WHAT'S NEW?
Loading...
Disampaikan oleh:
Asy-Syaikh DR. 'Abdullah bin 'Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/lsaB_Cwxgig (Durasi: 02:57)

Download Audio:
https://savemedia.com/watch?v=lsaB_Cwxgig

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

[VIDEO] NASEHAT UNTUK KAUM MUSLIMIN INDONESIA TERKAIT DEMONSTRASI DI JAKARTA (PADA 4 NOVEMBER 2016)

❱ Asy-Syaikh DR. 'Abdullah bin 'Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Semoga Allah mencurahkan kebaikan kepada Anda, pada hari ini di ibukota Indonesia, Jakarta, diadakan sebuah demonstrasi besar, para demonstran menuntut agar mengadili gubernur Provinsi Jakarta yang merupakan seorang nasrani, karena dia telah mengolok-olok sebuah ayat al-Qur'an dan para dai.

› Perkara yang tidak tersamar bagi Anda adalah munculnya berbagai keburukan akibat demonstrasi tersebut, walaupun mereka menamakannya dengan demonstrasi damai,
› dan perlu diketahui bahwa para pesertanya berasal dari berbagai kelompok seperti Shufy, al-Ikhwanul Muslimin, dan Khawarij.

■ Pertanyaan:
📂[1] Maka apakah boleh bagi kaum muslimin untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut,
📂[2] dan apa cara terbaik yang Anda nasehatkan bagi kaum muslimin untuk mengganti gubernur tersebut,
📂[3] dan apa nasehat Anda untuk kaum muslimin secara umum dan untuk Salafiyun secara khusus dalam menyikapi peristiwa tersebut?

[ Jawaban ]

📂[1]
Tentang pertanyaan pertama yaitu apakah boleh bagi kaum muslimin untuk mengikuti demonstrasi tersebut?

[✘] Tidak boleh, demonstrasi bukan termasuk syari'at Islam, sebagaimana yang sering kami katakan.
[✘] Bahkan, seandainya salah seorang pemimpin sebuah negara dan pemimpin tersebut seorang muslim, dia mengizinkan dan membolehkan untuk demonstrasi, maka tidak boleh mendengar dan mentaatinya,

[↑] karena tidak boleh baginya untuk membolehkan hal semacam ini, dan dia tidak didengar dan ditaati kecuali dalam perkara yang baik.

{ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟﻄَّﺎﻋَﺔُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ. }

“Ketaatan itu hanya dalam perkara yang baik.” [HR. Al-Bukhary dan Muslim -pent]

[↑] Sedangkan yang semacam ini bukan kebaikan, sebagaimana yang telah kami jelaskan berulang kali.

📂[2]
Cara terbaik yang kami nasehatkan bagi kaum muslimin untuk mengganti gubernur tersebut adalah dengan cara kalian menulis surat kepada kepala negara, yaitu dilakukan oleh para cendikiawan dan orang-orang yang terpandang, bukan orang-orang yang suka berbuat onar dan orang-orang rendahan.

[✔️] Mereka tulis atau menyampaikan permasalahannya untuk menuntut agar mengadilinya atau tindakan yang lainnya,
[✔️] yang menulis hanya orang-orang yang berakal dan para cendikiawan saja.
[✘] Tidak boleh dengan cara demonstrasi, keributan, dan kerusuhan, karena ini semua bukan berasal dari agama Allah sama sekali.

📂[3]
Sedangkan nasehat saya bagi kaum muslimin secara umum dan bagi Salafiyun secara khusus adalah nasehat ini tadi, yaitu:

[✘] jangan ikut-ikutan demonstrasi tersebut.
[✔️] Jika mereka ingin menyelesaikan masalahnya maka hendaklah mereka menyampaikan pengaduan kepada kepala negara dan menyampaikan tuntutan pada pengaduan tersebut agar melengserkan jabatan gubernur tersebut atau mengadilinya.

[↑] Dengan cara seperti inilah tanggung jawab telah gugur. Jika kepala negara melakukannya, maka alhamdulillah. Namun jika beliau tidak melakukannya maka kewajiban dan tanggung jawab telah gugur. Sampai di sini perkaranya.

📚Sumber: https://twitter.com/dr_albukhary/status/794653121754624000?s=09

🌎Kunjungi: http://forumsalafy.net/nasehat-untuk-kaum-muslimin-indonesia-terkait-demontrasi-di-jakarta-pada-4-november-2016/

₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://telegram.me/ukhuwahsalaf

➥ #Fatwa #demo #demonstrasi #4november2016 #fitnah

Disampaikan oleh:
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/mi-jCL7mkPo (Durasi: 03:25)

Download Audio:
https://savemedia.com/watch?v=mi-jCL7mkPo

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

HOUTHI ADALAH RAFIDHAH, BERJALAN DI ATAS WARISAN NENEK MOYANGNYA DALAM MENYERANG KIBLAT KAUM MUSLIMIN

❱ Penjelasan asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah terkait serangan rudal ke arah Makkah al-Mukarramah oleh kelompok Houthi

[ Pertanyaan ]

[•] “Sebagaimana Anda tahu -semoga Allah menjaga Anda- apa yang terjadi pada dua hari yang lalu, yaitu Houthi-Rafidhah melakukan serangan dengan menargetkan Makkah al-Mukarramah yang aman dengan senjata rudal. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala lembut, kemudian juga berkat kesigapan para tentara kita yang pemberani, (rudal tersebut berhasil dihadang) sebelum mengenai sasarannya.

Bagaimana bimbingan Anda terhadap peristiwa tersebut dan apa kewajiban kaum muslimin terhadap peristiwa ini?”

[ Jawaban ]

ⓞ “Kita memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah mengagalkan makar mereka (Houthi Rafidhah) terhadap Masjidil Haram. Kita do'akan kejelekan atas mereka, kita do'akan kejelekan atas mereka. Mereka berhak mendapatkan hukuman.

[↑] Mereka bukanlah yang pertama kali berbuat ini.

■ Qaramithah (salah satu sekte Syi'ah juga, pen) apa yang dulu mereka lakukan terhadap Ka'bah? Sebelum mereka, apa yang hendak dilakukan oleh raja Habasyah. Dia hendak menghancurkan Ka'bah.

[✔️] Namun Allah selalu memantau mereka.

◈ Allah Ta'ala berfirman,

◈ { ألم تر كيف فعل ربك بأصحاب الفيل }

︴“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Rabb-mu bertindak terhadap tentara bergajah?”

■ Ini adalah raja Habasyah, datang dengan gajah yang sangat besar, untuk menghancurkan Ka'bah.
╰ Namun Allah halangi dia.

→ Lalu Allah kirim kepada mereka burung-burung yang banyak - sekelompok- yang menyambar-nyambar. Masing-masing burung membawa tiga batu, satu di paruhnya dan dua di kakinya.
→ Tatkala berada di tengah-tengah barisan mereka, burung-burung itu melempari mereka dengan batu-batu tersebut. Batu tersebut memecahkan kepada kafir dan keluar dari duburnya. Sehingga membuat mereka binasa di tempat. Tidak ada seorang pun yang selamat.

︴“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Rabb-mu bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia jadikan makar mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sirna. Allah kirim kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong. Melempari mereka dengan batu-batu dari Sijjil (tanah yang terbakar). Allah jadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” [al-Fiil: 1-5]

[↑] Tahun itu dinamakan dengan tahun gajah. Tahun itu bertepatan dengan dilahirkannya Rasulullah -ﷺ-. beliau dilahirkan pada tahun gajah.

■ Qaramithah juga, apa yang mereka lakukan.
→ Mereka membunuhi para jama'ah haji di Masjidil Haram, dan di 'Arafah.
→ Mereka mengambil al-Hajarul Aswad dan mereka bawa ke “Ka'bah” yang mereka bangun sendiri, yang diberi nama “Kabi'ah”.
→ Mereka meletakkan Hajar Aswad di situ, dan terus berada di situ selama 20 tahun lebih.
╰ Hingga akhirnya Allah kembalikan lagi Hajar Aswad ke Ka'bah.

