ini lebih besar bahayanya terhadap Ahlus Sunnah daripada bahaya hizbiyyin itu sendiri terhadap Ahlus Sunnah.
▪️Karena seorang hizbi, jelas, harus diwaspadai.

Adapun orang ini, yang masih antara ini dan itu, datang kepada mereka (hizbiyyin) dan datang pula kepada mereka (ahlus sunnah).
▪️Merusak dari mereka,
▪️dan tidak memperbai dari mereka.

Maka TAHDZIR DARINYA HARUS LEBIH BESAR.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=38255

Arsip WA Miratsul Anbiya Indonesia
Kunjungi: http://miratsul-anbiya.net/2014/01/24/jawaban-yang-lurus-tepat/

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #bergaul_dengan_orang_menyimpang #hajr #boikot #mubtadi_

HUKUM MENGUSAP-USAP KA'BAH

Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad bin Hadi -hafizhahullah-

[ Tanya ]

“Apa hukum mengusap-usap Ka'bah?”

[ Jawab ]

“TIDAK BOLEH MENGUSAP-USAP PINTU KA’BAH,
🔺maupun kain penutup Ka'bah,
🔺tidak pula batu-batu dinding Ka'bah.

Semua perbuatan ini termasuk kebid'ahan.”

🔸🔹🔸🔷🔸🔹🔸

حكم التمسح بالكعبة؟

سئل الشَّيخ العلّامة محمد بن هادي المدخلي -حَـفِظَهُ الله-:

[ السؤال ]

{ حكم التمسح بالكعبة }

[ الجواب ]

{ لا يصح التَّمسح بباب الكعبة، ولا بثوب الكعبة، ولا بحجر الكعبة، كل هذا من البدع. }

Sumber: http://miraath.net/questions.php?cat=33&id=1989

* * *
Rujukan: Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Fiqih #Haji #Umrah #thawaf #mengusap_usap_ka_bah

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Abu Ammar Ali al-Hudzaify hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/tcm0t6Ctz_g (Durasi: 2:09)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=tcm0t6Ctz_g

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
MENGHANCURKAN KAEDAH “LAA YALZAMUNI” SYAIKH BESAR RODJA, MUBTADI' ALI HASAN AL-HALABY

Waalaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

AL-HALABY TELAH DIVONIS MUBTADI’ OLEH PARA ULAMA.

▪️Dan diantara perkara yang menjadi sebab para ulama memvonisnya sebagai mubtadi' adalah sebagian kaedah yang dibuat-buat dan dia susupkan ke dalam dakwah, padahal kaedah tersebut tidak benar. Diantaranya adalah kaedah “LAA YALZAMUNI.”

▪️Maksudnya jika ada seseorang divonis sebagai mubtadi' oleh sebagian ulama, sama saja apakah yang divonis itu adalah seorang dai atau penuntut ilmu atau selainnya, al-Halaby mengatakan, “Tidak mengharuskan saya untuk menerima vonis terhadap orang tersebut.”

Ini termasuk kaedah yang salah atau ucapan yang tidak benar, karena para ulama tidak mendudukkan vonis mubtadi' terhadap seseorang dengan sikap lari atau menghindar semacam ini, tetapi mereka menyikapinya dengan salah satu dari dua perkara:

▶️[1] JIKA VONIS TERHADAP MUBTADI’ TERSEBUT BENAR
🔺maka wajib mengamalkannya, karena itu merupakan hukum syari'at. Jadi menerapkan vonis terhadap seseorang bahwa dia seorang mubtadi' konsekuensinya adalah mewaspadainya, mentahdzirnya, dan semisalnya, karena itu merupakan hukum syari'at. Seorang ulama ketika mentahdzir seseorang maka dia mengabarkan hukum syari'at.

▶️[2] JIKA VONIS TERSEBUT TIDAK BENAR
🔺maka pihak yang mengatakan bahwa vonis itu salah wajib untuk menjelaskan mengapa vonis itu tidak benar. Misalnya dengan mengatakan, “Vonis ini tidak benar karena ulama fulan keliru, karena apa yang dituduhkan ini beritanya tidak shahih dari si fulan.” Dan seterusnya.

Jika demikian maka menyikapi vonis semacam ini atau menolaknya dengan ucapan mereka, “LAA YALZAMUNI” adalah ucapan yang tidak benar. Karena jika vonis itu benar maka wajib untuk menerimanya, sedangkan jika vonis itu bathil maka wajib atas pihak yang menilainya bathil untuk menjelaskan mengapa vonis itu dia anggap bathil.

صلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله.

