WHAT'S NEW?
Loading...
TAHDZIR DAN BAYAN LEBIH DAHSYAT DARI TEBASAN PEDANG

❱ Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin al-Adeni hafizhahullah

ⓞ Jumat, 7 Ramadhan 1435H, selepas asar guru besar kami di bidang akidah dan manhaj, Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin al-Adeni hafidzahullah melanjutkan kajian beliau dalam kitab "Aqidatus Salaf Ashabil Hadits" karya al-Imam ash-Shabuni rahimahullah.

◈ Sampailah pada perkataan Abu Ubaid al-Qosim bin Salam rahimahullah,

︴{ المتبع للسنة كالقابض على الجمر وهو اليوم عندي أفضل من ضرب السيف في سبيل الله }

︴"Pengikut sunah seperti penggenggam bara api, dan hal itu sekarang di sisiku lebih utama dari tebasan pedang di jalan Allah."

[→] Maka Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin al-Adeni menjelaskan,

"PENGIKUT SUNAH SEPERTI PENGGENGGAM BARA API

[•] Ini di zaman beliau. Abu Ubaid al-Qosim bin Salam rahimahullah menghikayatkan hal itu di zamannya. Dan beliau dahulu di zaman Imam Ahmad rahimahullah dan ulama ketika itu berlimpah, masyarakat di atas kebaikan, dan pemerintahan di atas petunjuk. Dengan keadaan yang demikian, al-Imam rahimahullah mengatakan pada waktu itu bahwa pengikut sunah yang istiqamah dan tetap di atas manhaj salafi seperti penggenggam bara api.

→ Maka bagaimana dengan zaman terakhir ini?
→ Bagaimana keadaan mereka yang berpegang teguh dengan agama dan hukum-hukum ini secara lahir dan batin?

[•] Seperti penggenggam bara api karena dia menjadi terasingkan, sebagaimana dalam hadits di atas. Disekitarnya ahlu bidah, para penyimpang, dan para pembenci jalan hidupnya.
╰→ Karena adat-adat dan taklid-taklid buta masyarakat di atas penyelisihan dari berpegang teguh dengan kitab dan sunah kecuali yang dirahmati Allah, maka menjadilah mereka seperti penggenggam bara api.

LEBIH UTAMA DARI JIHAD DI JALAN ALLAH

[•] Orang yang berpegang teguh dengan agama ini dan mengikuti sunah Nabi shalallahu 'alaihi wasalam, para sahabat, dan para salaf shalih menjadi lebih utama dari mujahid di jalan Allah.
╰→ Hal ini dikarenakan jihad di jalan Allah tidaklah tegak kecuali di atas sunah dan berpegang teguh dengan sunah lebih dahsyat daripada tebasan pedang bagi ahli bidah, para penyelisih, dan para penyimpang.

[•] Terkadang seseorang berceramah atau berbicara seputar ahli bidah, maka tiba-tiba para ahli bidah menjadi kesal dan gelisah disebabkan kalimat yang keluar dari lisan ahli sunah yang memperingatkan dan menjelaskan pelaku kebatilan dan penyimpangan.
╰→ Karena sunni ketika berbicara tentang ahli bidah, menjelaskan jalan kebenaran, dan memperingatkan dari jalan kebatilan, maka masyarakat terlebih lagi kalangan awam ketika mendengar firman Allah dan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam menjadi tenang hati mereka dengan perkara yang agung ini.

HARUS BAGI SUNNI, TERLEBIH LAGI DI ZAMAN YANG AKHIR INI UNTUK MENJADI PEMBEDA DARI AHLU BIDAH DAN PENGEKOR HAWA NAFSU

[•] Para ahli bidah dan pengekor hawa nafsu mengajarkan Al Quran, sunah, akidah, fikih, ushul fikih dan perkara-perkara ini di masjid-masjid dan kampus-kampus mereka. Dan engkau wahai sunni, juga mengajarkan perkara-perkara ini. Kalau begitu, apa perbedaan yang memisahkan antara engkau dan mubtadi itu? Hal itu ialah tahdzir terhadap ahli bidah dan pengekor hawa nafsu.
╰→ Oleh karena inilah ahli bidah dan pengekor hawa nafsu tidak berbicara pada sisi ini. Akan tetapi seorang sunni harus jadi pembeda, berbicara tentang ahli bidah dan pengekor hawa nafsu.

[•] Merupakan keharusan bagi sunni ini untuk memperbanyak hal itu di khotbah dan ceramahnya. Dan yang saya maksudkan adalah para cendekia, bukan setiap pengkhotbah jika muncul di hadapan manusia lantas berbicara, bukan pula setiap penceramah jika muncul dihadapan manusia terus berbicara tentang perkara ini, bukan itu, akan tetapi perkara ini kembali ke para cendekia yang memahami kemaslahatan dan kerusakan dan juga memahami kapan meletakkan pembicaraan ini dan kapan tidak meletakkannya dan hal-hal lainnya.

[•] Akan tetapi, kita harus mengetahui perkara yang sangat penting yaitu bahwa kemaslahatan dan kerusakan jangan dijadikan sebagai alat,

→ kapan manusia ingin meninggalkannya, maka meninggalkannya dan berhujah dengan kemaslahatan dan kerusakan.
→ Dan kapan dia ingin menjalankannya, dia jalankan dan berhujah dengan kemaslahatan dan kerusakan.
… Para manusia telah mengatakan dan akan mengatakan demikan dan demikian hingga hal-hal lainnya.

[✘] Tidak, jangan jadikan kemaslahatan dan kerusakan sebagai alat.
[✘] Jangan menjalankan dan meninggalkan sesuatu sesuai dengan dorongan hawa nafsu.
… Lalu jika diingkari padanya, dia beralasan dengan kemaslahatan dan kerusakan dan manusia akan mengatakan demikan. Tidak, ini bukan perkara yang baik dan bukan pula perkara terpuji. Manusia melihat kemaslahatan dan kerusakan dengan kacamata syar'i, bukan dengan hawa nafsu.

■ Membicarakan ahlu bidah dan ahlu hawa merupakan perkara yang agung dan itu lebih tajam bagi mereka dari tebasan pedang, dan lebih dahsyat bagi mereka daripada dihujani peluru.

[•] Pembicaraan terkait ahli bidah dan ahlu ahwa tentang point-point besar dari manhaj-manhaj dan penyelewengan mereka akan menggembirakan masyarakat dan kalangan awam.

[ Kisah 1 ] → Syaikh kami, Syaikh Muqbil Al Wadi'i rahimahullah dahulu berada pada kedudukan ini. Jika beliau ingin menerbitkan kitab bantahan terhadap para penyimpang atau ingin berbicara tentang para penyimpang, terkadang sebagian orang dari ahlu sunah menelponnya atau mendatanginya, sebagaimana yang telah beliau kabarkan di kajian-kajian beliau. Akan tetapi beliau rahimahullah tidak peduli dengan perkataan mereka. Dan sebagian manusia mengatakan, 'Wahai Syaikh, seandainya engkau berbicara, maka akan terjadi demikian dan demikian dan akan timbul kerusakan demikian dan demikian.' Maka Syaikh mengatakan, 'Aku tidak peduli dengan perkataan-perkataan ini.' Dan beliau tetap menerbitkan kitab dan berbicara tentang ahlu bidah dan ahlu ahwa di kaset-kaset. Dan tidaklah dihasilkan setelahnya kecuali kebaikan dan kemanfaatan.