[↑] Inilah perbuatan Syi'ah dan Rafidhah di tanah haram.

[✘] Mereka adalah Syi'ah, kelompok Houthi adalah Syi'ah Rafidhah. Mereka berjalan di atas warisan nenek moyang mereka. Namun Allah akan terus memantau mereka.”

🌏http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=161446

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://telegram.me/ukhuwahsalaf

➥ #Info #baru #penjelasan #serangan_rudal_ke_arah #Makkah_alMukarramah

Disampaikan oleh: Al-Ustadz Abu Mu'awiyah Askari bin Jamal hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/UFxsGgr_tHI (Durasi: 1:06:17)

Download Audio:
https://savemedia.com/watch?v=UFxsGgr_tHI

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

[VIDEO] PENJELASAN TENTANG KANDUNGAN QS. SURAT AL-MAIDAH: AYAT 51 (BOLEHKAH MENGANGKAT PEMIMPIN NON MUSLIM?)

❱ Masjid Ponpes Ibnul Qoyyim - Balikpapan // Sabtu (Malam Ahad), 15 Muharram 1437H ~ 15 Oktober 2016M

[ Link Audio ] https://telegram.me/Mp3_kajian/450

₪ Dari Channel Telegram @AudioThalabIlmuSyar_i

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #RekamanAudio #Balikpapan #alMaidah51 #penjelasan_hukum #mengangkat_pemimpin_non_muslim

BID’AH & KEMUNGKARAN PADA HARI ‘ASYURA

❱ Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim alu asy-Syaikh rahimahullah berkata,

ⓞ “Semua yang disebutkan tentang amalan-amalan para hari ‘Asyura selain puasa, maka itu TIDAK ADA ASALNYA (dalam syari'at) bahkan itu adalah BID’AH. Seperti bercelak untuk kedua mata. Demikian juga hadits-hadits yang disebutkan seperti memberikan keluasan untuk keluarga, maka itu batil tidak ada yang shahih.

■ Pada hari ‘Asyura ini ada dua kelompok yang saling bertolak belakang:
[✘] Rafidhah, mereka menjadikan hari ‘Asyura dan hari sebelumnya sebagai hari berkabung.
[✘] Nawashib, mereka menjadikannya sebagai hari Raya, yang disebut sebagai Idul ‘Umur.

[✔️] Adapun Ahlus Sunnah, maka tidak memandang seperti kelompok pertama maupun kelompok kedua, dan tidak mengkhususkan hari tersebut kecuali dengan ibadah puasa.”

[Syarh Kitab Adabul Masyi ila ash-Shalat]

* * *

❱ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

ⓞ “Sebagaimana disebutkan tentang keutamaan-keutamaan 'Asyura:

• memberikan keluasan untuk keluarga,
• keutamaan berjabat tangan,
• keutamaan inai (pacar)
• keutamaan bersemir
• keutamaan mandi, dan semisal itu
• serta apa yang disebutkan tentang keutamaan shalat pada hari tersebut

[✘] Maka semua itu adalah DUSTA atas nama Rasulullah -ﷺ-.
╰→ Tidak ada satu pun dalil yang sah terkait dengan keutamaan ‘Asyura kecuali keutamaan puasa pada hari tersebut.

■ [✘] Harb al-Kirmani mengatakan,
︴“Hadits yang diriwayatkan bahwa barangsiapa yang melapangkan untuk keluarganya pada Hari 'Asyura, akan Allah luaskan untuknya sepanjang tahun.
╰→ Al-Imam Ahmad menjawab, "Hadits tersebut tidak ada asalnya.”

[Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah]

* * *

❱ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata,

ⓞ “Adapun yang diriwayatkan tentang

• bercelak pada hari 'Asyura, atau
• semir, atau
• mandi, atau
• berjabat tangan, atau
• MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM, atau
• memakan biji-bijian, atau
• menyembelih, atau semisalnya

[✘] Maka ITU SEMUA DUSTA atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam . yang seperti itu adalah BID'AH, tidak satupun disukai oleh para imam dalam agama.

→ Adapun yang dilakukan oleh Ahlul Bid'ah (yakni Rafidhah, pen) yaitu Niyahah (meratapi kematian), memanggil-manggil orang yang sudah mati, perkumpulan-perkumpulan acara, mencela shahabat, itu semua juga di antara BID'AH dan KEMUNGKARAN YANG TERBESAR. Dan semua bid'ah itu sesat. Meskipun sebagian bid'ah dan kemunkaran itu lebih berat daripada yang lainnya.”

[Al-Fatawa al-Kubra 5/479]

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Fiqih #Ibadah #muharram #bid_ah #dihari_asyura

Disampaikan oleh Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/5iv2nxt8UiQ (Durasi: 35:15)

Download Audio:
https://savemedia.com/watch?v=5iv2nxt8UiQ

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

[MEMBANTAH SYUBHAT] APAKAH BENAR BAHWA SYAIKH BIN BAAZ RAHIMAHULLAH MENINGGAL DALAM KEADAAN BELIAU MEMUJI IKHWANUL MUSLIMIN DAN JAMA'AH TABLIGH?

[ Pertanyaan ]

[•] Muncul sebagian da'i yang mengatakan bahwa samahatus syaikh Ibnu Baaz meninggal dalam keadaan memuji dan menasehatkan (untuk bergabung) dengan Jama'ah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin, apakah ucapan ini benar?

[ Jawaban ]

ⓞ Ucapan ini tidak benar, kita berguru kepadanya lebih dari 10 tahun dan kita tidak mendengarnya
[✔️] kecuali memuji ahlussunnah wal jama'ah
[✔️] dan mengajak kepada ahlussunnah wal jama'ah
[✔️] serta menasehati orang-orang yang terjatuh dalam kesalahan dari kalangan kelompok-kelompok yang lain untuk rujuk dari kesalahan-kesalahannya
╰→ baik dari kalangan jama'ah tabligh maupun selain mereka.

■ Ini yang aku ketahui dari guruku, Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah.

هل صحيح أن باز توفي وهو يثني على الإخوان والتبليغ؟

❱ الشيخ العلامة صالح الفوزان حفظه الله

[ السؤال ]

[•] ظهر بعض الدعاة يقول: إن سماحة الشيخ ابن باز رحمه الله قد توفي وهو يثني وينصح بجماعة التبليغ والإخوان المسلمين فهل هذا الكلام صحيح؟

[ الجواب ]

◎ { هذا الكلام غير صحيح ونحن جالسناه أكثر من عشر سنوات ما سمعناه يثني
[✔️] إلا على أهل السنة والجماعة
[✔️] ويدعو إلى أهل السنة والجماعة
[✔️] وينصح لمن أخطأ من الجماعات الأخرى أن يتراجع عن خطئه
╯← من التبليغيين وغيرهم

■ هذا الذي أعرفه عن شيخي الشيخ ابن باز رحمه الله نعم. }

📡Link suara : http://encyclopediafatawa.com/Zdnn000kjUpload/__zd__Audio__Lesson/14171324095780.mp3

₪ Dari Channel Telegram @DinulQoyyim

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #Manhaj #alwala_wal_bara #Manhaj #IM #jamaah_tabligh #tablighi

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu ‘Ibrahim Muhammad bin ‘Umar as-Sewed hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/2ys8YEHWsG8 (Durasi: 35:15)

Download Audio:
https://savemedia.com/watch?v=2ys8YEHWsG8

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

[VIDEO] KIAT-KIAT DALAM MENGGAPAI KESABARAN

[✔️][ 15 point kiat menggapai kesabaran yang disarikan dari Kitab Uddatush Shabirin karya Ibnul Qoyyim rahimahullah ][✔️]

❱ Disampaikan oleh: Al-Ustadz Abu ‘Ibrahim Muhammad bin ‘Umar as-Sewed hafizhahullah
❱ Masjid Abu Bakar As Shiddiq, Ma’had Dhiyaus Sunnah Cirebon // 28 Dzulhijjah 1437H ~ 30 September 2016M

ⓞ Ikhwani fiddin a'azakumullah kaum muslimin sidang Jum'at yang berbahagia,

◈ Pernah kita bicarakan di mimbar ini, di masjid ini tentang masalah pentingnya kesabaran, bahkan disebutkan dalam atsar dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ta'ala 'anhu:
︴“Bahwa kedudukan Sabar pada Iman, seperti kedudukan kepala pada jasad. Kalau jasad tanpa kepala maka tidak ada nilainya. Demikian pula iman tanpa kesabaran …”

Kemudian beliau mengucapkan dengan suara yang keras:
︴“Ketahuilah, tidak ada iman bagi yang tidak memiliki kesabaran.”