Senin, 8 Rabi'uts Tsani 1437H
Majmu'ah Durus wa Muhadharat Masyayikh Yaman

Kunjungi: http://tukpencarialhaq.com/2016/01/19/menghancurkan-kaedah-laa-yalzamuni-syaikh-besar-rodja-mubtadi-ali-hasan-al-halaby/
Rujukan: Dari Channel Telegram @tukpencarialhaq

__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

➥ #VideoFawaid #Manhaj #laa_yalzamuni #rodjai #halabi #ruhaili #sururi #ikhwani #mlmm


ORANG AWAM BUTUH DIPERINGATKAN DARI AHLI BID'AH

Al-Allamah Syaikh Rabi’ hafizhahullah dalam kaset (Muamalah Ahli Bidah) ditanya:

Apa pendapat anda terhadap orang yang MERASA ZUHUD dari mendengarkan bantahan-bantahan (terhadap ahli bidah). Dan tatkala ditanya sebabnya, mengapa ia berpendapat demikian.

Dia berkata: “Sesungguhnya yang bertanya kepadaku tentang hal itu adalah orang awam. Dia tidak bisa membaca Al-Quran.” Maka apa pendapat anda semoga Allah memberkahi anda?

[ Jawaban beliau ]

JIKA IA ADALAH SEORANG AWAM, (mestinya) diajari akidah dan diperingatkan dari ahli bidah.

Orang awam sekarang kebanyakan mereka telah menjadi tentaranya ahli bidah, maka mesti memperingatkan mereka (dari ahli bidah).

Katakan pada orang (awam) tersebut: “Fulan padanya ada kebidahan demikian dan demikian. Dan kalau engkau mendengarkan ceramahnya, akan memudharatkanmu.”

Maka jangan sampai mereka (orang awam) membaca tulisannya, jangan sampai mendengarkan kaset-kasetnya, dan mesti diperingatkan dari perkataannya.

YAKNI SEORANG AWAM ITU butuh kepada orang yang memperingatkannya, mengingatkannya dengan kaedah: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” Maka sekarang orang-orang awam itu telah menjadi target bagi ahli bidah.

Ia mengatakan kepadamu: “Jangan biarkan mereka membaca kitab-kitab bantahan (terhadap ahli bidah).!!”

TIDAK, TIDAK, (ucapan) ini akan menjerumuskan mereka (orang awam) ke dalam kesia-siaan.

Sumber: [Fatawa wa Majmu’ Asy-Syaikh hafizhahullah 14/273]

Kunjungi: http://forumsalafy.net/orang-awwam-butuh-diperingatkan-dari-ahli-bidah/

Rujukan: Dari Channel Telegram @ForumSalafy

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Bantahan #memperingatkan #orang_awam #dari_ahli_bid_ah

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/a72YeMUOm5kg (Durasi: 8:27)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=a72YeMUOm5kg

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
[MEMBANTAH SYUBHAT] “TABAYYUN & TATSABBUT DULU, AGAR ADIL!!!”
[Teguran buat mereka yang mengharuskan nasehat/kritikan disampaikan langsung kepada pelaku bid'ah dan kesesatan sebelum bisa ditahdzir atau ditabdi']

[ Pertanyaan ]

Bismillah. Afwan ustadz, bisa ustadz terangkan kepada kami tentang syubhat yang disampaikan oleh beberapa ikhwah bahwa;

jika ulama mentahdzir seseorang, ianya sepertinya tidak adil, karena ulama tersebut tidak bertemu ataupun bertanyakan kepada orang tersebut sebelum mentahdzir beliau. Jadi, bagaimana kaedah sebenarnya dalam jarh wa ta'dil untuk menjeleskan perkara ini?

[ Jawaban ]

Thayyib. Bismillah. Alhamdulillah wash-sholatu was salamu 'ala rasulillah wa 'alihi wa shahbihi wa man wala wa ba'ad.

Para ulama ketika mentahdzir atau mentabdi' seseorang, ada beberapa cara;

▶️[1] Bisa dengan cara langsung mendengar ucapan, perkataan orang yang ditahdzir atau melalui khabar seorang yang tsiqoh
▶️[2] atau sebelumnya melalui tulisan; tulisan, karya, artikel orang (yang ditahdzir, -pen) tersebut
▶️[3] dan yang ketiga, tadi yang sudah saya sebutkan iaitu melalui khabar seorang yang tsiqoh; berita, data yang disampaikan oleh seorang yang terpecaya, orang yang amanah di dalam menyampaikan beritanya.