[ Kisah 2 ] → Suatu saat kami bersama beberapa ikhwah yang mulia keluar berdakwah di Sabwah. Dan saya sebutkan kisah ini karena padanya ada kemanfaatan dan faedah-faedah dari pembicaraan tentang ahlu bidah dan ahlu ahwa. Ketika itu kami di masjid ahlu sunah dan padanya ada beberapa manusia dari sekte Hajuri. Maka kami bertekad untuk berbicara tentang Hajuri pada waktu itu. Kami sudah empat atau lima hari di situ dan belum berbicara tentang ahlu bidah dan ahlu ahwa sama sekali. Maka kami katakan, “Harus di masjid sunni ini' dan kami tidak tahu kalau ada beberapa pengikut Hajuri.”

Kami bertekad agar sebagian ikhwah berbicara tentang Hajuri dan Allah berikan taufik pada kami dan dengan keutamaan-Nya kami pun berbicara. Maka sebagian manusia berdiri dalam keadaan berhujah dan mengingkari mereka mengatakan, “Kenapa kita berbicara tentang Hajuri di hadapan masyarakat?” Dan ikhwah kita tidak peduli dan terus berbicara tentang Hajuri dan menjelaskan kerusakan-kerusakan dan manhaj Hajuri. Setelah kami shalat Isya dan kami duduk-duduk, tiba-tiba muncul orang tadi yang berbicara dalam keadaan berdiri, berhujah, dan berprotes. Ternyata dia pemuka agama dan dai ke jalan Allah di kampungnya dan dia di atas manhaj Hajuri. Dia datang dengan sangat menyesal dan menceritakan pandangan, manhaj, dan keberadaannya yang di atas manhaj Hajuri. Akan tetapi telah jelas baginya perkara-perkara itu dan dia mengatakan, “Kami sebelumnya tidak tahu.”

Simaklah kedustaan yang dibikin para pengikut Hajuri untuk Ahlu Sunah Wal Jamaah, agar kalian mengetahui bahwa Hadadiyah, sebagaimana perkataan Syaikh Rabi', “Hadadiyah paling sangat kedustaannya terhadap Ahlus Sunah Wal Jamaah dibandingkan semua sekte-sekte lainnya.” Hajuri merupakan Hadadiyah sebagaimana hal itu sudah maklum.

Apa yang dikatakan orang tersebut pada kita? Dia mengatakan, “Datang kepada kami para pengikut Hajuri dan mengatakan, tidaklah setiap rumah di Fiyus kecuali di atasnya ada parabola.” Lihatlah kedustaan besar ini dan masyarakat di situ membenarkannya karena tidak ada yang mendatangi, menjelaskan, dan memperinci kepada mereka keberadaan ahlu bidah wa ahwa. Lalu dia berkata, “Mereka juga mengatakan bahwa seorang dari sekte sufisme datang dan memberikan ceramah di Fiyus.” Perhatikanlah kedustaan kedua yang besar ini. Ahlu bidah dan ahlu ahwa harus dibicarakan dan masyarakat harus diperingatkan dari metode dan manhaj mereka. Walaupun didapatkan sebagian kerusakan, tapi lihatlah pada kemaslahatan-kemaslahatannya. Alhamdulilah, dihasilkan dari ceramah dan kajian ikhwah kita kebaikan yang besar. Dan datang sebagian orang yang mendebat dan ikhwah pun menjelaskan kepada mereka perkara Hajuri dan tenanglah hati mereka karenanya.

Walaupun sebagian ikhwah di masjid itu mengeluh ke sebagian para syaikh, “Kenapa kita berbicara tentang Hajury?” Pengurus masjid itu menceritakan padaku pada kunjungan kami yang setelahnya, bahwa dia mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan ke Syaikh Abul Husein, pendiri Dakwah Salafiyah di Sabwah, agar menyampaikan ke ikhwah untuk datang ke masjid kami dan berceramah sesuai keinginan mereka. Kenapa? Karena mereka telah memanen kebaikan yang muncul ketika diperingatkan dan dibongkar kebatilan-kebatilan Hajuri, ahli bidah dan ahlu ahwa. Maka dihasilkanlah kebaikan dan kemanfaatan. Imam masjid itu menggandeng saya pada salah satu sisi dan berkata, “Kami minta uzur dengan apa yang terjadi pada pertemuan yang lalu, kami telah pergi ke beberapa syaikh dan kami mengeluh ke mereka. Maka kami minta uzur dan tidaklah dihasilkan kecuali kebaikan.”

[✔️] Perhatikanlah apa yang dihasilkan dari pembicaraan tentang ahli bidah dan ahli ahwa dari kebaikan dan kegembiraan. Masyarakat, terlebih lagi kalangan awam dan juga para penuntut ilmu menanti dari penuntut ilmu, para syaikh, dan para ulama, penjelasan dan kebaikan dari pembongkaran sekte-sekte itu.
[✔️] Kesimpulannya, “Wahai ikhwah sekalian, bahwa pembicaraan tentang ahlu bidah wa ahwa lebih dahsyat bagi mereka daripada tebasan pedang.”

Selesai penjelasan beliau.

* * *

◎ Dari penjelasan beliau bisa kita ringkas beberapa faedah berikut ini:

[›] → Pengikut sunah seperti penggenggam bara api

[›] → Pengikut sunah sejati lebih utama dari mujahid di jalan Allah

[›] → Tamyiy (sikap pembeda) merupakan keharusan bagi ahlu sunah

[›] → Yang membedakan antara ahlu sunah dan ahlu bidah adalah tahdzir

[›] → Tahdzir dan bayan tentang ahlu bidah lebih dahsyat bagi mereka dari tebasan pedang atau rentetan peluru

[›] → Yang memberikan tahdzir dan bayan hanyalah para cendekia dari ahlu sunah

[›] → Tahdzir dan bayan terhadap ahlu bidah wa ahwa bisa dari penuntut ilmu, para syaikh, dan para ulama

[›] → Memperbanyak tahdzir dan bayan tentang ahli bidah di khotbah dan ceramah merupakan keharusan bagi ahlu sunah

[›] → Masyarakat terutama kalangan awam sangat menanti penjelasan dari ahlu sunah tentang sekte-sekte sesat

[›] → Pertimbangan kemaslahatan dan kerusakan yang ada dengan pertimbangan syar'i bukan dengan hawa nafsu ataupun perasaan

[›] → Pertimbangan kemaslahatan dan kerusakan yang ada dikembalikan sepenuhnya ke ulama yang dalam ilmunya

[›] → Pertimbangan kemaslahatan dan kerusakan jangan dijadikan sebagai alat untuk melegalkan keinginan hawa nafsu

[›] → Kemaslahatan yang ditimbulkan dari tahdzir dan bayan tentang ahlu bidah lebih besar dari kerusakan yang dikhawatirkan

[›] → Tidak perlu memperdulikan keluhan-keluhan yang ada selama kita di atas kebenaran dan di bawah koridor syar'i

[›] → Hajuriyah merupakan Hadadiyah dan termasuk dari ahlu bidah

[›] → Hadadiyah paling sangat kedustaannya terhadap ahlu sunah dibandingkan sekte-sekte lainnya

Wallahualam bishowab.