* * *

ⓞ Ikhwani fiddin a'azakumullah maka Jum'at kali ini, pada pertemuan kita kali ini, kita ingatkan kiat-kiat bagaimana kita bisa sabar.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Uddatush Shabirin ... menyatakan untuk bisa sabar ada kiat² yang penting dan sangat banyaknya.

◈ Berkata (Ibnul Qayyim) rahimahullah:

■ [1] → Sabarlah. Kalau kita ingat kecintaan kita kepada Allah, maka kita akan bisa sabar untuk tidak melangkah kepada kemaksiatan, untuk tidak terjerumus ke dalam dosa-dosa.

Maka hendaknya kita malu untuk berbuat dosa kepada Allah yang kita cintai, malu untuk berbuat perkara² yang tidak pantas bagi seorang mu'min yang cinta Allah.

■ [2] → Sabarlah. Dengan kita ingat kebaikkan Allah, ingat nikmat² yang Allah berikan.

Apakah pantas kalau kebaikkan² Allah kita membalasnya dengan dosa-dosa? Kita membalasnya dengan berbagai macam perlanggaran-perlanggaran?

■ [3] → Sabarlah. Dengan mengingat kemurkaan Allah. Bahwa Allah subhanahu wa ta'ala kemurkaan-Nya sangat ditakuti, kemurkaan-Nya sangat mengerikan, bahwa Azab-Nya sangat pedih.

■ [4] → Sabarlah. Dengan melihat apa yang akan hilang dari kita dengan dosa-dosa (yang kita kerjakan, -pen.). Kalau tidak sabar kemudian berbuat dosa, tidak sabar kemudian menyelisihi sunnah, tidak sabar kemudian masuk ke dalam gelumbang kezhaliman.

Maka akan hilang kesempatan untuk beramal shalih, hilang kesempatan untuk menambah amal, hilang watu, tenaga, harta yang kita korbankan untuk sesuatu yang membawa dosa. Kalau ssorang bisa melihat akibat dari dosanya, maka dia akan mengurungkan niatnya.

■ [5] → Sabarlah. Dengan melihat pengganti yang Allah janjikan (dengan menetapi kesabaran, -pen.). “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya.” Ingat itu, maka kita akan sabar.

■ [6] → Sabarlah. Dengan mengingat bahwa kita selalu bersama Allah subhanahu wa ta'ala (dengan pengawasan-Nya, -pen).

Maka dia akan sabar dari godaan² maksiat/dosa, akan sabar dalam menetapi sunnah, akan sabar dia dari godaan² bid'ah, akan sabar di atas keta'atan-keta'atan. Karena dia tahu bahwa Allah selalu mengawasinya di manapun dan kapanpun.

■ [7] Sabarlah. Dengan memperhatikan seauatu yang kadang datangnya tiba², iaitu KEMATIAN. Dan ajal datang dengan tiba², tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Mengenai yang tua mahupun yang muda.

Siapa yang ingat (waspada) tentang perkara ini, maka dia tidak akan berani berbuat dosa, khawatir ketika ajal menjemputnya dia dalam keadaan sedang berbuat maksiat berbuat dosa yang berarti matinya dalam keadaan suul khotimah, mati yang jelek.

■ [8] → Sabarlah. Dengan mempersaksikan, memikirkan tentang akibat yang akan terjadi dari dosa-dosa dan memperhatikan tentang bala bencana yang bisa jadi ia datang ketika dia sedang bermaksiat.

Maka ketika dia tahu akibat, azab Allah yang kadang ia datang secara tiba², maka dia akan tetap di atas al haq, tetap di atas amal shalih karena khawatir akan turun azab.

■ [9] → Sabarlah. Dengan hati² dan memperhatikan sesuatu yang bisa menjadi kebiasaannya. Khawatir kalau dia akan terbiasa berbuat suatu dosa, suatu maksiat karena meremehkan/bermudah-mudahan dengan suatu dosa atau maksiat akhirnya terbiasa dengannya.

Cth: Sifat dusta, siapa yang melakukannya sekali, dan kedua kalinya, dst. maka dia akan terbiasa dengan dusta, sehingga ditulis di sisi Allah dia sebagai “Kadzdzab” - “Sang Pendusta”, wal 'iyadzubillah. Dan demikianlah pada dosa dan kemaksiatan lainnya.

Maka siapa yang ingat tentang ini, maka dia tidak akan berani membiasakan perkara² jelek, tidak berani memulai perkara² yang haram.

■ [10] → Sabarlah. Dan ingatlah bahwa qalbu kita di dua Jari-Jemari Allah, Dia membolak-balikkannya sekehendak-Nya.

Maka jangan merasa yakin bahwa kita akan selamat. Walaupun hari ini kita mu'min, shobir, taqi, tetapi ketika dia melanggar, berdosa kemudian melanggar lagi, berdosa, jangan² Allah akan balik hatinya dan kemudian sesat. Wa'iyadzubillah.

= maka inilah antara kiat-kiat kesabaran yang bisa diraih dengan memperkuat sisi keimanan seseorang kepada Allah, memperkuat keimanannya dalam agamanya.

* * *

Dan kiat² seterusnya Ibnul Qayyim rahimahullah akan menjabarkan dalam meraih kesabaran adalah dengan memperkecil, mengurangi kecintaannya terhadap dunia. Karena setiap orang yang tidak sabar seringnya karena tarikan dunia, tarikan syahwat dan tarikan terhadap syubuhat (kebid'ahan).

■ [11] → Sabarlah. Dengan mengingat bahwa bersihnya tempat adalah syarat utama untuk turunnya rahmat.

Maka bersihkanlah diri kita dari dosa, keluarga kita dari kemaksiatan, rumah kita dari kemaksiatan dan dosa, bersihkan semua yang ada pada kita dari berbagai macam perlanggaran² sunnah, mudah²an akan turun rahmat.

Dan sabarlah, jangan sampai karena tidak sabar, kita mengotori diri kita, keluarga dan rumah kita (dengan dosa² - maksiat & kebid'ahan, pen.), khawatir akan menjadi sebab terhalanginya diri² kita dari mendapat rahmat Allah. Apa nilainya dunia tanpa rahmat dari Allah.

■ [12] → Sabarlah. Dan ingat bahwa dunia ini cepat sirna. Janganlah memilih yang sesaat (dunia), dengan mengorbankan yang kekal (akhirat).

■ [13] → Sabarlah. Dengan menjauhi sesuatu yang akan menggerakkan syahwat. Bahwa semua maksiat ada muqadimahnya. Zina ada muqadimahnya. Liwath (homoseks) ada muqadimahnya. Membunuh ada muqadimahnya. Kalau kita ingin selamat dari zina, maka tundukkan pandangan dari syahwat, dari yang menggerakkan syahwat apakah pada alam nyata atau maya, apakah pada televisi atau komputer atau yang disebut HP, majalah dst, maka tundukkan pandangan.