Menerima berita dari seorang yang tsiqoh, dari ahlussunnah, seorang yang salafy, -na'am- itu adalah salah satu dasar seseorang atau seorang ulama mentahdzir atau mentabdi'.

Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

{ يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٍ۬ فَتَبَيَّنُوٓ ... }

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang yang fasik membawa berita, maka hendaknya ditabayyun / diklarifikasi / dipastikan apakah benar ataukah tidak ...” [QS al-Hujraat: 6]

Makna ayat ini adalah apabila yang datang kepada anda adalah seorang yang tsiqoh, maka tidak diwajibkan / tidak dimestikan untuk tabayyun. Demikian (yang diyakini, pen) ulama sejak dahulu, sejak zaman salaf. Na'am.

Ash-Shahabi al-jalil, Abdullah bin 'Umar bin al-Khattob yang tinggal di Madinah pada saat itu, datang dua orang dari negeri Bashrah bernama Humaid bin 'Abdirrahman dan yang kedua bernama Yahya bin Ya'mur. Dua orang dari negeri Bashrah ini mengatakan kepada shahabat Abdullah bin 'Umar yang pada waktu itu sebagai Mufti, dua orang tadi mengatakan:

Dua orang menyatakan, “Wahai Abu Abdirrahman (Abdullah bin 'Umar) telah muncul, telah nampak di negeri kami di Bashrah orang² yang mereka itu (disebutkan kebaikan²nya),” -na'am- artinya ciri² mereka, kemudian hanya saja mereka mengatakan bahwa, “Segala perkara ini tidak ada takdirnya.” Maka Abdullah bin Umar langsung mentahdzir. Na'am dan mengatakan kepada kedua orang yang dari negeri Bashrah bahwa, “Sampaikan kepada mereka bahwa Abdullah bin Umar bin al-Khattob berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dari Abdullah bin Umar bin Al Khattab.” Ditahdzir oleh Abdullah bin Umar Al Khattab. Na'am.

Bahkan Abdullah bin 'Umar bin al-Khattab mengatakan:

“Kalau seandainya salah seorang di antara mereka berinfaq emas sebesar gunung uhud, tidak Allah terima dari dia sampai beriman kepada taqdir, yang baik mahupun yang buruk”

Di sini, Abdullah bin 'Umar melandaskan / mendirikan tahdzirnya dan tabdi'nya berdasarkan berita. Tidak kemudian 'Abdullah bin 'Umar yang hidup di Madinah (mengatakan, pen); “Saya mau klarifikasi dulu ke negeri Bashrah. Saya ingin kenal mereka, ingin tanya dulu, kamu sabar dulu wahai Humaid bin 'Abdirrahman, Yahya bin Ya'mur, saya mau klarifikasi ...” Laa! Kenapa? Karena pembawa berita di sini adalah Tsiqoh. Ini hanya satu contoh dari banyak contoh amalan Salaf rahimahumullah. Na'am. Ini suatu hal yang penting ...

Suatu hari, pernah datang seorang ahlul bid'ah kepada al-Imam Ahmad, ingin berjumpa dengan al-Imam Ahmad melalui putranya, putera beliau, anak beliau yang bernama Shalih bin Ahmad bin Hanbal. Orang ini ingin berjumpa, dia menyebutkan namanya Dawud, kemudian si putera ini, Shalih mengatakan kepada ayahnya, “Wahai ayahku, ada seorang ingin berjumpa denganmu bernama Dawud.” Ditanyakan (oleh Imam Ahmad, pen): “Dari mana dia?” “Dari negeri Khurasan.” Kamudian al-Imam Ahmad mengatakan, “Keluar, tidak boleh. Saya tidak mau jumpai dia.” (Shalih bertanya, pen) “Kenapa wahai ayah?” (Dijawab, pen) “Dia mengakan al-Quran adalah Makhluk.” Maka si anak ini kembali menemui si tamu tersebut, “Ayahku tidak mahu menemui engkau karena engkau mengatakan Al Qur'an itu adalah makhluk”, dijawab, “Saya tidak mengatakan itu”, maka disampaikan oleh Shalih bin Ahmad (kepada ayahnya, pen), “Wahai ayahku, dia menafikan ini", maka Imam Ahmad menjawab, “Laa, berita yang dibawa kepadaku oleh Muhammad bin Yahya az-Zuhli adalah lebih aku percaya daripada ucapan orang tersebut.” Kenapa? Karena yang membawa berita pertama, Muhammad bin Yahya az-Zuhli adalah seorang yang tsiqoh, padahal orang yang bersangkutan menafikan. Sudah ada kesempatan mengklarifikasi, memastikan kebenaran berita, tetapi Al Imam Ahmad lebih percaya kepada pembawa berita pertama yang tsiqoh.