Sumber: http://forumsalafy.net/tahdzir-dan-bayan-lebih-dahsyat-dari-tebasan-pedang

₪ Dari situs ForumSalafy.Net // Mukhibukum Fillah Abu Abdillah Zaki Ibnu Salman // Fiyus, 8 Ramadhan 1435

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #tahdzir #rudud #bayan #lebih_dahsyat_dari #tebasan_pedang

FOTO DAN TELEVISI HARAM, KENAPA?

❱ Berikut petikan Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiah wa al-Iftaa'. Fatwa no. 4513

ⓞ GAMBAR POLARIS/FOTOGRAFI
• bukanlah semata-semata pantulan gambar orang yang berdiri di depan cermin, karena bayangan di cermin itu hanya khayal yang akan hilang dengan beralihnya orang tersebut dari depan cermin.
• Sementara Foto Polaris/Fotografi tetap ada meskipun orangnya telah pergi dari hadapan alat gambar (kamera).

[✘] Foto tersebut yang MEMBAHAYAKAN AQIDAH,
[✘] keindahannya akan MEMBAHAYAKAN AKHLAK.
→ Walaupun kadang-kadang ada manfaatnya apabila digunakan untuk hal-hal yang darurat, seperti untuk
• paspor,
• KTP, atau kartu izin tinggal,
• SIM, dll.
→ Foto polaris/fotografi tidaklah semata-mata cetakan, namun dibuat menggunakan alat yang darinya muncul cetakan.
→ Kemudian, larangan gambar itu bersifat umum, karena padanya:
• Menyerupai ciptaan allah,
• dan bahaya terhadap aqidah dan akhlak Tanpa melihat pada alat dan cara mendapatkan gambar tersebut.

* * *

ⓞ Adapun TELEVISI,

[✘] HARAM HUKUMNYA siaran yang terdapat di dalamnya, berupa:
• Nyanyian,
• Musik,
• Gambar (Film), dan
• Menampilkan Gambar (yang memiliki roh, -red.),
• dan berbagai kemungkaran lainnya.

[✔️] MUBAH hukumnya siaran yang ada padanya berupa;
• muhadharah (ceramah) Islamiyyah,
• info-info perdagangan dan politik,
• serta lainnya yang tidak ada larangan syar'i padanya
[↑] tentunya tayangan-tayangan ini semua -termasuk ceramahnya- tanpa gambar/film makhluk bernyawa, karena jika ada gambar makhluk bernyawa berarti ada kemungkaran padanya, -pen.

■ APABILA KEJELEKANNYA LEBIH MENDOMINASI DARIPADA KEBAIKANNYA,
→ maka hukum diberikan berdasarkan yang DOMINAN.
[↑] Fakta yang ada, pada channel-channel televisi yang ada —termasuk di negeri ini—, KEJELEKAN DAN KEMUNGKARANNYA LEBIH DOMINAN, -pen.

Wabillah at-Taufiq, Washalallahu 'ala Nabiyyina Muhammad, wa Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&View=Page&PageNo=1&PageID=369

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

NASEHAT BAGI ASY-SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILY HAFIZHAHULLAH

❱ Syaikh Abul 'Abbas Yasin Al 'Adny حفظه اللّٰه mengomentari klarifikasi yang ditulis oleh Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily حفظه اللّٰه melalui grup WA Masyaikh 'Adn Wal Ghuraba' (di atas):

ⓞ Oleh karena inilah kita menasehatkan kepada saudara kami Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily;

[✔️] Agar apabila hendak melakukan safar dakwah untuk bertanya kepada syaikh Rabi', syaikh 'Ubaid, syaikh Muhammad Bin Hadi dan syaikh (Abdullah) Al Bukhary -semoga Allah menjaga mereka semua- terkait pada siapa ia singgah;
[✔️] Dikarenakan para masyaikh tersebut banyak mengetahui tentang keadaan para pengurus markaz-markaz
╰→ baik di Indonesia maupun di tempat lainnya.

Wallahu yuwaffiq.

[Rabu 19 Dzulhijjah 1437H]

❱ علق عليه شيخنا الفاضل أبو العباس ياسين العدني _حفظه الله_ عبر مجموعة مشايخ عدن والغرباء:

◎ { فلهذا ننصح أخانا الشيخ سليمان الرحيلي

[✔️] أنه إذا أراد أن يسافر دعوة أن يسأل الشيخ ربيعا وعبيدا ومحمد بن هادي والبخاري حفظ الله الجميع، عند من ينزل
[✔️] لأن هؤلاء المشايخ بالذات على معرفة كبيرة بأحوال أصحاب هذه المراكز
╯← سواء في أندونيسيا او غيرها

والله يوفق. }

[الأربعاء 19 من شهر ذي الحجة عام 1437ه]


📚Sumber: Majmuah Durus Wa Muhadhorot Masyaikh 'Adn @dourous_machaikhaden

₪ Dari Channel Telegram @DinulQoyyim

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Info #klarifikasi #Nasehat

🚇KLARIFIKASI ASY-SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILI HAFIZHAHULLAH

[•] Tentang Kunjungannya ke Markaz (Islamic Centre) Bin Baaz Jogjakarta
[•] dan Pengakuan Beliau Tentang Keberadaan Yayasan Ihyaut Turats di Markaz Tersebut

بسم اللّٰه الرحمن الحيم
الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده وبعد

ⓞ Pada kunjunganku yang terakhir ke negara Indonesia pada tahun 1437H aku menyampaikan muhadharah di masjid Jami' Besar Jogjakarta.
› Kemudian para pengurus markaz Bin Baaz ketika di perjalanan, meminta kami untuk singgah ke markaz (Bin Baaz).
› Dari pembicaraanku bersama para ikhwah tersebut tampak kepadaku bahwa mereka tidak mengetahui tentang keadaan Abul Hasan Al-Ma'ribi.

■ Ketika kami sampai di Markaz (Bin Baaz) maka pendanganku tertuju kepada keberadaan Yayasan Ihyaut Turats yang begitu jelas.
[✔️] maka akupun menjelaskan kepada para pengurus markaz (Bin Baaz) tentang keadaan yayasan tersebut
[✔️] Juga aku menasehati mereka dengan
› wajibnya berpegang teguh dengan manhaj salaf pada segala sisi
› dan membuang setiap perkara yang menyelisihi manhaj salaf
› serta menjauhi Ahlut Talawwun Wal Fitan
[✔️] Aku menulis pada selembar kertas sebagai nasehat. Aku tuangkan dalam tulisanku tersebut apa yang telah kami sebutkan secara global.
╰→ Namun telah sampai kepadaku dari sejumlah ikhwah bahwa para pengurus markaz (Bin Baaz) telah menyebarkan kertas tersebut
[✘] dengan anggapan bahwa kertas tersebut memuat tazkiyyah (rekomendasi) terhadap markaz (Bin Baaz)
[✘] serta dukungan terhadap jalan yang ditempuh oleh markaz (Bin Baaz) tersebut.

■ Karena kunjunganku dan tulisanku tersebut bukan dengan tujuan tazkiyyah terhadap markaz (Bin Baaz),
› namun semata-mata bertujuan nasehat,
› dan aku mendapati bahwa kertas tersebut disebarkan secara terang-terangan
› dan digunakan tidak sesuai dengan tujuannya
[✔️] maka aku memandang bahwa wajib bagiku untuk menjelaskan hakekat yang sebenarnya secara terang-terangan

Aku meminta kepada Rabb-ku agar memberikan hidayah kepada segenap kaum muslimin untuk kembali kepada apa yang ditempuh oleh para salaful ummah dengan benar, jujur, dan baik.