■ [14] → Sabarlah. Dengan menyibukkan diri dengan perkara ta'at, perkara yang baik dan perkara yang mubah. Maka akan tertutup kesempatan bagi syaitan untuk mengajak kepada perkara yang haram.

■ [15] → Sabarlah. Dengan melihat betapa jeleknya gambaran² maksiyat karena hubbud dunya (cinta dunia) dan lihat siapa yang mencari & mengejarnya.

Dengarkan Selengkapnya di:
[ Video ] https://youtu.be/2ys8YEHWsG8
[ Audio ] https://tlgrm.me/Mp3_kajian/329
[ URL ] http://www.alfawaaid.net/2016/10/video-kiat-kiat-dalam-menggapai.html

₪ Dari situs SalafyCirebon.Com

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #RekamanAudio #Cirebon

TARBIYYAH SALAFIYYAH

❱ Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah berkata:

ⓞ IBADAH TIDAK AKAN TEGAK KECUALI DIBANGUN DI ATAS PONDASI TAUHID.

[✔️] Bukalah halaqah-halaqah ilmu, didiklah generasi al-Qur'an.

[✔️] Ajarkanlah kepada mereka tauhid.

[✔️] Jelaskan kepada mereka kesesatan-kesesatan sufi dan ahli khurofat.

[✔️] Ajarkan juga bagaimana bantahan al-Qur'an terhadap kaum musyrikin.

[✔️] Ajarkanlah kepada mereka Sirah Nabawiyyah (Perjalanan hidup Nabi -ﷺ-)

[✔️] Ajarkanlah mereka kaidah-kaidah musthalah hadist. Tanamkanlah di dalam hati mereka kecintaan terhadap hadist-hadist Nabi -ﷺ-. Jelaskanlah kepada mereka kedudukan hadist Nabi -ﷺ-. Jelaskanlah pula kepada mereka bahwa hadist adalah rujukan kedua dalam syari'at Islam, dan sekaligus menjelaskan Al-Qur'an

[✔️] Tanamkanlah kepada mereka kebencian terhadap kebid'ahan; yaitu BID'AH
■ Jahmiyyah,
■ Mu'tazilah,
■ Syiah,
■ Khawarij,
■ Murji'ah; dll
■ dan Hizbiyyah, yaitu
→ Ikhwanul Muslimin,
→ Sururiyyah,
→ Quthbiyyah,
→ Jama'ah Tabligh,
→ dan selainnya.

SABARLAH, jangan tergesa-gesa untuk mendapatkan hasil. Bahkan hendaklah kalian bersungguh-sungguh dan tunggulah. Saya bersumpah dengan nama Allah barang siapa yang menempuh jalan ini, dan mendidik dengan pendidikan ini dengan cara mengikuti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah -ﷺ-, para shahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik, maka pasti Allah Ta'ala akan menolong dia, dan akan mendapatkan kesudahan yang baik. Sebagaimana yang telah Allah janjikan, dan janji-Nya pasti benar.

◈ Allah Ta'ala berfirman:

◈ { وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ. }

︴“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nur : 55]

[Fathu ar-Rabbi al-Wadud, 3/50]

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Nasehat #tarbiyah_salafiyyah

TAHDZIR DAN BAYAN LEBIH DAHSYAT DARI TEBASAN PEDANG

❱ Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin al-Adeni hafizhahullah

ⓞ Jumat, 7 Ramadhan 1435H, selepas asar guru besar kami di bidang akidah dan manhaj, Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin al-Adeni hafidzahullah melanjutkan kajian beliau dalam kitab "Aqidatus Salaf Ashabil Hadits" karya al-Imam ash-Shabuni rahimahullah.

◈ Sampailah pada perkataan Abu Ubaid al-Qosim bin Salam rahimahullah,

︴{ المتبع للسنة كالقابض على الجمر وهو اليوم عندي أفضل من ضرب السيف في سبيل الله }

︴"Pengikut sunah seperti penggenggam bara api, dan hal itu sekarang di sisiku lebih utama dari tebasan pedang di jalan Allah."

[→] Maka Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin al-Adeni menjelaskan,

"PENGIKUT SUNAH SEPERTI PENGGENGGAM BARA API

[•] Ini di zaman beliau. Abu Ubaid al-Qosim bin Salam rahimahullah menghikayatkan hal itu di zamannya. Dan beliau dahulu di zaman Imam Ahmad rahimahullah dan ulama ketika itu berlimpah, masyarakat di atas kebaikan, dan pemerintahan di atas petunjuk. Dengan keadaan yang demikian, al-Imam rahimahullah mengatakan pada waktu itu bahwa pengikut sunah yang istiqamah dan tetap di atas manhaj salafi seperti penggenggam bara api.

→ Maka bagaimana dengan zaman terakhir ini?
→ Bagaimana keadaan mereka yang berpegang teguh dengan agama dan hukum-hukum ini secara lahir dan batin?

[•] Seperti penggenggam bara api karena dia menjadi terasingkan, sebagaimana dalam hadits di atas. Disekitarnya ahlu bidah, para penyimpang, dan para pembenci jalan hidupnya.
╰→ Karena adat-adat dan taklid-taklid buta masyarakat di atas penyelisihan dari berpegang teguh dengan kitab dan sunah kecuali yang dirahmati Allah, maka menjadilah mereka seperti penggenggam bara api.

LEBIH UTAMA DARI JIHAD DI JALAN ALLAH

[•] Orang yang berpegang teguh dengan agama ini dan mengikuti sunah Nabi shalallahu 'alaihi wasalam, para sahabat, dan para salaf shalih menjadi lebih utama dari mujahid di jalan Allah.
╰→ Hal ini dikarenakan jihad di jalan Allah tidaklah tegak kecuali di atas sunah dan berpegang teguh dengan sunah lebih dahsyat daripada tebasan pedang bagi ahli bidah, para penyelisih, dan para penyimpang.

[•] Terkadang seseorang berceramah atau berbicara seputar ahli bidah, maka tiba-tiba para ahli bidah menjadi kesal dan gelisah disebabkan kalimat yang keluar dari lisan ahli sunah yang memperingatkan dan menjelaskan pelaku kebatilan dan penyimpangan.
╰→ Karena sunni ketika berbicara tentang ahli bidah, menjelaskan jalan kebenaran, dan memperingatkan dari jalan kebatilan, maka masyarakat terlebih lagi kalangan awam ketika mendengar firman Allah dan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam menjadi tenang hati mereka dengan perkara yang agung ini.

HARUS BAGI SUNNI, TERLEBIH LAGI DI ZAMAN YANG AKHIR INI UNTUK MENJADI PEMBEDA DARI AHLU BIDAH DAN PENGEKOR HAWA NAFSU

[•] Para ahli bidah dan pengekor hawa nafsu mengajarkan Al Quran, sunah, akidah, fikih, ushul fikih dan perkara-perkara ini di masjid-masjid dan kampus-kampus mereka. Dan engkau wahai sunni, juga mengajarkan perkara-perkara ini. Kalau begitu, apa perbedaan yang memisahkan antara engkau dan mubtadi itu? Hal itu ialah tahdzir terhadap ahli bidah dan pengekor hawa nafsu.
╰→ Oleh karena inilah ahli bidah dan pengekor hawa nafsu tidak berbicara pada sisi ini. Akan tetapi seorang sunni harus jadi pembeda, berbicara tentang ahli bidah dan pengekor hawa nafsu.

[•] Merupakan keharusan bagi sunni ini untuk memperbanyak hal itu di khotbah dan ceramahnya. Dan yang saya maksudkan adalah para cendekia, bukan setiap pengkhotbah jika muncul di hadapan manusia lantas berbicara, bukan pula setiap penceramah jika muncul dihadapan manusia terus berbicara tentang perkara ini, bukan itu, akan tetapi perkara ini kembali ke para cendekia yang memahami kemaslahatan dan kerusakan dan juga memahami kapan meletakkan pembicaraan ini dan kapan tidak meletakkannya dan hal-hal lainnya.