Begitu juga di zaman kita ini. Syaikh Rabi' -hafizhahullah- misalkan, atau siapa saja dari kalangan masyayikh Ahlussunnah, yang dikenal keilmuannya ketika mentahdzir dan mentabdi' seseorang berdasarkan berita yang tsiqoh, maka TAHDZIR tersebut diterima.

Syubhat ini sebenarnya, “kenapa tidak klarifikasi langsung, dia belum kenal, ulama tersebut belum mengenal si Fulan yang ditahdzir?” (Karena, pen) ini adalah salah satu Manhaj bid'ah yang dibangkitkan oleh Abul Hasan Al Ma'ribi, yang dimunculkan oleh Abul Hasan Al Ma'ribi bahwa, “Mesti tahdzir ini diklarifikasi dulu, mesti kenal dulu dengan orangnya ...” iya, Baarakallahu fiikum.

[ Penanya ]

Na'am, jazaakallahu khairan ustadz.

[ Video ]
[ Audio ] https://tlgrm.me/Mp3_kajian/187

Ahad, 14 Shafar 1436H ~ 07. 12.2014M
Rujukan: Fawaid Audio dari (Arsip) WA طريق السلف
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Bantahan #radio_rodja #tv_rodja #rodja #halabi #ruhaili #sururi #turatsi #ikhwani #mlm #mlmm

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/uXVi1ZU96rs (Durasi: 2:49)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=uXVi1ZU96rs

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
BANTAHAN ASY-SYAIKH AL-FAUZAN TERHADAP MUHAMMAD AL-ARIFY
[ Disertai Penjelasan Urgensinya Bantahan Terhadap Para Penyelisih ]

[ Pembawa Acara ]

🔸Silahkah saudara Abu Umar bersama kami di sesi ini (tanya jawab).

[ Penelpon ]

🔸Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

[ Pembawa Acara dan Asy-Syaikh Al-Fauzan ]

🔸Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

[ Penelpon ]

🔸Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai orang tua kami Fadhilatus Syaikh Shalih Al-Fauzan.

[ Pembawa Acara ]

🔸Silahkan (bertanya)!

[ Penelpon ]

🔸Pertanyaan pertama: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai Fadhilatus Syaikh, di akhir-akhir ini telah tersebar penggalan suara Anda di situs-situs jejaring internet dan youtube serta program-program dan smartphone modern yang lainnya, dan beberapa orang menulis judul penggalan suara ini dengan mengatakan: “Fadhilatus Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan membantah Asy-Syaikh Muhammad Al-Arify dan menyatakan bahwa dia adalah shahibu hawa (pengikut hawa nafsu).”

🔸Maka apa nasehat Anda terhadap orang-orang seperti mereka ini yang masih terus mentahdzir masayikh dan para da’i serta memasyhurkan nama mereka dan menulis ungkapan-ungkapan seperti ini terhadap sebagian da’i? Mereka juga menyatakan tentang sebagian dai -kami yang menilai mereka dan Allah saja yang mengetahui hakekatnya dan kami tidak menganggap suci seorang pun di sisi Allah- yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam melayani agama yang agung ini, dengan mereka menyatakan: “Asy-Syaikh Fulan dan Asy-Syaikh Fulan adalah seorang Shufi dan Asy-Syaikh Fulan yang lain…”

[ Pembawa Acara -dengan memotong pembicaraan ]

🔸Baik, pertanyaan ini jelas, syukran.

[ Asy-Syaikh Al-Fauzan ]

“WAHAI SAUDARAKU, KAMI DAN PARA ULAMA SELAIN KAMI MEMBANTAH ORANG YANG MENYELISIHI DALIL DAN MENJELASKAN KESALAHAN,

DAN MEREKA TIDAK MEMAKSUDKAN
🔺untuk menyerang pribadinya
🔺atau merendahkannya
🔺atau mencela kepribadiannya.
... Mereka tidak bermaksud seperti ini -kami berlindung kepada Allah darinya-,

MEREKA HANYA BERTUJUAN UNTUK MENJELASKAN KEBENARAN.
🔺Jadi, jika seseorang melakukan kesalahan maka tidak ada yang boleh menghalangi (orang lain) untuk menjelaskan kesalahannya, dan dia bukan orang yang menjatuhkan kedudukannya.