والله أعلم وصلى اللّٰه على نبينا وسلم

Ditulis oleh
❱ Sulaiman Ar Ruhaily
[Hari rabu 19 Dzulhijjah 1437H]


💡جديد
#بيان_وتوضيح

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله وحده والصلاة والسلام على من لانبي بعده وبعد

◎ ففي زيارتي الأخيرة لدولة أندونيسيا في عام 1437من الهجرة ألقيت محاضرة في الجامع الكبير في جوقجاكرتا ثم طلب القائمون على مركز الشيخ ابن باز أن نعرج على المركز في الطريق وظهر لي من الحديث مع الإخوة أنهم يجهلون حال أبي الحسن المأربي

■ وعند وصولنا للمركز لفت نظري الوجود الواضح لجمعية إحياء التراث فبينت للقائمين على المركز الحال ونصحتهم بوجوب التمسك بمنهج السلف من كل وجه ونبذ كل مايخالفه والبعد عن أهل التلون والفتن وكتبت ورقة على سبيل النصيحة ضمنتها مجمل ماذكرناه وقد بلغني من عدد من الإخوة أن القائمين على المركز ينشرون تلك الورقة على أنها تزكية للمركز وتأييد للطريق الذي يسير عليه

■ ولما لم تكن الزيارة وكتابة الورقة بقصد تزكية المركزوانما بقصد النصيحة ووجدت أن الورقة نشرت علنا واستعملت في غير مقصودها رأيت أنه يجب علي بيان الأمر علنا سائلا ربي أن يهدي المسلمين جميعا إلى الرجوع إلى ماكان عليه سلف الأمة بحق وصدق وإحسان

والله أعلم وصلى الله على نبينا وسلم

كتبه:
❱ سليمان الرحيلي
[يوم الأربعاء ١٩-ذو الحجة-١٤٣٧]هـ

🌏Sumber : Channel Durus Syaikh Sulaiman Bin Salim Ar Ruhaily @alrhailisolaiman

₪ Dari Channel Telegram @ManhajulAnbiya & @DinulQoyyim

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Info #klarifikasi

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-’Allamah Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah

URL Video:
https://youtu.be/lAEGkClQKto (Durasi: 35:15)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=lAEGkClQKto

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)


[VIDEO] NASEHAT DARI ULAMA KEPADA DA’I SALAFY: WASPADALAH SENANG UNTUK TAMPIL DI TELEVISI -SARANA BERBAHAYA MEMAPARKAN DIRI KEPADA FITNAH KETENARAN-

[ Faedah dari tanya jawab tentang hukum gambar dan seminar-seminar di televisi ]

[ Pertanyaan ]

[•] Apakah hukum gambar dan seminar-seminar di televisi?

[ Syaikh menjawab ]

ⓞ Seperti itulah. Di sana sudah terdapat banyak kaset-kaset seputar masalah ini.
[✘] Maka tidak boleh menggunakan gambar
[✘] bagaimanapun juga banyaknya cara untuk menggambar,
→ sama saja apakah menggambar
• dengan tangan,
• dengan peralatan fotografi,
• atau dengan video,
╰→ semua itu tidak boleh

■ kecuali dalam kondisi darurat, seperti:
• gambar untuk kartu identitas,
• passport,
• dan lain-lain.

■ Adapun berluas-luasan (bermudah-mudahan) dalam menggambar yang kami lihat pada zaman sekarang ini, seperti sebagai contoh ada seseorang yang ingin menyampaikan muhadhoroh (ceramah), lalu dia muncul di televisi, maka di mana sisi daruratnya??

[•] Sebaliknya, orang yang menampilkan dirinya di televisi
[✘] maka dia memaparkan dirinya pada fitnah ingin tampil, “nah ini lho saya...!”
╰→ Padahal, jika tujuannya adalah ta'lim (mengajar), maka tujuan itu bisa dicapai dengan hanya memperdengarkan suara sang penceramah kepada audien, dan ini sudah mencukupi untuk merealisasikan kemaslahatan-kemaslahatan yang syar'i.

[ سؤال ]

[•] ما حكم الصور والندوات في التلفزيون؟

[الشيخ ]

◎ { كذلك هناك أشرطة كثيرة حول هذا
[✘] فلا يجوز استعمال الصور
[✘] مهما تعددت الأساليب سواء كانت
• باليد
• أو بالألة الفوتوغرافية
• أو بالفيديو
╯← فان ذلك لا يجوز

■ إلا في حالة الضرورة
• كصور الهويات مثلاً
• والجوازات
• ونحو ذلك؛

■ أما التوسع الذي نراه في العصر الحاضر انه إنسان مثلا ً يريد أن يلقي محاضرة فيطلع في التلفاز وين الضرورة؟

[•] بالعكس المعرض نفسه للتلفاز
[✘] يعرض نفسه للفتنة شوفوني؛ ها أنا؛
╯← بينما إذا كان المقصود هو التعليم فيحصل بمجرد أن يسمع الناس كلام المتكلم وهذا كاف في تحقيق المصالح الشرعية. } انتهى

🌏Sumber: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=43830

₪ Dari Channel Telegram @AshHabusSunnah

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥#VideoFawaid #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi #selfie #video_ceramah #ceramah_masyayikh #rekaman_video #hukum_gambar #barang_bukti

Disampaikan oleh Al-Ustadz Abu ‘Ibrahim Muhammad bin ‘Umar as-Sewed hafizhahullah

URL Video:
https://youtu.be/WZg-OtKk8ZA (Durasi: 35:15)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=WZg-OtKk8ZA

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

∷[ Rekaman Audio ]∷
❱ Kajian Ilmiyah Masjid al-Atsary Sindangkasih Majalengka // 13 Dzulhijjah 1437H ~ 15 September 2016M

■ [ Taushiyah Ba'da Shubuh ]
︴NASEHAT UNTUK AHLUSSUNNAH SALAFIYYIN INDONESIA

› [ Audio Lengkap ] https://tlgrm.me/Mp3_kajian/276

₪Rujukan: Al-Atsary Majalengka / SalafyMajalengka.Com
#VideoFawaid #RekamanAudio #taushiyah #Majalengka

ASY-SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN MEMBOLEHKAN REKAMAN (GAMBAR) VIDEO?

ⓞ Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah termasuk ulama yang berpendapat haramnya gambar video (rekaman). Namun di internet banyak sekali beredar rekaman ceramah beliau di berbagai situs.
╰→ Keadaan ini bisa jadi akan memunculkan kebingungan bagi sebagian orang, mengapa hal ini bisa terjadi?

[•] Penyebabnya menurut kami –wallahu a’lam- adalah karena beliau berpendapat haramnya video yang berbentuk rekaman, namun di sisi lain beliau membolehkan video (tv) yang berbentuk siaran langsung. Dan rekaman-rekaman ceramah beliau yang banyak beredar di internet mungkin diambil dari siaran-siaran langsung ceramah beliau, kemudian diunggah ke internet tanpa seijin beliau. Wallahu a’lam.

Pada edisi pertama kami telah menampilkan sebagian fatwa beliau tentang video, berikut kami tampilkan kembali fatwa asy-Syaikh Shalih Fauzan secara lebih lengkap agar pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lengkap.

❱ Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan ditanya:

[•] Apa hukum video? Bagaimana kami harus menjawab bila ada orang yang menyatakan bahwa Anda membolehkan video, karena anda muncul disiaran dakwah di TV Majd Channel ?