[•] Akan tetapi, kita harus mengetahui perkara yang sangat penting yaitu bahwa kemaslahatan dan kerusakan jangan dijadikan sebagai alat,

→ kapan manusia ingin meninggalkannya, maka meninggalkannya dan berhujah dengan kemaslahatan dan kerusakan.
→ Dan kapan dia ingin menjalankannya, dia jalankan dan berhujah dengan kemaslahatan dan kerusakan.
… Para manusia telah mengatakan dan akan mengatakan demikan dan demikian hingga hal-hal lainnya.

[✘] Tidak, jangan jadikan kemaslahatan dan kerusakan sebagai alat.
[✘] Jangan menjalankan dan meninggalkan sesuatu sesuai dengan dorongan hawa nafsu.
… Lalu jika diingkari padanya, dia beralasan dengan kemaslahatan dan kerusakan dan manusia akan mengatakan demikan. Tidak, ini bukan perkara yang baik dan bukan pula perkara terpuji. Manusia melihat kemaslahatan dan kerusakan dengan kacamata syar'i, bukan dengan hawa nafsu.

■ Membicarakan ahlu bidah dan ahlu hawa merupakan perkara yang agung dan itu lebih tajam bagi mereka dari tebasan pedang, dan lebih dahsyat bagi mereka daripada dihujani peluru.

[•] Pembicaraan terkait ahli bidah dan ahlu ahwa tentang point-point besar dari manhaj-manhaj dan penyelewengan mereka akan menggembirakan masyarakat dan kalangan awam.

[ Kisah 1 ] → Syaikh kami, Syaikh Muqbil Al Wadi'i rahimahullah dahulu berada pada kedudukan ini. Jika beliau ingin menerbitkan kitab bantahan terhadap para penyimpang atau ingin berbicara tentang para penyimpang, terkadang sebagian orang dari ahlu sunah menelponnya atau mendatanginya, sebagaimana yang telah beliau kabarkan di kajian-kajian beliau. Akan tetapi beliau rahimahullah tidak peduli dengan perkataan mereka. Dan sebagian manusia mengatakan, 'Wahai Syaikh, seandainya engkau berbicara, maka akan terjadi demikian dan demikian dan akan timbul kerusakan demikian dan demikian.' Maka Syaikh mengatakan, 'Aku tidak peduli dengan perkataan-perkataan ini.' Dan beliau tetap menerbitkan kitab dan berbicara tentang ahlu bidah dan ahlu ahwa di kaset-kaset. Dan tidaklah dihasilkan setelahnya kecuali kebaikan dan kemanfaatan.

[ Kisah 2 ] → Suatu saat kami bersama beberapa ikhwah yang mulia keluar berdakwah di Sabwah. Dan saya sebutkan kisah ini karena padanya ada kemanfaatan dan faedah-faedah dari pembicaraan tentang ahlu bidah dan ahlu ahwa. Ketika itu kami di masjid ahlu sunah dan padanya ada beberapa manusia dari sekte Hajuri. Maka kami bertekad untuk berbicara tentang Hajuri pada waktu itu. Kami sudah empat atau lima hari di situ dan belum berbicara tentang ahlu bidah dan ahlu ahwa sama sekali. Maka kami katakan, “Harus di masjid sunni ini' dan kami tidak tahu kalau ada beberapa pengikut Hajuri.”

Kami bertekad agar sebagian ikhwah berbicara tentang Hajuri dan Allah berikan taufik pada kami dan dengan keutamaan-Nya kami pun berbicara. Maka sebagian manusia berdiri dalam keadaan berhujah dan mengingkari mereka mengatakan, “Kenapa kita berbicara tentang Hajuri di hadapan masyarakat?” Dan ikhwah kita tidak peduli dan terus berbicara tentang Hajuri dan menjelaskan kerusakan-kerusakan dan manhaj Hajuri. Setelah kami shalat Isya dan kami duduk-duduk, tiba-tiba muncul orang tadi yang berbicara dalam keadaan berdiri, berhujah, dan berprotes. Ternyata dia pemuka agama dan dai ke jalan Allah di kampungnya dan dia di atas manhaj Hajuri. Dia datang dengan sangat menyesal dan menceritakan pandangan, manhaj, dan keberadaannya yang di atas manhaj Hajuri. Akan tetapi telah jelas baginya perkara-perkara itu dan dia mengatakan, “Kami sebelumnya tidak tahu.”

Simaklah kedustaan yang dibikin para pengikut Hajuri untuk Ahlu Sunah Wal Jamaah, agar kalian mengetahui bahwa Hadadiyah, sebagaimana perkataan Syaikh Rabi', “Hadadiyah paling sangat kedustaannya terhadap Ahlus Sunah Wal Jamaah dibandingkan semua sekte-sekte lainnya.” Hajuri merupakan Hadadiyah sebagaimana hal itu sudah maklum.

Apa yang dikatakan orang tersebut pada kita? Dia mengatakan, “Datang kepada kami para pengikut Hajuri dan mengatakan, tidaklah setiap rumah di Fiyus kecuali di atasnya ada parabola.” Lihatlah kedustaan besar ini dan masyarakat di situ membenarkannya karena tidak ada yang mendatangi, menjelaskan, dan memperinci kepada mereka keberadaan ahlu bidah wa ahwa. Lalu dia berkata, “Mereka juga mengatakan bahwa seorang dari sekte sufisme datang dan memberikan ceramah di Fiyus.” Perhatikanlah kedustaan kedua yang besar ini. Ahlu bidah dan ahlu ahwa harus dibicarakan dan masyarakat harus diperingatkan dari metode dan manhaj mereka. Walaupun didapatkan sebagian kerusakan, tapi lihatlah pada kemaslahatan-kemaslahatannya. Alhamdulilah, dihasilkan dari ceramah dan kajian ikhwah kita kebaikan yang besar. Dan datang sebagian orang yang mendebat dan ikhwah pun menjelaskan kepada mereka perkara Hajuri dan tenanglah hati mereka karenanya.

Walaupun sebagian ikhwah di masjid itu mengeluh ke sebagian para syaikh, “Kenapa kita berbicara tentang Hajury?” Pengurus masjid itu menceritakan padaku pada kunjungan kami yang setelahnya, bahwa dia mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan ke Syaikh Abul Husein, pendiri Dakwah Salafiyah di Sabwah, agar menyampaikan ke ikhwah untuk datang ke masjid kami dan berceramah sesuai keinginan mereka. Kenapa? Karena mereka telah memanen kebaikan yang muncul ketika diperingatkan dan dibongkar kebatilan-kebatilan Hajuri, ahli bidah dan ahlu ahwa. Maka dihasilkanlah kebaikan dan kemanfaatan. Imam masjid itu menggandeng saya pada salah satu sisi dan berkata, “Kami minta uzur dengan apa yang terjadi pada pertemuan yang lalu, kami telah pergi ke beberapa syaikh dan kami mengeluh ke mereka. Maka kami minta uzur dan tidaklah dihasilkan kecuali kebaikan.”

[✔️] Perhatikanlah apa yang dihasilkan dari pembicaraan tentang ahli bidah dan ahli ahwa dari kebaikan dan kegembiraan. Masyarakat, terlebih lagi kalangan awam dan juga para penuntut ilmu menanti dari penuntut ilmu, para syaikh, dan para ulama, penjelasan dan kebaikan dari pembongkaran sekte-sekte itu.
[✔️] Kesimpulannya, “Wahai ikhwah sekalian, bahwa pembicaraan tentang ahlu bidah wa ahwa lebih dahsyat bagi mereka daripada tebasan pedang.”

Selesai penjelasan beliau.