TETAPI ITU SEBAGAI PERINGATAN BAGINYA
🔺serta merupakan upaya saling membantu dengannya untuk kembali kepada kebenaran.
🔺Juga agar dia sendiri dan orang yang membaca dan yang mendengar (bantahan) bisa mengambil faedah.

DAN KESALAHAN ITU TIDAK BOLEH DIBIARKAN MENYEBAR DI TENGAH-TENGAH MANUSIA DAN TIDAK BOLEH BASA-BASI DALAM MASALAH INI.
🔺Harus menjelaskan kebenaran dan menerangkannya.
🔺Tidak ada basa-basi dalam perkara kebenaran.
🔺Dan hal ini tidak akan merugikan pihak yang dibantah jika dia memang termasuk orang-orang yang suka melakukan perbaikan yang menginginkan kebenaran.

KEMUDIAN JIKA (TERNYATA) DIA MENOLAK KEBENARAN DAN BERMAKSUD MEMBELA HAWA NAFSUNYA, MAKA ORANG INI TIDAK ADA ALASAN LAGI BAGI KITA UNTUK MEMBELANYA, NA’AM.”

Rekaman suara bisa didowload di:
http://www.youtube.com/watch?v=B05NmdYdV8g

Transkripnya diposting di:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=134747

Rujukan: Dari situs TukPencariAlHaq.Com
__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Manhaj #urgensi #Rudud #Bantahan #kesalahan #hawanafsu #ahlul_ahwa_wal_bida

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari bin Jamal hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/4JKhUzg5948 (Durasi: 13:25)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=4JKhUzg5948

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
ULAMA SUNNAH BAROMETER UNTUK MENGUJI TOKOH YANG MENYIMPANG**
[Sebuah Catatan Kecil untuk Firanda dan Du’at Semisalnya]

Diriwayatkan dari Nu’aim bin Hammad rahimahullahu ta’ala, beliau mengatakan;

{ إذا رأيت العراقي يتكلم في أحمد بن حنبل فاتهمه في دينه وإذا رأيت الخراساني يتكلم في إسحاق بن راهويه فاتهمه في دينه وإذا رأيت البصري يتكلم في وهب بن جرير فاتهمه في دينه. }

[تاريخ بغداد: 6/348، وتاريخ دمشق: 8/132]

“Apabila engkau melihat orang Iraq itu menjelekkan, membicarakan, mengkritik Ahmad bin Hambal, maka tuduh agamanya dia. Kenapa? Karena al Imam Ahmad adalah imam as-Sunnah, pembela sunnah pada masanya. Siapa yang membenci Imam Ahmad, ini orang dipertanyakan, tuduh agamanya. Ada kemungkinan dia ini dari kalangan ahlul bid’ah. Apabila engkau melihat seorang dari Khurasan menjelek-jelekan Ishaq bin Rahuyah, maka tuduh agamanya, ragukan agamanya. Apabila engkau melihat seorang datang dari Bashrah, lalu dia menjelek-jelekkan Wahb bin Jarir, maka tuduh agamanya.”

Dan ucapan para ulama as-Salaf yang semakna dengan ini banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa mereka menjadikan orang-orang tertentu dari kalangan tokoh-tokoh sunnah yang membenci kepadanya itu menjadi pertanyaan besar tentang orang ini, kenapa dia membencinya?

Kalau orang ini yang nampak darinya adalah pembelaan gigih terhadap sunnah, keras terhadap bid’ah dan ahlul bid’ah, kenapa kamu membencinya? Kenapa kamu membencinya? Itu berarti tanda keburukan.

Oleh karena itu para ulama dari tokoh-tokoh sunnah yang gigih berpegang teguh kepada sunnah pada zaman-zaman fitnah di masa ini, itupun dijadikan sebagai tanda untuk menguji seseorang. Apakah dia berjalan di atas sunnah atau tidak.

Seperti al ‘allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullahu ta’ala, yang al-Imam al-Albani rahimahullaahu ta’ala memberi pujian kepada beliau yang beliau tidak pernah memberikan pujian itu kepada yang lain,

{ حامل لواء الجرح والتعديل }

“Haamilu liwa’il Jarh wat Ta’dil.” - “Pembawa panji jarh wa ta’dil pada masa ini”, ... Rabi’ bin Hadi Al Madkhali.