[ Jawab ]

ⓞ SUBHAANALLAH, SAYA MEMBOLEHKANNYA??!

■ Terkait kemunculan saya di TV,
[✘] maka saya dalam keadaan tidak menginginkannya.
[✘] Mereka datang ke masjid kemudian merekam ta’lim dan juga para hadirin.
[✘] Mereka tidak ijin terlebih dahulu atau berkonsultasi.

[•] Saya benar-benar tidak mengijinkannya,
╰→ begitupun saya sama sekali tidak suka dengan hal ini, siapa saja pelakunya.

■ Mereka juga telah merekam ta’lim asy-Syaikh bin Baz Rahimahullah
╰→ dalam keadaan beliau tidak suka dengan hal tersebut.
› Bahkan beliau memperingatkan umat darinya.
› Mereka datang pada suatu acara, bergabung bersama-sama, merekam, lalu muncullah siarannya di TV.

[•] Apakah ini berarti asy-Syaikh bin Baz membolehkan gambar (tashwir)?
[✘] Sama sekali tidak.
╰→ Beliau berdiri pada posisi bahwa semua gambar, dalam berbagai jenisnya, adalah haram.

***

[ Pada kesempatan lain beliau Hafizhahullah ditanya ]

[•] Apakah benar berita yang menyatakan bahwa Anda telah merubah pendapat Anda tentang larangan membuat gambar, terkait dengan persetujuan Anda untuk menampilkan rekaman ta’lim Anda di Majd Tv dan lainnya?

[ Jawab ]

ⓞ INI ADALAH PENUKILAN YANG TIDAK BENAR.

[✘] Hukum gambar adalah haram.
› Tidak boleh bagi saya atau selain saya berkata kepada anda bahwa gambar itu boleh dikarenakan dalil tentang pelarangan gambar sangat jelas, begitu pula hukuman bagi pelakunya.

[✘] Dan perbuatan ini termasuk dari dosa besar. Saya termasuk yang berpendapat haramnya gambar kecuali dalam keadaan kita sangat butuh (darurat).
╰→ Saya ulangi lagi, gambar adalah sesuatu yang dilarang kecuali dalam keadaan kita sangat butuh, seperti dalam pembuatan kartu identitas, SIM, atau paspor. Dalam situasi demikian maka gambar dibolehkan.

[✘] Dalam keadaan lain, seperti untuk kenang-kenangan, sebagai hiasan atau dekorasi, maka yang ini tidak boleh.
╰→ Ini adalah perbuatan yang lebih jelek, yaitu ketika seseorang menggantung gambar. Perbuatan ini larangannya lebih keras lagi.

■ Ini adalah kalimat (pendapat) yang telah saya nyatakan dan yang terus saya pegangi. Bila ada yang menyandarkan kepada saya selain ini, maka itu adalah tidak benar.

[•] Adapun terkait Majd TV,
╰→ maka saya tidak pernah datang kepada mereka atau ke studio mereka.
› Merekalah yang datang ke masjid
› dan kemudian merekam.
╰→ Seperti halnya mereka juga melakukan pengambilan gambar saat pelaksanaan shalat di Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah).
› Mereka datang ke masjid,
› kemudian melakukan pengambilan gambar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

***

[ Tanya ]

[•] Apakah orang yang merekam ta’lim atau pelajaran teranggap sebagai orang yang disebut dalam hadits tentang larangan membuat gambar ?

[ Jawab ]

ⓞ YA TERMASUK.
› Dia termasuk di dalamnya.

[✘] Tidak ada kebutuhan kita pada gambar.
› Pelajaran (ilmu) itu cukup direkam (suaranya, -red.),
› didengarkan,
› dan ditulis.
╰→ Tujuan telah tercapai tanpa perlu ada gambar (video).

***

[ Tanya ]

[•] Apakah boleh seorang ulama atau penuntut ilmu tampil di TV jika keadaan membutuhkannya?

[ Jawab ]

ⓞ (Siaran) televisi yang live/langsung adalah memindahkan (menyalurkan) gambar, dan ini berbeda dengan merekam yang merupakan bentuk menyimpan gambar (seperti kamera foto). Siaran live hanya sekedar menyalurkan, misalnya adalah siaran langsung shalat di Masjidil Haram, di Masjid Nabawi, siaran langsung pelaksanaan ibadah haji saat wuquf di Arafah atau tempat ibadah haji lainnya. Ini adalah siaran langsung (live). Mereka menyebutnya siaran langsung.

***

[ Tanya ]

[•] Ada orang yang menjadikan kemunculan Anda di TV sebagai dalil bahwa Anda membolehkan gambar?

[ Jawab ]

ⓞ Saya telah menulis tentang masalah ini.
╰→ Saya nyatakan bahwa itu (siaran langsung) bukan gambar, tapi sekedar menyebarkan saja.

■ Asy-Syaikh Fauzan juga ditanya tentang bagaimana bila ada orang yang menjadikan siaran langsung tersebut sebagai rekaman, maka beliau menjawab bahwa itu menjadi tanggung jawab si pelaku [*]

[Diketik ulang untuk Darussalaf.or.id dari Majalah Fiqih Islami FAWAID No. 04/I/1435/2014 Hal. 52-54]

__Catatan__
[*] http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125720

₪Rujukan: Dari situs Darussalaf.Or.Id
// http://www.darussalaf.or.id/fiqih/asy-syaikh-sholih-al-fauzan-membolehkan-video/

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Bantahan #gambarmakhluk #kamera #foto #fotografi #video #film #televisi

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/nGO0Fvg8f9A (Durasi: 1:24)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=nGO0Fvg8f9A

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -

TAHDZIR SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN TERHADAP HABIB ALI AL-JUFRI

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Apa pendapat anda tentang Al Habib (Ali) Al Jufriy, apakah dia termasuk dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah?? Di mana kami mendengar dari sebagian orang-orang di negeri ini atau di negeri yang lain yang berpendapat bahwa tidak mengapa untuk mendengarkan (kajian & fatwa²) nya, maka saya harap anda menjelaskan kepada kami tentang aqidahnya karena dia telah menimbulkan fitnah yang besar karena orang ini ...

[ Jawab ]

“SESEORANG ITU DIHUKUMI DARI KASET-KASET/REKAMAN SUARANYA DAN KITAB-KITABNYA,

› maka orang ini
… Mubtadi’ (Ahlul Bid’ah)
… Khurafiy (Ahlu Khurafat)

› yang mengajak kepada penyembahan terhadap kuburan dan pusara,

› seorang Khurafiy (Ahlul Khurafat)
… di mana kaset-kasetnya tersebut ada dengan bukti suaranya dan perkataannya,
… dan mengolok-olok Ahlus Sunnah dan Ahlut Tauhid dan mengejek mereka …”

Sumber: “تحذير الشيخ صالح الفوزان من علي الجفري” ( https://youtu.be/ApGdx-yRg88 )

Rujukan: Dari Channel Telegram @TukPencariAlHaq

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥#VideoFawaid #Bantahan #alialjufri

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-’Allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy rahimahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/yHGpJYbORkI (Durasi: 2:20)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=yHGpJYbORkI

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
APAKAH MEMBICARAKAN PENYIMPANGAN & PELAKU KEBID'AHAN TERMASUK GHIBAH?**

[ Pertanyaan ]

🔸Apa hukum perkataan sebagian salaf: “Seorang mubtadi’ tidak dilarang menggibahinya.”
🔸Bagaimanakah batasan dalam perkataan ini?