* * *

◎ Dari penjelasan beliau bisa kita ringkas beberapa faedah berikut ini:

[›] → Pengikut sunah seperti penggenggam bara api

[›] → Pengikut sunah sejati lebih utama dari mujahid di jalan Allah

[›] → Tamyiy (sikap pembeda) merupakan keharusan bagi ahlu sunah

[›] → Yang membedakan antara ahlu sunah dan ahlu bidah adalah tahdzir

[›] → Tahdzir dan bayan tentang ahlu bidah lebih dahsyat bagi mereka dari tebasan pedang atau rentetan peluru

[›] → Yang memberikan tahdzir dan bayan hanyalah para cendekia dari ahlu sunah

[›] → Tahdzir dan bayan terhadap ahlu bidah wa ahwa bisa dari penuntut ilmu, para syaikh, dan para ulama

[›] → Memperbanyak tahdzir dan bayan tentang ahli bidah di khotbah dan ceramah merupakan keharusan bagi ahlu sunah

[›] → Masyarakat terutama kalangan awam sangat menanti penjelasan dari ahlu sunah tentang sekte-sekte sesat

[›] → Pertimbangan kemaslahatan dan kerusakan yang ada dengan pertimbangan syar'i bukan dengan hawa nafsu ataupun perasaan

[›] → Pertimbangan kemaslahatan dan kerusakan yang ada dikembalikan sepenuhnya ke ulama yang dalam ilmunya

[›] → Pertimbangan kemaslahatan dan kerusakan jangan dijadikan sebagai alat untuk melegalkan keinginan hawa nafsu

[›] → Kemaslahatan yang ditimbulkan dari tahdzir dan bayan tentang ahlu bidah lebih besar dari kerusakan yang dikhawatirkan

[›] → Tidak perlu memperdulikan keluhan-keluhan yang ada selama kita di atas kebenaran dan di bawah koridor syar'i

[›] → Hajuriyah merupakan Hadadiyah dan termasuk dari ahlu bidah

[›] → Hadadiyah paling sangat kedustaannya terhadap ahlu sunah dibandingkan sekte-sekte lainnya

Wallahualam bishowab.

Sumber: http://forumsalafy.net/tahdzir-dan-bayan-lebih-dahsyat-dari-tebasan-pedang

₪ Dari situs ForumSalafy.Net // Mukhibukum Fillah Abu Abdillah Zaki Ibnu Salman // Fiyus, 8 Ramadhan 1435

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #tahdzir #rudud #bayan #lebih_dahsyat_dari #tebasan_pedang

FOTO DAN TELEVISI HARAM, KENAPA?

❱ Berikut petikan Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiah wa al-Iftaa'. Fatwa no. 4513

ⓞ GAMBAR POLARIS/FOTOGRAFI
• bukanlah semata-semata pantulan gambar orang yang berdiri di depan cermin, karena bayangan di cermin itu hanya khayal yang akan hilang dengan beralihnya orang tersebut dari depan cermin.
• Sementara Foto Polaris/Fotografi tetap ada meskipun orangnya telah pergi dari hadapan alat gambar (kamera).

[✘] Foto tersebut yang MEMBAHAYAKAN AQIDAH,
[✘] keindahannya akan MEMBAHAYAKAN AKHLAK.
→ Walaupun kadang-kadang ada manfaatnya apabila digunakan untuk hal-hal yang darurat, seperti untuk
• paspor,
• KTP, atau kartu izin tinggal,
• SIM, dll.
→ Foto polaris/fotografi tidaklah semata-mata cetakan, namun dibuat menggunakan alat yang darinya muncul cetakan.
→ Kemudian, larangan gambar itu bersifat umum, karena padanya:
• Menyerupai ciptaan allah,
• dan bahaya terhadap aqidah dan akhlak Tanpa melihat pada alat dan cara mendapatkan gambar tersebut.

* * *

ⓞ Adapun TELEVISI,

[✘] HARAM HUKUMNYA siaran yang terdapat di dalamnya, berupa:
• Nyanyian,
• Musik,
• Gambar (Film), dan
• Menampilkan Gambar (yang memiliki roh, -red.),
• dan berbagai kemungkaran lainnya.

[✔️] MUBAH hukumnya siaran yang ada padanya berupa;
• muhadharah (ceramah) Islamiyyah,
• info-info perdagangan dan politik,
• serta lainnya yang tidak ada larangan syar'i padanya
[↑] tentunya tayangan-tayangan ini semua -termasuk ceramahnya- tanpa gambar/film makhluk bernyawa, karena jika ada gambar makhluk bernyawa berarti ada kemungkaran padanya, -pen.

■ APABILA KEJELEKANNYA LEBIH MENDOMINASI DARIPADA KEBAIKANNYA,
→ maka hukum diberikan berdasarkan yang DOMINAN.
[↑] Fakta yang ada, pada channel-channel televisi yang ada —termasuk di negeri ini—, KEJELEKAN DAN KEMUNGKARANNYA LEBIH DOMINAN, -pen.

Wabillah at-Taufiq, Washalallahu 'ala Nabiyyina Muhammad, wa Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&View=Page&PageNo=1&PageID=369

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

NASEHAT BAGI ASY-SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILY HAFIZHAHULLAH

❱ Syaikh Abul 'Abbas Yasin Al 'Adny حفظه اللّٰه mengomentari klarifikasi yang ditulis oleh Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily حفظه اللّٰه melalui grup WA Masyaikh 'Adn Wal Ghuraba' (di atas):

ⓞ Oleh karena inilah kita menasehatkan kepada saudara kami Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily;

[✔️] Agar apabila hendak melakukan safar dakwah untuk bertanya kepada syaikh Rabi', syaikh 'Ubaid, syaikh Muhammad Bin Hadi dan syaikh (Abdullah) Al Bukhary -semoga Allah menjaga mereka semua- terkait pada siapa ia singgah;
[✔️] Dikarenakan para masyaikh tersebut banyak mengetahui tentang keadaan para pengurus markaz-markaz
╰→ baik di Indonesia maupun di tempat lainnya.

Wallahu yuwaffiq.

[Rabu 19 Dzulhijjah 1437H]

❱ علق عليه شيخنا الفاضل أبو العباس ياسين العدني _حفظه الله_ عبر مجموعة مشايخ عدن والغرباء:

◎ { فلهذا ننصح أخانا الشيخ سليمان الرحيلي

[✔️] أنه إذا أراد أن يسافر دعوة أن يسأل الشيخ ربيعا وعبيدا ومحمد بن هادي والبخاري حفظ الله الجميع، عند من ينزل
[✔️] لأن هؤلاء المشايخ بالذات على معرفة كبيرة بأحوال أصحاب هذه المراكز
╯← سواء في أندونيسيا او غيرها

والله يوفق. }

[الأربعاء 19 من شهر ذي الحجة عام 1437ه]


📚Sumber: Majmuah Durus Wa Muhadhorot Masyaikh 'Adn @dourous_machaikhaden

₪ Dari Channel Telegram @DinulQoyyim

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Info #klarifikasi #Nasehat

🚇KLARIFIKASI ASY-SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILI HAFIZHAHULLAH

[•] Tentang Kunjungannya ke Markaz (Islamic Centre) Bin Baaz Jogjakarta
[•] dan Pengakuan Beliau Tentang Keberadaan Yayasan Ihyaut Turats di Markaz Tersebut

بسم اللّٰه الرحمن الحيم
الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده وبعد

ⓞ Pada kunjunganku yang terakhir ke negara Indonesia pada tahun 1437H aku menyampaikan muhadharah di masjid Jami' Besar Jogjakarta.
› Kemudian para pengurus markaz Bin Baaz ketika di perjalanan, meminta kami untuk singgah ke markaz (Bin Baaz).
› Dari pembicaraanku bersama para ikhwah tersebut tampak kepadaku bahwa mereka tidak mengetahui tentang keadaan Abul Hasan Al-Ma'ribi.