Berpuluh-puluh tahun, ketika para pencela-pencela beliau ini, yang ada sekarang ini, yang mengaku-ngaku ahlussunnah sekarang ini, mereka itu belum lahir, syaikh Rabi’ sudah menegakkan dakwah tauhid, menyebarkan dakwah sunnah. Bukan hanya di Arab Saudi, beliau berkeliling. Beliau menghabiskan umurnya fi nashri dakwah, fi nashri sunnah, dalam menyebarkan sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Orang-orang yang disebut masyaikh ABG, baru gede begitu, baru muncul berbicara tentang syaikh Rabi’, aneh, aneh! Beliau sudah berdakwah orang ini baru muncul, baru lahir. Seperti Ali Hasan Al Halabi belum ada wujudnya, syaikh Rabi’ sudah berdakwah. Ali Hasan Al Halabi salah satu syaikh rodja, radio rodja, tv rodja dan yang semisalnya mereka itu belum lahir, belum ada wujudnya di dunia sementara Syaikh Rabi’ sudah menyebarkan dakwah sunnah. Dan nama beliau telah populer dikenal oleh para ulama, dan tidak ada yang bisa memberi rekomendasi, memberi pujian untuk menunjukkan keilmuan seseorang kecuali para ulama.

Yang memuji syaikh Rabi’ bukan orang-orang yang sepantaran beliau, tetapi yang di atas beliau, guru-guru beliau. Asy syaikh bin Baz, asy syaikh Al Albani, ini guru-guru syaikh Rabi’ ketika masih di al jami’ah al islamiyyah, mereka yang memuji. Lalu kemudian datang orang-orang terbelakang ini, entah siapa yang memberi rekomendasi, siapa yang memberi pujian, berani-beraninya berbicara tentang syaikh Rabi’ yang para ulama memuliakan dan mengagungkan beliau.

INI AKHIRNYA DIJADIKAN SEBAGAI TANDA UNTUK MENGUJI SESEORANG.
▪️Apabila engkau melihat ada seorang yang hidup di zaman millenium ini, menjelek-jelekkan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah, tuduh agamanya walaupun mereka mengaku ahlussunnah.

[Kasus contoh, red]

Seorang tokoh bid’ah yang bernama Firanda ini, subhanallah ini orang tidak punya rasa malu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

{ إذا لم تستحي فاصنع ما شئت }

“Idzaa lam tastahyi fasna’ maa syi’ta.” - “Apabila engkau tidak punya rasa malu, lakukan apa yang kamu inginkan.”

Ini orang tidak punya rasa malu. Ahlul bid’ah dibela, para ulama memberi peringatan dari berbagai penyimpangan ihya’ut turots, anak muda ini muncul, membela ihyaut turots. Dengan berbagai macam dalih, bukan dalil!

“Ulama yang memuji Ihya’ut Turots lebih banyak, daripada yang mencerca.”

APAKAH ITU DALIL?
BUKAN DALIL, ITU DALIH!!

[Kaedah Salaf, -red] Walaupun satu orang yang mencerca, kalau dia mendatangkan bukti, dalil, hujjah, maka ucapannya harus diterima. Ini merupakan hal yang ma’ruf dalam ilmu al jarh wat ta’dil. Walaupun seribu alim, lalu kemudian datang seorang alim, imam jarh wa ta’dil mencerca seorang perawi dengan hujjah, maka orang ini tercela. Didahulukan perkataan yang mencerca daripada yang memuji. Karena yang memuji tidak memiliki ilmu yang dimiliki oleh yang mencerca ini, dan itu hal yang ma’ruf.

🔺Padahal dia mengetahui, penyimpangan-penyimpangan ihya’ut turots. Dia tahu itu, na’am.
🔺Dia mengetahui siapa itu mufti ihya’ut turots, Abdurrahman Abdul Khaliq. Dia tahu penyimpangan-penyimpangannya.

Namun seperti perkataan seorang;

{ حبك شيئا يعمي ويصم }

“Hubbuka syai’a yu’mi wa yushim.” - “Kecintaanmu kepada sesuatu menyebabkan kamu menjadi bisu dan tuli.”

Ini, dia tahu siapa Abdurrahman Abdul Khaliq na’am. Sampai sempat terlepas pada tulisannya itu ketika dia menyebutkan tentang masalah fiqhul waqi’ bahwa mereka yang menyebarkan tentang fiqhul waqi’ ini adalah dari kalangan hizbiyyun. Menuduh ulama tidak mengerti fiqh realita yang ada pada masa ini. Sadar tidak sadar ketika dia mengucapkan ini, kemudian saya terangkan setelah itu:

“Lha itu kan perkataan Abdurrahman Abdul Khaliq. Abdurrahman Abdul Khaliq yang menuduh pada ulama tidak memahami fiqhul waqi’. Dari ucapan kamu ini, harusnya mengilzamkan antum untuk mengatakan bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq hizbi, menuduh para ulama tidak mengerti fiqh realita, fiqhul waqi'”.