[ Jawaban ]

TIDAK, TIDAK DEMIKIAN (secara mutlak –pent),
▪️jika bid’ahnya tidak mengeluarkannya dari Islam maka dia masih memiliki kehormatan sebagai seorang muslim,
▪️dan membicarakan aibnya (yang sifatnya pribadi –pent) tetap diharamkan.
▪️Tetapi jika membutuhkan untuk menjelaskan keadaannya maka ini merupakan perkara yang penting.

🔸Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al-Bukhary:

{ مَا أَظُنُّ فُلاناً وَفُلاناً يَعْرِفَانِ مِنْ دِيْنِنَا شَيْئًا. }

“Aku tidak menyangka kalau si fulan dan fulan mengetahui sedikit pun dari agama kita.”

[HR. Al-Bukhary (6067) dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha]

🔸Beliau juga bersabda:

{ بِئْسَ أَخُوْ الْعَشِيْرَةِ. }

“Dia adalah sejelek-jelek teman bergaul.”

[HR. Al-Bukhary (6054) dan Muslim (2591) dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha]

🔸Beliau juga pernah berkata kepada para istrinya:

{ إِنَّكُنَّ لَأَنْتُنَّ صَوَاحِبُ يُوْسُفَ. }

“Sesungguhnya kalian benar-benar seperti wanita-wanita yang menggoda Yusuf.”

[HR. Al-Bukhary (713) dan Muslim (418) dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha]

🔸Beliau pernah berkata kepada Mu’adz:

{ أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ؟ }

“Wahai Mu’adz, apakah engkau akan menjadi juru fitnah?!”

[HR. Al-Bukhary (705) dan Muslim (465) dari hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam berkata demikian kepada Mu’adz karena dia membaca ayat terlalu panjang ketika menjadi imam shalat sehingga ada yang mengeluhkannya]

🔸Dan beliau berkata kepada Abu Dzar:

{ إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيْكَ جَاهِلِيَّةٌ. }

“Sesungguhnya engkau adalah seseorang yang pada dirimu masih ada sebagian sifat jahiliyyah.”

[Al-Bukhary (30 dan 6050) dan Muslim (1661), dan sebab beliau shallallahu alaihi was sallam berkata demikian karena Abu Dzar Jundub bin Junadah Al-Ghifary mencela ibu seorang shahabat karena ibunya tersebut orang ajam, dan ketika itu antara shahabat tersebut dengan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhum ajma’in ada permasalahan, wallahu a’lam]

JADI JIKA MEMBUTUHKAN UNTUK MENJELASKAN KEADAAN SEORANG MUBTADI’
▪️maka hal itu termasuk amar ma’ruf nahi mungkar
▪️serta termasuk nasehat bagi Islam dan bagi umat Islam.
▪️Juga dalam rangka meringankan dosa darinya,

karena semakin banyak para pengikutnya maka semakin banyak pula dosanya.

{ مَنْ سَنَّ فِيْ الْإِسْلامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَة مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ. }

“Barangsiapa yang membuat contoh yang buruk di dalam Islam, maka dia menanggung dosanya dan dosa siapa saja yang mengamalkannya hingga Hari Kiamat tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”

[Lihat: Shahih Muslim (1017) dari hadits Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. (pent)]

Sumber artikel: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=201

Alih bahasa: Abu Almass / Jum’at, 24 Rajab 1435H
Kunjungi: http://forumsalafy.net/apakah-membicarakan-penyimpangan-ahli-bidah-termasuk-ghibah/

Rujukan: Dari Channel Telegram @ForumSalafy

**Dengan sedikit penyesuaian Judul dari Admin**
🕋•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•🕋
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #Manhaj #Nasehat #membicarakan_penyimpangan #ahli_bid_ah #ghibah

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/1pTV0cc8l98 (Durasi: 1:14)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=1pTV0cc8l98

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
MEMBANTAH SYUBHAT: “DATANGI/BERMAJELISLAH DENGAN AHLI BID’AH (TERMASUK ORANG-ORANG YANG SUDAH DI KENAL KESESATANNYA) DAN SAMPAIKANLAH NASEHAT SECARA LANGSUNG KEPADANYA.”**

[ Bantahan atas mereka yang mengharuskan Salafiyyin mendatangi tokoh-tokoh kesesatan / menyimpang sebelum membantah mereka ]

[ Pertanyaan ]

Ada pertanyaan yang sering diajukan kepada kami oleh anak-anak kita, mungkin mayoritas dari kalian telah mendengar pertanyaan-pertanyaan ini pada pelajaran-pelajaran kami yang banyak.

Penanya mengatakan: “Saya bermajelis dengan mereka untuk menasehati mereka, apa hukumnya?”

[ Jawaban ]

JANGAN BERMAJELIS DENGANNYA, karena menasehati tidak menuntut untuk bermajelis dan tidak mengharuskan dengan cara bermajelis. Cukup nasehati dan pergilah!

JIKA MEMANG HARUS MENASEHATINYA, tulislah surat kepadanya! Itu sudah cukup.

Adapun dengan cara engkau bermajelis dengannya dalam kurun waktu ini dan engkau mengklaim untuk menasehatinya, maka beberapa waktu kemudian kami tidak akan melihatmu kecuali telah bergabung dalam satu barisan bersamanya. Dan kami telah melihatnya dengan mata kepala kami sendiri, dan banyak dari kalian juga telah melihat hal semacam itu.

JADI PERKATAAN SALAF –RAHIMAHUMULLAH– (yang melarang bermajelis dengan ahli bid’ah walaupun dengan dalih untuk menasehati –pent) padanya terdapat cahaya.

Sumber: http://youtu.be/7GNFc0IBu38

Alih bahasa: Abu Almass / Ahad, 28 Syawwal 1435H
Kunjungi: http://forumsalafy.net/?p=5861

Rujukan: Dari arsip WA Salafy Indonesia

**Judul dari Admin**
•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #Manhaj #Nasehat #bermajelis_dengan_ahli_bid_ah #dengan_dalih #menasehati

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/GDbWnT4p8qU (Durasi: 2:17)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=GDbWnT4p8qU

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
[VIDEO] PELAJARAN TAWADHU’ DARI ULAMA SALAFY: JIKA SAYA SALAH MAKA KATAKANLAH KEPADA SAYA: “ANDA SALAH!”

[ Pertanyaan]

Syaikh, saya memiliki dua pertanyaan, tetapi tidak berkaitan dengan muhadharah yang baru Anda sampaikan.

🔸Pertanyaan pertama: telah disebutkan oleh salah seorang ikhwah yang pertama tadi, yaitu yang berkaitan dengan Syaikh Maghrawy, di sini di Inggris sebagian pemuda Salafiyun mereka tidak percaya terhadap kritikan keras dan tahdzir Anda kepada al-Maghrawy yang terakhir, dan mereka menyatakan bahwa hal itu adalah fitnah. Maka apa nasehat Anda kepada mereka?
🔸Sedangkan pertanyaan kedua adalah bagaimana pendapat Anda tentang Syaikh Ibrahim Syaqrah? Baarakallahu fiikum.