■ Ketika kami sampai di Markaz (Bin Baaz) maka pendanganku tertuju kepada keberadaan Yayasan Ihyaut Turats yang begitu jelas.
[✔️] maka akupun menjelaskan kepada para pengurus markaz (Bin Baaz) tentang keadaan yayasan tersebut
[✔️] Juga aku menasehati mereka dengan
› wajibnya berpegang teguh dengan manhaj salaf pada segala sisi
› dan membuang setiap perkara yang menyelisihi manhaj salaf
› serta menjauhi Ahlut Talawwun Wal Fitan
[✔️] Aku menulis pada selembar kertas sebagai nasehat. Aku tuangkan dalam tulisanku tersebut apa yang telah kami sebutkan secara global.
╰→ Namun telah sampai kepadaku dari sejumlah ikhwah bahwa para pengurus markaz (Bin Baaz) telah menyebarkan kertas tersebut
[✘] dengan anggapan bahwa kertas tersebut memuat tazkiyyah (rekomendasi) terhadap markaz (Bin Baaz)
[✘] serta dukungan terhadap jalan yang ditempuh oleh markaz (Bin Baaz) tersebut.

■ Karena kunjunganku dan tulisanku tersebut bukan dengan tujuan tazkiyyah terhadap markaz (Bin Baaz),
› namun semata-mata bertujuan nasehat,
› dan aku mendapati bahwa kertas tersebut disebarkan secara terang-terangan
› dan digunakan tidak sesuai dengan tujuannya
[✔️] maka aku memandang bahwa wajib bagiku untuk menjelaskan hakekat yang sebenarnya secara terang-terangan

Aku meminta kepada Rabb-ku agar memberikan hidayah kepada segenap kaum muslimin untuk kembali kepada apa yang ditempuh oleh para salaful ummah dengan benar, jujur, dan baik.

والله أعلم وصلى اللّٰه على نبينا وسلم

Ditulis oleh
❱ Sulaiman Ar Ruhaily
[Hari rabu 19 Dzulhijjah 1437H]


💡جديد
#بيان_وتوضيح

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله وحده والصلاة والسلام على من لانبي بعده وبعد

◎ ففي زيارتي الأخيرة لدولة أندونيسيا في عام 1437من الهجرة ألقيت محاضرة في الجامع الكبير في جوقجاكرتا ثم طلب القائمون على مركز الشيخ ابن باز أن نعرج على المركز في الطريق وظهر لي من الحديث مع الإخوة أنهم يجهلون حال أبي الحسن المأربي

■ وعند وصولنا للمركز لفت نظري الوجود الواضح لجمعية إحياء التراث فبينت للقائمين على المركز الحال ونصحتهم بوجوب التمسك بمنهج السلف من كل وجه ونبذ كل مايخالفه والبعد عن أهل التلون والفتن وكتبت ورقة على سبيل النصيحة ضمنتها مجمل ماذكرناه وقد بلغني من عدد من الإخوة أن القائمين على المركز ينشرون تلك الورقة على أنها تزكية للمركز وتأييد للطريق الذي يسير عليه

■ ولما لم تكن الزيارة وكتابة الورقة بقصد تزكية المركزوانما بقصد النصيحة ووجدت أن الورقة نشرت علنا واستعملت في غير مقصودها رأيت أنه يجب علي بيان الأمر علنا سائلا ربي أن يهدي المسلمين جميعا إلى الرجوع إلى ماكان عليه سلف الأمة بحق وصدق وإحسان

والله أعلم وصلى الله على نبينا وسلم

كتبه:
❱ سليمان الرحيلي
[يوم الأربعاء ١٩-ذو الحجة-١٤٣٧]هـ

🌏Sumber : Channel Durus Syaikh Sulaiman Bin Salim Ar Ruhaily @alrhailisolaiman

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya & @DinulQoyyim

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Info #klarifikasi

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-’Allamah Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah

URL Video:
https://youtu.be/lAEGkClQKto (Durasi: 35:15)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=lAEGkClQKto

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)


[VIDEO] NASEHAT DARI ULAMA KEPADA DA’I SALAFY: WASPADALAH SENANG UNTUK TAMPIL DI TELEVISI -SARANA BERBAHAYA MEMAPARKAN DIRI KEPADA FITNAH KETENARAN-

[ Faedah dari tanya jawab tentang hukum gambar dan seminar-seminar di televisi ]

[ Pertanyaan ]

[•] Apakah hukum gambar dan seminar-seminar di televisi?

[ Syaikh menjawab ]

ⓞ Seperti itulah. Di sana sudah terdapat banyak kaset-kaset seputar masalah ini.
[✘] Maka tidak boleh menggunakan gambar
[✘] bagaimanapun juga banyaknya cara untuk menggambar,
→ sama saja apakah menggambar
• dengan tangan,
• dengan peralatan fotografi,
• atau dengan video,
╰→ semua itu tidak boleh

■ kecuali dalam kondisi darurat, seperti:
• gambar untuk kartu identitas,
• passport,
• dan lain-lain.

■ Adapun berluas-luasan (bermudah-mudahan) dalam menggambar yang kami lihat pada zaman sekarang ini, seperti sebagai contoh ada seseorang yang ingin menyampaikan muhadhoroh (ceramah), lalu dia muncul di televisi, maka di mana sisi daruratnya??

[•] Sebaliknya, orang yang menampilkan dirinya di televisi
[✘] maka dia memaparkan dirinya pada fitnah ingin tampil, “nah ini lho saya...!”
╰→ Padahal, jika tujuannya adalah ta'lim (mengajar), maka tujuan itu bisa dicapai dengan hanya memperdengarkan suara sang penceramah kepada audien, dan ini sudah mencukupi untuk merealisasikan kemaslahatan-kemaslahatan yang syar'i.

[ سؤال ]

[•] ما حكم الصور والندوات في التلفزيون؟

[الشيخ ]

◎ { كذلك هناك أشرطة كثيرة حول هذا
[✘] فلا يجوز استعمال الصور
[✘] مهما تعددت الأساليب سواء كانت
• باليد
• أو بالألة الفوتوغرافية
• أو بالفيديو
╯← فان ذلك لا يجوز

■ إلا في حالة الضرورة
• كصور الهويات مثلاً
• والجوازات
• ونحو ذلك؛

■ أما التوسع الذي نراه في العصر الحاضر انه إنسان مثلا ً يريد أن يلقي محاضرة فيطلع في التلفاز وين الضرورة؟

[•] بالعكس المعرض نفسه للتلفاز
[✘] يعرض نفسه للفتنة شوفوني؛ ها أنا؛
╯← بينما إذا كان المقصود هو التعليم فيحصل بمجرد أن يسمع الناس كلام المتكلم وهذا كاف في تحقيق المصالح الشرعية. } انتهى

🌏Sumber: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=43830

₪ Dari Channel Telegram @AshHabusSunnah

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥#VideoFawaid #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu ‘Ibrahim Muhammad bin ‘Umar as-Sewed hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/WZg-OtKk8ZA (Durasi: 35:15)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=WZg-OtKk8ZA

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

∷[ Rekaman Audio ]∷
❱ Kajian Ilmiyah Masjid al-Atsary Sindangkasih Majalengka // 13 Dzulhijjah 1437H ~ 15 September 2016M

■ [ Taushiyah Ba'da Shubuh ]
︴NASEHAT UNTUK AHLUSSUNNAH SALAFIYYIN INDONESIA

› [ Audio Lengkap ] https://tlgrm.me/Mp3_kajian/276

₪Rujukan: Al-Atsary Majalengka / SalafyMajalengka.Com
#VideoFawaid #RekamanAudio #taushiyah #Majalengka

ASY-SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN MEMBOLEHKAN REKAMAN (GAMBAR) VIDEO?

ⓞ Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah termasuk ulama yang berpendapat haramnya gambar video (rekaman). Namun di internet banyak sekali beredar rekaman ceramah beliau di berbagai situs.
╰→ Keadaan ini bisa jadi akan memunculkan kebingungan bagi sebagian orang, mengapa hal ini bisa terjadi?