Mestinya kan begitu. Tapi lain dia, menghindar. Ini orang seperti belut, mau ditangkap lepas lagi, licin lisannya, wallahul musta’an, wallahul musta’an sangat disayangkan. Orang-orang yang dikenal mereka memiliki bid’ah, mereka memiliki penyimpangan, para ulama tidak merekomendasi, ini orang membela, ini orang membelanya, memujinya.

Giliran asy syaikh Rabi’, para ulama ketika memuji beliau, dan beliau tidak mengharapkan pujian itu, tapi para ulama memberikan pujian kepada beliau. Baru ada beberapa kalimat dari ucapan beliau, itu dia simpulkan sendiri bahwa dari ucapan syaikh Rabi’ ini menunjukkan bahwa syaikh Rabi’ berpemikiran khawarij. Coba bayangkan! Berpemikiran khawarij. Ini ucapannya Firanda ini, menuduh syaikh Rabi’ berpemikiran khawarij, membawa pemikiran khawarij, membawa paham khawarij, persis sama seperti Abruddahman Abdul Khaliq.

Abruddahman Abdul Khaliq mengatakan “ISIS (dalam bahasa Arab disebut DAIS) dan al madaakhilah, maksudnya orang-orang yang condong kepada Syaikh Rabi’ itu bagaikan wajhan li umlatin wahidah (bagaimana membahasa Indonesiakan itu? Seperti koin dengan dua sisinya ini). Wajhan li umlatin wahidah, artinya sama. Al madaakhilah, ISIS sama” itu ucapan Abdurahman Abdul Khaliq.

Firanda mengatakan: “Syaikh Rabi’ berpaham khawarij” ini sama ini! Ini Firanda, “Abdurrahman Abdul Khaliqnya Indonesia ini”, na’am.

Lalu mereka-mereka yang jelas-jelas terjatuh dalam penyimpangan berusaha diberi udzur. Baru-baru ini memuji Zakir Naik, diberi udzur, kesalahan-kesalahannya diberi udzur. Syaikh Rabi’ dicari-cari kesalahannya. Ada yang masih kira-kira memungkinkan, para ulama belum menghukumi, dia sudah memposisikan dirinya seakan-akan sebagai seroang alim menghukumi syaikh Rabi’ berpaham khawarij. Laa haula walaa quwwata illa billah. { سبحانك هذا بهتان عظيم } Subhanaka hadza buhtanun adzim.

Maka orang ini berbahaya, oleh karena itu para ulama menjadikan tokoh-tokoh sunnah itu sebagai seseorang yang selalu dijadikan sebagai tanda orang yang cinta kepadanya menunjukkan dia ahlussunnah. Orang yang benci kepadanya, menjelek-jelekannya, menuduhnya dengan berbagai macam tuduhan yang bathil, ini merupakan tanda bahwa dia bukan dari ahlussunnah, Allahul Musta’aan.

Disebutkan oleh para ulama’: “Min ‘Alaamaat Ahlil Bid’ah al-Waqii’at fi Ahlil Atsar.” - “Diantara tanda Ahlul Bid’ah adalah mencerca Ahlul Atsar, ulama as-Sunnah.”

Ini Baarakallahu Fiik.

[Ditranskrip dari Ceramah Al-Ustadz Askari hafizhahullah, disela-sela pembahasan kajian Shahih Bukhari // Malam Selasa, 28 Syawal Syawal 1437H ~ 02.08.2016 // Masjid Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan]

[Sumber Audio & Transkrip] http://www.salafybpp.com/rekaman-kajian/barometer-bagi-para-pencela-tokoh-sunnah

💻Rujukan: Dari Situs SalafyBPP.Com & Channel Telegram @AudioThalabIlmuSyar_i

__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Bantahan #Firanda #radio_rodja #tv_rodja #rodja #halabi #ruhaili #sururi #turatsi #ikhwani #mlm #mlmm

BOLEHNYA SUUZHAN (BERPRASANGKA BURUK) PADA AHLI TAM’YI (ORANG YANG BERMANHAJ LEMBEK)

Asy-Syaikh al-’Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

[ Pertanyaan ]

Apakah kehati-hatian dengan tidak mengarahkan kepada sebagian orang yang tampak darinya sikap dan kata-kata yang perlu dikritisi (karena mengandung penyimpangan) sampai jelas duduk perkaranya, apakah perbuatan ini terhitung benar atau tidak?