[ Jawaban]

SAYA KATAKAN: JANGAN BANYAK BERTANYA YANG SEMACAM INI!
▪️Nasehatku kepada kalian hendaklah kalian mempelajari jika seseorang dikritik, pelajarilah keadaannya, kumpulkan perkataan pihak-pihak yang mengkritik, pahamilah dengan baik terlebih dahulu, dan kalian pastikan dengan yakin!
▪️Jika hal itu telah kalian pahami dengan baik, maka hendaknya seseorang menetapkan hukum berdasarkan pemahaman yang benar dan kemantapan, tidak karena sikap taklid terhadap si A atau si B, juga bukan karena fanatik kepada si A atau si B.

Tinggalkanlah pribadi si fulan atau fulan! Ini semua merupakan kaedah dan nukilkan kepada orang-orang yang menyelisihi kebenaran itu! Ini semata-mata agar mereka mengetahui hakekat yang sebenarnya dan agar mereka mengetahui kebenaran serta agar mereka membebaskan diri mereka dari golongan orang-orang yang fanatik terhadap kebathilan.

DAN SAYA SAMA SEKALI TIDAK RIDHA KEPADA SEORANG PUN YANG FANATIK KEPADA SAYA SELAMA-LAMANYA.

Jika saya salah maka hendaknya orang yang menjumpai kesalahanku mengatakan kepadaku: “Anda salah!” Baarakallahu fiikum.

Janganlah kalian fanatik kepada seorang pun, tidak kepada si A atau si B! Jangan fanatik kepada Ibnu Taimiyah, tidak pula kepada Muhammad bin Abdul Wahhab, tidak kepada Ahmad bin Hanbal, tidak kepada Asy-Syafi’iy, dan tidak kepada siapapun! Hendaknya semangat seseorang adalah terhadap kebenaran, menghormati kebenaran, dan wajib atasnya untuk membenci kesalahan dan membenci kebathilan.

Sumber audio: Download di sini

Alih bahasa: Abu Almass | Rabu, 2 Dzulqa’dah 1435H
Rujukan: Dari situs ForumSalafy.Net | http://forumsalafy.net/?p=5934

#VideoFawaid #Manhaj #sifat_tawadhu #para_ulama_salafy

DUA MAKAR AHLUL AHWA DAN HIZBIYYUN

Diantara Nasehat al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhaly hafizhahullah

Dan wajib bagi ‘ulama kita yang mulia untuk mengetahui, bahwasanya para ahlul ahwa dan hizbiyyun itu memiliki cara-cara yang mengerikan untuk mempengaruhi para pemuda, menguasai dan mengarahkan pikiran mereka dan untuk menjatuhkan usaha para aktivis di medan dakwah yang membela manhaj salaf dan ahlinya.

Diantara cara-cara yang penuh makar tersebut adalah:

[1] MEMANFAATKAN DIAMNYA ‘ULAMA DARI (MEMBICARAKAN) FULAN DAN FULAN. WALAU PUN DIA ADALAH MANUSIA YANG PALING SESAT.
▪️Maka sekali pun orang-orang yang mengkritik telah mengajukan sekuat-kuat hujjah atas kebid’ahan dan kesesatannya.
▪️Maka cukup bagi orang-orang yang salah tersebut, demi menghancurkan usaha para pejuang yang menasihati (umat), dengan bertanya-tanya di hadapan orang-orang bodoh: “Kenapa dengan si fulan dan fulan, diantara ‘ulama mendiamkan si fulan dan fulan?! Seandainya si fulan itu sesat, niscaya mereka (‘ulama) tidak akan mendiamkan kesesatannya!?”
▪️Demikianlah mereka membuat pengkaburan terhadap sejumlah orang dan bahkan terhadap kebanyakan orang terpelajar.


Dan kebanyakan manusia itu tidak mengerti kaidah syariat, tidak pula prinsip-prinsipnya, yang diantaranya adalah: “Sesungguhnya amar ma’ruf nahi mungkar adalah termasuk fardhu kifayah, jika sudah dilakukan oleh sebagian manusia, maka gugur atas yang lainnya.”

[2] DAN DIANTARA METODE (MAKAR) MEREKA ADALAH: MENGAMBIL TAZKIYAH DARI SEBAGIAN ‘ULAMA TERHADAP ORANG-ORANG YANG;
▪️agama mereka, tulisan-tulisan mereka, kecocokan mereka, dan semangat mereka terhadap manhaj salaf.
▪️Tapi justru mencampakkan ahlinya dan bersahabat dengan musuh-musuhnya (yakni musuh-musuh manhaj salaf-pent) dan perkara-perkara lainnya.


Kebanyakan manusia tidak mengerti kaidah-kaidah al-jarh wa at-ta’dil, bahwasanya jarh (kritikan) yang terperinci itu pasti didahulukan daripada ta’dil (pujian). Karena ‘ulama yang memuji itu membangun (pujiannya) di atas apa yang nampak dan sangkaan yang baik. Sementara ‘ulama yang mengkritik itu membangun kritikannya di atas ‘ilmu dan kenyataan, sebagaimana sudah dimaklumi menurut imam-imam al-jarh wa at-ta’dil.

DAN DENGAN DUA CARA INI DAN SELAINNYA,
🔺mereka menjatuhkan usaha para penasihat dan perjuangan para aktivis dakwah dengan mudahnya.
🔺Dan mereka mempengaruhi sejumlah orang bahkan kebanyakan orang terpelajar.
🔺Dan mereka menjadikan hal tersebut sebagai upaya untuk memerangi manhaj salafy dan ahlinya,
🔺serta membela tokoh-tokoh bid’ah dan kesesatan.


Betapa mendesaknya salafiyyin untuk waspada dari dua “lubang” tersebut, yang wajib bagi para ‘ulama untuk menyumbatnya dengan kuat dan mencegahnya, dikarenakan hal itu akan berakibat kepada kemudharatan dan bahaya-bahaya.

[Kitab al-Haddul Faashil, halaman 79-80]

Faidah diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Hafs Umar Al-Atsary Hafizhahullah

Rujukan: Dari situs ForumSalafy.Net | http://forumsalafy.net/dua-makar-ahlul-ahwa-dan-hizbiyyun/

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #dua_makar #hizbiyyin #ahlul_ahwa #ahlul_bida_

BUKTI MENGHORMATI MANHAJ SALAF

Berkata asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali -hafizhahullah-:

“YAA IKHWAH ... JIKA KALIAN BENAR-BENAR MENGHORMATI MANHAJ SALAF DAN PARA ULAMANYA,

- maka sebarkanlah buku-buku mereka, durus-durus mereka.
- Dan penuhilah tulisan-tulisan, ceramah-ceramah serta perbincangan kalian dengan ucapan-ucapan mereka dalam membantah dan mentahdzir ahlul bid'ah.
- Dan ajarkanlah kepada para pemuda (khususnya), sikap para ulama sunnah terhadap ahlul bid'ah.
- Anjurkanlah mereka untuk saling mempelajarinya dan memuliakan jiwa mereka dengannya.