[•] Penyebabnya menurut kami –wallahu a’lam- adalah karena beliau berpendapat haramnya video yang berbentuk rekaman, namun di sisi lain beliau membolehkan video (tv) yang berbentuk siaran langsung. Dan rekaman-rekaman ceramah beliau yang banyak beredar di internet mungkin diambil dari siaran-siaran langsung ceramah beliau, kemudian diunggah ke internet tanpa seijin beliau. Wallahu a’lam.

Pada edisi pertama kami telah menampilkan sebagian fatwa beliau tentang video, berikut kami tampilkan kembali fatwa asy-Syaikh Shalih Fauzan secara lebih lengkap agar pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lengkap.

❱ Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan ditanya:

[•] Apa hukum video? Bagaimana kami harus menjawab bila ada orang yang menyatakan bahwa Anda membolehkan video, karena anda muncul disiaran dakwah di TV Majd Channel ?

[ Jawab ]

ⓞ SUBHAANALLAH, SAYA MEMBOLEHKANNYA??!

■ Terkait kemunculan saya di TV,
[✘] maka saya dalam keadaan tidak menginginkannya.
[✘] Mereka datang ke masjid kemudian merekam ta’lim dan juga para hadirin.
[✘] Mereka tidak ijin terlebih dahulu atau berkonsultasi.

[•] Saya benar-benar tidak mengijinkannya,
╰→ begitupun saya sama sekali tidak suka dengan hal ini, siapa saja pelakunya.

■ Mereka juga telah merekam ta’lim asy-Syaikh bin Baz Rahimahullah
╰→ dalam keadaan beliau tidak suka dengan hal tersebut.
› Bahkan beliau memperingatkan umat darinya.
› Mereka datang pada suatu acara, bergabung bersama-sama, merekam, lalu muncullah siarannya di TV.

[•] Apakah ini berarti asy-Syaikh bin Baz membolehkan gambar (tashwir)?
[✘] Sama sekali tidak.
╰→ Beliau berdiri pada posisi bahwa semua gambar, dalam berbagai jenisnya, adalah haram.

***

[ Pada kesempatan lain beliau Hafizhahullah ditanya ]

[•] Apakah benar berita yang menyatakan bahwa Anda telah merubah pendapat Anda tentang larangan membuat gambar, terkait dengan persetujuan Anda untuk menampilkan rekaman ta’lim Anda di Majd Tv dan lainnya?

[ Jawab ]

ⓞ INI ADALAH PENUKILAN YANG TIDAK BENAR.

[✘] Hukum gambar adalah haram.
› Tidak boleh bagi saya atau selain saya berkata kepada anda bahwa gambar itu boleh dikarenakan dalil tentang pelarangan gambar sangat jelas, begitu pula hukuman bagi pelakunya.

[✘] Dan perbuatan ini termasuk dari dosa besar. Saya termasuk yang berpendapat haramnya gambar kecuali dalam keadaan kita sangat butuh (darurat).
╰→ Saya ulangi lagi, gambar adalah sesuatu yang dilarang kecuali dalam keadaan kita sangat butuh, seperti dalam pembuatan kartu identitas, SIM, atau paspor. Dalam situasi demikian maka gambar dibolehkan.

[✘] Dalam keadaan lain, seperti untuk kenang-kenangan, sebagai hiasan atau dekorasi, maka yang ini tidak boleh.
╰→ Ini adalah perbuatan yang lebih jelek, yaitu ketika seseorang menggantung gambar. Perbuatan ini larangannya lebih keras lagi.

■ Ini adalah kalimat (pendapat) yang telah saya nyatakan dan yang terus saya pegangi. Bila ada yang menyandarkan kepada saya selain ini, maka itu adalah tidak benar.

[•] Adapun terkait Majd TV,
╰→ maka saya tidak pernah datang kepada mereka atau ke studio mereka.
› Merekalah yang datang ke masjid
› dan kemudian merekam.
╰→ Seperti halnya mereka juga melakukan pengambilan gambar saat pelaksanaan shalat di Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah).
› Mereka datang ke masjid,
› kemudian melakukan pengambilan gambar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

***

[ Tanya ]

[•] Apakah orang yang merekam ta’lim atau pelajaran teranggap sebagai orang yang disebut dalam hadits tentang larangan membuat gambar ?

[ Jawab ]

ⓞ YA TERMASUK.
› Dia termasuk di dalamnya.

[✘] Tidak ada kebutuhan kita pada gambar.
› Pelajaran (ilmu) itu cukup direkam (suaranya, -red.),
› didengarkan,
› dan ditulis.
╰→ Tujuan telah tercapai tanpa perlu ada gambar (video).

***

[ Tanya ]

[•] Apakah boleh seorang ulama atau penuntut ilmu tampil di TV jika keadaan membutuhkannya?

[ Jawab ]

ⓞ (Siaran) televisi yang live/langsung adalah memindahkan (menyalurkan) gambar, dan ini berbeda dengan merekam yang merupakan bentuk menyimpan gambar (seperti kamera foto). Siaran live hanya sekedar menyalurkan, misalnya adalah siaran langsung shalat di Masjidil Haram, di Masjid Nabawi, siaran langsung pelaksanaan ibadah haji saat wuquf di Arafah atau tempat ibadah haji lainnya. Ini adalah siaran langsung (live). Mereka menyebutnya siaran langsung.

***

[ Tanya ]

[•] Ada orang yang menjadikan kemunculan Anda di TV sebagai dalil bahwa Anda membolehkan gambar?

[ Jawab ]

ⓞ Saya telah menulis tentang masalah ini.
╰→ Saya nyatakan bahwa itu (siaran langsung) bukan gambar, tapi sekedar menyebarkan saja.

■ Asy-Syaikh Fauzan juga ditanya tentang bagaimana bila ada orang yang menjadikan siaran langsung tersebut sebagai rekaman, maka beliau menjawab bahwa itu menjadi tanggung jawab si pelaku [*]

[Diketik ulang untuk Darussalaf.or.id dari Majalah Fiqih Islami FAWAID No. 04/I/1435/2014 Hal. 52-54]

__Catatan__
[*] http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125720

₪Rujukan: Dari situs Darussalaf.Or.Id
// http://www.darussalaf.or.id/fiqih/asy-syaikh-sholih-al-fauzan-membolehkan-video/

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Bantahan #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/nGO0Fvg8f9A (Durasi: 1:24)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=nGO0Fvg8f9A

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -

TAHDZIR SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN TERHADAP HABIB ALI AL-JUFRI

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Apa pendapat anda tentang Al Habib (Ali) Al Jufriy, apakah dia termasuk dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah?? Di mana kami mendengar dari sebagian orang-orang di negeri ini atau di negeri yang lain yang berpendapat bahwa tidak mengapa untuk mendengarkan (kajian & fatwa²) nya, maka saya harap anda menjelaskan kepada kami tentang aqidahnya karena dia telah menimbulkan fitnah yang besar karena orang ini ...

[ Jawab ]

“SESEORANG ITU DIHUKUMI DARI KASET-KASET/REKAMAN SUARANYA DAN KITAB-KITABNYA,

› maka orang ini
… Mubtadi’ (Ahlul Bid’ah)
… Khurafiy (Ahlu Khurafat)

› yang mengajak kepada penyembahan terhadap kuburan dan pusara,

› seorang Khurafiy (Ahlul Khurafat)
… di mana kaset-kasetnya tersebut ada dengan bukti suaranya dan perkataannya,
… dan mengolok-olok Ahlus Sunnah dan Ahlut Tauhid dan mengejek mereka …”

Sumber: “تحذير الشيخ صالح الفوزان من علي الجفري” ( https://youtu.be/ApGdx-yRg88 )

Rujukan: Dari Channel Telegram @TukPencariAlHaq

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥#VideoFawaid #Bantahan #alialjufri