[ Jawaban ]

Pertama: Saya katakan: Tidak boleh suuzhan (berburuk sangka) terhadap ahlus sunnah wal jama’ah yang mereka berpegang teguh dengan sunnah, loyal kepada para pengusungnya, duduk bersama mereka, dan menjauh dari ahli ahwa dan ahli bid’ah.

Dan boleh suuzhan kepada mereka yang datang dengan membawa sebab-sebabnya seperti;

▪️marah bila ahlu bid’ah disebutkan, dibicarakan, dan diperingatkan umat darinya dengan peringatan yang umum,
▪️atau engkau mendengarnya membela mereka baik kelompok-kelompoknya ataupun individu-individunya.
▪️Atau ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa orang tersebut adalah mumayyi’ (lembek) terhadap manhaj ahlus sunnah.

Maka jangan engkau memperkenalkannya dan jangan engkau bimbingkan untuk mengambil ilmu darinya hingga
🔺jelas kelurusan sikapnya sehingga engkau mengarahkan penuntut ilmu untuk mengambil ilmu darinya.

Atau telah jelas bagimu tentang loyalitasnya terhadap ahlu bid’ah meskipun hanya dengan memperkenalkan mereka dan tidak mengingkarinya,
🔺maka berhati-hatilah dari orang ini dan peringatkan umat darinya.

Sungguh benar ucapan seorang syair: “Apapun tabiat yang dimiliki seseorang, Meskipun dia mengiranya samar dari manusia, tetap saja ia diketahui.”

JADI, SEMISAL ORANG INI DAN SIAPA SAJA YANG MENYERUPAI ORANG INI,
🔹maka jelaskan kepadanya wahai para dai kesalahannya, dengan penjelasan yang terang lagi gamblang
🔹dan letakkanlah dalil-dalil yang dengan itu ia akan dapat membedakan kesalahan dari kebenaran,
🔹kemudian lihatlah kepada kelompok mana ia berjalan, kepada jama’ah apa ia bergaul, dan bersama siapa dia datang dan pergi.

KETAHUILAH, SIAPA YANG MENYEMBUNYIKAN BID’AHNYA DARI AHLU SUNNAH, NISCAYA TIDAK AKAN TERSEMBUNYI PERTEMANANNYA.

[Al-Ajwibah al-atsariyah ‘anil masail manhajiyah (hal: 93) oleh Fadhilatusy Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah]

السؤال :
هل الاحتياط في عدم الترويج لبعض من ظهرت منه مواقف وكلمات فيها نظر حتى يتضح أمره ، هل يعتبر هذا الفعل صوابا أم لا ؟

الجواب :
أولا : أقول : لا يجوز سوء الظن بأهل السنة والجماعة الذين هم متمسكون بها والموالون لأهلها والمجالسون لهم والمبتعدون عن أهل الأهواء والبدع .
ويجوز سوء الظن بمن أتى بأسبابه ، كمن تراه يغضب إذا ذكر أهل البدع وتكلّم فيهم وحذر منهم تحذيرا عاما ، أو تسمعه يدافع عنهم جماعات أو أفرادا ، أو دلّت قرائن يتبين منها أن الشخص مميّع لمنهج أهل السنة ، فلا تروج له ولا ترشد إلى الأخذ عنه حتى تتبين لك سلامته فترشد طلاب العلم إلى أخذ العلم عنه ، أو يتبين لك موالاته لأهل البدع ولو بالترويج لهم وعدم الإنكار عليهم فاحذره وحذر منه ، وحقا ما قاله الشاعر :

ومهما تكن عند امرئ من خليقة ـ ـ ـ ـ وإن خالها تخفى على الناس تعلم

فمثل هذا ومن ماثله تبين له أيها الداعية خطأه بيانا واضحا جليا ، وتورد له الأدلة التي يتميز بها الخطأ من الصواب ، ثم انظر إلى أي فرقة يزحف ، وأي جماعة يألف ، ومع من يغدو ويروح ، واعلم أن من أخفى على أهل السنة بدعته ، فلن تخفى عليهم ألفته .
المصدر :
شبكة سحاب السلفية
الأجوبة الأثرية عن المسائل المنهجية (ص : 93)
لفضيلة الشيخ زيد بن محمد المدخلي رحمه الله

[ Sumber ] http://www.sahab.net/forums/?showtopic=122704

[ Alih bahasa ] Syabab Forum Salafy - http://forumsalafy.net/?p=11813

WhatsApp Salafy Indonesia | Channel Telegram: http://bit.ly/ForumSalafy

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

#Manhaj #suuzhan #terhadap_orang_lembek_manhajnya #ahli_tamyi