MAKA DENGAN METODE INI,
- engkau telah menghidupkan aqidah dan manhaj salaf dan engkau menghiasi jiwa-jiwa mereka,
- dan mengangkat kepala mereka sebagai bentuk rasa bangga dan kemuliaan dengan manhaj salaf.˝

[Manhaj Ahlis Sunnah fi Naqdi ar-Rijaal wal Kutub wa ath-Thowa'if, hal. 76]

Rujukan: Dari Arsip WA Forum Salafy Purbalingga

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #Bukti #menghormati_manhaj #Salaf #Bantahan #Tahdzir #rodja #halabi #ruhaili #sururi #turatsi #ikhwani #mlmm

Disampaikan oleh Asy-Syaikh al-’Allamah ’Ubaid bin ’Abdillah al-Jabiri hafizhahullah
{ Dengan Transkrip Terjemahan dalam Bahasa Indonesia }

URL Video:
https://youtu.be/74Z87auvPsM (Durasi: 1:55)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=74Z87auvPsM

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________
- - - - - - - - -
MENGENAL DAKWAH ISLAM: “SESUNGGUHNYA AS-SALAFIYYAH ADALAH ISLAM”**

~Teguran buat mereka yang Menolak & Mencela Dakwah As-Salafiyyah~

[ Pertanyaan ]

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda. Ini adalah pertanyaan seorang penanya melalui internet:

Saya memiliki kesulitan dalam memahami ungkapan yang saya temukan pada sebagian buku-buku para ulama, yaitu ucapan mereka: “Sesungguhnya as-Salafiyyah itu Islam”, saya memohon penjelasan kalimat tersebut. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

[ Jawaban ]

Sebagaimana ucapan al-Imam al-Barbahari -rahimahullah-: “Islam adalah sunnah, dan Sunnah adalah Islam”, artinya agama yang benar akan tegak di atas keikhlasan pada Allah dan memurnikan mutaba'ah hanya kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

Oleh karena itu berkatalah orang yang berkata: “As-Salafiyah adalah Islam”, maksudnya Islam yang benar terbebas dari segala kekurangan/cela.

MAKA INI MENGELUARKAN AL-JAHMIYAH, karena mereka telah kafir dengan ijma' kaum muslimin, DEMIKIAN JUGA RAFIDHAH sebagaimana dikatakan para ahli tahqiq seperti al-Imam Malik bin Anas -rahimahullah- yang mengatakan Rafidhoh adalah kafir.

MAKA TERSISALAH KELOMPOK-KELOMPOK ISLAM, YAITU 73 KELOMPOK. Kelompok yang berada di atas kebenaran, selamat dan mendapat petunjuk adalah as-Salafiyah, adapun yang selainnya dari kelompok-kelompok seperti Asy'ariyah, Maturidiyah, Kulabiyah dan yang lainnya dari kelompok-kelompok yang ada pada agama Islam, tidak sampai keluar dari islam. Kelompok-kelompok itu memiliki penyimpangan dari kebid'ahan. Maka mereka adalah ahlul bid'ah dan orang-orang sesat.

[ السؤال ]

أحسن الله إليكم وهذا سائل عن طريق الشبكة يقول: لدي إشكال في عبارة أجدها في بعض كتبِ أهل العلم في قولهم إن السلفية هي الإسلام فآمُلُ توضيحًها جزاكم الله خيرا؟

[ الجواب ]

{ كما قال البربهاري - رحمه الله -الإسلام هو السنة والسنةُ هي الإسلام، والمعنى أن دين الحق يقوم على الإخلاصُ لله وتجريد المتابعة للنبي - صلى الله عليه وسلم - ولهذا قال من قال، السلفية هي الإسلام يعني الإسلام الحق الخالي من الشوب، ويخرجُ الجهمية فإنهم كفار بإجماع المسلمين والرافضة كذلك قال المحققون ومنهم الإمام مالك بن أنس - رحمه الله – إنهم كفار، فتبقى بقية الفرق الإسلامية وهي ثلاثة وسبعون فرقة، فرقةُ الحق والنجاة والهدى هي السلفية ومن عاداها من الفرق كالأشاعرة والماتُردية والكلابية وغيرها من الجماعات هذه فرق إسلامية لم تخرج من الإسلام ، عندها ما عندها من البدع فهم أهلُ بدع وضلال. }

Sumber: http://miraath.net/questions.php?cat=122&id=3635

وللاشتراك بقناة العلامة عبيد الجابري حفظه الله عبر التلقرام
https://tlgrm.me/ubaid_aljabry

Rujukan: Dari Channel Telegram @DakwahSalafiyahMajalengka

**Dengan sedikit penyesuaian Judul dari Admin**
•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #VideoFawaid #Manhaj #Nasehat #assalafiyyah_adalah_islam #zakir_naik #islam #salafy

URL Video:
https://youtu.be/-S2zWtewqp4 (Durasi: 2:35)

Download Video @ Mp3:
https://savemedia.com/watch?v=-S2zWtewqp4

Himpunan Video AlFawaaidNet
| http://bit.ly/Vid_AlFawaaidNet (Video Singkat)
| http://bit.ly/Vid_Kajian_AlFawaaidNet (Video Kajian)

________

Firman Allah Ta'ala:

وَلاَ تَلْبِسُواْ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُواْ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ.

“Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan dan jangan kalian sembunyikan kebenaran dalam keadaan kalian mengetahuinya.” [1]

Qatadah rahimahullah berkata:

ولا تلبسوا اليهودية والنصرانية بالإسلام؛ إن دين الله الإسلام، واليهودية والنصرانية بدعة ليست من الله.

“Janganlah kalian campuradukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan Islam, sesungguhnya agama Allah adalah Islam, adapun agama Yahudi dan Nasrani adalah bid'ah, bukan dari Allah.” [2]

~-~-~-~

Zakir Naik berkata [3]:

[06:14 - 06:26] Aku saat ini membicarakan padamu tentang persamaan ... Aku tahu bahwa banyak hal yang berbeda antara Qur'an dan Bibel, antara Qur'an dan Wedha. Aku disini untuk menyebarkan kedamaian dan harmoni, bukan permusuhan. Maka dari itu Qur'an mengatakan, “Datangkanlah kepada kesamaan antara aku dan kamu”

[06:31 - 06:38] Aku tahu ada banyak hal yang tidak kusetujui dalam Wedha. Aku tidak mau memberitahumu tentang itu. Kenapa? Karena itu akan menciptakan permusuhan.

Jadi seperti yang kukatakan padamu, “Mari kita setuju mengikuti apa yang sama, apa yang berbeda akan kita diskusikan nanti.”


[10:57 - 11:08] ... Aku mencoba untuk mempersatukan orang Hindu, orang Kristen, orang Yahudi, umat Muslim. Bersama-sama untuk datang pada platform yang sama, dan setidaknya setuju untuk mengikuti apa yang sama dalam kitab mereka. Sehingga persatuan umat manusia akan bertambah.

~-~-~-~

INILAH HAKEKAT DAKWAH PERSATUAN SESAT ZAKIR NAIK
▪️setelah Allah turunkan ayat kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang menegaskan
🔺hanyalah Islam satu²nya dien yang Dia ridhai,
🔺agama yang memisahkan kebenaran dari kebatilan,
🔺memisahkan antara ketauhidan dari kesyirikan.


Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Rujukan: Dari Channel Telegram @tukpencarialhaq

__Catatan__
[1] QS. Al-Baqarah: 42
[2] http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=49&ID=83
[3] Bukti video lengkap ceramahnya:
https://youtu.be/gIQO3NlkfQE

__________

Klik “JOIN” Channel Telegram
http://bit.ly/ukhuwahsalaf
http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
http://bit.ly/Alfawaaid

#VideoFawaid #Manhaj #Nasehat #Bantahan #persatuan_semu #sinkretisme #keyakinan #AlFawaaidNet